Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Tentang Noval


__ADS_3

Bu Hesti tersenyum mendengar cerita putra kesayangannya. beliau sangat terharu, bertapa perhatian dan pedulinya, sang putra kepada dirinya. Sampai wanita yang di inginkan olehnya untuk menjadi menantunya, putranya pun mau mendekatkan dari dengan gadis itu.


Flashback


Pak Bagas, mempunyai toko agen sembako, yang cukup besar. Yang dimana, setelah kepergian beliau, toko itu di kelola oleh Noval dan Bu Hesti untuk masukan perekonomian mereka.


Kini toko agen mereka sudah nambah anak cabang, dan penjualan pun berkembang pesat. Hingga suatu ketika Bu Hesti sedang menjaga toko bersama Noval. Saat itu datanglah seorang gadis cantik berhijab, datang belanja di tokonya.


"Permisi Bu," suara seorang wanita dengan begitu lembut.


Saat Bu Hesti menoleh, gadis itupun tersenyum manis kepadanya.


"Ya ampun Hasna, kamu yang belanja Nak?" tanya Bu Hesti.


"Iya Bu, tadi ayah minta tolong Hasna untuk membeli belanjaannya yang habis di warung," jawabnya.


Dari kejauhan, Noval melihat ibunya sedang melayani pembeli. Namun ia tidak tau, kalau yang berbelanja itu Hasna.


"Mau beli apa Hasna? Biar ibu siapkan barangnya,"


"Aku ingin membeli lima receng kopi hitam sacet. Kopi mix, tiga receng dan ..." Hasna menyebutkan barang-barang yang di tulis apa saja yang akan di beli.


Noval yang kebetulan sedang ingin keluar, melihat ibunya sibuk, ia segera membantunya.


"Bu biar aku bantu!" ucap Noval, Bu Hesti mengangguk.


"Coba tanyakan apalagi ke Hasna!" perintah Bu Hesti.


"Iya Bu,"


Saat Noval hendak menanyakan kembali ke Hasna, ia pun tercengang. Ternyata orang yang di maksud ia adalah teman SMP nya dahulu.


"Hasna, jadi kamu yang belanja. Biasanya ayah kamu?"


"Iya Noval, aku bantu belanja. Soalnya ayah lagi kurang sehat, dan barang di warung habis. Mangkanya ibu memintaku untuk belanja," jelas Hasna.


"Ooo ... begitu. Yasudah sini catatannya, biar aku bantu menyiapkan barang-barangnya!" Hasna pun memberikan catatan kepada Noval.


Hasna hanya menunggu barang-barang yang sedang di siapkan oleh Noval dan Bu Hesti.

__ADS_1


Kini semua barang-barang sudah di masukkan ke dalam kardus, lalu ditutup rapat dengan lakban. Noval membantu meletakkan box belanjaan, lalu di ikat di atas motor Hasna, agar tidak jatuh.


Setelah Hasna menyelesaikan pembayaran, ia berpamitan kepada Bu Hesti, dengan mencium tangan wanita yang seperti ibunya.


"Kalau begitu Hasna pamit ya Bu,"


"Iya Hasna, hati-hati. Sampaikan salam kepada ayah dan ibumu ya Nak!"


"Iya Bu, nanti Hasna sampaikan salam ibu untuk orang rumah." Bu Hesti mengangguk dan tersenyum.


Noval hanya memperhatikan pemandangan yang ada di depannya. ia melihat ibunya begitu dekat dan baik dengan Hasna, teman SMP nya. Yang selama ini dia kenal, gadis yang pendiam, dan kutu buku.


'Kenapa ibu bisa dekat dengannya. Bahkan Hasna juga kenapa bisa akrab sekali dengan ibuku. Dia itu dulu sangat pendiam setiap kali di ajak bicara, jawabnya pun hanya seperlunya. Tapi tadi dia banyak cerita kepadaku dan ibu.' terlihat senyuman di bibir Noval.


"Val, terima kasih ya, sudah menyiapkan barang-barangnya," kata Hasna, dan itu membuat Noval tersadar dari lamunannya.


"Aah ... iya Na, sama-sama. Terimakasih juga atas belanjaannya, kalau ada yang kurang nanti pesan aja lagi!" jawab Noval, menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Siap, nanti aku cek di rumah apa yang kurang. Kalau begitu, aku pamit ya semuanya. Assalamu'alaikum ..." pamit Hasna, lalu menaiki kendaraan beroda dua, dan menggunakan helmet.


"Waalaikumsallam ... hati-hati ya Hasna!" pesan Noval.


