Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Pertandingan


__ADS_3

Setelah pernikahan Joddy dan Kinan.


Erina merasa suasana rumah nya terasa sepi, karena tidak ada Kinan. Biasanya yang bikin ramai itu, jika ada suara adik bungsunya kalau bercanda dengan Zio.


Ferdian yang baru keluar dari dalam tandas melihat istrinya sedang melamun, segera mendekatinya.


"Kamu kenapa sih? Pagi-pagi kok sudah melamun." Ferdian menautkan kedua tangannya dengan tangan Erina.


"Sepi Mas, gak ada Kinan. Biasanya dia loh yang rame karena sering bercanda dengan Zio," jawabnya.


Ferdian pun tersenyum. "Kan ada ibu dan Noval. Masa masih sepi aja sih, Hem?"


"Ya sekarang memang ada mereka, aku tidak kesepian. Coba kalau besok mereka semuanya pulang, pasti sepi." Erina dengan bibir cemberutnya.


Karena gemas, Ferdian mengecup bibir istrinya yang sedang maju. Erina justru tersenyum dengan ulah suaminya.


"Tuh bibir, jangan maju kaya gitu dong sayang. Bisa mancing tau gak, mau ya kita melanjutkan yang semalam," goda Ferdian.


"Memang masih kurang yang semalam? Bahkan tadi habis subuh pun kamu juga minta melanjutkan nya lagi!" sindir Erina.


"Yang namanya pertandingan, apalagi enak. Pastinya kurang dong, kalau udahan ya rugi dong Yank." Ferdian terkekeh.

__ADS_1


"Iiihhh ... nakal banget sih kamu. Semalam aku di buat begadang, terus tadi subuh udah berulah lagi. Urusannya keramas terus aku mas, karena kamu!" gerutu Erina.


"Yang jadi pengantin baru siapa, yang berpetualang malam nya siapa. Kan Kinan dan Joddy yang harusnya semangat melakukan itu. Nah ini kenapa kamu?" Ferdian terkekeh melihat istrinya gerutu seperti itu.


"Hahaha ... habis rasanya aku lagi ingin berpetualang sama kamu Yank." Goda Ferdian mengedipkan matanya.


"Iya Kinan yang jadi pengantin. Aku jadi ikutan keramas terus gara-gara ulah kamu Mas!" jawabnya Erina dengan cemberut.


"Hahaha ... Iya maaf sayang." Ferdian sambil mengecup bibir istrinya.


"Ooh iya! Aku hari ini punya rencana ingin ngajak jalan kamu, Zio dan keluarga kamu. Bagaimana kamu mau gak?"


"Kemana Mas?" tanya Erina menatap wajah suaminya.


"Setuju Mas, aku mau. Ya ampun aku senang banget, kamu mau ngajak ibu dan Noval jalan-jalan," Ferdian tersenyum melihat wajah bahagia istrinya. "Yasudah, aku bilang ibu dan Noval dulu ya?"


"Iya sayang, hati-hati ya jalannya!" Erina mengangguk.


Erina berjalan menghampiri keluarganya yang sedang bermain dengan Zio.


"Ibu, Noval. Kita siap-siap yuk! Mas Ferdian ngajak kita jalan-jalan."

__ADS_1


"Kemana kak?" tanya Noval.


"Ke tempat wisata di Jakarta atau di dekat sini. Ibu mau kan ikut? Kamu juga Val, mau gak?"


"Ikut dong kak, bete di rumah terus. Kalau dirumah udah fokus sama dagangan," jawab Noval.


"Ibu juga mau Rin. Semenjak tidak ada ayah, ibu hanya di rumah aja." jawab Bu Hesti, dan Erina pun mendekati ibunya.


"Ibu jangan sedih gitu dong. Meskipun ayah sudah gak ada, kan masih ada Noval, Qia, aku dan Kinan. Apalagi ibu sudah mempunyai dua menantu dan cucu," ucap Erina menghibur ibunya. Noval pun ikut mengangguk.


Kini Ferdian, Zio dan Erina. Memboyong Noval dan Bu Hesti liburan ke tempat wisata yang berada di Jakarta. Bukan hanya mereka ternyata dua pengantin baru pun juga ikut, dengan Ferdi.


🍃


🍃


🍃


Sebenarnya Joddy masih ingin berduaan dengan istrinya, namanya pengantin baru. Dirinya ingin menikmati masa-masa indah hanya berdua.


Setelah mereka melakukan pertandingan perdana di malam hari, Joddy meminta permainan keduanya di pagi hari, bahkan sampai sessions tiga.

__ADS_1


Joddy sengaja, memboyong istrinya ke rumahnya, agar mereka bebas melakukan rutinitas bagi pengantin baru kapan saja. Namun karena Kinan tidak suka jika berada di dalam rumah terus menerus terjadilah adegan drama nya.


Saat Kinan bosen ia pun menghubungi kakaknya. Namun saat panggilan nya di angkat ternyata suara keponakannya yang bicara.


__ADS_2