Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Pernikahan Joddy dan Kinan


__ADS_3

Bu Hesti sendiri memeluk Erina dan Ferdian. Karena bangga memiliki hati yang baik.


Semuanya yang menyaksikan itu, turut terharu. Kinan dan Noval pun ikut menitikkan air matanya, melihat ibunya harus melakukan seperti itu karena Asqia.


Bu Hesti memberi tau kalau Qia sudah pergi dari rumah, setelah Kinan menceritakan semuanya apa yang di lakukan Asqia kepada Erina dan Ferdian.


"Bu Hesti. Ini bukan salah ibu, jadi jangan bersikap seperti ini! Kita doakan agar Qia bisa berubah menjadi pribadi yang baik ya," timpal bunda Nabila.


"Terimakasih banyak ya Bu. Saya merasa sangat malu apa yang sudah di lakukan Qia kepada Erina. Maaf ya Nak, maafkan adikmu itu!" Bu Hesti memohon.


"Ibu, aku sebagai kakak, sudah memaafkan dia. Aku juga berdoa agar Qia sadar, dan tidak akan mengulanginya lagi." Karena merasa bangga dengan kebaikan putri sambungnya, hatinya merasa tersentuh.


Bu Hesti pun memeluk Erina dengan rasa sayangnya. Entah terbuat dari apa hati putrinya itu. Dirinya selalu baik, tak membalas jika Qia selalu kasar dengannya.


Satu bulan kemudian.


Hari ini adalah hari bahagia yang di nantikan Joddy untuk meminang Kinan, menjadi istri. Dengan Noval berada di hadapan Joddy sebagai wali dari keluarga, pengganti ayahnya.


Acara yang di selenggarakan di sebuah gedung, milik keluarga pak Hamzah. Terlihat megah dengan dekorasi pelaminan yang terlihat cantik dan mewah.


Saat Joddy mengucapkan ijab qobul, dengan begitu hikmat. Membuat suasana tersebut menjadi haru, karena bahagia melihat dia sejoli yang saling cinta bersatu.

__ADS_1


Kinan terlihat sangat cantik dengan balutan pakaian pengantin berwarna putih. Begitu juga dengan Joddy nampak gagah, berada di sebelah istrinya.


Kini kedua pasang pengantin itu, duduk di atas pelaminan. Mereka bagaikan seorang raja dan ratu, yang menjadi pusat perhatian bagi para tamu undangan.


Bu Hesti, Noval, dan Erina, mereka merasa bahagia saat melihat Kinan bersanding dengan pria yang baik seperti Joddy. Hanya Asqia lah yang tak menghadiri acara pernikahan adiknya.


Bu Hesti, menitikkan air matanya, melihat putri bungsunya, kini sudah menjadi milik orang lain. Noval yang melihat ibunya menangis, menyentuh tangan sang ibu, dan tersenyum.


Erina tak ingin ketinggalan momen pernikahan Kinan dan Joddy. Mereka pun mengambil foto bersama keluarga kecil dan keluarga besarnya sebagai album kenang-kenangan.


Setelah berfoto bersama, Erina kembali duduk di kursi. Bersama Zio, putra kecilnya yang duduk di sebelahnya.


"Makanan, untuk bubu dan jagoan Yayah. Nih sayang." Ferdian memberikan sepiring makanan, dan lauk untuk istrinya.


"Sama-sama sayangku." Ferdian memanyunkan bibirnya.


"Nah ini untuk jagoan ayah, kamu mau pilih apa? Es krim atau buah?" tanya Ferdian ke putranya, untuk memilih.


Zio nampak kebingungan melihat dua pilihan ayahnya.


"Euuumm ... Iyo mau dua-duanya," jawab Zio, yang bicaranya sudah mulai jelas di dengar.

__ADS_1


"Dua-duanya? Yakin mau semuanya?" Zio mengangguk. "Oke deh, mau Yayah suapin makannya gak?"


"Endak! Iyo mau makan sendiri aja, aku sudah besar Yah." Jawabnya dengan menepuk dadanya.


"Masa sih, Zio sudah besar?" tanya Ferdian menggoda putranya yang sudah pandai bicara.


"Iya, Iyo sudah besar. Dikit lagi aku akan punya adik." Jawabnya sambil menyentuh perut Erina yang sudah mulai besar.


"Waah ... anak bubu, Yayah. Sekarang sudah besar dan pintar. Oke, kalau begitu Zio makan sendiri ya. Tapi ingat hati- hati ya makannya, kalau sudah jatuh jangan dimakan, oke ganteng." Kata Ferdian dengan mengacungkan jari jempolnya.


"Oke Yayah." Jawab Zio ikut menunjukkan jari jempolnya, seperti apa yang ayahnya lakukan.


Erina dan Ferdian pun tersenyum melihat putra kecilnya, sekarang makin terlihat tambah pintar. Apalagi usianya sudah hampir tiga tahun.


Kimi sudah sore hari, dan acara pernikahan pun sudah selesai. Bu Hesti dan Noval ikut dengan Erina kerumahnya. Sedangkan Kinan di boyong Joddy kerumah pribadinya.


Sebenarnya Joddy sudah punya rumah sendiri, namun ia belum ingin menempatinya seorang diri. Ia ingin tinggal di sana, jika ia sudah memiliki istri kelak.


Nah sekarang Kinan sudah sah, menjadi miliknya. Mangkanya Joddy langsung memboyong istrinya ke sana.


Pasti kalian tau, apa yang di lakukan sepasang pengantin baru?

__ADS_1


Eeeit jangan nackal ya, yang mereka lakukan yaitu ngitung duit dalam amplop para undangan.


Bersambung....


__ADS_2