Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 59


__ADS_3

Siang harinya,


Wiyah yang baru saja menyelesaikan, mengerjakan soal yang di berikan oleh dosen, bisa bernafas lega.


" Alhamdulillah selesai juga." Ucap Wiyah menutup bukunya, Karena dari tadi dosen mereka menyuruh mereka untuk mencatat berapa soal.


" Yah.'' Panggil teman sebangku Wiyah." Kita ke kantin yuk." Ajak teman sebangkunya.


" Iya Yaya, aku juga mau ke sana." Jawab Wiyah yang tidak melihat kearah teman sebangkunya karena dia sedang memasukan buku kedalam tasnya.


Mereka berdua berdiri dari duduknya lalu melangkah keluar dari kelas. Melangkah pergi kearah kantin. Sesampainya di kantin, Wiyah dan teman sebangkunya yang bernama yaya mulai memesan makanan untuk mereka masing masing.


Lalu mencari tempat yang masih kosong karena hampir sebagian tempat itu mulai penuh oleh mahasiswa/i karena sekarang waktunya makan siang.


Sampai pandangan mereka tertuju pada bangku yang paling pojok yang terlihat masih kosong.


Wiyah dan yaya melangkah mendekati bangku itu lalu duduk sambil menyimpan makanan mereka di atas meja yang sudah tersedia di kantin. Menikmati makan siang mereka dengan tenang tanpa bersuara, hanya dentingan sendok dan suara para mahasiswa yang sedang tertawa sambil bercerita dengan asiknya.


Sampai Wiyah dan yaya menyelesaikan makan siangnya." Wiyah." Panggil Yaya yang sudah selesai dengan makan siangnya.


" Iya Yaya." Jawab Wiyah menatap kearah Yaya.


" Aku boleh tanya sesuatu ngga sama kamu.'' Tanya Yaya." Boleh." Jawab Wiyah dengan tersenyum.'' Emangnya mau nanya apa." Tanya Wiyah kembali.


" Kamu punya pacar ya, Wiyah." Tanya Yaya, membuat Wiyah mengerutkan keningnya bingung dengan perasaannya dari Wiyah.'' Bukanya apa, soalnya aku sering lihat kamu jalan sama laki laki walaupun itu tidak sering." Jelas Yaya yang penasaran. Soalnya Yaya sering melihat Wiyah yang di jemput oleh seorang pria walaupun tidak sering sih tapi Yaya sering melihat bahwa pria itu adalah pria yang sama. Membuat jiwa kepo Yaya aktif kembali.


Yang yaya tahu. Wiyah tidak pernah jalan bersama dengan pria, Selain sahabat atau sepupu laki-lakinya. Tapi selama dua bulan terakhir Yaya selalu melihat Wiyah yang selalu jalan bersama dengan seorang pria yang ia baru lihat.


Sedangkan Wiyah yang mendengar pertanyaan dari Yaya mulai mengerti, apa yang di maksud oleh Yaya tadi. Pasti Yaya merasa penasaran saat melihatnya jalan bersama dengan Fadil walaupun ngga berdua karena selalu bersama dengan Fina. Tapi Wiyah takut kalau Yaya memiliki pikiran negatif padanya makanya dia bertanya seperti itu.


" Aku ngga memiliki pacar, dan pria itu adalah temanku.'' Jawab Wiyah mencoba menjelaskan." Aku juga ngga pernah berduaan dengannya tapi aku selalu bersama dengan Fina yang selalu menemaniku. Jika aku bertemu dengan dia. Pria itu hanya sebatas teman saja tidak lebih dari itu. Jika kami bertemu itu juga jarang ataupun secara tidak sengaja." Jelas Wiyah kembali membuat membuat Yaya mengangguk mengerti.


" Maaf ya Wiyah, pertanyaan aku kaya tadi. jadi ngga enak sama kamu, Tapi aku hanya penasaran saja." Ucap Yaya merasa tidak enak bertanya seperti tadi ke Wiyah. Wiyah yang mendengar ucapan Yaya membuat dirinya tersenyum.


" Iya ngga apa-apa ko Yaya." Jawab Wiyah tersenyum membuat Yaya merasa tenang.


" Wiyah." Panggil Yaya kembali." Sebenarnya bagaimana sih dalam Islam memandang persahabatan antara laki-laki dan perempuan?." Tanya Yaya penasaran karena belum tahu soal itu. Apalagi dia yang berbeda keyakinan dengan Wiyah yang membuat Yaya jadi penasaran dengan agama Islam." Kalau bisa tolong jelaskan." Ucap Yaya kembali.


