
Sisi dan Rido yang mendengar ucapan Fazri
melihat ke arah Fazri. Sedangkan Fazri hanya tersenyum kikuk.
" Apa maksudnya Fazri." Tanta Sisi yang mulai penasaran dengan ucapan sang anak. Karena Sisi begitu kaget dan juga senang mendengar ucapan dari Fazri. Karena yang Sisi tahu kalau biasanya itu Fadil begitu sangat memilih milih wanita, kini telah jatuh cinta kepada seorang gadis, tidak biasanya Fadil yang paling anti dengan yang namanya wanita dan biasanya juga wanita yang selalu mengejar Nya. Tapi kini putra nya itu mulai jatuh cinta.
Bagaikan kabar bahagia jika itu terjadi, karena putra keduanya akhirnya bisa jatuh cinta dan tidak akan seperti putra pertamanya yang membenci wanita hanya karena masa lalu nya.
jika bisa di sebut semua itu juga karena salahnya.
" Hihihi tidak bunda. Maksudku mungkin Kaka Fadil sedang banyak pikiran, karena banyak pekerjaan." Fazri mengalihkan pembicaraannya walaupun Rido dan sisi mendengar dengan jelas apa yang Fazri ucapkan barusan.
" Betul begitu." Tanta Sisi tidak percaya dengan perkataan Fazri karena Sisi mendengar dengan jelas apa yang putranya itu katakan barusan. kalau Fadil Sedang jatuh cinta kepada seorang gadis. Sedangkan Fazri hanya mengangguk.
" Bunda Fazri turun sekolah dulu." Pamit Fazri yang berdiri dari duduknya untuk segera turun ke sekolah, atau lebih tepatnya hanya ingin melarikan diri dari pertanyaan orang yang berada di hadapannya itu sekarang.
" Hmmm, hati hati nak " Jawab Sisi mengusap lembut kepala Fazri yang sedang mencium punggung tangannya. Sedangkan Fazri hanya mengangguk lalu Fazri beralih mencium tangan Rido yang sedang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. Fazri yang di tatap hanya tersenyum dan mengedipkan matanya memberikan isyarat dan isyarat itu hanya Fazri dan Rido saja yang tahu. Sedangkan Sisi Hanya bingung sendiri dengan tingkah keduanya.
" Assalamualaikum." Pamit Fazri yang sudah melangkah keluar.
" Waalaikumsalam." Jawab Rido dan Sisi bersamaan.
" Bunda Rido ke atas dulu, mau memeriksa apakah Fadil sudah bangun atau belum." Ijin Rido membuat Sisi hanya tersenyum.
" Kalau belum bangun kamu bisa menyiramnya dengan air." Sambung Sisi bercanda karena sudah tahu sifat jahil Rido seperti apa ke Fadil atupun Fazar. Sedangkan Rido hanya tersenyum memperlihatkan dataran gigi nya. Rido pergi melangkah ke arah kamar Fadil meninggal Sisi yang masih berada di ruangan makan. Sedangkan Sisi melihat ke arah Rido yang sudah melangkah pergi meninggalkan nya pergi ke kamar sahabat dan bos nya itu.
Sisi melihat tingkah Rido hanya tersenyum,
__ADS_1
karena Sisi sudah mengenal Rido dari kecil
Sisi juga sudah tau semua kejahilan Rido kepada dua anaknya termasuk si bungsu yang pernah menjadi korban kejahilan Rido.
Sisi sangat merindukan di masa masa itu, di masa kedua anaknya yang masih kecil
di masa di mana Fadil dan Fazar yang begitu sangat manja kepadanya dan selalu mengadu jika Rido atau teman yang lain mengerjai mereka. Sisi begitu sangat merindukan momen di saat itu.
Fadil tetap sama seperti Fadil kecil yang masih manja kepadanya.
Tapi Sisi juga sangat merindukan putra sulung nya. putra yang begitu sangat mandiri, putra yang begitu kuat dan lemah karena cinta, putra yang berhasil membuat dirinya begitu menyesal karena masa lalu dari putra nya itu hanya Karena ulahnya sendiri
Putra yang selalu tersenyum kini hilang bagaikan di telan dingin dari wajahnya dan datar karena ke tampan nya.
Putra yang selalu dekat kepadanya, kini menjauh darinya bagaikan layang layang yang putus dari gulungan benangnya dan juga dekapannya. Andai masa lalu bisa di ulang kembali maka Sisi tidak akan mencoreng sebuah luka itu.
