Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 81


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain


Seorang pria memasuki lobby rumah sakit dengan sedikit berlari. Menyusuri lorong rumah sakit dengan tergesa gesa.


Ckek.


Suara pintu terbuka, Lalu Fazar masuk kedalam ruangan Fadil.


Di dalam ruangan itu terdapat Dokter Faris, Sisi, Zain dan Rido, Yang sedang menangis.


Melihat keluarga nya yang menangis membuat Fazar begitu sangat takut kalau terjadi sesuatu kepada pada Fadil.


Karena rasa takutnya membuat Fazar mendekati Ranjang adiknya itu dengan hati yang was was karena Fazar takut saat apa yang dia lihat nanti.


Fazar mendekati ranjang Fadil dan bisa melihat kalau Fadil sudah siuman dari kritisnya, karena Fadil sudah melewati masa kritis nya yang sudah seminggu tidak sadar.


Padahal kata dokter Faris kondisi Fadil begitu sangat memburuk seminggu ini. Tapi dengan kekuatan Fadil yang masih ingin hidup membuatnya siuman kembali. Karena Fadil masih memiliki kekuatan untuk melawan kanker yang terkena pada tubuhnya dan memiliki tekad untuk sembuh.


" Alhamdulillah dek, akhirnya kamu siuman juga, dek." Ucap Fazar begitu sangat bahagia, sampai sampai Fazar meneteskan air matanya karena begitu sangat bahagia. Semua yang berada di ruangan Fadil sama sama merasakan kebahagiaan yang Fazar rasakan karena Fadil yang sudah siuman.


Sedangkan Fadil yang belum bisa berbicara karena baru saja sadar, hanya bisa tersenyum melihat keluarganya yang sudah berkumpul di ruangnya. Fadil yang melihat keluarganya yang menangis karena dirinya, membuat Fadil merasakan rasa bersalah kepada keluarganya. Karena dirinya keluarganya harus ikut menangis.


Rasanya Fadil ingin mengusap air mata yang Keluar dari mata Abang dan juga ibunya, Tapi tangan tidak bisa melakukan itu karena Fazar belum kuat mengangkat tangannya. Apalagi alat alat yang membantu nya untuk hidup masih menempel pada tubuh nya.


Sedangkan bunda Sisi yang melihat putranya yang menangis mendekati ranjang Fadil, berdiri di samping Fazar." Bunda senang kamu kembali nak." Ucap Sisi penuh haru melihat mata yang selama seminggu itu tertutup kini kembali terbuka, walaupun wajah itu begitu sangat pucat." Jangan membuat Bunda kembali kwartir lagi Fadil. Bunda begitu sangat kwartir melihat kamu seperti ini." Ucap Bunda Sisi sambil menatap putranya itu.


Bunda Sisi begitu sangat senang bisa melihat anaknya yang sudah siuman dari kritisnya. Karena setelah Fadil sadar dari kritis, Fazar akan mengirim Fadil ke kota J untuk melakukan pengobatan.


.


.


Setelah di nyatakan siuman Fadil akan mendapatkan beberapa pengecekan terlebih dahulu sebelum Fadil akan pergi ke kota J untuk melakukan pengobatan. Karena Resiko begitu sangat besar jika Fadil melakukan penerbangan di saat keadaan yang begitu sangat menurun.


Sedangkan keempat orang itu itu sedang berada di luar ruangan rawat Fadil, Karena Fadil sedang melakukan pemeriksaan di dalam.


Bunda Sisi yang duduk di kursi dengan pandangan kosong memikirkan bagaimana dengan kondisi Fadil sekarang. Sedangkan Fazar hanya berdiri dengan tubuh yang di sadarkan didinding, dengan pandangan tetap lurus menatap pintu ruangan Fadil.