Wiyah tersenyum mendengar pertanyaan dari Yaya." Insyaallah aku akan menjelaskannya Yaya. Tapi aku juga masih belajar tentang agama Islam. Jadi kalau ada yang salah tolong tanya kepada orang orang yang sudah paham dan yang bisa menjelaskannya kepada mu lebih detail lagi." Jelas Wiyah karena Wiyah masih butuh banyak belajar tentang Islam karena ia belum mengerti semua apa saja yang di bolehkan dan tidak di perbolehkan dalam Islam." Tapi insyaallah aku akan tetap menjelaskannya. Walaupun hanya sedikit yang aku tahu." Ucap Wiyah sambil tersenyum.


" Iya nggak apa-apa Wiyah, yang penting penjelasannya, Jadi kita bisa sama sama belajar walaupun kita beda keyakinan.


supaya nanti kami bisa tahu dan paham tentang ajaran Islam." Jawab Yaya yang memang penasaran tentang agama Islam.


Wiyah tersenyum mendengar jawaban dari Yaya. Ternyata teman sebangkunya itu penasaran dengan sama agama Islam, walaupun mereka berbeda keyakinan." Alhamdulillah kalau begitu aku akan menjelaskan. Maaf kalau sampai ada salah kata ." Ucap Wiyah membuat Yaya mengangguk kemudian memperbaiki duduknya agar lebih leluasa mendengarkan penjelasan dari Wiyah.


" Bismillahirrahmanirrahim. aku pernah mendengar Ustadz Abdul Walid berkata.


*Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, sehingga dirinya tidak dapat hidup sendiri dan butuh orang lain untuk tetap bertahan hidup. Dikatakan makhluk sosial karena tanpa teman untuk berinteraksi mustahil manusia betah hidup di dunia. Oleh sebab itulah, Allah menciptakan Adam dan Hawa agar manusia terus berkembang dan dapat hidup bersama-sama.


Lebih jauh lagi, sebagai makhluk sosial, wajar jika seseorang memiliki teman ataupun sahabat. Sahabat identik dengan orang lain di luar diri kita yang hubungannya sangat dekat dengan diri kita. Tak jarang seseorang akan lebih nyaman berkeluh kesah kepada sahabatnya dibanding dengan kerabat atau keluarganya.


Persahabatan dalam Islam boleh dilakukan oleh siapa pun. Tapi Islam tetap memberikan rambu-rambu dan aturan-aturan tentang hal tersebut.


Rasulullah ﷺ bersabda:


الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ


Seseorang bisa dilihat dari keberagamaan sahabatnya. Hendaklah setiap kamu memerhatikan bagaimana sahabatmu beragama (HR. Tirmidzi no. 2378).

__ADS_1


Ada tujuh adab yang perlu diperhatikan dalam menjalin persahabatan. Imam Ghazali berkata:


آداب الإخوان: الاستبشار بهم عند اللقاء، والابتداء بالسلام، والمؤانسة والتوسعة عند الجلوس، والتشييع عند القيام، والإنصات عند الكلام، وتكره المجادلة في المقال، وحسن القول للحكايات، وترك الجواب عند انقضاء الخطاب، والنداء بأحب الأسماء


Adab berteman, yakni, menunjukkan rasa gembira ketika bertemu, mendahului memberi salam, bersikap ramah dan lapang dada ketika duduk bersama, turut melepas saat teman berdiri, memperhatikan saat teman berbicara dan tidak mendebat ketika sedang berbicara, menceritakan hal-hal yang baik, tidak memotong pembicaraan dan memanggil dengan nama yang disenangi.


Lalu bagaimana Islam melihat persahabatan antara laki-laki dan perempuan?


Islam memberikan aturan terkait hubungan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. Terdapat beberapa batasan yang harus diperhatikan demi menjaga keduanya (laki-laki dan perempuan yang bersahabat) dari fitnah.


Habib Umar bin Hafidz menjelaskan, persahabatan yang dibolehkan untuk laki-laki dan perempuan adalah persahabatan yang diilakukan untuk tujuan saling menguntungkan, memberi manfaat, dan dibangun atas saling mengasihi karena Allah. Tanpa perlu saling berjabat tangan, berduaan satu sama lain, atau saling pandang satu dengan lainnya dengan cara yang tidak diizinkan.