" Pulang lah putra ku Fazar, bunda sangat merindukan mu." Lirih Sisi yang begitu sangat sedih, saat mengingat putra pertamanya itu. Tidak setetes setetes air mata membasahi pipi wanita paruh baya itu, pipi yang kini hampir di penuhi kerutan karena usianya yang sudah tidak mudah lagi harus basah karena air matanya.
.
.
Sedangkan di sisi lain.
Pria yang duduk di kursi sambil menatap laptop
dia bisa melihat kalau wanita yang begitu dia sayangi bersedih dan menangis karena ulahnya,
__ADS_1
Fazar sangat sedih karena melihat bunda nya menangis dan menyalahkan dirinya hanya karena masa lalu yang dirinya alami dan dirinya rasakan sekarang.
Fazar tidak bermaksud untuk menyalakan bunda nya karena telah mencoreng kan sebuah luka untuk nya, Tapi Fazar menyalakan dirinya yang tidak bisa menghapus luka itu dan selalu terbayang bayang oleh kenangan masa lalu sendiri walaupun Fazar sudah berusaha untuk menghapusnya.
Fazar juga tidak mau kalau sampai Sisi tahu kalau dirinya belum bisa menghapus masa lalunya sampai sekarang. Dari itu Fazar memilih menjauhi bunda nya Sisi, Karena Fazar takut kalau sampai bunda Sisi tau itu. Bunda Sisi akan semakin menyalakan dirinya sendiri. Fazar takut kalau sampai Sisi sakit hanya karena ulahnya, hanya karena masa lalunya.
Fazar menyalakan dirinya yang selalu terbayang bayang tentang wanita itu. Wanita yang berhasil mencoreng kan luka yang begitu besar dan sakit di hatinya. Wanita yang berhasil mengambil senyumannya dan ke bahagian nya,
Wanita yang berhasil menjauhkan dirinya dari negara tercintanya selama bertahun-tahun, wanita yang berhasil menjauhkan dirinya dari bunda yang paling dia sayangi dan dirinya cintai, wanita yang berhasil membuat dia membenci semua wanita yang sama sepertinya wanita itu, wanita yang berhasil membuat dirinya merasa selalu sendiri, wanita yang berhasil membuat dia membenci cinta. dan wanita yang tidak bisa dirinya lupakan atau menghapus dalam hatinya selama tiga tahun dia pergi ke luar negeri.
Walaupun Fazar sudah pergi selama tiga tahun
berjanji untuk melupakan masa lalunya dan kembali untuk masa depannya. Tapi malah Fazar malahan terjebak dalam permainan mas masa lalunya sendiri. Terjebak dalam hatinya yang tidak bisa move on dari masa lalu.
Ya Fazar yang sedang duduk sambil melihat aktivitas keluarganya, secara diam-diam melewati cctv yang sengaja Fazar simpan tersembunyi di dalam rumah keluarga nya tanpa Meraka tidak tahu, Agar saat Fazar bisa mengetahui apa yang sedang mereka lakukan tanpa mereka ketahui.
Selama tiga tahun ini Fazar terus mengawasi keluarga secara diam-diam. Walaupun Fazar berada di luar negeri tapi Fazar akan tahu semua aktivitas keluarganya berkat mata mata yang di kirim Fazar Langsung mengawasi anggota keluarganya selama tiga tahun terakhir.
Seperti pagi ini, Fazar sudah melihat semua aktivitas keluarganya dari mereka bangun sampai mereka sarapan pagi, walaupun hanya melihat dari laptop tapi itu semua membuat Fazar senang.
Walaupun Fazar tidak bisa bersama dengan mereka untuk berkumpul, Tapi Fazar senang karena bisa melihat mereka dari jauh.
" Bunda maafkan Fazar yang belum bisa melupakan masa lalu Fazar." Gumam Fazar dengan suara lirihnya sambil terus melihat ke laptop yang memperlihatkan sisi yang sedang duduk di kasur dengan di kepala di sadarkan. Fazar juga melihat bunda Sisi yang sedang memegang bingkai foto yang dia yakini kalau yang bunda Sisi pegang itu adalah fotonya." Fazar berjanji kalau Fazar berhasil melupakan masala lalu Fazar. Maka Fazar akan kembali ke rumah untuk berkumpul bersama dengan kalian semua." Ucap Fazar kembali.
Bersambung.
Banyak typo yang bertebaran, harap bijak dalam membaca.
__ADS_1
Jangan lupa komen, like dan vote nya.
Terimakasih telah mendukung author.