" Tuan." Panggil Zain membuat Fazar melihat ke arah sekertaris nya itu." Tuan, saya akan pergi ke Mushola, soalnya saya belum melaksanakan shalat Zuhur." Ijin Zain, karena sekarang hampir melewati sholat Zuhur tapi Zain belum melaksanakan shalat Zhuhur, Karena Zain terlalu sibuk dengan pekerjaan nya. Apalagi selama seminggu terakhir Zain harus menghandle perusahaan yang dipimpin oleh Fadil membuat nya semakin sibuk. Sedangkan Rido tidak bisa membantunya karena sedang membantu Fazar untuk mencari orang yang mau mendonorkan sumsum tulang yang cocok untuk Fazar membuat Rido tidak bisa fokus dalam satu pekerjaan karena Rido juga harus menghandle perkejaan yang lain nya.


Fazar mengangguk mengerti." Pergilah." Jawab Fazar. Zain tersenyum lalu membungkuk hormat, melangkah keluar mengarah ke Mushola.


Kini Tinggal Rido, Sisi dan Fazar di luar ruangan Fadil. menunggu dokter Faris keluar memberitahukan keadaan Fadil sekarang apakah bisa untuk pergi ke kota J.


Tidak lama dokter Faris pun keluar dari ruangan Fadil.


Bunda Sisi yang sedang duduk di kursi segera berdiri dari duduknya saat melihat Dokter Faris keluar dari ruangan Fadil.


" Ris, bagaimana dengan kondisi Fadil. Apakah bisa melakukan perjalanan jauh." Tanya Fazar saat Faris berdiri di hadapannya.


" Kondisi Fadil sedikit membaik Zar. Fadil bisa melakukan perjalanan jauh Tapi kita harus menunggu nya selama dua hari untuk mengontrol kondisi Fadil sementara. Sampai Fadil bisa melakukan perjalanan ke kota J. Karena Fadil harus mengepulkan staminanya terlebih dahulu, sebelum dia melakukan perjalanan. Apalagi Fadil baru saja siuman dari kritisnya membuat kondisinya belum begitu membaik jadi biarkan dia beristirahat terlebih dahulu." Jawab Dokter Faris menjelaskan.


Membuat mereka bernafas lega." Lakukan yang terbaik Ris, agar dua hari ke depan Fadil bisa melakukan perjalanan ke kota J." Ucap Fazar.


" Aku akan melakukan yang terbaik Zar. Agar Fadil bisa sembuh." Jawab dokter Faris.

__ADS_1


" Amin. Semoga Setelah Fadil sesampai di kota J, Fadil bisa mendapatkan sumsum tulang yang sama dengannya di kota J." Ucap Bunda Sisi.


Sisi masih khawatir dengan kondisi Fadil yang sampai sekarang belum menemukan sumsum tulang yang cocok untuk putra keduanya itu.


" Amin Bu. Semoga sesampainya di sana Fadil akan menemukan sumsum tulang yang cocok untuknya dan Fadil bisa sembuh kembali." Sambung Fazar mendekati bundanya lalu merangkulnya dari samping untuk memeluk bundanya itu agar bunda Sisi merasa lebih tenang. Karena Fazar tahu bagaimana khawatirnya Bunda Sisi, selama beberapa hari ini karena kondisi yang Fadil semakin menurun.


Sebenarnya dalam Lubuk hati Fazar yang terdalam Fazar begitu sangat kwartir karena sampai sekarang belum menemukan orang yang memiliki sumsum tulang yang cocok untuk Fadil. Padahal sudah banyak orang yang ingin mendonorkan sumsum tulang mereka. Tapi sayang sumsum tulang orang-orang tidak ada yang memiliki kecocok seperti Sumsum tulang yang di miliki oleh Fadil.


Maka dari itu Fazar ingin mengecek apakah keluarganya yang berbeda di kota J memiliki Sumsum tulang yang cocok seperti Fadil atau tidak.


" Ya Allah, Semoga sesampainya di sana Fadil mendapatkan pendonor sumsum tulang yang cocok dengannya." Doa Fazar dalam hatinya


" Aku lupa memberitahu mu zar, Kalau di kota J. Ada dokter spesialis kangker yang akan mengobati Fadil selama di sana. Aku telah konsultasi ke dokter itu. memberitahukan dokter kalau Fadil akan berobat di sana." Ucap dokter Faris. Membuat Fazar mengangguk mengerti. Ternyata Sahabatnya itu selalu bisa di andalkan selama Fazar membutuhkan nya.


