Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Rumah sakit


__ADS_3

Apalagi kondisi istrinya yang sekarang sedang mengandung, dirinya sangat merindukan akan ke manjaannya.


Setelah mendengar suara suaminya dan panggilan pun berakhir. Erina pun akhirnya bisa tertidur, sambil menunggu suaminya sampai.


Satu jam kemudian.


Handphone milik Erina berdering kembali. Saat di lihat nomor yang tak di kenal, awalnya Erin diamkan. Namun nomor yang sama menghubungi lagi.


Akhirnya Erina pun menerima panggilan telpon itu, terdengar suara seorang perempuan.


"Hallo selamat malam, benar ini dengan ibu Erina. Istri dari bapak Ferdiansyah?"


"Iya benar saya istri pak Ferdian. Ada apa ya mba?"


"Saya ingin memberi kabar, kalau pak Ferdian dan temannya mengalami kecelakaan. Sekarang di larikan kerumah sakit ****,"


Mendengar itu handphone miliknya terjatuh, air mata pun terus mengalir membasahi pipinya.


"Mas Ferdian ...."


Erina berteriak kencang, hingga Noval pun dapat mendengarnya, saat berada di kamar Zio.


Noval segera berlari menuju kamar kakaknya.


"Kak Erin, kakak kenapa? Aku masuk ya?"


"Mas Ferdian ... jangan pergi tinggalin aku!" Erina menangis histeris.


Noval pun akhirnya masuk ke dalam kamar, dan melihat kakaknya sudah menangis histeris duduk di lantai.


"Kak, kenapa?"


"Noval, mas Ferdi dan Joddy mengalami kecelakaan." Sambil memegangi tangan adiknya.


"Bagaimana kakak bisa tau? Kalau mereka kecelakaan. Tadi kak Ferdi bilang sedang di jalan, baru keluar dari bandara."


"Tadi ada yang menghubungi kakak. Dia bilang, Ferdiansyah dan temannya di larikan kerumah sakit,"


"Apa, kak Ferdian dan Mas Joddy kecelakaan?" suara Kinan membuat Erina dan Noval terkejut.


"Kinan sayang, yang tenang ya sayang," Bu Hesti menenangkan putrinya.


"Bu mas Joddy Bu, suami Kinan kecelakaan," Kinan tak kuat mendengar kabar kecelakaan itu, tubuhnya langsung lemas, dan pingsan.

__ADS_1


"Kinan ...."


Semua keluarga terkejut dengan Kinan yang pingsan.


"Aaaaa ..." teriak Erina


Erina merasakan perutnya kram, dan kepalanya sakit, dan tiba-tiba tubuhnya pun juga ambruk tak sadarkan diri.


Novy dan Bu Hesti pun panik, melihat Kinan dan Erina pingsan.


Noval pun segera berlari memanggil Jordan dan Riko untuk membantunya untuk membawa kerumah sakit.


Sedangkan di suatu tempat yang sepi, sebuah mobil berhenti karena musibah ban pecah.


"Ya ampun Joddy, ini mobil kenapa pakai acara pecah segala sih!" Ferdian dengan nada kesal.


"CK gak tau Fer, kan elo tau gue ngikutin elo kemana aja. Jadi gue perhatiin mobil ini selama elo di sana!" Jawab Joddy ikut kesal.


"Bukannya gitu, Erina pasti nungguin di rumah?"


"Bukan elo aja, gue juga sama. Kinan pun pasti nungguin gue, malahan dia lagi sakit. Udah jangan kesel di sini. Mending bantuin gue ganti ban!" Jawab Joddy dengan kesal.


Ferdian akhirnya membantu Joddy mengganti ban yang pecah dengan yang baru.


"Dikit lagi selesai," ucap Joddy, dan Ferdian mengangguk.


Sejenak istirahat, Joddy membuka hand, berniat menghubungi istrinya. Namun berapa kali di telpon namun tak di angkat.


