Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Bertemu mantan


__ADS_3

Kinan, dan Hesti ikut tertawa. Bu Hesti merasa bahagia karena putra putrinya, sudah menemukan kebahagiaan.


"Terus niatnya kapan kamu Val, datang menemui keluarganya?" tanya Erina.


"Aku dan dia sepakat kalau aku akan datang, setelah Kinan melahirkan. Kan kehamilan Kinan sudah mendekati persalinan?"


"Betul Kak. Mungkin perkiraan satu bulan lagi, doakan saja, biar aku dan dede bayinya sehat dan selamat,"


"Amiinn...."


Satu Minggu kemudian, Joddy mengajak istrinya untuk berbelanja keperluan baby mereka. Di salah satu Mall di Tangerang.


Joddy baru sempat mengajak istrinya kembali, karena sibuk dengan masalah di keluarga mereka yang tak ada henti-hentinya.


Sebenarnya di rumah mereka sudah ada perlengkapan untuk baby mereka yang akan lahir. Namun entah kenapa Joddy sangat semangat sekali jika untuk membeli pakaian tambahan anaknya.


"Sayang, yang ini lucu kayanya. Lihat aja, warnanya army keren kan?" tanya Joddy memegang pakaian anak dengan warna yang dia sebutkan.


"Tapi Mas, aku suka warna ungu. Lucu tau warnanya, apalagi ini tosca. Uuuhhh ... gemes." Kata Kinan dengan memeluk dua pakaian anak.


"Ya ampun sayang, anak kita itu laki-laki kata dokter Ricka. Masa kamu beli, pakaian untuk cewek. Yang harus beli itu Ferdian bukan kita!"


Kinan meletakkan pakaian anak itu kembali dengan bibir cemberut dengan kaki yang di hentakan.


"Masa semuanya keperluan, kamu yang pilih. Aku gak boleh memilih, kan ini juga anak aku. Dia di perut aku, bukan perut kamu!" jawab Kinan dengan rasa kesal.


"Sayang, kalau baby itu di perut aku. Pastinya kamu gak rela kalau aku jadi buncit, kamu kan gak suka suamimu ini buncit." Goda Joddy, namun tak berhasil membuat istrinya tersenyum.


"Kamu sudah beli barang dengan warna pilihan kamu kok di rumah. Ada handuk warna pink, selimut kamu beli warna tosca.


Stroller bayi kamu pilih warna ungu. Apa masih kurang, biarkan aku pilih beberapa pakaian dengan pilihan aku Yank." Joddy dengan raut wajah memelas, karena dia tau istrinya akan tak tega.


"Yasudah iya boleh, tapi aku juga ikut pilih ya!" dengan wajah memelas.


"Iya sayang." jawab Joddy dengan tersenyum.


Kinan pun ikut tersenyum. Kini keduanya memilih perlengkapan bayi mereka dengan pilihan yang mereka sukai.


Kini Joddy sudah membayar semuanya barang yang di beli. Setelah puas berbelanja dan lelah akhirnya, mereka berjalan untuk membeli minuman.

__ADS_1


"Mas, aku lapar. Kita makan dulu yuk! Sebelum pulang, anakmu minta mamam juga sepertinya." pinta Kinan, sambil menyentuh perutnya yang membesar.


"Uuuhhh ... kasian anak dan istri kesayangan aku lapar. Yasudah kita ke restauran yang menu di jamin kamu suka,"


"Oohh ya ... memang di mana Mas, jauh tidak dari mall ini?"


"Enggak jauh ko cinta ku. Bagaimana mau tidak? Kalau mau kita ke sana sekarang, kalau gak mau, kita cari makanan di sini aja. Di sini juga ada tempat makan yang lumayan enak. Tempatnya di lantai atas." Jawab Joddy menunjuk ke arah atas.


"Di sini ajalah Mas, aku sudah laper banget. Kepalaku sampai pusing, jika harus ketempat yang lain,"


"Yasudah kalau begitu. Kita naik lift aja ya, biar cepat?"


"Iya Mas."


Akhirnya Joddy mengajak istrinya untuk makan di restauran di mall itu.


Kini mereka sudah sampai di restauran, Joddy juga sudah memesankan makanan dan minuman kesukaan Kinan, dan juga dirinya.


Pesanan mereka pun datang, terlihat Kinan tidak sabar ingin melahap makanan yang terlihat menggugah selera.


"Sekarang kamu makan ya sayang. Kasian istri ku sampai kelaparan, karena semangat berbelanja." Joddy menyentuh kepala Kinan dengan lembut.


