
Ferdian tersenyum, lalu membawa istrinya kedalam pelukannya.
Keesokan harinya, Bu Hesti dan Noval berpamitan untuk kembali kerumah mereka. Ferdian dan Erina sedang menikmati anggota baru di kediamannya, dengan adanya baby Yuna.
"Hallo cantik dan gantengnya bubu, yang habis bangun bobo. Sekarang sudah sore, kita mandi Yuk!" Erina sambil mencium kedua anaknya.
Ferdian yang baru saja dari luar, saat masuk kamar melihat kalau kedua anaknya sudah terbangun. Kini Yuna dan Zio berada di dekat Bubu nya.
"Eeeh jagoan dan cantiknya Yayah sudah bangun nih? Ko Abang Zio seperti itu, kasian bubu," goda Ferdian, melihat putranya memeluk ibunya yang sedang menggendong Yuna.
"Biasa Yah, abangnya lagi manja sama bubu." Jawab Erina membelai kepala putranya.
"Ooh begitu. Gak mau sama Yayah nih? Yuk Yayah gendong, habis itu mandi deh," bujuk Ferdian agar putranya tidak gelendotan terus ke Erina.
"Jagoan Yayah, kita beli es krim yuk." Zio pun langsung mengangguk, dan Ferdian pun tersenyum. Karena berhasil membujuk putranya.
"Ayo Yayah, kita beli es krim!" rengek Zio, yang kini sudah berada di pelukan ayahnya.
Ferdian pun terkekeh, mendengar Zio merengek minta es krim.
"Eeit ... kalau Zio mau es krim, harus mandi dulu dong! Yuk mandi !"
"Endak, Zio mau sama bubu!"
__ADS_1
"Bubu sedang sama Dede. Sekarang sama Yayah dulu ya? Atau mau Yayah yang gendong adik Yuna nih?" goda Ferdian ke Zio.
Anak itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Karena Ferdian tau, putranya tidak boleh dekat dengan Dede bayinya.
"Zio, mau sama Yayah." Anak laki-laki itu segera memeluk ayahnya, membuat Erina dan Ferdian terkekeh, dengan sikap bocah tiga tahun itu.
Hari-hari terus berganti, tak terasa kini usai baby Yuna menginjak enam bulan. Bayi mungil, dengan paras yang cantik seperti ibunya. Membuat suasana semakin lebih berwarna dengan kehadiran Putri mereka.
Sore ini, Ferdian berniat mengajak anak dan istrinya ke Mall. Erina ingin membeli keperluan untuk dua anaknya.
Tapi sebelum berbelanja, Ferdian mengajak Zio untuk menikmati permainan yang berada di mall. Saat itu juga mereka melihat karakter robot Transformer, yang sedang berada di Mall yang berada di Tangerang.
"Yayah, itu lobot tlanspomen." Kata Zio menunjuk ke arah karakter robot berwarna kuning.
Zio sudah menarik ayahnya untuk melihat robot tersebut dari dekat. Bukan hanya itu, ia juga bersalaman dan berfoto bersama. Terlihat bocah laki-laki itu terlihat bahagia, setelah melihat karakter robot yang dia sukai.
Setelah itu, Zio juga bermain menikmati permainan bersama ayahnya. Erina hanya bisa melihat putranya terlihat bahagia, bermain dengan ayahnya.
'Beruntungnya aku menikah dengan laki-laki baik, sabar dan penyayang seperti kamu Mas. Meskipun di awal pernikahan aku pernah gagal, dan merasakan sakitnya di khianati. Tapi, kamu pria hebat, yang bisa menyembuhkan semua luka ku. Aku sangat menyayangi kamu Mas, aku ingin hidup menua bersamamu, bahkan sampai ke surga aku ingin berdua denganmu,'
Ferdian tersenyum saat melihat sang istri sedang menatapnya. Dengan jahilnya, Ferdi pun mendekatinya.
"Aku tau, suami kamu ini sangat tampan. Tapi tidak usah di tatap terus menerus seperti itu." Bisik Ferdian, membuat Erina mencubit pinggang suaminya.
__ADS_1
"Iiihh ... apaan sih," Erina memanyunkan bibirnya.
"Eeh ... eeh ... eeeh ... manyun begitu, jangan mancing loh sayang. Kalau aku ambil kesempatan di sini bagaimana?"
Erina segera merapatkan bibirnya, dengan menahan senyumnya. Sedangkan Ferdian terkekeh melihat sikap istrinya sangat menggemaskan baginya.
"Yayah ..." panggil Zio.
"Tuh di panggil sama jagoan," ledek Erina.
"Entar malam ya, aku minta ekhem-ekhem ..." Ferdian meledak istrinya kembali, lalu segera menghampiri putranya.
Sedang Erina tersipu malu, mendengar suaminya berbisik kode seperti itu, membuat pipinya memerah seperti tomat.
"Iya jagoan Yayah. Kenapa Nak?"
"Zio haus, lapar."
"Ooh anak Yayah dan bubu lapar. Yasudah kita makan dulu yuk, setelah itu baru kita shoping."
Saking girangnya Zio bertepuk tangan kegirangan. Membuat Erina dan Ferdian terkekeh. Ferdi tak lupa, menggenggam tangan istrinya, yang menggendong baby Yuna di depan. Sedangkan putranya, berjalan dengan riang, sambil bertepuk tangan.
Seperti permintaan Zio, mereka makan di sebuah restoran. Setelah puas menikmati makanan, mereka melanjutkan untuk belanja untuk keperluan bulanan.
__ADS_1
Sepulangnya dari Mall, Ferdian mengajak anak dan istrinya ke sebuah taman karena waktu masih sore. Di sana Ferdi melihat Zio begitu bahagia, saat bermain dengan teman sebayanya.