
Tidak terasa malam pun tiba.
Malam yang sama seperti malam malam sebelumnya.
Tapi malam ini berbeda karena cuacanya lebih cerah dari malam biasanya. Karena malam ini langit hanya di taburi bintang dan langit tampak cerah tanpa ada awan yang menutupi ribuan bintang di langit.
.
.
Huff.
Hembusan nafas seorang gadis menghembus melayang di udara. Sedangkan pandangan gadis itu lurus kearah langit.
Pikiran yang sedang bingung membuatnya ingin berteriak, tapi dia masih sadar kalau dirinya tidak bisa melakukan itu.
" Kenapa harus aku ya Allah." Gumam gadis itu yang tidak lain adalah Wiyah." Kenapa selalu aku yang mendapat cobaan terberat seperti yang aku rasakan ini." Gumam Wiyah kembali. Wiyah mengusap Wajahnya lelah karena selalu mendapat masala yang selalu datang bertubi-tubi di kehidupannya.
Belum Wiyah benar benar ikhlas dengan kebenaran yang di ceritakan oleh ayahnya kini Wiyah kembali mendapatkan masalah yang jauh lebih sulit di bandingkan dengan Kenyataan yang diberikan oleh ayahnya yang sulit untuk dia lupakan. Masalah yang jauh lebih berat yang membuat pikiran dan batinnya akan tersiksa di bandingkan dengan Wiyah menerima kenyataan kalau dia bukanlah anak kandung dari ayahnya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak bisa menolak, karena akan berakibat ke keluargaku yang tidak tahu masalah ini." Gumam Wiyah sambil melihat lurus kearah depan. Sekarang pikiran Wiyah sedang bingung akan melakukan apa jika dia benar-benar menikah di waktu dua hari lagi.
Ingatan Wiyah tertuju di saat sore tadi.
Flashback.
Mobil melaju kencang melewati padatnya jalan.
Suara bisingnya kendaraan juga saling bersahut sahutan membuat jalan itu terserah bising.
Wiyah memandang kearah luar, melihat kearah jalan yang sudah gelap karena malam hari.
Sedangkan Fina. ya, Gadis itu sedang Fokus ke arah ponselnya.
Sampai. Mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba saja berhenti yang membuat kedua gadis itu saling melirik." Apa udah sampai Fin." Tanya Wiyah.
Fina menggeleng." Sepertinya belum Wiyah, kita baru saja sampai di jalan xxxx." Jawab Fina yang memang tahu jalan sekitar situ karena Fina sering melewatinya. Sedangkan Wiyah hanya mengangguk karena Wiyah memang tidak terlalu hapal dengan jalan yang mereka lewati sekarang.
Wiyah melihat kearah dua wanita yang duduk di depan." Maaf mbak, kenapa ya mobilnya berhenti di sini. Bukannya kita belum sampai." Tanya Wiyah sopan.
" Maaf nona Wisyah, Tuan kami menyuruh kami untuk memberhentikan mobil kami terlebih dahulu di sini, karena tuan kami akan menyusul kesini." Jawab Wanita itu.
Mendengar jawaban dari kedua wanita itu membuat Wiyah maupun Fina manjadi bingung.
Ada apa kenapa sampai tuan dari kedua wanita itu menyuruh mereka untuk berhenti di sini.
Pertanyaan itu yang Fina ataupun Wiyah pikirkan sekarang. Tidak lama Mobil berwarna hitam berhenti di belakang mobil yang Wiyah tumpangi.
Fina dan Wiyah sama sama bisa melihat mobil itu melalui kaca spion." Mari Nona, Tuan kami sudah sampai." Ucap kedua wanita itu. Tanpa Bertanya Wiyah dan Fina hanya mengikuti ucapan kedua wanita itu.
Wiyah buru buru membuka pintu mobil, Karena Wiyah tidak mau kalau sampai kedua wanita itu kembali membukakan pintu untuknya.
