
Pastinya Bu Hesti, dan Kinan juga merasa bahagia melihat mereka. Noval pun juga ikut merasakan kebahagiaan, dan merasa senang melihat kakaknya di cintai dengan pria baik seperti Ferdian.
Kini Erina sudah kembali pulang ke rumah mereka, Ferdian tidak ingin di sana berlama-lama. Karena dirinya khawatir dengan istrinya, yang selalu di celakai oleh keluarga mantan suami.
Meskipun Damar sudah berada di dalam sel, begitu pun juga Bu Nurma yang di beri sedikit hukuman, untuk tinggal di penjara selama seminggu.
Namun Ferdian tetap khawatir, tidak memungkinkan kalau nanti istrinya di celakai lagi oleh mereka atau suruhannya. Sebenarnya Ferdi ingin memberikan hukuman yang cukup lama kepada Bu Nurma. Namun Erina memohon untuk tidak memberikan hukuman terlalu berat kepada beliau.
Erina juga mengingatkan tidak semuanya keluarga mereka jahat, masih ada Zainal dan Tiara yang peduli. Akhirnya Ferdian memberikan hukuman kepada Bu Nurma hanya seminggu di penjara, agar dia jera tidak melakukan perbuatan jahat kepada istrinya .
Bukan hanya itu, Ferdian pun juga menepati janjinya untuk memperketat pengamanan di rumahnya. Ferdi juga memberikan pengawal untuk anak dan istrinya.
Erina merasa senang dengan perhatian yang di berikan oleh suaminya, namun kalau sampai ada pengawal untuk mereka, dirinya merasa itu terlalu berlebihan.
"Sayang, pokoknya kalau kamu ingin keluar atau kemanapun kamu harus di kawal oleh mereka!" kata Ferdian sambil menunjuk ke arah dua laki-laki bertubuh kekar yang berdiri tegak di hadapan mereka.
Erina hanya tersenyum kecut melihat dua orang di hadapannya yang terlihat sedikit menyeramkan dengan wajah dingin.
"Saya minta kalian, untuk selalu kawal istri dan anak saya. Jangan pernah ada orang lain menyentuh keluarga ku, apalagi sampai mencelakai mereka!"
"Siap Pak!" jawab seorang pengawal yang bernama Riko.
__ADS_1
"Kami akan melakukan apa yang pak Ferdi perintahkan kepada kami. Kami siap laksanakan!" kata pengawal satunya yang bernama Jordan .
Erina sedikit ngeri dengan pemandangan nya saat ini. Apalagi suaminya dengan wajah dinginnya memberikan perintah untuk mengawal kemanapun dirinya pergi, kepada dua orang yan berwajah datar.
Bukan hanya Erina, Kinan pun sampai tercengang dengan perhatian Kakak iparnya, sampai memberikan pengawal untuk keluarga nya.
Apalagi dengan dua pria bertubuh kekar, dan berwajah tampan. Membuat dirinya mendapat pencerahan setiap kali menatap dua laki-laki, yang gagah. Kinan merasa seperti melihat aktor film action, di video.
'Ya Tuhan, alamat hidup gue selalu semangat ini. Ngeliat dua pria gagah berada di rumah ini. Pencerahan dan pemandangan yang sangat indah ini. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan, kalau seperti ini. Hihihi ....'
Mata Kinan berbinar, meliah dua pria bertubuh kekar dan berwajah tampan. Sedangkan Joddy, terlihat kesal karena tersulut api cemburu karena kekasihnya selalu menatap laki-laki di hadapannya sampai enggan berkedip.
Sedangkan pak Utar, kembali ke pekerjaannya yaitu merawat tanaman dan membersihkan halaman rumah. Karena Erina sangat suka dengan tumbuhan dan bunga-bunga.
Setelah kepergian dua pengawal tersebut, Ferdian Erina dan Joddy masih memperhatikan kelakuan Kinan, yang terus menatap Riko dan Jordan.
"Ekhem-ekhem ..." Ferdian berdehem. "Kayanya ada yang cemburu nih, kalah saing dengan dua orang di depan." Sindir Ferdi ke Joddy, yang terlihat kesal.
Erina mencubit pinggang suaminya, agar berhenti meledek Joddy. "Mas," Ferdian pun terkekeh mendengarnya.
"Masuk yuk Yank. Kamu gak boleh melihat orang yang lagi cemburu." Goda Ferdian dengan membawa istrinya untuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Iiiissshhh! Dasar sepupu gak punya akhlak. Gini-gini gue lebih tua darinya, tapi bisa-bisanya dia ngeledek gue. Kalau bukan anak bunda Nabila, gue udah pites dia kaya kutu!" Joddy terus menggerutu dengan kelakuan Ferdian.
"Udah kalee ... ngeliatin mereka. Inget Yank, inget, ada aku. Emangnya aku kurang ganteng dan gagah apa!" sindir Joddy membuat Kinan terkekeh mendengarnya, karena kekasihnya cemburu.
"Apa sih Kak Joddy sayang. Pacar ku ini sedang cemburu ya? Tenang aja Yank, hatiku tak berpindah haluan kok, hanya kamu pria menggemaskan untuk aku. Hihihi ..." goda Kinan.
Mendengar Kinan menggodanya, sebenarnya hatinya seperti tergelitik. Namun Joddy pura-pura santai, dan hanya mencebikkan bibirnya.
"Awas kamu ya! Jangan macem-macem kalau di belakang ku!" ancam Joddy ke Kinan.
"Hahahah ... Macem-macem apa sih Yank. Paling hanya satu macam aja ko." Kinan terkikik geli melihat wajah cemburu Joddy.
Sedangkan Joddy melototi Kinan. Dirinya benar-benar, sedikit was-was dengan adanya dua bodyguard di rumah Ferdian.
Karena dia akui, dua pria itu sangat sempurna untuk di lihat dari bentuk fisik dengan wajah yang tampan dan terlihat gagah.
Joddy pun sadar, dirinya tidak memiliki tubuh besar seperti mereka, namun dirinya masih mempunyai bentuk tubuh atletis, dengan bentuk sedikit otot di lengannya.
Itulah yang menjadi aset dan nilai tambahan untuk dirinya nya, yang membuatnya percaya diri jika dekat dengan seorang gadis. Apalagi Joddy juga mempunyai wajah tampan dan mempunyai rasa humoris. Itulah yang membuat Kinan suka kepadanya, karena dia berhasil menghiburnya, dari kesedihannya.
Bersambung....
__ADS_1