Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 75


__ADS_3

" Apakah Fadil masih bisa untuk di sembuhkan." Tanya Fazar menatap kearah Faris.


Faris menghela nafas." Aku akan berusaha untuk menyembuhkannya Zar. Karena Kanker yang dimiliki Fadil sudah memasuki stadium empat itu adalah tingkatan kanker yang paling parah. Pada tingkat ini, penyembuhan memang sudah sulit untuk dilakukan. Meski begitu, perawatan tetap bisa dilakukan untuk memperpanjang angka harapan hidup dan meredakan gejala yang terjadi." Jawab Faris menjelaskan membuat Fazar semakin bingung dan frustasi. Fazar mengusap wajah kasar.


" Tapi kita masih bisa menyembuhkan Zar, kita Hanya perlu melakukan operasi sumsum tulang belakang untuk mengobati Fadil, Tapi yang membuat terkendala apakah sumsum tulang kalian cocok atau tidak." Jawab Faris.


Fazar menatap ke Arah Faris " Tapi bukankah kami saudara, Pasti sumsum tulang Kami Cocok." Tanya Fazar.


" Aku tahu Zar, kalian Saudara, Tapi belum tentu sumsum tulang kalian sama dan cocok walaupun kalian sedarah. Dan kami juga harus tahu Zar, sumsum tulang orang di luar sana bisa saja cocok dengan Fadil walaupun mereka tidak sedarah darah dengan kalian." Jawab Faris menjelaskan." Tapi kami akan mengecek apakah sumsum tulang kalian sama atau tidak." Ucap Faris kembali.


" Aku akan memberikan biaya apapun asalkan Fadil bisa sembuh." Ucap Fazar begitu sangat bersungguh-sungguh. Fazar sangat tidak mau sampai kehilangan adiknya itu.


" Aku juga tidak mempermasalahkan biaya karena aku tahu kamu bisa mengeluarkan semua kekayaan mu demi kesembuhan Fadil. Aku akan berusaha sebaik mungkin agar Fadil bisa sembuh. Bantu kami dengan doa Zar. agar Fadil bisa sembuh dari penyakitnya itu." Ucap Faris.


" Siapkan yang terbaik Faris. Aku akan melakukan apapun itu asal adikku bisa sembuh." Perintah Fazar.


" Kita hanya perlu mengecek apakah sumsum tulang mu cocok tidak dengan Fadil." Ucap Faris sambil berdiri dari duduknya. Fazar hanya bisa mengangguk mengikuti langkah Faris yang melangkah ke arah luar.


.


.


Setelah mengecek Sumsum tulang dari Fazar yang ternyata tidak cocok dengan Sumsum tulang Fadil. Membuat Fazar dan Faris bingung harus bagaimana lagi setelah mengecek itu yang ternyata Tidak ada kecocokan sama sekali.


Bukan saja Fazar, melainkan Fazri juga yang ingin mendonorkan Sumsum tulangnya untuk Fadil. Sama sama tidak bisa karena Fazri sama dengan Fazar tidak ada kecocokan sumsum tulang mereka.


Bukan saja Fazar atau Fazri. Tapi Sisi juga yang sama sama ingin mendonorkan Sumsum tulang nya tapi sama tidak bisa karena mereka sama yaitu tidak ada kecocokan sama sekali yang membuat mereka bertiga tidak bisa mendonorkan Sumsum tulang mereka, Walaupun Mereka sedarah. Fazar yang memikirkan sampai Frustasi karena dilanda kebingungan.


Fazar juga tidak mau putus asa sampai-sampai, dia menyuruh anak buahnya, untuk mencarikan Orang yang mau mendonorkan sumsum tulangnya untuk Fadil. Dan siapapun itu orang yang mau mendonorkan sumsum tulangnya, Fazar akan memberikan imbalan apapun itu. Asal sang adik bisa sembuh.


" Aku begitu sangat tidak pantas di anggap Abang, Faris. Karena aku tidak bisa menjaga adikku Sendiri." Ucap Fazar lirih dengan pandangan lurus kedepan. Membayangkan dirinya begitu sangat lalai sampai sampai membuat Dirinya tidak tahu kalau Fadil memiliki masalah yang jauh lebih berat darinya." Aku begitu sangat egois, Sampai sampai aku melupakan keluarga ku sendiri. Tidak memikirkan apa yang terjadi kepada keluarga ku karena aku memilih menyelesaikan masalahku sendiri daripada mencari tahu apakah keluarga ku memiliki masalah atau tidak." Ucap Fazar begitu sangat bersalah karena selama tiga tahun dia memilih menghindari keluarganya. Fazar akan menyalakan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu kepada Fadil adiknya.


Faris yang berada di sebelah Fazar bisa mendengar semua ucapan Fazar barusan. Faris tahu apa yang terjadi kepada keluarga Fazar yang sempat berantakan hanya karena seseorang wanita yang sudah mengkhianati Fazar. Dan membuat Fazar memilih pergi daripada tinggal yang nantinya akan membuat kenangan masalalunya terbayang-bayang di kepalanya.