Sedangkan Kedua wanita itu turun dari mobil lalu ingin membukakan pintu mobil untuk Wiyah dan Fina tapi mobil itu sudah di buka duluan oleh Wiyah.
Wiyah dan Fina mengikuti langkah kedua wanita itu mengarah kearah mobil hitam itu.
__ADS_1
Setelah melihat kedatangan keempatnya, seorang pria turun dari mobilnya. Ya Pria itu tidak lain adalah Fazar.
Wiyah yang melihat Fazar di sana seketika menjadi takut sendiri, karena melihat pria yang dari tadi dia hindari kini kembali berada di hadapannya.
Kedua wanita itu membungkuk hormat saat melihat kehadiran Fazar." Ada yang kami bisa bantu tuan." Tanya Wanita itu sambil menundukkan kepalanya hormat.
Fazar melirik ke arah Wiyah." Biarkan aku yang mengantarkannya pulang. Karena ada hal yang aku ingin berbicara dengan Gadis itu." Ucap Fazar sambil melirik kearah Wiyah.
Wiyah yang mendengar ucapan dari Fazar seketika menjadi takut sendiri. Wiyah mengangkat kepalanya lalu melihat kearah Fina yang sekarang sedang menatap kearahnya membuat Wiyah menggelengkan kepalanya tanda kalau Wiyah tidak mau ikut bersama dengan Fazar.
" Maaf tuan, Sahabat saya tidak bisa mengikuti Anda, karena dia harus pulang bersama saya. Kami juga memiliki tugas penting yang harus di kerjakan." Sambung Fina yang tahu arti dari tatapan Wiyah, Kalau Wiyah menolak mengikuti pria itu.
Mendengar Ucapan dari Fina membuat Fazar menatap kearah Wiyah yang sekarang sedang menundukkan kepalanya kembali." Tidak ada penolakan, karena Saya ingin membahas masalah yang jauh lebih penting." Ucap Fazar yang masih menatap kearah Wiyah." Biarkan aku yang mengantarkannya pulang." Ucap Fazar kembali tidak mau di bantah.
Fazar melangkah mendekati Wiyah, Lalu pria itu memegang bergelantungan tangan Wiyah, Setelah itu menariknya kearahnya.
Wiyah yang mendadak di tarik oleh Pria di hadapannya itu, seketika merasa terkejut karena tarikan itu. Apalagi tarikan itu terasa sangat sakit di pergelangan tangannya karena pria itu menariknya sedikit kasar.
Sedangkan Fina yang menyaksikan Wiyah di tarik membuatnya marah, Karena sahabatnya yang belum pernah berpegangan tangan dengan seorang pria manapun. Kini harus mendapatkan perlakuan yang kurang ajar dari pria yang baru saja mereka temui tadi sore dan sekarang pria itu dengan sengaja menarik tangan sahabatnya itu.
" Apa yang ada lakukan tuan, bukannya saya tadi menolak kalau sahabat saya untuk ikut bersama dengan anda, Tapi kenapa anda dengan sengaja menarik yang sahabat saya." Tanya Fina begitu sangat marah melihat sahabatnya di tarik paksa.
Wiyah yang mendapatkan pembelaan dari Fina, merasa terharu karena sahabat itu selalu membelanya, Seperti hari ini.
Sedangkan Fazar yang mendengar kalau gadis itu marah kepadanya, bukannya menjawab malahan pria itu semakin menarik tangan Wiyah untuk masuk kedalam mobilnya.
" Antar gadis itu untuk pulang. Sedangkan gadis ini biarkan saya yang mengantarkannya untuk pulang." Perintah Fazar sambil melihat kearah Fina. Kedua wanita itu yang mendengar perintah dari Fazar hanya mengangguk.
" Mari nona, ikut saya. Saya akan mengantarkan anda untuk pulang. Masalah dengan sahabat Anda, Anda tidak boleh ikut Campur dengan urusan keduanya." Ucap Wanita itu berusaha untuk menyakinkan Fina untuk mengikuti kedua wanita itu.