Rasulullah ﷺ bersabda:


لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ


Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan perempuan kecuali ada mahram yang menyertainya (HR. Bukhari no: 5233).


Mahmut Saltuth berkata, “Allah memerintahkan kita untuk saling mengenal dan bekerjasama demi kepentingan sosial. Serta harus ada ikhtilath (pergaulan), ta’aruf (saling mengenal), ta’awun (saling tolong menolong), dan mubadalah (saling memberi dan menerima) dalam melakukan kerjsama dan mendatangkan maslahat di dunia maupun akhirat”.


Sementara itu, Allah berfirman dalam Al-Qur’an:


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ


Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti (QS. Al-Hujurat [49]: 13)


Adapun Al-Jazairi, menjelaskan bahwa ayat di atas memerintahkan agar manusia saling kenal mengenal, bukan sebaliknya, saling membanggakan kelebihan, kehormatan, dan kekuatan diri sendiri dihadapan yang lainnya.


Hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan semata dimaksudkan hanya untuk saling mengenal, menghormati satu sama lain. Bukan sebaliknya, untuk melucuti kewibawaan satu sama lain.


Persahabatan yang menguntungkan dalam hal kemanfaatan, tidak mencederai, dan tidak merusak kehormatan satu sama lain antara laki-laki dan perempuan dalam kerangka Islam, maka hal itu diperbolehkan..


Namun, apabila persahabatan yang dibina itu mengajak pada kemaksiatan, seperti berdua-duaan, saling memandang—dengan tatapan syahwat, maka hal tersebut jelas tidak diperbolehkan dalam Islam*." Jelas Wiyah begitu sangat panjang dan hal itu yang dia mengerti." Itu hukum dalam Islam kalau kita berteman dengan laki laki." Ucap Wiyah. Membuat Yaya mengangguk ngangguk walaupun dia masih belum terlalu paham, tapi Yaya berusaha untuk mengerti." Begitu ya Wiyah." Ucap Yaya.


Yaya tahu Wiyah seperti apa Wiyah. Walaupun mereka berteman belum lama. Tapi dengan sikap Wiyah yang baik padanya membuatnya mau berteman dengan Wiyah walaupun mereka berbeda keyakinan.


Wiyah juga menghargai agamanya. yang membuat Yaya merasa kagum kepada Wiyah, yang tidak pernah menghina atau menjauhinya walaupun agama mereka berbeda. malahan Wiyah dengan senang hati berteman dengannya. Dari situ Yaya penasaran dengan agama Islam yang membuat Yaya senang mendengar cerita dari Wiyah.


.


.


Saat mereka sedang asik terdiam karena sedang berada di pikirkan mereka masing masing. Suara ponsel memecahkan lamunan keduanya.


Wiyah yang menyadari ponselnya berdering segera mengambil ponselnya yang berada di saku baju gamis yang dia kenakan.


wiyah melihat nama sang penelepon.


Fina😊.


Kemudian Mengangkat Nya.


" Assalamualaikum.'' Salam Wiyah yang sudah mengangkat ponselnya.


" Waalaikumsalam, Wiyah." Jawab Fina di sebrang sana." Wiyah jam berapa nanti wiyah pulang nya." Tanya Fina.


" Eh, ngga tahu juga ya Fin, entar kalau aku udah pulang aku kabari." Jawab Wiyah.


" oke kalau gitu." Ucap Fina." Tapi Wiyah kamu dimana sekarang kenapa terdengar begitu sangat ramai." Tanya Fina penasaran saat mendengar suara orang tertawa.

__ADS_1


" Aku lagi ada di kantin Fin, Terus yang ribut itu para mahasiswa yang sedang bercanda." Jawab Wiyah yang sedikit melirik kearah samping yang terdapat beberapa pemuda yang sedang bercanda sambil tertawa. Kemudian Wiyah mengalihkan pandangannya kembali ke depan sambil melihat kearah Yaya.


" Oh." Ucap Fian sambil bar oh." Wiyah sendirian." Tanya Fina kembali.


" Aku ngga sendiri, tapi sama teman sebangkuku. Kami lagi makan siang di kantin." Jawab Wiyah.


" Hmm. oke kalau gitu, nanti kalau wiyah udah pulang jangan lupa kabarin ya." Ucap Fina.


