
Setelah dari melihat jelly fish, mereka berjalan melihat aquarium yang besar, yang dimana mereka semuanya berada di bawah ikan-ikan yang sedang berenang.
"Waaaah ... Yayah ikan nya besal- besal. Itu ikan apa Yah?" tanya Zio menunjuk ikan ukuran lebar dan besar.
"Itu ikan pari sayang, besar ya? Zio suka tidak melihat ikan banyak seperti ini?"
"Suka Yah. Boleh tidak kalau kita bawa pulang?"
Ferdian dan Erina terkekeh mendengarkan Zio bicara. "Yang di sini gak boleh sayang, kalau Zio mau nanti kita pelihara. Tapi jangan yang besar seperti ini ya?"
"Memang anak bubu mau pelihara ikan?" tanya Erina di angguki putranya.
"Oke, besok kita pelihara ikan yang jagoan ayah suka." Kata Ferdian, alhasil Zio tepuk tangan karena merasa senang.
"Ikan nya besar- besar loh Mas. Berapa ukurannya aquarium seperti ini ya?" tanya Erina dengan heran melihat dinding kaca berisikan ikan yang besar
"Aquarium ini berukuran 24 x 38 meter, sayang. Di dalamnya memiliki beberapa jenis ikan, dari yang jinak hingga ganas," jawab Ferdian.
"Keren kak, ikan hiu sebesar itu berapa meter kira -kira?" tanya Noval yang menemukan ikan hiu raksasa.
"Kurang lebih sepanjang 3,5 meter, Val. Pelihara Ikan begitu keren loh?"usul Ferdi dengan terkekeh.
"Keren juga kak, biaya untuk makannya," jawab Noval nyeleneh.
"Kamu tau gak Yank? Ikan jenis seperti ini memiliki nama latin, yang disebut Nebrius ferrugineus." Kata Ferdian sambil menunjuk ke arah ikan hiu di dalam aquarium di hadapannya m
"Ooh ya," Ferdian mengangguk.
" Nah dari 32 jenis ikan hiu, Nebrius ferrugineus berada di urutan 32 berdasarkan tingkat keganasan yang pernah menyerang manusia."
Erina menganggukkan kepalanya saat Ferdian menjelaskan macam-macam ikan yang berada di dalam aquarium.
Semuanya pengunjung senang, saat melihat di dalam akuarium ikan. Ada penyelam di dalam nya. Mereka sekadar menyaksikan aktivitas pemberian makan oleh para penyelam.
Banyak juga yang mengambil gambar atau mengambil video mereka. Semuanya terkagum melihat seorang penyelam melakukan aktivitas nya.
Setelah mengelilingi semuanya aquarium yang berisikan biota laut. Karena sudah menjelang senja akhirnya Ferdian memutuskan untuk mengakhiri jalan-jalannya. Memboyong anak, istri dan keluarganya untuk pulang.
Karena perjalanan menuju arah pulang sangat macet, dan Ferdian pun juga mengajak mereka untuk makan malam. Setelah melanjutkan perjalanan kembali Zio pun akhirnya tertidur di pelukan ayahnya. Sedangkan Erina bersandar di pundak suaminya.
Sampai pukul delapan malam, akhirnya mereka pun sampai di rumah. Noval membantu kakaknya yang terlihat lelah, sedangkan Ferdian segera membawa putranya masuk, untuk di letakkan di kamarnya.
Setelah meletakkan putranya di kamar, Ferdian kembali keruang lantai bawah, untuk menyusul istrinya, yang di mana sedang beristirahat bersama keluarganya.
"Noval, ibu. Kalian pasti lelah, istirahat aja di kamar!"
"Iya Nak, kalau begitu ibu ke kamar ya. Rasanya lelah sekali." Ucap Bu Hesti, Ferdian pun mengangguk.
__ADS_1
"Iya Bu, istirahat aja. Kalau ada yang di inginkan bilang aja sama Bu Yeti, ya Bu!"
"Iya Nak." Bu Hesti pun bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya.
Sedangkan Noval masih duduk di sofa sambil bersandar. Ferdian melihat istrinya sudah terlihat lelah.
"Sayang, kamu sebaiknya istirahat yuk! Kamu sudah lelah benget wajah kamu." Sambil membelai pipi istrinya dengan lembut.
"Yuk, aku sudah ngantuk banget.Noval, Kinan, Kaka istirahat dulu ya,"
"Kak kalau begitu aku dan kak Joddy juga pamit pulang ya! Aku juga ingin istirahat," pamit Kinan.
