Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Membawa Kinan ke rumah sakit


__ADS_3

Ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri, sampai hal yang buruk menimpa anak dalam kandungan, dan sang istri sampai kenapa-kenapa.


Setelah makan malam, Joddy membawa sang istri untuk beristirahat. Tak lupa, tugas suami di malam hari, yaitu memijat kaki Kinan.


"Sayang. Bagaimana pijitan aku enak gak?"


"Enak dong Mas, tangan kamu itu enak kalau buat pijat refleksi. Hihihi ...." jawab Kinan dengan terkekeh, Joddy hanya tersenyum menanggapinya.


Tring ...


Terdengar bunyi notifikasi pesan masuk di handphone Kinan. Ia membuka isi pesan, ternyata sebuah grup, yang memasukkan nomornya di grup baru.


Kinan pun tersenyum melihat isi pesan ternyata teman sekolahnya dulu. Joddy melihat istrinya yang tersenyum, jiwa Kepo-nya meronta-ronta.


"Kamu baca pesan apa si Yank, sampe senyum-senyum sendiri begitu?" tanya Joddy, dengan tangannya masih memijat kaki sang istri.


"Ooh ... ini loh Mas. Si Farid memasukan nomor ku di grup sekolah ku. Pas aku lihat pesannya, semua heboh dengan adanya aku, di grup,"


Joddy pun menghentikan tangannya memijat kaki istrinya. "Maksud kamu, Farid yang tadi menolong kamu?" Kinan mengangguk.


Dengan rasa penasaran, Joddy duduk bergeser di samping istrinya. Lalu mengintip isi pesan chat dari grup chat Kinan.


"Iiihh ... Mas kamu Kepo deh. Ngintip-ngintip pesan chat aku." kata Kinan, mencebikkan bibirnya, meledek suaminya.


"Aku aja gak pernah tuh, liat isi chat kamu!" sindir Kinan, Joddy hanya terkekeh mendengarnya.


"Cie ... ngambek nih ceritanya." Goda Joddy menoel dagu istrinya. "Lagian isi chat aku, pasti kamu pusing liatnya. Karena semua bacaannya cuma chat dari ipar kamu, dan orang-orang yang bersangkutan dengan pekerjaan,"


"Posesif banget si istriku ini. Sampai chat aku aja, kamu pengen tau. Tapi aku suka kamu begini, rasanya senang tandanya kamu peduli dan sayang sama aku. Nih kamu liat sayang, isi pesan di hapeku." Sambil memberikan handphonenya kepada Kinan.


Kinan pun mengambil hape milik suaminya, lalu di otak Atik pesan chatnya. Benar saja isi pesannya hanya tugas dari Ferdian dan partner keja, semua tentang kerjaan.


"Nih hape kamu, pusing aku liatnya!" gerutu Kinan, membuat Joddy tertawa dengan raut wajah istrinya yang cemberut.


Lalu Kinan membuka pesan chat dari grupnya nya. Joddy hanya memperhatikan istrinya saling berbalas pesan dengan teman-temannya. Ada rasa kesal, karena istrinya lebih fokus ke gadgetnya.

__ADS_1


"Yank hapenya simpan, sekarang kita istirahat ya!" kata Joddy, mengingatkan istrinya.


"Sebentar ya Mas,"


Namanya seorang istri, pasti ada kalanya tidak mendengarkan apa yang suaminya katakan. Apalagi Kinan, yang usianya masih labil. Dirinya merasa senang karena mempunyai nomor teman sekolahnya dulu.


Karena disetiap harinya tak ada pesan chat yang penting selain pesan dari suaminya yang selalu di nantikan. Karena no handphone lamanya di jambret orang, sedangkan hape barunya tak ada kontak teman-teman lamanya. Isinya hanya chat keluarga.


Mangkanya saat ada pesan dari teman-temannya, Kinan sangat bahagia. Namun tidak dengan Joddy yang terlihat tak suka melihat istrinya berbalas pesan dengan grup sekolahnya. Apalagi ada Farid di anggota grup itu, dirinya yakin kalau pria tersebut mempunyai rasa kepada sang istri.


"Yank, sudah malam. Ayo istirahat, WA an berhenti dulu! Besok lanjut lagi!" tegur Joddy ke dua kalinya.


"Sebentar-sebentar Mas,"Jawabnya Kinan tanpa menoleh sedikitpun ke arah suaminya.