Namun saat sedang makan, tiba-tiba ada suara seseorang memanggil Joddy. Saat di lihat, ternyata seorang wanita cantik dengan rambut pirang, menggunakan jeans dan atasan berwarna hitam. Ia tersenyum manis ke arah Joddy.


"Joddy,"


"Elsa, Eemm ... kamu di sini?" tanya Joddy, sambil menghapus mulutnya, takut ada sisa makanan.


Kinan memperhatikan gadis cantik yang ada di hadapan suaminya. Wanita itu menunjukan senyuman manis kepada Joddy, entah kenapa ia tak suka tatapan cewek yang baru ia lihat itu.


"Iya aku di sini. Kamu bagaimana sih, ini kan tempat favorit kita. Setelah kita putus pun aku masih sering kesini, tapi baru ini aku melihat kamu di sini?"


Mendengar itu, Kinan yang hendak memasukkan makanannya kedalam mulutnya, seketika berhenti. Lalu meletakkan makanannya itu kembali ke atas piring.


Entah kenapa, rasa nikmat dari makanan tersebut hilang begitu aja. Saat gadis tersebut mengatakan itu ke suaminya


Joddy memperhatikan perubahan sikap istrinya yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Iya aku jarang kesini. Elsa, kenalkan ini istriku, namanya Kinan."

__ADS_1


Joddy memperkenalkan Kinan dengan Elsa terlihat senyuman yang dipaksakan dari istrinya, saat bersalaman.


Joddy sedikit takut, melihat ekspresi wajah Kinan, yang terlihat kesal.


"Kamu di sini dengan siapa Sa?" tanya Joddy.


"Aku sendirian aja, tadi habis nonton juga. Ya seperti kita masih menjalin hubungan dulu, habis nonton kita makan di sini,"


Entah kenapa Elsa sengaja mengatakan itu di hadapan Joddy dan istrinya. Kinan yang saat ini hanya diam menahan rasa geramnya, dengan mengepalkan kedua tangannya. Raut wajah pun sudah merah padam, saat ini. Rasa panas yang saat ini ia rasakan, juga sudah menjalar ke dalam hatinya.


Karena gadis tersebut masih berada di hadapan Joddy, Kinan dengan kesal menggebrak sedikit meja makannya. Yang mendengarnya hanya suaminya dan juga Elsa, atau meja di sebelahnya.


Joddy dan Elsa sedikit terkejut dengan sikap Kinan.


"Maaf, jika kalian berdua masih ingin mengobrol silahkan duduk!" Kinan menyuruh mereka duduk, namun posisi dia sendiri berdiri.


Joddy tau kalau saat ini, istrinya marah kepadanya, sejak kedatangan Elsa. Apalagi ia menyebutkan restauran itu, tempat favorit mereka.


"Mas, aku ingin ke toilet. Kamu lanjutin aja obrolan kalian!" pamit Kinan, namun dengan nada ketus.


Kinan melangkah meninggalkan Joddy dan Elsa begitu saja, dengan menggunakan tas selempangnya.


Joddy khawatir, kalau istrinya bukan ke toilet, tapi pulang sendirian. Dia tau betul sikap Kinan seperti apa.


"Maaf Sa, aku harus menyusul istriku. Aku gak bisa meninggalkan dia jalan sendirian, apalagi dalam keadaan hamil besar." Dengan cepat Joddy membawa barang belanjaannya, lalu mengejar Kinan, yang sudah keluar dari restauran.


Kinan berjalan dengan cepat.


"Dasar cewek kegatelan! Sok imut, sok kecantikan. Meskipun memang dia cantik sih? Sedangkan aku apa!" gerutu Kinan sepanjang jalan.


"Jadi Mas Joddy suka dengan gadis seperti dia. Pakai baju seksi, dandan menor, sama rambut bule! Nyebelin banget sih!"


Kinan terus gerundel di sepanjang jalan, matanya sudah merah menahan rasa kesalnya. Namun ia tidak bisa menangis di tempat itu, tapi hatinya sakit saat mendengar suara gadis itu berbicara dengan begitu lembut kepada suaminya.


Joddy berlari mengejar Kinan yang sudah menjauh, bukan hanya itu, ia takut Istrinya kenapa-kenapa. Karena saat ini Kinan, menggunakan eskalator dengan keadaan kesal dan tidak baik-baik saja.


...****************...


Bersambung ..

__ADS_1


__ADS_2