" Kamu tidak perlu menyalakan dirimu Zar, Karena ini semua bukan salah mu. Melikan sebuah ujian untuk kita, Sanggup tidak saat kita menghadapi cobaan ini." Ucap Faris mengusap punggung sahabatnya itu.


" Aku tahu itu Faris, Allah hanya ingin menguji kita agar kita dekat padanya. harus nya aku banyak-banyak bersyukur karena Allah masih mengingatkan ku agar aku bisa bersyukur." Ucap Fazar." Aku akan selalu bersyukur Allah masih memberikan ku suatu ujian untukku itu artinya Allah begitu sangat menyayangi ku dan Allah hanya ingin kita dekat dengan nya." Ucap Fazar kembali membuat Faris tersenyum dengan pemikiran sahabat nya itu.


" Ya kita harus banyak belajar dari cobaan yang kita hadapi." sambung Faris. membuat Fazar mengangguk menyetujui apa yang Fazar ucapkan.

__ADS_1


Saat mereka sedang mengobrol di luar ruangan Fadil. Dari dalam rungan keluar seorang perawat wanita membuka yang membuka pintu dengan sangat terburu-buru. Wajah dari wanita itu terlihat khawatir.


Sedangkan Fazar atau Faris belum menyadari itu semua.


Perawat wanita itu melangkah mendekati Faris dan juga Fazar yang masih membicarakan soal keadaan Fadil." Dokter Faris, pasien mengalami kejang kejang." Ucap perawat wanita itu melaporkan soal keadaan Fadil yang tiba tiba saja kejang kejang.


" Astaghfirullah." ucap Fazar dan Faris bersamaan karena merasa kaget dengan ucapan perawat itu membuat keduanya berdiri dari duduknya.


" Siapkan alat yang saya butuhkan." Perintah Faris yang mendapatkan anggukan dari perawat itu, Faris dan perawat itu melangkah masuk kedalam rungan Fadil, Meninggalkan Fazar sendiri yang sedang gelisah karena khawatir dengan keadaan Fadil setelah mendengar apa yang perawat tadi katakan.


" Ya Allah semoga adik hamba tidak kenapa-kenapa ya Allah." Doa Fazar yang melangkah mendekati pintu ruangan Fadil untuk melihat apa yang terjadi dari dalam.


Dari Kaca Kecil Fazar bisa melihat apa Saja yang dilakukan oleh Faris dan juga beberapa perawat lainnya.


.


.


Tidak terasa siang tadi Kini berganti malam.


Suasana rumah sakit itu masih sama seperti sore tadi, sepi hanya ada beberapa perawat yang lewat dan beberapa orang lainnya.


Fazar yang dari tadi siang berada di rumah sakit hanya bisa berdiam menunggu kabar dari dokter tentang keadaan Fadil


Saat beberapa jam yang lalu, Fadil mengalami kejang-kejang yang membuat Fadil di nyatakan kritis oleh dokter Faris. Fazar yang mendengar pernyataan Faris begitu sangat tidak percaya, sampai sampai membuat Fazar tidak percaya dengan perkataan sahabat nya itu.


Fazar yang dari tadi melihat kearah pintu ruangan Fadil hanya bisa menunggu sampai dokter Faris keluar, dan membiarkan nya untuk menemui adiknya itu. Apalagi selama Fadil masuk kedalam ruangan itu, Fazar belum bisa menemui Fadil. Karena dokter Faris belum membolehkan hal itu, melihat kondisi Fadil yang memburuk.


Fazar juga sudah mengetahui sebuah kenyataan dari Faris, Kalau kemarin malam itu Fadil tidak pulang itu karena Fadil Mengalami kendala karena penyakit yang dia derita tiba-tiba saja kambuh dan hal itu yang membuat Fadil tidak bisa pulang kerumah karena harus melakukan kemoterapi dan beberapa pengobatan lainnya yang membuat Fadil tidak bisa tidur karena menahan rasa sakitnya itu.


Bukan hal itu saja yang Faris ceritakan, Tapi soal kenapa Fadil sering menghilang mendadak dan para anak buahnya tidak bisa menemukan keberadaan Fadil. Itu semua Fazar sudah mengetahuinya. Kalau sebenarnya Fadil melarikan dirinya untuk melakukan pengobatan tapi dengan cara sembunyi-sembunyi karena Fadil tidak mau kalau sampai Fazar tahu. Apalagi Fadil mengetahui kalau Fazar mengawasi mereka dua puluh empat jam. maka dari itu Fadil sering membuat dirinya lari dengan caranya sendiri. Yaitu menghilang Tanpa ada jejak sama sekali.


" Maafkan aku dik, karena baru mengetahui semua alsan kenapa kamu sering menghilang dari pengawasan ku, Itu semua karena Kamu sedang berobat, Maafkan abang juga dik yang tidak mencari tahu, terlebih dahulu kenapa kamu sering menghilang secara misterius." Ucap Fazar yang merasa bersalah setelah mendengar semua cerita dari Faris kenapa Fadil sering menghilang secara mendadak.