"Kak Noval aku balik ya, bilang sama ibu ya!" pamit Kinan.
"Iya Dek. Kalian hati-hati ya!" Kinan mengangguk.
"Yuk, Val, kami pamit ya. Salam buat ibu. Insyaallah kami besok kesini lagi," pamit Joddy.
" Iya Mas, hati-hati ngendarai mobilnya." Joddy mengangguk sambil mengacungkan jempolnya.
"Rin, Fer kami balik ya. Erina kamu istirahat, pasti kamu lelah," ucap Joddy.
"Iya, "
"Yuk semuanya." Joddy pun keluar menuju parkir mobilnya.
"Siap kak nanti aku istirahat. Kakak saja dulu, aku gampang,"
Ferdian pun membantu istrinya menuju kamarnya, untuk beristirahat. Setelah sampai, tak lupa Erina membersihkan dirinya. Sedangkan Ferdian sudah menyiapkan susu dan vitamin untuk istrinya.
"Nah sekarang waktunya kamu minum susu dan vitamin. Agar baby kita sehat di dalam." Sambil menyentuh perut istrinyanya yang membuncit.
Erina pun menuruti apa yang di katakan suaminya, untuk minum susuk hamil dan vitamin. Setelah itu, Ferdian menyuruh istrinya untuk beristirahat.
🍂 🍂 🍂
Beberapa hari kemudian Noval dan Bu Hesti, berpamitan untuk kembali pulang.
"Kalian harus sehat-sehat ya, dan menjadi istri yang baik. Terutama kamu Kinan, kamu sekarang sudah menjadi seorang istri, jangan bersikap seperti anak-anak!" nasihat Bu Hesti ke putri bungsunya.
"Iya Bu, Kinan mengerti," jawab nya.
Bu Hesti mendekati Erina.
"Erina, kamu jaga kesehatan ya untuk kamu dan kandungan kamu. Ibu ingin putri dan cucu ibu sehat." Sambil menyentuh perut putrinya.
Erina mengangguk, dengan mata mengembun. Ia pun segera memeluk ibunya.
__ADS_1
"Ibu sehat-sehat ya. Jaga kesehatan, kalau ada apa-apa hubungin aku atau Kinan!"
"Iya, ibu akan hubungi dua putri ibu." Sambil menepuk pundak Erina dengan lembut.
"Ganteng, nenek pulang ya? Zio anak pintar, jangan nakal ya Nak,"
"Iya Nek, ati- ati ya Nek!"
"Iya sayang." Sambil mengecup ke dua pipi cucu nya.
Noval mendekati keponakannya.
"Jagoan, om pamit ya. Nanti om kesini lagi, lihat ikan-ikan baru kamu?"
"Iya om, ati-ati ya oom,"
"Oke ganteng." Noval pun mencubit pipi keponakannya yang membuatnya selalu kangen Dengan tingkah lucunya.
Noval pun berdiri, dan berpamitan ke Kakak nya.
"Kak Erina, dan kak Ferdian. Aku dan ibu pamit ya?"
"Iya Val, hati-hati." Kata Ferdian, dan Noval mengangguk.
"Kak Erina, jaga kesehatan ya?"
"Iya Noval terimakasih kamu selalu perhatikan kakak," jawab Erina.
"Kak Noval jahat iiih ... masa kak Erin aja. Aku enggak!" Kinan dengan bibir manyun.
Membuat Noval terkekeh, melihat sikap adik bungsunya selalu saja seperti anak kecil.
"Iya kamu juga dek. Kakak pasti kangen banget sama kamu. Karena cuma kamu, yang kakak bisa jahilin," ledek Noval.
"Iiiissshhh ... Kakak!" Kinan merajuk.
Noval memeluk adiknya.
"Kamu jangan seperti anak kecil, ingat kamu sudah punya suami Kurang-kurangi ngambeknya." Membelai lembut rambut Kinan.
"Iya Kak." Kinan melepaskan pelukan kakaknya, lalu segera menghapus air matanya.
Karena bagi Kinan, sosok Noval, adalah kakak yang hebat. Bisa melindungi keluarganya, seperti pahlawan.
Bagi Kinan dan Erina, Noval pengganti ayahnya, setelah beliau pergi. Karena selain di balik wajahnya di yang dingin, ia memiliki sisi hangat dan penyayang dengan orang yang dia sayang.
Kini Noval dan Bu Hesti sudah berpamitan dan meninggalkan rumah Ferdian. Mereka di antar, oleh Riko. Setelah tak terlihat mereka semuanya pun kembali ke dalam.
__ADS_1
Bersambung....