Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Tersimpan dengan rapih


__ADS_3

Seminggu kemudian, Ferdian memboyong istri dan anaknya ke rumah pribadinya. Kinan pun juga diajak mereka, sebenarnya dirinya tidak ingin ikut, tetapi kakaknya memaksanya.


Terlihat rumah berlantai dua, dengan bangunan yang cukup besar. Sambil berjalan Ferdian selalu menggenggam tangan Erina sesekali di kecupnya.


"Ini rumah kita, jadi mulai sekarang keluarga kita akan tinggal di sini!" ucap Ferdian, dan Erina mengangguk.


"Sedangkan kamu Kinan, kamu tinggal di sini dengan kakak kamu, sampai ada pangeran yang datang membawa mu untuk membahagiakan kamu," ledek Ferdian membuat adik iparnya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Saat masuk ke dalam, Erina melihat sekeliling rumah, yang ternyata tempat tinggal baru mereka cukup luas. Wallpaper dan interiornya pun Erina sangat menyukainya.


Setelah mengantar Kinan menuju kamarnya. kini Ferdian juga memberi tau ruangan khusus Zio, bahkan ada pintu rahasia yang bisa langsung masuk ke sana.


"Kamu suka tidak dengan bentuk kamar untuk jagoan kita?" tanya Ferdian, membuat Erina tersenyum mendengar suaminya sering memanggil Zio dengan panggilan kesayangan.


"Iya Mas, aku suka dengan kamar untuk Zio." Erina tersenyum.


"Sayang bilang apa sama ayah, sudah membuat kamar keren ini untuk kamu!" Erina dengan tersenyum menatap wajah putranya.


Zio mengerti maksud dari ucapan Bubu nya, anak itu mengangguk dan tersenyum menatap Ferdian.


"Teyimatatih Yayah ( Terimakasih ayah)." Ucap bocah kecil dengan mencium pipi Ferdian, yang kini berada dalam gendongannya.


"Sama-sama sayang. Yayah juga senang kalau Zio suka kamarnya." Jawab Ferdi mencium pipi putranya.


Erina tersenyum menatap dua laki-laki yang kini sangat ia cintai, setelah ayahnya tiada, hanya mereka lah yang ia miliki. Apalagi Ferdian yang begitu amat menyayangi dirinya, Erina merasa ini adalah anugerah yang di berikan tuhan untuknya.

__ADS_1


Bukan hanya itu, Ferdian juga menyiapkan pengasuh untuk Zio, agar Erina ada yang membantu.


Kini Zio sedang asyik menikmati kamar, dan mainan baru yang di berikan oleh ayahnya. Terlihat anak itu, sangat bahagia. Apalagi Ferdian memberikan banyak mainan Dinosaurus, yang putranya sukai.


Sekarang Ferdian membawa istrinya untuk melihat kamar mereka berdua.


"Taraa ... silahkan masuk kesayangan ku!" kata Ferdian saat membuka pintu kamarnya. "Bagus gak dekorasi ruangan ini? Kalau kamu tidak suka, aku bisa merubah semuanya nanti?" ucapnya dengan sombongnya.


"Jangan Mas! Ini sudah bagus, aku suka dengan dekorasi kamar ini, simpel,"


"Aku tau sayang, kamu wanita yang suka kesederhanaan," ucap Ferdian membuat Erina tersenyum. "Mangkanya aku begitu tertarik dengan kamu, karena aku tau segalanya tentang kamu."


Erina nampak tertegun dan tak percaya dengan apa yang di katakan suaminya itu.


Erina memperhatikan seluruh ruang, dan terdiam saat melihat suaminya melangkah menuju sebuah lemari. Dirinya melihat Ferdian mengambil sesuatu dari dalamnya.


Terlihat sebuah kotak besar, terbungkus rapi dengan berwarna gold. Erina mengikuti langkah suaminya melangkah, menuju meja dekat sofa.


Ferdian tersenyum menatap istrinya, lalu melanjutkan membuka kotak tersebut. Erina masih memperhatikan dan penasaran dengan isi dari benda tesebut.


Ferdian mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru, saat di buka ternyata itu foto album. Erina masih bingung kenapa suaminya membuka album tersebut.


"Sini sayang duduk di samping ku!" Erina pun mengikuti apa yang di katakan suaminya.


Saat Ferdian membuka album fotonya, yang pertama dilihat adalah, foto dirinya yang ukurannya cukup besar 10 R.

__ADS_1


Foto itu terlihat Erina sedang tersenyum, dan berada di sebuah taman bunga. Dirinya ingat, itu di ambil waktu enam tahun lalu.


Saat itu Ferdian dan Erina sempat pernah dekat saat dirinya dan Damar sedang merenggang. Ferdi sempat mengajaknya kesebuah wisata taman bunga.


Di saat Erina sedang menatap bunga-bunga yang terlihat cantik, ternyata diam-diam pria itu mengambil fotonya. Sekarang hasilnya disimpan didalam album tersebut.


Bukan hanya satu foto dirinya saja, ternyata masih banyak lainnya. Erina menyentuh semua hasil jepretan pria yang kini sudah menjadi suaminya.


Jadi ini yang di maksud bunda, kalau Mas Ferdian diam-diam mengagumi ku. Bahkan satu album ini, semua fotoku.


Mata Erina mengembun dan meneteskan air matanya, saat melihat foto dirinya.


"Nah, masih ada lagi yang kamu harus liat!" ucap Ferdian saat mengeluarkan kotak abu-abu, lalu di bukanya.


Terlihat sebuah kaos, berwarna hitam tersimpan rapih. Ada juga hoddie berwarna biru, terlipat. Erina pun mengambilnya, lalu di lihatnya.Bukan hanya itu, di dalamnya masih ada kaca matanya. Erina ingat semua barang itu pemberian darinya.


Hatinya merasa tersentuh dengan apa yang dirinya lihat saat ini. Seketika bulir bening pun berhasil lolos, di pelupuk matanya. Erina menatap pria yang selama ini dia kenal baik, ternyata menganggapnya selalu istimewa bahkan sudah mengaguminya sejak lama.


Bersambung.


Assalamualaikum semuanya, Minal Aidin walfa idzin, maaf lahir batin semuanya.


Maaf aku baru meliburkan diri berapa hari kemarin. Karena memang suasana lebaran, yang membuat aku melibur.🙏🙏🙏🙏


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian 👍

__ADS_1


__ADS_2