Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Erina cemburu


__ADS_3

Sepulangnya dari Mall, Ferdian mengajak anak dan istrinya ke sebuah taman karena waktu masih sore. Di sana Ferdi melihat Zio begitu bahagia, saat bermain dengan teman sebayanya.


Ferdian yang selalu mendampinginya Zio bermain seluncur, menjadi pusat perhatian para ibu-ibu muda. Apalagi Ferdi yang ramah, kepada orang. Membuat para kaum hawa bertegur sapa kepalanya. Sedangkan Erina hanya memperhatikan suaminya sambil menggendong baby Yuna.


Erina yang melihat pemandangan itu terus menerus, dan membuat dirinya terbakar api cemburu. Ia pun segera menghampiri suaminya yang di sebelahnya sedang mengobrol dengan ibu-ibu muda.


"Mas," suara Erina membuat Ferdi menoleh dan memberikan senyuman.


"Iya sayang." Ferdian mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan w.


Ibu-ibu di sebelahnya, menoleh ke arah Erina dengan tatapan tak suka.


"Mas, sudah jam lima. Kita pulang yuk! Yuna sudah rewel mungkin dia haus." Ucap Erina sambil memeluk lengah Ferdian.


Ferdian justru tersenyum melihat sikap istrinya, yang paham kalau saat ini Erina menunjukan kemesraan di hadapan wanita di sampingnya.


"Yasudah, yuk kita pulang. Sebentar aku panggil Zio ya," Erina mengangguk.


"Sayang, sini Nak!" Zio berlari menghampiri orang tuanya. "Jagoan sekarang sudah sore, kita pulang yuk! Nanti kita main lagi ya. Kasian bubu dan Dede cape,"


"Iya Yah, aku juga capek. Kita pulang aja." jawab Zio yang langsung loncat minta gendong ke ayahnya.


Ferdian dengan sigap langsung mengangkat Zio, dan menggendongnya.


"Kalau begitu saya duluan ya Bu, mari." Ferdian menggenggam tangan Erina, lalu meninggalkan ibu-ibu yang masih memperhatikan Ferdi.

__ADS_1


Kini Erina, Zio dan Ferdian sudah berada di dalam mobil, dengan Riko yang mengendarai mobilnya.


Ferdian tersenyum melihat sikap istrinya, yang cemberut tak menatapnya. Ferdi tau kalau Erina kesal melihat dirinya mengobrol dengan ibu-ibu tadi.


Selama di mobil, hanya Zio yang terus bercerita, dan bernyanyi. Mereka berdua hanya menjadi pendengar setiap apa yang anaknya katakan.


Kimi mereka sudah sampai di rumah, Zio langsung di bawa pengasuhnya untuk mengganti pakaian. Sedangkan baby Yuna tertidur pulas di pelukan ibunya.


Erina pun segera masuk ke dalam kamar, tanpa menunggu suaminya.


"Aku yakin, dia pasti merajuk." Ucap Ferdian melihat Erina dari belakang.


Saat di dalam kamar pun, Erina meletakkan baby Yuna di tempat tidurnya. ia pun segera mengganti pakaian santai di rumah.


"Mau kemana lagi si sayang?" tanya Ferdian yang kini memeluk dari belakang.


"Mau ke kamar Zio," jawab Erina.


"Kamu kenapa si? Kok cemberut terus sih aku lihat?"


"Gak papa, memang aku kenapa?" tanya balik Erina.


"Jangan berbohong, kamu cemburu ya?"


"Cemburu? Aneh kamu,"

__ADS_1


"Aku tau, kamu cemburu dengan ibu-ibu cantik tadi kan?" pancing Ferdian, dengan menahan senyumnya.


Erina semakin kesal, mendengar suaminya memuji cantik wanita lain. Ia pun segera melepaskan pelukan suaminya, namun gagal Ferdi mengeratkan pelukannya.


"Lepasin Mas!" Erina semakin kesal, dengan berusaha melepaskan diri dari pelukannya Ferdian.


"Mau kemana sih sayang?"


"Lepasin! Aku memang tidak cantik, tapi kamu jangan memuji wanita lain di hadapan aku!" ucap Erina dengan ketus, dan terus berontak berusaha melepaskan tangan suaminya.


Erina tersinggung dengan ucapan suaminya. Dirinya semakin mudah tersinggung pasca hamil, karena bentuk tubuhnya terlihat gemuk. Apalagi dengan pipinya yang chubby, membuat ia merasa tidak percaya diri.


Ferdian sadar, kalau dirinya sudah membuat istrinya tersinggung.


"Lepasin Mas tangan kamu. Iiihh ..." Erina memukuli tangan Ferdian.


"Aku minta maaf," bisik Ferdian di telinga istrinya.


Tak ada jawaban dari Erina, ia hanya merasakan tubuh istrinya bergetar dan terdengar suara isak tangis.


Ferdian membalikkan tubuh istrinya, dan menatap wajahnya. Benar saja,mata Erina sudah basah, dan bulir bening pun berhasil membasahi wajahnya.


Bersambung ....


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian πŸ‘πŸ™β˜ΊοΈ...

__ADS_1


__ADS_2