Fazar yang melihat bagaimana keras kepalanya sahabat dari gadis yang sekarang berada di dekatnya, Merasa kesal sendiri.
Bagaimana dengan Wiyah yang sekarang sedang mencoba melepaskan genggaman tangan Pria itu karena sudah mulai merasa risi sendiri. Tapi di saat Wiyah berusaha untuk melepaskan genggaman tangan pria. Malahan pria itu semakin kuat memegang tangan Wiyah.
Fazar menatap kearah Wiyah." Beritahu kepada sahabat mu untuk tidak menolak ajakan dari kedua wanita itu. karena aku tidak suka dengan penolakan. Jika dia masih menolak maka saya akan melakukan hal yang jauh lebih buruk dari penolakan sahabat mu sendiri." Ucap Fazar terdengar seperti bisikan tapi Wiyah masih bisa mendengarnya.
Wiyah yang mendengar ancaman dari Fazar, seketika merasa takut, Karena takut kalau ancaman itu akan Fazar lakukan. Apalagi Wiyah yakin kalau ancaman Fazar bukan hanya sekedar ucapan biasa melainkan nyata.
Wiyah melihat kearah sahabatnya itu." Fina, ngga apa apa kamu pulang saja. Nanti aku di antar sama tuan Fazar." Ucap Wiyah yang berusaha untuk tersenyum walaupun dirinya sedang merasakan takut teramat sangat takut.
Wiyah merasa sangat tidak ingin sahabatnya itu meninggal nya bersama dengan Fazar. Tapi Mau bagaimana lagi, Wiyah juga tidak mau melihat kalau sampai terjadi sesuatu kepada sahabatnya itu karena dirinya. Hal itu Membuat Wiyah mengikuti Kemauan dari Fazar untuk menyuruh sahabatnya itu untuk pulang duluan.
Fina yang mendengar Ucapan dari Wiyah membuat Fina menjadi bingung." Tapi Wiyah."
" Ngga apa-apa Fin, Pulanglah aku sudah kasih kabar ke kak IDAR kalau nanti aku akan pulangnya sama dengan tuan Fazar." Ucap Wiyah bohong, Tapi mau bagaimana lagi. Pria yang berada di sebelahnya membuat Wiyah harus bisa berbohong." Maafkan aku Fin. Aku harus berbohong, tapi demi kebaikan mu membuat aku untuk berbohong." Batin Wiyah menjerit merasa bersalah dengan sahabatnya itu karena telah membohongi Fina.
Fina yang mendengar ucapan Sang sahabat, hanya menurut saja." Baiklah Wiyah, Tapi jika pria itu berbuat macam-macam sama kamu Wiyah, kamu harus kasih tau aku, biar nanti aku yang kasih pelajaran ke dia." Wiyah hanya terdiam mendengar ucapan Sang sahabat." Kalau gitu aku tinggal ya Wiyah. kamu Hati hati." Wiyah hanya mengangguk mendengar Ucapan sang sahabat.
" Iya Fin. kamu juga harus hati hati." Fina hanya mengangguk menanggapinya.
Fina mantap Fazar dengan tatapan yang membunuh." Jangan sampai sahabat Saya lecet tuan." Ancam Fina sebelum Fina Benar benar pergi meninggalkan Wiyah bersama dengan pria itu.
Wiyah melihat sahabatnya itu memasuki mobil, lalu pergi meninggalkan Wiyah berdua bersama dengan pria itu.
Wiyah yang melihat sahabatnya pergi serasa tidak ikhlas di tinggal sendiri, tapi apa yang harus dia lakukan kalau ada ancaman.
__ADS_1
.
.
Di dalam mobil.