Rasa bersalah Fazar semakin menjadi setelah mendengar semua cerita Faris yang ditambah dengan perkataan Faris.


Fadil Hanya tidak mau membuat kalian sedih hanya karena penyakitnya. Fadil tidak mau membuat kalian kwartir hanya karena dirinya, Tapi Fadil hanya menginginkan jika kalian bahagia tanpa ada rasa sakit sama sekali. Biarlah dia menahan rasa sakitnya dengan cara menyembunyikan penyakitnya daripada melihat kalian bersedih hanya karena kalian tahu soal penyakitnya.


Perkataan Faris bagaikan rasa sakit yang teramat dalam untuk Fazar setelah mengetahui jika adiknya itu masih mementingkan keluarga nya di bandingkan dengan dirinya yang tertawa di atas rasa sakitnya.

__ADS_1


Dari kejauhan, Seorang pria bisa melihat Kalau Fazar sedang termenung sendirian sambil menatap rungan rawat Fadil. Pria itu tahu apa yang di rasakan Fadil sekarang.


Pria itu melangkah mendekati Fazar lalu duduk di sebelah Fazar." Makan dulu bang, Rido tahu kalau Bang pasti belum makan." Ucap pria yang tidak lain adalah Rido.


Fazar melihat kearah Rido yang sedang memberikan nya satu kotak Tupperware yang berisi makanan dan juga sebotol air mineral.


" Aku tidak lapar Rido." Tolak Fazar, Membuat Rido menghela nafasnya.


" Bang Jika abang tidak makan maka abang akan sakit dan hal itu akan memperburuk keadaan. Lebih baik sekarang Abang makan dulu." Ucap Rido yang berusaha untuk membujuk Fazar, Karena Rido tahu tau kalau sahabatnya itu belum makan apapun jika sedang gelisah seperti sekarang.


" Aku tidak lapar Rido." Tolak Fazar kembali. Jangan memaksa ku lagi jika tidak mau gaji mu tidak mau di potong." Ucap Fazar terkesan seperti mengancam.


Rido yang mendengar ancaman fazar hanya bisa mendengus kesal." Oke, Jika itu yang abang inginkan." Jawab Rido." Tapi jika Abang lapar segeralah untuk makan, Jika tidak nanti abang akan sakit." Ucap Rido kembali.


kini Rungan itu kembali hening. Sampai Rido membuka suaranya.


" Bang bagaimana dengan keadaan Fadil." Tanya Rido, yang memang belum mengetahui keadaan Fadil sekarang, Karena Rido sendiri baru tahu kalau Fadil masuk rumah sakit, itu juga kalau tidak di beritahukan oleh anak Buah dari Fadil.


Rido yang mendengar kalau sahabat dan juga Bosnya itu masuk rumah sakit segera pergi untuk pergi kerumah sakit, Padahal Rido baru saja pulang dari kantor.


Rido juga belum tahu kalau Fadil terkena penyakit leukemia karena Rido belum di beritahu.


Fazar melihat kearah Rido lalu menceritakan Apa yang terjadi kepada Fadil sampai sampai Fadil masuk kerumah sakit.


Rido yang mendengar itu begitu sangat terkejut, saat mengetahui kalau sahabatnya itu terkena penyakit yang sangat matikan. Rido tidak menyangka itu." Inalillahi." Ucap Rido tidak percaya." Benarkah itu bang." Tanya Rido tidak percaya kalau Fadil terkena penyakit leukemia stadium akhir atau empat.


" Iya Rido." Jawab Fazar sambil menundukkan kepalanya karena menahan air matanya agar tidak keluar. Rido bisa melihat itu semua, Apa yang dirasakan oleh Fazar sekarang sebagai abang.


" Rido akan memeriksakan apa sumsum tulang Rido sama tidak dengan sumsum tulang Fadil, Jika cocok Rido akan memberikan sumsum tulang Rido untuk Fadil."Ucap Rido sambil berdiri dari duduknya.


Membuat Fazar mengangkat kepalanya melihat ke arah Rido." Terimakasih Rido, kamu memang sahabat yang terbaik." Mendengar ucapan dari Fazar membuat Rido tersenyum.


" Kita sahabat bang, Maka dari itu kita harus saling membantu." Ucap Rido." kalau gitu aku memiriskan nya terlebih dahulu." Ijin Rido yang mendapatkan anggukan dari Fazar. Rido melangkah ke arah perawat yang baru keluar dari ruangan rawat Fadil. Untuk memberitahukan maksudnya.


Sedangkan dari Jauh Fazar hanya memerhatikan sahabat itu, Yang mau membatu Fadil." Ya Allah semoga sumsum tulang Rido dan Fadil sama." Doa Fazar yang melihat Rido pergi bersama dengan seorang perawat.


Bersambung.


jangan lupa komen like vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2