
Erina mengangguk dan terkekeh, Ferdian membelalakkan matanya. Dengan raut wajah frustasi, Ferdi menutup wajahnya dengan telapak tangan. Bayangannya tak sesuai ekspektasi.
Pukul 08.00 pagi. Erina dan Ferdian kedatangan seorang dokter laki-laki.
Tommy datang dengan senyuman, di saat ada seorang wanita cantik berhijab, dengan perut yang membuncit.
"Hai. kamu pasti istrinya Ferdian? Saya, Tommy yang tadi dihubunginya untuk kesini." Sapa seorang dokter dengan senyuman.
"Iya silahkan masuk! Mas, Ferdian sedang berada di kamar beristirahat." Tommy mengangguk kan kepalanya.
Erina mengantarkan Dokter Tommy ke kamar. Terlihat Ferdian yang sedang tertidur beristirahat. Terdengar ada yang datang ia pun membuka matanya.
"Hallo brother, kenapa Lo? Tumbenan gue di telepon suruh kesini?" tanya Tommy dengan tersenyum.
"Gak tau nih gue kenapa. Mangkanya elo gue suruh datang kesini biar tau gue kenapa?" gerutu Ferdian.
Dokter Tommy menanggapinya dengan terkekeh. "Iya- iya. Dari dulu sampe sekarang kalau berurusan dengan dokter, pasti kesel?" sindir Tommy.
Tommy pun mengeluarkan alat stetoskopnya, lalu memeriksa Ferdian, dengan mimik wajah serius.
"Bagaimana Dok, Mas Ferdi sakit apa?" tanya Erina.
"Tidak perlu di khawatirkan. Kondisinya baik-baik aja, hanya Ferdi terlalu lelah karena pekerjaannya. Jadi kurang beristirahat," jelas Tommy.
__ADS_1
"Apalagi sekarang istrinya sedang hamil. Kalau kata orang dulu, kalau suaminya seperti ini, itu bisa di bilang suaminya itu ikut bawaan orok. Soalnya dulu saya pernah kaya gini, saat istri saya hamil. Kata ibu saya, bawaan cabang bayi, karena saya ikut merasakan apa yang istri saya rasakan pusing mual dan sebagainya yang di rasakan wanita hamil,"
"Masa sih bro. Kalau gue ikut ngidam bini gue?" tanya Ferdian dengan rasa tak percaya.
"Mungkin aja bro. Kalau dulu gue ya, pas bini gue hamil ke dua. Beeeuuuhhh ... parah bro, gue sampe ngambil cuti, soalnya gue gak bisa jauh dari istri di rumah,"
Erina mendengarkan cerita dari dokter Tommy tentang dirinya. Membuatnya tersenyum mendengarnya. Karena selama ini tingkah suaminya seperti itu, tak jauh berbeda.
"Segitunya bro?" tanya Ferdian, dan Tommy mengangguk.
"Aku begitu gak si Yank? Selama kamu hamil?" tanya Ferdi ke Istrinya.
Erina tersenyum dan mengangguk.
"Mungkin, elu terlalu Bucin kali bro, ke istri . Hahaha ..." ledek Tommy.
Kini Tommy, dan Ferdian berada di lantai bawah. Sebenarnya Erina tidak mengizinkan suaminya untuk keluar kamar, namun atas keras kepala suaminya, ia tak bisa menolak. Ditambah lagi Zio selalu mencari ayahnya untuk menemaninya bermain.
Tommy memperhatikan Erina yang sedang menemani putranya di tempat mainnya, dan Ferdian pun melihatnya.
"Udah kali Tom. Tuh mata dari tadi ngeliatin istri gue aja, kayanya udah bosen sama tuh dua mata!" sindir Ferdian, dengan rasa jengkelnya.
Tommy pun terkekeh mendengarnya. "Benarkan tebakkan gue, kalau elo kayanya yang bucin sama bini loe?"
__ADS_1
"Eeh siapa nama istri loe?"
"Erina. Mau ngapain loe nanya namanya!" jawab Ferdi dengan ketus.
"Jiah ... lagi sakit aja masih galak! Hihihi..." Tommy berhasil membuat Ferdian kesal.
"Kayanya elo pernah nyebutin nama itu pas gue masih tinggal di sana?" tanya Tommy mengingat kembali.
"Kalau gak salah, sesudah gue nikah deh, elo cerita itu? Elo pernah cerita tentang gadis yang namanya Erina, kalau gak salah dia adik kelas loe , betul gak sih?" tanya Tommy dengan suara kecil.
Ferdian mengangguk. "What? Jadi betul, kalau dia itu cewek yang elo taksir saat di sekolah? Yang kata loe dia jadian sama cowok lain?"
Lagi-lagi Ferdian mengangguk dan itu membuat Tommy tercengang mendengarnya.
"Jangan bilang elo gak dapetin perawannya, jadi dapet jandanya?" Tommy berbisik kembali.
"CK!" Ferdian berdecak kesal. "Jangan mulai Tom, tuh mulut ember loe!" sindir Ferdi.
"Khikhikhik ..." Tommy terkikik geli. "Sorry brother! Bukan maksud gue ngeledek elo. Tapi gue salut sama elo. Rela menunggu jandanya,"
"Huuush ... bisa gak volume suara elo di kecilin." Tommy menutup mulutnya sendiri.
"Gue bukan nunggu jandanya! Gue udah menjalin hubungan dengan cewek lain, dan gue juga udah menghindar jauh dari dia. Namun takdir berkata lain, tuhan mendekatkan dia ke gue kembali. Setelah dia berpisah dari suaminya. Jadi please! Jangan punya pikiran macam-macam ya, tentang pernikahan gue dan istri gue?" ucap Ferdian dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Tommy mengangguk, saat mendengarkan cerita Ferdian.