" Insyaallah Fin." Jawab Wiyah.


" Kalau gitu aku tutup telfonnya ya Wiyah." Pamit Fina." Assalamualaikum." Salam Fina.


" Iya Fin, waalaikumsalam." Jawab Wiyah. kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Sedangkan Yaya yang dari tadi mendengar perbincangan Wiyah dan sahabatnya di sebrang sana hanya bisa mendengarkan saja. karena tidak mau mengganggu.


.


.


Tidak berselang lama para mahasiswa/i masuk kembali ke dalam kelas mereka masing.


karena waktu jam istirahat atau jam makan siang sudah selesai. Termasuk Wiyah dan Yaya juga sudah kembali masuk kedalam kelas.


🍂🍂🍂🍂


Sedangkan di sisi lain. Yaitu rungan yang dominannya warna putih.


Seorang pria yang sedang kesal sambil menatap ruangan pasiennya yang kini kosong karena pasiennya telah kabur untuk kesekian kalinya.


Pria yang tidak lain adalah dokter Faris hanya bisa bersabar karena tingkah pasiennya yang seperti Fadil. Yang sering kabur. Padahal penyakitnya sekarang sangatlah para karena memasuki stadium empat.


Dokter Faris hanya bisa berdoa semoga pasiennya itu cepat sadar. Kalau penyakit yang dia derita itu bukan seperti demam jika di kasih obat langsung sembuh.


Penyakitnya itu sangat berbahaya jika orangnya ceroboh seperti pasiennya Fadil." Ya Allah kuatkanlah hambamu ini untuk tetap kuat menghadapi pasien seperti Fadil." Ucap Dokter Faris yang sedikit geram dengan kelakuan Fadil." Kalau dia masuk kembali, bakal aku ikat pakai rantai kalau perlu aku masukkan di ruangan satu pintu supaya ngga keluar dan dari lari lagi." Gerutu dokter Faris kesal. Baru pasien nya yang satu ini membuat dokter Faris kesal ini.


Tapi dalam suasana hati yang sedang kesal. Dokter Faris begitu sangat kagum dengan kepribadian Fadil yang begitu sangat kuat.


walaupun dia memiliki penyakit Yang sangat berbahaya. Tapi Fadil begitu sangat kuat menghadapi penyakitnya tanpa ada satu keluarga pun yang menemaninya.


Bukan karena keluarga nya tidak yang mau menemani atau mendukung Fadil untuk sembuh. Hanya saja Fadil tidak pernah cerita kepada keluarganya kalau dia memiliki penyakit yang mematikan karena dia tidak mau membuat mereka terbebani karenanya.


Selama empat tahun Fadil menderita penyakitnya. Dokter Faris belum pernah mendengar Fadil mengeluh atau merasa sedih karena hidupnya mungkin akan singkat.


Tapi Fadil menjalaninya dengan bahagia dan menjalani hidupnya seperti biasa, seperti tidak akan terjadi sesuatu pada hidupnya.


Setiap Fadil akan di rawat pasti dia memiliki alasan untuk kabur dan karena alasannya itu sampai membuat dokter Faris tercengang dan bingung dengan jalan pikir Fadil yang begitu sangat bar bar dan luar biasa.


Aku tidak ingin menyusahkan keluargaku hanya karena penyakitku. Aku tidak mau sampai membuat mereka tahu kalau aku sedang di rawat di rumah sakit karena penyakit yang sekarang aku derita, yang akan membuat mereka semua tahu yang membuat mereka akan sedih karenaku. Biarlah ini menjadi rahasia ku tanpa mereka harus tahu.


Mengingat ucapan dari Fadil. membuat dokter Faris sedih, dokter Faris bingung apakah dia harus mengatakan penyakit yang di derita Fadil ke keluarganya, agar Fadil bisa fokus ke dalam pengobatannya.


Atau dokter Faris harus diam karena janjinya kepada Fadil.


" Ya Allah kuatkan Fadil menghadapi penyakit yang sekarang dia derita. Berikan keluarganya petunjuk agar mereka tahu kalau Fadil sedang sakit." Doa dokter Faris begitu sangat sungguh sungguh dari hati.


Bersambung.


...Harap bijak dalam membaca kritis banyak typo yang bertebaran....

__ADS_1


...Makasih udah mau mendukung author 🤗...


...salam manis dari author 😉...


__ADS_2