Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 36


__ADS_3

Selesai acara perkenalan diri.


mereka duduk di kursi taman sambil bercerita


tentang pertemuan mereka dengan Harum.


Bagaimana mereka bisa bertemu dengan gadis kecil yang sangat kuat seperti Harum.


diusianya yang baru delapan tahun Harum sudah bisa mencari uang sendiri.


Awal pertemuan Wiyah dengan Harum saat dua tahun yang lalu yaitu saat Wiyah begitu sangat merindukan sosok sang adik yang hampir seusia dengan Harum. Pertemuannya dengan Harum membuat Wiyah bisa melepaskan rasa rindunya terhadap sang adik yang pergi selama tiga tahun pergi tanpa memberikan nya kabar sama sama sekali. Sepertinya saudaranya yang lain termasuk kedua orang tuanya.


Selama mengenal Harum Wiyah tahu apa saja yang di alami Harum selama ini sampai sampai dia berjualan diusianya yang masih terlalu muda. Apalagi Harum harus membagi waktu sekolah dan berjualan.


Pernah hari itu Wiyah ingin membantu Harum tapi dengan halus Harum menolaknya permintaan yang membuat Wiyah terdiam dan hanya bisa membatu nya secara diam atau membantunya dari hal yang kecil. itu yang bisa Wiyah bantu.


Sedangkan Fadil.


Pertemuan awal dengan Harum yaitu dari kata tidak sengaja hingga membuat Fadil ingin mengenal Harum lebih jauh lagi.


Pertemuannya saat itu karena tidak sengaja.


atau karena kecerobohannya yang tidak sengaja menabrak gadis kecil itu atau Harum.


yang membuat Fadil mengenal Harum lima bulan yang lalu.


Setelah mengenal Harum, Fadil mulai mengenal seperti apa kehidupan Harum. Walaupun belum tahu sepenuhnya seperti apa kehidupan harum. Tapi Fadil sedikit demi sedikit Fadil bisa tahu seperti apa harum.


Fadil juga berencana untuk membantu Harum


tapi dengan halus Harum menolaknya dengan alasan yang tentunya hanya Harum yang tahu.


Pernah empat bulan yang lalu Fadil membantu harum dengan diam diam agar Harum tidak tahu. Fadil mengira Harum tidak mengetahuinya saat dia ingin membantu Harum. Tapi pikiran Fadil salah harum duluan tahu saat Fadil ingin membantu Harum.

__ADS_1


Yang membuat Harum memusuhinya dan tidak mau bicara kepada Fadil. Harum juga dengan tegas menolak bantuan dari Fadil.


sedangkan Fadil yang melihat harum memusuhinya dan dengan tegas menolak membantu nya. yang membuat Fadil mengurungkan niatnya untuk membatu harum


Kalaupun dia ingin membantu pasti dengan cara kecil yang sama seperti Wiyah.


Wiyah dan Fadil sama sama berpikir kalau Harum punya alasan sendiri kenapa dia menolak semua bantuan dari mereka.


apapun alasan itu Wiyah dan Fadil tetap menerima dengan senang hati.


🌺🌺🌺


Tidak terasa waktu dan jam terus berputar yang menandakan kalau sekarang sudah hampir memasuki magrib.


Tapi keenam orang di taman itu masih asyik berbincang dengan sedikit bercanda.


Seperti Rafa dan Rafi yang begitu sangat akrab dengan Fadil padahal mereka baru saja bertemu.


Fadil pun begitu sangat akrab dengan Rafi dan Rafi. Dari tadi mereka terus bercerita yang membuat Fadil hanya mendengarkan sambil memberikan saran alah orang dewasa seperti umumnya.


Sedangkan Wiyah begitu sangat senang melihat Rafa dan Rafi begitu sangat menikmati kebersamaan mereka dengan Fadil padahal mereka baru saja bertemu.


sedangkan Harum, gadis kecil itu dengan senang hati mendengar canda tawa yang dilakukan ketiga orang itu lakukan Wiyah, Fina hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Rafa dan Rafi. Mereka berdua hanya bisa mendengarkan candaan dan sedikit tawa yang melihat kelakuan tiga orang yang berbeda usia itu.


Sedangkan Fadil yang asyik bercanda dengan Rafa, Rafi, dan Harum hanya bisa curi-curi pandang melihat senyum manis Wiyah.


melihat senyum Wiyah membuat hati Fadil jadi menghangat.


Fadil hanya bisa melihat senyum itu berkat Rafa, Rafi dan harum tentunya. Kalau tidak ada mereka mungkin Fadil tidak akan melihat senyuman Wiyah sedekat ini dengan waktu yang lama.


Awal bertemu juga Fadil hanya bisa melihat senyum Wiyah sebentar.


Tidak jauh dari mereka ada sepasang mata yang melihat senyum Wiyah sama seperti Fadil.

__ADS_1


kalau Fadil melihat senyum Wiyah dengan kagum. Tapi berbeda dengan pria yang tidak lain adalah Fazar yang melihat senyum Wiyah dengan tatapan tidak suka. Entahlah kenapa jiwa Fazar seperti itu.


Apalagi Fazar mengira kalau gadis yang dia lihat itu sedang tersenyum dengan pria yang sekarang sedang membelakanginya yang membuat Fazar tidak bisa melihat wajahnya.


Fazar hanya bisa melihat punggung dari pria itu yang tidak asing menurutnya.


Fazar juga mengira, mungkin gadis itu sedang bercerita mesra dengan pria yang ada di hadapannya itu. Tanpa melihat kalau di taman bukan hanya gadis itu sendiri tapi masih ada


gadis lain termasuk anak kecil yang sedang bercanda dengan sang pria.


Tapi pikiran buruknya itu selalu muncul kalau sudah melihat gadis yang mungkin sama seperti Wiyah sedang bersama dengan seorang pria.


" Dasar wanita ******* yang suka ganti ganti pasangan." Gumam Fazar yang terus melihat kearah Wiyah.


Padahal yang Fazar lihat sekarang tidak sama dengan pikirannya sekarang yang sudah menduga duga keburukan orang tanpa mencari tahu terlebih dahulu.


Fazar juga tidak menyadari kalau pria yang sedang dia perhatian sekarang adiknya sendiri.


Kalau saja dia tahu mungkin Fadil akan hilang dimenit ini juga.


" Zain kita cari masjid yang dekat sini. Karena waktu solat magrib sudah hampir dekat." Ucap Fazar yang memberhentikan melihat kearah orang yang tidak penting menurut nya.


Sedangkan Zain hanya mengangguk mendengar ucapan dari Fazar.


Akhirnya mereka meninggalkan taman itu dan pergi ke mesjid yang terdekat agar bisa menjalankan solat magrib berjamaah.


Bersambung..


Jangan lupa komen like dan vote nya


biar author makin semangat buat up.


Terimakasih semua teman teman yang sudah mau mendukung author πŸ€—πŸ₯°

__ADS_1


Salam manis dari author πŸ€—


__ADS_2