" Makasih Ris." Ucap Fazar Tulus mendapatkan senyuman dari dokter Faris.


" Tidak usah berterimakasih Zar, karena apa yang aku lakukan belum bisa membayar semua yang Keluargamu lakukan untuk kami selama ini." Jawab dokter Faris.


" Apakah kami bisa menemui Fadil, Faris." Tanya Bunda Sisi yang begitu sangat ingin menemui Putranya yang masih berada didalam. Bunda Sisi begitu sangat merindukan putranya yang selama seminggu ini tertidur.


Dokter Faris mengangguk." Boleh, Tante. Tapi setelah kami memindahkannya ke ruangan Perawatan agar kalian bisa dengan leluasa untuk menemui Fadil." Jawab Dokter Faris membuat senyuman Sisi mengembang.


" Terimakasih, Faris." Ucap bunda Sisi yang mendapatkan senyuman tulus dari dokter Faris.


" Kalau begitu aku ruanganku Zar, Tante. Nanti ada perawat yang memindahkan Fadil" Ijin Dokter Faris yang mendapatkan anggukan dari Fazar. Faris melangkah meninggalkan ketiga nya.


Sedangkan Rido yang berada di situ hanya menjadi pendengar setia apa saja yang mereka perbincangkan oleh mereka, Sampai Rido Melihat kalau Dokter Faris sudah pergi.


" Bang." Panggil Rido membuat Fazar melihat kearah Rido.


" Aku mendapatkan kabar dari orang suruhan kita. Kalau proyek kita yang berada di Kota B mengalami kendala dan Abang harus turun tangan untuk memperbaiki semuanya karena hanya abang yang bisa menangani semuanya. Apalagi rekan bisnis abang melakukan kecurangan terhadap pembangunan proyek itu." Jawab Rido sambil menjelaskan apa permasalahan yang sekarang mereka hadapi.


Fazar yang mendengar penjelasan Rido mengusap wajahnya karena frustasi, belum selesai masalah satunya kini timbul kembali masalah lain yang membuatnya Semakin bingung.


Fazar melepaskan tangannya yang masih merangkul bundanya, membuat Fazar melangkah mundur lalu duduk di kursi.


Di sisi lain Fazar ingin mengantar adiknya untuk melakukan pengobatan di kota J. Memastikan kalau adiknya itu mendapatkan pengobatan yang terbaik. Tapi disisi lain perkejaannya akan terbengkalai jika dirinya meninggalkannya.


Bunda Sisi yang melihat putranya pertamanya yang tampak begitu frustasi melangkah mendekati Fazar. Bunda Sisi menepuk Bahu Fazar untuk memberikannya kekuatan. Agar Fazar tetap kuat menghadapi semua ujian yang Fazar hadapi." Selesaikan masalah pekerjaan mu Zar. Bunda yang akan memastikan kalau Fadil mendapatkan pengobatan terbaik. Tenanglah masih ada bunda yang bisa menjaga Fadil." Ucap bunda Sisi yang berusaha untuk menenangkan Fazar. Karena Sisi tahu putranya sedang frustasi saat melakukan pilihan. Apakah harus memilih adiknya yang sedang sakit karena sekarang membutuhkan nya. Tapi di sisi lain pekerjaannya akan Terbengkalai jika ia tidak menyelesaikan masalah perusahaannya.


" Tidak bisa Bu. Abang harus menemani Fadil apapun terjadi karena sudah menjadi tanggung jawab abang ke adik adik abang." Jawab Fazar tidak setuju dengan ucapan bundanya." Fazar akan melakukan apapun demi Fadil, Asal Fadil bisa sembuh." Ucap Fazar kembali.


