Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Mainan barunya


__ADS_3

Namun saat di perjalanan, mereka di halangi oleh seseorang yang menyebutkan kalau mereka suruhannya Ferdian. Lalu Asqia pun di bawa oleh mereka semua.


Flashback of


Erina yang mendengar adiknya bercerita tak kuasa menahannya air matanya. Ternyata adiknya disini adalah korban, ternyata Melody benar-benar jahat, sampai menghasut Qia menghancurkan rumah tangganya.


Ferdian juga merasa kasian mendengar cerita adik iparnya, namun apalah daya. Hukum tetap harus berjalan.


Asqia tersenyum kecut, meratapi nasibnya.


"Kakak jangan kasian dengan ku. Ini adalah hukuman untuk ku, aku akan menerimanya dengan senang hati. Maafkan aku ya, selama ini tidak pernah menghargai kamu sebagai kakak. Anggaplah ini teguran dari Tuhan untuk diriku, atas kesalahanku. Satu lagi kak, sampai kata maaf aku kepada Kinan, dan Noval . Selama ini, aku tidak pernah menjadi seorang kakak yang baik pada mereka. Bilang dengan ibu juga, aku sangat merindukan beliau, dan maaf aku selalu membuat nya malu." Asqia menutupi wajahnya, karena tak sanggup untuk berkata apa-apa.


Erina dan Ferdian pun pulang. Selama di perjalanan, Ferdi melihat istrinya hanya diam termenung. Sebenarnya ada rasa tak tega mendengar cerita Asqia, namun bagaimana lagi, hukuman harus tetap berjalan.


Erina menceritakan tentang Asqia kepada Kinan, ia pun menangis saat mendengar tentang Kakaknya. Lalu mereka mengubungi Noval, dan memberitahu tentang Qia.


Saat malam hari, Erina dan Ferdian masih menceritakan tentang Asqia.


"Mas, aku minta kamu juga harus cari Niko itu. Dia harus di hukum seberat-beratnya seperti Melody dan Nurma!" pinta Erina karena sudah merasa geram.


"Iya Mas akan mencari dia, dan takkan biarkan penjahat seperti dia berkeliaran di luar sana! Apalagi dia sempat ingin melecehkan kamu saat itu, rasanya tak terima aku mendengarnya!" timpal Ferdian dengan raut wajah marah.


"Kamu juga jangan khawatir, adik kamu tidak akan lama di sana. Aku hanya memberi hukuman untuknya agar jera. Aku juga melihat wajah penyesalan dia, lagian semuanya bukan salah dia. Qia hanya korban." Jelas Ferdian, membuat Erina mengangguk.

__ADS_1


Keesokan harinya Bu Hesti dan Noval datang, mereka berniat ingin menjenguk Asqia di penjara. Apalagi saat mendengar cerita Qia, rasanya begitu miris.


Kini Qia, di jemput oleh petugas untuk menemui para keluarga yang ingin menjenguknya. Saat melihat siapa saja yang datang, dia hanya menundukkan wajahnya di hadapan kakak, adik dan ibunya.


"Kalian ngapain datang kesini?" tanya Asqia.


Kinan, Noval, dan Bu Hesti melihat Asqia terlihat pucat dan kurus. Membuat merek sedih, nampak tak tega melihatnya.


Bu Hesti menghampiri putrinya, lalu memeluknya. Di saat itulah, Asqia tak dapat menahan air matanya. Semua keluarga ikut terharu mendengar suara isak tangisnya.


"Maafkan aku Bu! Aku sebagai anak hanya membuatmu kesal dan malu." Qia mencium tangan ibunya, lalu bersimpuh.


"Qia sayang,"


Bu Hesti menggelengkan kepala menatap putrinya. "Kamu tidak salah nak, kamu juga seperti Erina yang di manfaatkan oleh mereka untuk berbuat jahat. Sekarang ibu senang kamu sudah sadar, akan kesalahan kamu. Jangan sedih lagi ya." Sambil menghapus air matanya.


"Setiap manusia pasti punya kesalahan, dan mereka juga berhak untuk di maafkan. Jika mereka ingin berubah, dan tak mengulanginya lagi. Begitupun juga kamu kak, kami akan memaafkan kamu. Kalau kamu ingin berubah menjadi pribadi yang baik." Timpal Noval, membantu Asqia untuk berdiri.


"Aku bangga, mempunyai kakak yang mengakui kesalahannya. Maafkan aku yang pernah kasar dengan kamu ya kak." Kinan tak mau kalah, ia merangkul pundak Qia.


Asqia tersenyum melihat adiknya yang saat ikut menjenguknya.


"Maafkan kakak juga ya Dek. Aku janji, akan berubah menjadi pribadi yang baik, aku sayang kalian semua,"

__ADS_1


Asqia melihat perut adiknya yang membuncit, lalu menyentuhnya. Ada rasa perih saat mengingat dirinya yang pernah mengandung, mungkin kalau masih ada. Usia kandungannya sudah seperti kehamilan Kinan.


"Kakak kenapa?" tanya Kinan saat melihat Qia menghapus air matanya.


Asqia menggelengkan kepala. "Enggak papa ko sayang. Kamu jaga kesehatan ya, untuk baby kamu di sini." Sambil menyentuh perut Kinan.


"Pasti kak," jawab Kinan.


Kini Asqia di suruh masuk kembali ke dalam sel. Kinan, Erina, Noval dan Bu Hesti kembali pulang.


Seminggu sudah berlalu, asqia masih berada di dalam jeruji besi. Hari ini Ferdian sengaja ingin berada di rumah menemani istri, dan kedua anaknya. Masalah kerjaan, biar di urus oleh Joddy dan Arya, orang kepercayaannya.


Ferdian yang sedang menemani Zio menaiki mobil remote. Terlihat anak laki-laki itu begitu riang menikmati mainan baru yang di belikan ayahnya.


"Hahahah ... Bubu asyik loh main mobilan ini. Zio seronok memainkan ini," ucapnya seperti logat kartun bocah kembar.


"Kalau kamu suka, bilang apa sama Yayah Nak?"


"Terimakasih Yayah, Zio suka dengan mobil ini. Nanti sore kita main lagi ya Yah!" ajak bocah laki-laki itu.


"Siap bos kecil, nanti kita jalan-jalan keliling komplek ya Nak.


Zio pun bertepuk tangan karena merasa bahagia. Sedangkan Ferdian dan Erina terkekeh melihat putranya teramat senang, dengan mainan barunya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2