'Ternyata senyuman manisnya masih terlihat, di wajah nya.' Noval masih memperhatikan kepergian Hasna.


Bu Hesti tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat putranya.


"Ekhem-ekhem ... udah kali nak jangan di lihatin terus." Goda bu Hesti, membuat putranya menjadi salah tingkah.


Saat waktu senggang, Bu Hesti duduk bersama dengan Noval mereka saling berbincang.


Namun di sela-sela ibu Hesti membahas tentang wanita yang di inginkannya untuk di jadikan menantu.


"Val, kamu dengan Hasna bukannya saling kenal?"


"Iya Bu, aku memang kenal dengan Hasna. Karena dia temanku waktu SMP, bahkan kami satu kelas. Tapi dia itu pendiam dulu, introvert gitu Bu. Tiap hari, hanya buku saja yang di baca, dan bicaranya pun juga hanya seperlunya aja," cerita Noval, dan Bu Hesti mengangguk.


"Mangkanya Bu, tadi aku sempat kaget, kalau dia begitu dekat dengan ibu, dan banyak cerita. Karena aku dan dia gak pernah ketemu lagi, semenjak SMA,"


"Ya kan kamu tau, kedua orang tua Hasna itu teman ibu dulu." Noval mengangguk, mengingat cerita ibunya.

__ADS_1


"Val, ibu ingin punya menantu seperti Hasna. Udah cantik, Sholehah, baik dan sayang sama keluarga pula. Apa kamu gak tertarik dengan gadis seperti dia? Apa kamu mau, jika ibu menjodohkan kamu dengannya?"


Mendengar ibunya mengatakan seperti itu, entah kenapa hatinya merasa ada yang berbeda. Untuk mengalihkan perhatian sang ibu, Noval pun terkekeh.


"Ibu-ibu. Masa baru pertamakali bicara dengannya, udah di tanya tertarik. Bukannya Noval menolak Bu, tapi jika dia sudah punya pacar bagaimana Bu. Secara dia cantik, pendidikan pun juga tinggi, secara aku ini apa? Memang dia mau, sama aku," ucapnya membuat Bu Hesti murung.


Noval mengerti perasaan ibunya.


"Bu, masalah jodoh Noval, ibu jangan khawatir. Biar Allah yang menentukan semuanya. Jika memang Hasna jodoh ku, maka gak akan kemana. Insyaallah nanti kami di dekatkan kembali." Kata Noval dengan menggenggam tangan sang ibu.


Bu Hesti membenarkan apa yang putranya katakan, lalu ia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya Nak. Kamu benar, semoga Allah mengabulkan permintaan kamu ya?"


"Aminn ...." Noval tersenyum..


Hingga beberapa bulan kemudian, Noval dan Hasna di pertemukan kembali. Karena acara reuni sekolah, dan mereka semua bertemu dengan teman lama.


Karena Noval pernah berbicara dengan Hasna, akhirnya mereka berdua saling mengobrol. Dari sana mereka bertukar nomor telepon, dan sering bercanda lewat chat.


Semakin lama, Noval tertarik dengan Hasna. Lalu ia memberanikan dirinya untuk mendekatinya, dan mencari tau apa ada laki-laki yang dekat dengannya.


Setelah ia mengetahui kalau Hasna tidak dekat dengan laki-laki manapun, Noval pun memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya.


Berniat hati ingin memberitahu hubungannya dengan Hasna kepada sang ibu. Namun beberapa bulan ini, ia melihat ibunya terlihat kurang sehat kondisinya. Semenjak Erina di teror oleh Bu Nurma dan Melody, sampai operasi pun terpaksa di lakukan.


Flashback of


Belum lagi tentang kabar, kalau Asqia juga ikut dalam kejahatan yang dilakukan bersama Bu Nurma. Membuat ibunya selalu kepikiran tentang putrinya.


Erina Kinan yang berada di samping ibunya mendengarkan Noval bercerita.


"Begitulah kenapa aku menyembunyikan hubungan ku dengan Hasna, karena masalah keluarga kita yang gak ada henti-hentinya. Aku tak tega, melihat ka Erina, Kinan dan juga ibu. Aku juga berniat ingin memberitahu kalian kalau sudah sedikit tenang,"


"Uuuuuhh .... Kakak aku sweet banget ternyata. Gentleman juga ternyata kamu kak,"


"Ya dong dek. Noval gitu loh, harus gentle. Anaknya ayah Bagaskara jangan malu-malu, kalau urusan perasaan. Hahaha ..." tawanya.


Kinan, dan Hesti ikut tertawa. Bu Hesti merasa bahagia karena putra putrinya, sudah menemukan kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2