
Haidar menatap Wiyah dengan intens, Menatap adik sepupunya yang sudah tinggal bersama dengan keluarganya selama tiga tahun terakhir.
Tidak terasa gadis kecil yang kuat berusia lima belas tahun kini sudah dewasa dan berusia delapan belas tahun, Gadis yang begitu sangat kuat menerima perpisahan kedua orang tuanya dan menerima kenyataan kalau orang tuanya tidak pernah memberikannya kabar.
Menerima semua apa yang hilang darinya yaitu kasih sayang dari kedua orang tuanya. Selalu bersikap dewasa tapi selalu menyembunyikan lukanya sendiri.
Kini gadis itu menjelma menjadi gadis dewasa yang lemah lembut dan selalu kuat menerima apa saja jalan hidupnya.
Keegoisan kedua orang tuanya membuat Wisyah Hanifah Putri berubah menjadi gadis yang begitu sangat kuat menghadapi kehidupannya yang sekarang tanpa peran kedua orang tuanya.
Biasanya gadis remaja lainnya yang seusianya sekarang masih bermanja-manja bersama dengan ayah atau ibunya tapi berbeda dengan Wiyah, Dia tidak bisa bermanja-manja seperti remaja lainnya. Karena kedua orang tuanya yang sudah berpisah.
Walaupun Haidar dan Windi selalu memberikan kasih sayang yang penuh untuk Wiyah, Tapi sangat berbeda dengan kasih sayang kedua orang tuanya yang mereka berikan untuknya.
" Kak Idar " Panggil Wiyah yang menatap Haidar yang dari tadi diam setelah menyuruhnya untuk duduk di sofa.
Sedangkan Haidar yang dari tadi melamun sadar setelah di panggil oleh Wiyah." Maaf dek, kak idar malah diam, Setelah menyuruhmu untuk duduk." Ucap Haidar tidak enak hati setelah menyuruh Wiyah untuk duduk karena ingin bertanya soal apa yang di ceritakan oleh Rafi tadi. Tapi dia malah diam dan asyik dalam lamunannya sendiri.
" Ngga apa kak Idar." Jawab Wiyah.'' Emangnya ada apa kak, kenapa aku disuruh duduk di sini." Tanya Wiyah penasaran karena Haidar tidak akan menggangu waktu istirahatnya kalau bukan urusan penting.
" Kak Idar mau tanya sesuatu sama kamu." Jawab Haidar." Tapi kamu jangan marah ya, kalau pertanyaan Kak Idar terasa aneh." Ucap Haidar kembali.
" Tanya aja kak idar, insyaallah aku tidak akan marah walaupun pertanyaan Kak Idar yang paling aneh sekalipun.'' Jawab Wiyah sambil tersenyum, Haidar yang mendengar jawaban dari Wiyah ikut tersenyum senang.
Haidar tidak mau membuat Wiyah merasa tidak nyaman karena pertanyaan nya akan masuk dalam kehidupan Wiyah apalagi soal teman.
Haidar tidak akan melarang Wiyah untuk berteman dengan siapapun itu asal masih di dalam keadaan Wajar tidak lebih dari itu.
Apalagi masuk ke dalam kata ' PACARAN ' Haidar paling tidak suka itu, Kalau sampai terjadi keadiknya itu.
" Kak Idar mau tanya apakah kamu memiliki teman laki-laki.'' Tanya Haidar hati Hati " Maksud kak Idar bukannya kak Idar mau melarang kamu untuk berteman tapi kak Idar hanya memastikan aja, apa betul atau tidak." Jelas Haidar saat melihat tatapan bingung Dari Wiyah.
Sedangkan Wiyah merasa bingung dengan pertanyaan yang di tanyakan oleh Haidar Wiyah hanya bisa menatap kakaknya dengan tatapan bingung.
" Maksud Kak idar apa ya, Wiyah ngga ngerti." Jawab Wiyah dengan wajah bingungnya membuat Haidar sedikit gemas melihat sifat Wiyah yang masih saja polos padahal pertanyaannya tadi sangatlah jelas sampai-sampai dia menjelaskan apa maksudnya, Makanya Haidar bertanya seperti tadi.
__ADS_1
" Sifat kuatnya ternyata masih tersimpan kepolosan yang nauzubillah, bikin gemes." Batin Haidar, Yang jadi gemas sendiri dengan adik nya itu.