Keduanya hanya diam, karena Fazar yang sedang menyetir sedangkan Wiyah merasa canggung harus duduk berdua dengan pria yang selalu melihatnya dengan kebencian. Pria yang selalu dia hindari karena pertemuannya dengan pria itu secara tidak sengaja selama beberapa bulan terakhir. Tapi kini, Wiyah harus duduk berdua bersama dengan pria itu. Satu mobil dan duduk di sebelah pria itu.
Walaupun Wiyah sering satu mobil dengan Fadil, Tapi Wiyah selalu bersama dengan Fina itu pun duduk di kursi belakang.
Tidak butuh waktu lama Mobil berhenti di depan sebuah kafe.
" Turunlah." Perintah Fazar menatap ke arah Wiyah.
Wiyah hanya mengangguk, tidak menjawab karena sekarang dia begitu sangat canggung berhadapan dengan pria di sebelahnya.
Setelah itu keduanya masuk di dalam Kafe, Fazar mulai memesan ruangan VIP karena Fazar ingin mengobrol berdua bersama dengan Wiyah tanpa di dengar oleh orang lain apa yang sedang mereka bahas.
Keduanya melangkah kearah ruangan VIP.
Fazar melangkah duluan sedangkan Wiyah mengikutinya dari belakang. Sesampainya di dalam ruangan VIP, keduanya masuk kedalam ruangan itu.
Keduanya kini telah duduk saling berhadapan dan hanya di pisahkan oleh meja makan.
Wiyah yang tinggal berdua bersama dengan Fazar semakin gugup karena Pria itu dari tadi menatap kearahnya.
Bagaimana dengan Fazar yang dari tadi menatap gadis itu dengan tatapan Muak. Tapi karena Fazar ingin menyelesaikan secepatnya urusannya kepada Wiyah membuat Fazar mengajak gadis itu untuk ikut dengannya karena ada hal yang perlu di bahas.
" Kamu Tahu kenapa aku mengajak mu ke sini." Tanya Fazar dengan suara dinginnya di tambah Wajah datar tanpa ekspresi sama sekali. Walaupun Fazar tidak ada senyuman sama sekali, Tapi Fazar tetap terlihat Tampan dan cool.
Wiyah yang mendengar Pertanyaan dari Fazar hanya menggeleng. Karena Wiyah sendiri tidak tahu, Kena Fazar mengajaknya kesini.
" Aku ingin membahas sesuatu yang penting padamu dan tidak ada penolakan jika kamu mendengar apa yang aku ucapkan itu." Ucap Fazar.
Mendengar Ucapan dari Pria itu membuat Wiyah jadi bingung apa yang akan Pria itu bahas.
Apakah ada hubungannya dengan Fadil.
" Aku mau kamu menikah dengan ku." Terdengar kaku tapi Fazar berhasil mengatakan kata itu yang dari tadi sulit untuk Fazar ucapkan.
Mendengar Kata yang keluar dari bibir Fazar yang mengatakan ' menikah ' membuat Wiyah diam membeku, Wiyah berusaha mencerna setiap ucapan dari Fazar barusan. Karena Wiyah tidak percaya dengan perkataan yang pria itu ucapkan. Padahal Pria yang selalu Wiyah temui secara tidak sengaja dan selalu menatap nya dengan kebencian kini meminta nya untuk menikah.
Perkataan Fazar barusan mengingatkan nya ke Fadil yang meminta untuk menikahi abangnya, Hanya saja Wiyah menolak itu karena Wiyah merasa tidak pantas untuk Fadil atau abangnya.
Apalagi pernikahan mereka tanpa adanya cinta dan itu juga sekedar permintaan dari Fadil. Wiyah tidak mau menikah dengan cara keterpaksaan
Tapi ini, Fazar sendiri yang memintanya untuk menikah dengan nya.
" Me_nik_ah." Ucap Wiyah terbata bata karena masih tidak percaya mendengar ucapan dari Wiyah." Apa maksudnya anda tuan."
Bersambung.
Jangan lupa like komen dan vote nya.
Maaf baru sempat up soalnya lagi sibuk sama kerjaan author
__ADS_1