" Bunda tidak mempermasalahkan itu Zar. Hanya saja pekerjaan mu membutuhkan mu sekarang. Jika sampai Fadil sampai tahu kalau abangnya sengaja meninggalkan pekerjaannya hanya karena dirinya, Pasti Fadil akan merasa bersalah jika sampai dia mengetahui hal itu." Fazar yang Mendengar apa yang bunda Sisi ucapkan membuat Fazar terdiam karena apa yang dikatakan oleh bunda Sisi itu memang benar. Jika sampai Fadil mengetahui kalau Dirinya meninggalkan pekerjaan hanya demi kesembuhan Fadil. Pasti Fadil akan merasa bersalah dan menyalahkan dirinya." Tetap fokus ke masalah perusahaanmu, Setelah selesai semua barulah kamu menemani Fadil untuk melakukan pengobatan." Saran bunda Sisi membuat Fazar berpikir.


" Apakah tidak bisa menyuruh orang suruhan kita atau kamu Rido untuk turun tangan di permasalahan ini." Tanya Fazar.


Rido yang mendengar pertanyaan Fazar hanya menggeleng." Tidak bisa bang. Soalnya hanya abang yang bisa menyelesaikan masala proyek ini. Apalagi rekan bisnis abang yang bermain licik dalam proyek abang dengan liciknya. Yang membuat abang akan mengalami kerugian besar karena permasalahan ini, Maka dari itu abang harus turun tangan." Jawab Rido memberikan penjelasan membuat kembali Fazar terdiam.


Fazar bingung harus melakukan apa dalam posisi seperti ini. Biasanya dia akan bersikap tenang setiap mengambil keputusan. Tapi berbeda dengan kali ini yang membuatnya bingung saat akan mengambil keputusan. Apa mungkin karena permasalahan kali ini bukan saja permasalahan perusahaan nya melainkan masalah adiknya.


" Aku akan menyelesaikan urusanku di kantor setelah itu barulah aku akan menemani Fadil untuk melakukan pengobatan. Fadil akan tetap berobat di kota J." Ucap Fazar memberikan keputusannya." Aku akan memantau kalian dari jauh, setelah urusanku selesai aku akan kembali ke kota J. Sementara Rido yang akan menemani bunda dan Fadil di kota J." Ucap Fazar kembali dengan mengatakan kalau Rido yang akan menerima tanggung jawab sementara di sana.


Mendengar keputusan dari Fazar, membuat bunda Sisi hanya mengangguk menyetujui nya." Bunda setuju Zar. Bunda ikut apa saja keputusanmu." Ucap Sisi kembali.


" Rido juga akan selalu menemani bunda sampai pekerjaan abang selesai." Jawab Rido.

__ADS_1


.


.


Sedangkan Di dalam ruangan.


Fadil yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit hanya bisa terdiam memikirkan apakah dia masih bisa sembuh atau tidak. Mengingat perkataan dokter Faris yang mengatakan kalau kanker yang dia derita sudah memasuki stadium akhir atau stadium empat. Menandakan kalau hidupnya tidak akan lama lagi. Di tambah keadaannya yang semakin hari semakin memburuk membuat hidupnya seperti di gantung antara hidup dan mati.


Belum tentu dengan melakukan operasi pencangkokan sumsum tulang dia akan sembuh. Karena melakukan operasi itu memiliki resiko tersendiri dan bisa saja kanker itu tumbuh kembali walaupun dirinya sudah melakukan operasi pencangkokan sumsum tulang. Apalagi Leukemia yang di deritanya ada leukemia yang begitu sangat Ganas yang bisa saja tumbuh setiap saatnya walaupun dia sudah melakukan pengobatan.


Jika saja Fadil bisa meminta dia akan memilih untuk pergi dari dunia ini daripada ia menyusahkan keluarganya.


" Rasanya aku lelah jika terus menerus merasakan rasa sakit ini. Rasanya aku ingin pergi agar aku tidak menyusahkan keluarga ku lagi. Andai aku bisa lari maka aku akan lari untuk pergi menjauh."


" Aku benci dengan takdir yang terus mempermainkan ku." Batin Fadil menjerit.


karena Fadil tidak bisa membuka mulutnya.


Jangankan membuka mulutnya bergerak saja sangat sulit. seperti tubuhnya itu tidak berdaya.


Karena terlalu lama menjerit dalam batinnya dan tidak ada satupun orang yang bisa mendengarnya.