" Maksud Kakak, Apa kamu punya teman laki-laki, Soalnya tadi Rafi cerita kekakak kalau kamu memiliki teman laki-laki, Dan tadi mengantarkan kalian untuk pulang kerumah. " Jelas Haidar. membuat Wiyah mulai mengerti apa yang Haidar tanyakan soal teman laki-laki.
pasti kakaknya itu sudah mendengar cerita dari Rafa dan Rafi, makanya Haidar bertanya soal laki-laki kepadanya.
padahal tadi Wiyah akan bertanya ke Haidar apakah boleh berteman dengan pria yang bukan mahram nya atau tidak.
" Aku ngga punya teman laki-laki kak Idar. hanya saja tadi itu hanya pertemuan tidak sengaja untuk kedua kalinya.'' Jawab Wiyah sambil menjelaskan." kalaupun aku punya teman laki-laki pasti itu sepupuku, Selain itu ngga ada." Jelas Wiyah kembali.
Sedangkan Haidar mengangguk mengerti,
dia sampai lupa seperti apa adik sepupunya itu yang paling anti kalau sudah berdekatan dengan seseorang yang baru dia kenal apalagi seorang pria. Makanya temannya Paling sedikit dan itu hanya Salsa dan Fina.
Kalaupun tadi itu mungkin Wiyah memang tidak sengaja bertemu pria yang di sebutkan oleh Rafi dan Wiyah menerima pertemanan pria itu dengan cara di antar. Sebagai Wiyah tanda kalau Wiyah menghargai orang yang ingin berteman dengannya.
" Kakak hanya memastikan saja dik, Kakak tidak akan melarang kamu untuk berteman kepada siapapun itu asal masih di dalam keadaan wajar." Jelas Haidar.
" Iya kak, aku tahu maksud Kakak yang ingin selalu melindungiku, Makanya Kakak bertanya seperti tadi. Itu karena kakak ingin memastikan kalau adiknya aman atau tidak." Jawab Wiyah dengan tersenyum
" Emangnya tadi itu siapa yang di ceritakan kekak Idar, kalau kamu dan Rafa dan Rafi di antar oleh seorang pria." Tanya Wiyah penasaran siapa yang menceritakan kalau mereka di antar oleh Fadil.
" Pantas Kakak tanya seperti tadi, ternyata pelakunya adalah Rafi." Ucap Wiyah sambil terkekeh yang mendapatkan anggukan dari Haidar.
" dik." Panggil Haidar.
" Hmmm, iya kak." Jawab Wiyah
" Orangnya itu giman sih." Tanya Haidar." katanya Rafi tampan dik." Ucap Haidar.
" Aku ngga tahu juga kak idar, soalnya tadi aku hanya tundukkan kepalaku saat pria itu menatapku." Jawab Wiyah jujur yang sekilas melihat Fadil sedang meliriknya.
" Hmm.'' Haidar hanya mengangguk ngangguk mengerti.
" Siapa nama orangnya dik." Tanya Haidar penasaran.
__ADS_1
" Fadil "
" Hmm, nama yang bagus." Puji Haidar.'' Pasti orang nya tampan." Ucap Haidar membuat Wiyah hanya mengangkat bahu tidak tahu.
" Kalau gitu aku ijin ke kamar dulu ya kak Idar soalnya sudah masuk waktu shalat isya." Ijin Wiyah.
" Iya dik.'' Jawab Haidar.
Setelah mendapatkan jawaban dari Haidar Wiyah berdiri dari duduknya melangkah mengarah ke kamarnya.
Haidar hanya memperhatikan Wiyah yang sudah berlalu pergi masuk kedalam kamar.
Haidar tidak menyangka kalau Wiyah begitu sangat patuh atas didikan nya.
Haidar mengira setelah perceraian kedua orang tuanya. Wiyah akan menjadi gadis pembangkang karena merasa sedih atas perceraian kedua orang tuanya dan merasa kecewa karena selalu di anggap tidak ada selama tiga tahun ini setelah kedua orang tuanya berpisah.
Tapi pikirannya salah itu salah ternyata Wiyah tidak seperti itu, dia malah semakin menjadi Gadis yang penurut dan tidak membangkang
setiap dia bertanya atau menegurnya kalau Wiyah melakukan hal yang salah.
Dan yang paling Haidar takutkan ketika rahasia kedua orang tuanya akan di ungkapan nanti saat pamannya pulang ke sini satu bulan lagi.
Haidar begitu sangat takut jika Wiyah akan semakin terpuruk jika tahu rahasia itu.
Rahasia yang akan membuat dirinya berubah.
...****************...
Kalau banyak yang like dan komen.
entar author buka rahasia kenapa kedua orang tua Wiyah berpisah dan tidak mau mengajaknya pergi.
Setelah author selesaikan beberapa bab lagi
setelah itu kita masuk kedalam posisi mengundang banyak bawang.
__ADS_1
Makasih teman teman udah mau mendukung author 🤗
bersambung