
Dengan cepat Kinan mengambil handphonenya dan segera menghubungi kakaknya. Kalau mereka berdua akan ikut jalan-jalan dengan keluarga.
Tuut ... tuuut ...
Panggilan pun terjawab.
"Hallo Assalamu'alaikum kak Erin, "
"Waalaikumsallam dek, ada apa?"
"Kak aku ikut ya, tunggu aku. Sekarang aku otw ke sana,"
"Iya Kinan, memang kamu gak capek apa?" goda Erina.
"Aaaa ... kakak!" rengek Kinan.
Alhasil Erina pun terkekeh mendengarnya.
"Yasudah, kakak tunggu ya!"
"Oke, by kak Erin. Aku tutup, Assalamualaikum,"
"Waalaikumsallam," jawab Erina.
Ferdian yang melihat istrinya berdiri di depan cermin. Baru saja menggunakan hijab berwarna biru muda, terlihat cantik. Ferdi pun segera memeluknya dari belakang.
Greepp
"Aaaa ... Mas kamu ngagetin aja sih?"
__ADS_1
"Masa begitu aja kaget sih." Erina tersenyum saat melihat suaminya dari pantulan cermin, masih memeluknya.
"Istrinya Ferdiansyah semakin tambah cantik. Rasanya aku tak rela, membawa kamu keluar dari rumah deh,"
"Loh, memangnya kenapa Mas?" tanya Erina yang tak mengerti maksud sang suami.
"Iya aku gak rela, istri ku yang cantik ini jadi pusat perhatian para laki-laki." Ferdian mencium hijab istrinya, karena wanginya sangat ia sukai.
Erina terkekeh mendengar nya. "Hihihi ... lucu kamu Mas. Aku ini lagi hamil, perutku juga membuncit seperti ini. Mana ada orang yang perhatiin aku seperti apa yang kamu bayangkan." Sambil menggelengkan kepalanya.
"Selama kamu hamil, aura kamu terpancar. Kamu semakin bertambah cantik, lihat saja dari kaca." Ferdian menunjuk ke arah pantulan cermin.
Erina tersenyum mendengar sang suami memuji dirinya.
"Suamiku sekarang pintar gombal ya?" ucap Erina dengan senyum manis, membuat Ferdian terkekeh.
"Kita tidak jadi berangkat nih, mau dengan posisi seperti ini terus? Semakin lama, aku gak kuat Mas sama kamu,"ucap Erina dengan berusaha menahan senyumnya.
Saat ini Ferdian berhadapan menatap wajah istrinya. "Maksud dari ucapan kamu apa sayang?"
"Iya aku enggak kuat, lama-lama sama kamu. Gak kuat mendengar kamu yang selalu gombalin aku," ucap Erina dengan tersenyum.
Ferdian terkekeh mendengar istrinya bicara.
CUP
Ferdian mengecup bibir istrinya, lalu setelah itu ia menggenggam tangannya.
"Yasudah yuk kita berangkat?"
__ADS_1
Ferdian dan Erina berjalan menghampiri keluarganya, yang di mana Kinan dan Joddy sudah berkumpul.
"Sudah kumpul semuanya? Yasudah yuk kita berangkat sekarang!" ajak Ferdian dia angguki oleh semua keluarga.
Kini seluruh keluarga sudah masuk ke dalam mobil. Ferdian mengajak pengasuhnya Zio dan juga Ferdian.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, kini mereka semuanya pun sudah sampai, tempat wisata yang berada di Jakarta. Tangan Ferdian tak sedikitpun melepaskan tangan istrinya.
Ferdian mengajak anak istri dan keluarganya, melihat wahana apa yang di inginkan. Zio terlihat bahagia saat melihat ada sesuatu yang berjalan dan bergelantungan.
"Yayah, bubu. Iyo mau naik itu." tunjuk Zio, ke arah atas.
Ferdian, Erina dan yang lainnya melihat kemana Zio menunjuk.
"Jagoan ayah mau naik itu Nak?" tanya Ferdian di angguki Zio dengan senyuman lebar.
Akhirnya Ferdian menuruti apa yang di inginkan putranya untuk menaiki kereta gantung. Ferdi juga mengajak keluarga Istrinya untuk menikmati wahana tersebut.
Terlihat sangat indah pemandangan dari atas, Zio begitu bahagia. Bukan hanya anak itu, terlihat Bu Hesti sangat senang bisa liburan bareng anak menantu dan cucunya.
Noval yang melihat raut wajah ibunya terlihat murung kembali, ia pun langsung mendekat kepada wanita yang sudah melahirkan dirinya.
"Ibu kenapa?" tanya Noval.
Bu Hesti tersenyum. "Ibu hanya rindu suasana seperti ini. Ibu teringat dulu saat kalian masih kecil, sesekali ayah tak pernah lupa mengajak liburan untuk kita."
"Iya ya. Dulu ayah selalu mengajak kami liburan. Mungkin kalau sekarang masih ada, pasti ayah akan sangat bahagia. Karena bisa kumpul dengan anak, cucu dan menantunya," timpal Noval.
"Yasudah ibu jangan sedih karena masih ada Noval yang akan menemani ibu sampai kapanpun,"
__ADS_1
Bu Hesti tersenyum melihat sang putra yang begitu perhatian kepadanya. Memang hanya Noval yang selalu mengerti dirinya. Apalagi semenjak suaminya meninggal, Noval selalu menghibur nya.
Bersambung...