Kinan membalas pesan dengan senyum-senyum, membuat Joddy menjadi geram, melihatnya. Karena istrinya tak mendengarkan tegurannya.


"Kinanti !" panggil Joddy dengan nada bentak, membuat yang punya nama terkejut.


Kinan menatap sang suami sudah terlihat marah.


"Kamu boleh kirim pesan dengan siapapun, sekalipun itu mantan kamu. Tapi ingat kamu sudah mempunyai suami, hargain aku di samping kamu! Aku nyuruh kamu untuk simpan hape kamu, dan istirahat. Kalau kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan, TERSERAH!"


Pintu kamar di tutupnya dengan sangat kencang, sampai terdengar suaranya. Kinan tak bisa berbuat apa-apa, saat ini dirinya sangat takut melihat suaminya sangat marah kepadanya.


Sedangkan Joddy duduk di ruang tv, sambil menonton acara yang tidak jelas yabg saat ini dia lihat.


"Sebenarnya aku gak tega juga, marah dengannya sampai seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, dia lebih fokus dengan grup SMA nya. Apalagi ada Farid di grup tersebut, yang aku lihat dari gerak-geriknya dia suka dengan Kinan!" Joddy menggerutu seorang diri.


"Ini lagi kenapa acara tv gak ada yang bagus. Mana sih acara Andre dan Wendy!" Joddy terus ngedumel mencari acara dua artis kocak tersebut.


Padahal acara yang di cari Joddy sedang iklan, namun karena sedang kesal. Jadi ia marah-marah sendiri.


Sudah satu jam Joddy meninggalkan istrinya di kamar sendirian. Karena rasa kantuknya juga sudah menyerangnya, ia pun berniat ingin pindah untuk tidur.


"Jam berapa sih ini? Kok mata rasanya berat banget, kaya di kasih barbel." Sambil menekan pangkal hidungnya.

__ADS_1


"Ya ampun, satu jam aku ninggalin Kinan di kamar sendirian. Lebih baik aku masuk, lihat dia. Kasian juga mendiamkan dia terlalu lama." Joddy mematikan tv, lalu meninggalkan ruangan, dan menuju ke kamarnya.


Saat pintunya terbuka, di lihatnya Kinan sudah berbaring dengan tubuhnya tertutup selimut. Joddy pun segera menutup pintunya kembali, lalu berjalan menuju tempat tidur.


Saat hendak merebahkan tubuhnya, Joddy merasa selimut yang menutupi tubuh istrinya, bergetar. Karena penasaran, ia pun membukanya, dan melihat. Ternyata benar, Kinan sedang menangis, dengan matanya yang terpejam.


"Sayang." Joddy menyentuh pundak Kinan, isak tangisnya pun berhenti.


"Ya ampun sayang, maaf kamu jadi menangis seperti ini." Sambil menghapus air mata sang istri.


"Mas, please jangan marah! Aku minta maaf sama kamu!" Kinan menangis sesenggukan.


"Ya ampun sayang. Sekarang aku udah gak marah lagi." Membelai lembut rambut Kinan.


Tak tega melihat istrinya menangis begitu sangat menyedihkan. Joddy membawa Kinan kedalam pelukannya.


"Aaaah .... iiiissshhh ...."


Kinan mendesis dan mengerang kesakitan, saat ada yang dia rasakan di bagian perutnya.


Huuuuff .... huuuuff ....


Kinan mengatur nafasnya, dan berusaha tenang. Joddy terlihat khawatir dengan istrinya.


"Sayang kamu kenapa?" Joddy dengan cemas.


Kinan belum menjawab, masih mengatur nafasnya. Keringat sudah membasahi wajahnya.


"Aaaarrrggghhh ... Mas perut aku sakit!" Kinan menjerit kesakitan.


"Ya Allah. Sayang kita kerumah sakit ya!" Kinan mengangguk, ia sudah tak sanggup buka suara.


Kini Joddy membawa istrinya kerumah sakit terdekat. Sepanjang jalan, Kinan meringis dan meminta maaf kepadanya.


Kini Kinan sudah ditangani oleh seorang bidan. Selama persalinan, yang Kinan ucapkan maaf untuk suaminya.

__ADS_1


Kinan juga memanggil ibu dan ayahnya, dan itu membuat Joddy tak kuat menahan air matanya. Karena saat ini hanya mereka berdua, keluarganya belum datang.


Bersambung...


__ADS_2