Sampai ingatannya tertuju pada nama gadis yang membuatnya kuat hanya kerena perasaannya selama ini kepada gadis itu.


" Wiyah." Batin Fadil saat mengingat kalau dia sudah melamar gadis itu dan akan membawa keluarganya untuk memperkenalkan mereka. Tapi sayang itu tidak terjadi karena sebelum Fadil mengantarkan keluarganya untuk menemui gadis itu, Fadil harus jatuh pingsan karena penyakitnya kembali kembu dan dirinya sendiri tidak tahu sudah berapa lama dirinya tertidur.


" Aku tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur. Aku yakin pasti Wiyah menganggap kalau aku berbohong setelah datang kerumahnya untuk melamarnya. Tapi aku juga yang harus menghilang tanpa kepastian. Aku yakin pasti Wiyah akan membatalkan rencana pertunangan kami." Batin Fadil begitu sangat pusing setelah mengikat ternyata karena penyakitnya membuat dirinya harus gagal melakukan pertemuan dua keluarga.


" Aku yakin setelah ini, Wiyah tidak akan mau bertemu denganku lagi. Semua apa yang aku rencanakan akan gagal." Fadil sedih setiap apa yang rencanakan akan gagal hanya karena satu masalah." Padahal selama ini aku sudah merencanakan semuanya."


Yang Fadil tidak tahu. Kalau sebenarnya Wiyah belum memberitahukan keluarganya kalau lamaran Fadil sudah Wiyah terima. Karena sampai sekarang Wiyah belum memberitahukannya karena Wiyah sendiri memiliki masalah yang Fadil sendiri tidak tahu. Karena di hari dimana Fadil jatuh pingsan di hari itu masalah Wiyah datang sampai sampai lupa memberitahukan kepada keluarganya kalau dirinya sudah menerima lamaran dari Fadil.


Fadil terdiam setelah apa yang terjadi kepada dirinya apakah pantas untuk gadis seperti Wiyah.


Apakah pantas untuk mendampinginya karena dirinya sendiri memiliki penyakit yang bisa saja setiap saat nya akan pergi meninggalkan dunia ini. meninggalkan Gadis yang ia cintai tanpa memberikannya kebahagiaan.


Seharusnya Fadil menikahi seorang Gadis untuk membuat gadis itu bahagia, Bukannya membuat gadis itu susah karena harus merawatnya.


Tapi Fadil juga tidak mau melihat kalau sampai gadis itu bersama dengan orang lain, Melihat senyumannya itu untuk orang lain karena Fadil begitu sangat mencintai gadis itu. Terkesan egois, Tapi Fadil memiliki hati sebagai seorang Pria yang tidak suka jika gadis yang dia cintai bersama dengan orang lain. Tapi sekarang Fadil tidak bisa melakukan apa apa selama ia memiliki penyakit ini yang bisa saja membuatnya pergi di setiap saatnya di saat itu membuat Fadil memilih menyerah dan memilih untuk pergi.


Tapi Fadil masih memiliki banyak rencana yang belum selesai, Termasuk melihat senyuman bahagia dari abang nya Fazar yang terkesan bukan paksaan. Bukan itu saja impian Fadil tapi melihat abangnya itu menikah, itu adalah satu impian yang paling Fadil tunggu.


Karena Kedua impian itu belum terkabul yang membuat Fadil tidak mau meninggalkan dunia ini tanpa melihat abangnya itu menikah.


Tapi bisakah mimpi nya terkabul di waktu yang cepat.


Sebentar Fadil terdiam membayangkan memimpinnya yang tidak bisa terwujud. Sampai Satu pikiran yang tiba-tiba hadir di kepalanya yang membuat Fadil senang bercampur sedih. Tapi apa yang melintas di pikiran Fadil akan lakukan karena itu yang terbaik.


" Semoga apa yang aku pilih ada jalan terbaik."


Bersambung.


Apa yang dipikirkan oleh Fadil ya. ada yang tahu ngga.


Jangan lupa like komen dan vote nya.

__ADS_1


__ADS_2