"Ya ampun sayang, kamu sedang apa? Di hubungi kok gak di angkat sih?" Joddy tiba-tiba merasa tak enak, dan khawatir dengan istrinya.


Begitu juga dengan Ferdian, yang sejak tadi menghubungi Erina, namun tak di angkat. Di kirim pesan pun tak di balas, di baca pun juga belum.


Sayang kamu sedang apa sih. Kok di telpon gak di angkat, aku chat juga belum kamu baca. Kamu bikin aku khawatir sayang.


Ferdian terus mengotak Atik handphonenya untuk menghubungi Erina, namun tak kunjung di angkat oleh istrinya.


"Joddy elo coba telpon Kinan, tanya Erina sedang apa? Soalnya gue hubungi juga gak di angkat,"


"Sama Fer. Kinan gue hubungi gak di angkat,"


Kini Joddy dan Ferdian merasa cemas. Hati mereka mulai tak tenang.


"Kita lanjutin aja perjalanan kita. Sambil gue hubungi Noval, Riko atau Jordan." Joddy pun mengangguk.

__ADS_1


Joddy pun mengendarai mobil dengan hati-hati. Dia buang rasa buruknya jauh-jauh.


Sedangkan Ferdian menghubungi Noval, namun tak di angkat. Lalu Ferdi hubungi sekali lagi, dan akhirnya di jawab.


"Hallo, Assalamu'alaikum," salam Ferdian


"Waalaikumsallam, kak Ferdi?" tanya Noval dengan terkejut.


"Iya Val, ini kakak. Kenapa terkejut gitu?" Ow iya Erina ko di telpon gak di angkat. Dia baik-baik aja kan?"


"Kak Ferdian dan Joddy baik-baik aja kan?"


"Alhamdulillah baik, ini lagi mau jalan pulang. Kenapa Val?"


"Ini dia kak. Kak Erina dan Kinan masuk rumah sakit,"


"Apa? Kinan dan Erina masuk rumah sakit?" Joddy yang mendengarnya, tiba-tiba ngerem mendadak.


"Kinan kenapa Fer?" tanya Joddy, Ferdian membuka telapak tangan untuk diam sejenak.


Ada raut wajah cemas pada Ferdian saat Noval menceritakan kejadian yang membuat istrinya masuk rumah sakit.


"Ya Allah, terus sekarang di rumah sakit mana? Biar saya dan Joddy langsung ke sana,"


Noval memberi tau, di rumah sakit mana tempat Kinan dan Erina di rawat. Setelah itu Ferdian menutup panggilan telpon.


"Bagaimana Erina dan Kinan bisa di larikan ke rumah sakit?" tanya Joddy dengan tak sabar.


"Nanti saja gue jelasin. Sekarang kita ke rumah sakit ****. Karena Erina akan dilakukan tindakan operasi Sesar," terlihat wajah Ferdian terlihat panik.


"Astaghfirullah. Yasudah kita langsung ke sana,"


Joddy mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun ia tetap hati-hati dan tenang. Sedangkan Ferdian mulai khawatir, dengan kondisi istrinya.


Tangannya bergetar, mulutnya tak henti-hentinya berdoa untuk istrinya. Pandangannya menatap ke luar jendela menatap jalanan yang terlihat gelap.


"Hati-hati Joddy, tetap tenang bawa mobilnya." Kata Ferdian, Joddy pun mengangguk.


Kurang lebih 20 menit, kini mobil mereka pun sampai di rumah sakit. Ferdian berlari ke ruang pendaftaran.


"Mba pasien bernama Erina Lusiana berada di lantai berapa?' tanya Ferdian mulai gelisah, kakinya pun juga bergetar. Rasanya tak kuat melangkah, namun dirinya harus tetap menemui istrinya.


Setelah di beri tau Ferdi dan Joddy berlari dan masuk kedalam lift, untuk mencari ruangan istrinya.

__ADS_1


Benar saja saat berada di lantai lima, dan keluar lift, dirinya melihat Noval sedang duduk di kursi.


Bersambung...


__ADS_2