
" Wiyah." Panggil orang didalam mobil yang tidak lain Fadil, Dengan senyum yang bisa di lihat oleh Wiyah karena kaca mobil itu sedikit di buka.
Wiyah sudah menebak kalau mobil yang berhenti di depannya Fadil. Pria yang selalu datang untuk menemuinya dan Windi jika mereka sedang kepasar berdua. Yang Wiyah tidak tahu kalau Fadil ada maksud tertentu.
" Wiyah." Sapa Fadil sambil menurunkan kaca mobilnya dengan otomatis." Mau kemana." Tanya Fadil yang pura pura tidak tahu Wiyah akan kemana.
" Mau kepasar kak." Jawab Wiyah dengan tersenyum.
" sendiri.''
" Iya kak Fadil.''
" Emangnya kak Windi kemana." Tanya Fadil yang tidak melihat kehadiran Windi yang biasanya selalu bersama dengan Wiyah setiap mereka kepasar. Tapi hari ini Windi sama sekali tidak ada.
" Kak Windi lagi keluar bersama dengan suaminya, Karena ada urusan keluarga." Jawab Wiyah membuat Fadil hanya ber oh.
" Wiyah, Biar aku antar.'' Tawar Fadil.
" Engga usah kak Fadil, aku bisa naik angkot." Tolak Wiyah lembut.
__ADS_1
" Ngga apa-apa Wiyah, sekalian saja aku juga searah dengan jalan ke pasar" Ucap Fadil bohong karena sudah sering mengantarkan Wiyah dan Windi kepasar membuat Fadil tahu
Pasar mana yang akan Wiyah singgahi.
Wiyah menolak ajakan dari Fadil tapi karena Fadil memangsa Wiyah untuk ikut karena Fazar akan mengantraka Wiyah kepasar. Karena di paksa membuat Wiyah mau ikut membuatnya masuk kedalam mobil Fadil di bagian kursi belakang.
" Maaf Kak Fadil aku duduknya di bagian belakang. Soalnya takut dengan Fitnah jika aku hanya duduk berdua dengan kak Fadil didalam mobil.'' Ucap Wiyah merasa tidak enak kalau dia harus duduk di belakang.
" Ngga apa-apa Wiyah jika itu yang membuat mu merasa nyaman." jawab Fadil " aku juga senang bisa jadi supir dari penumpang yang cantik kaya kamu." Ucap Fadil dengan sedikit gombalan membuat Wiyah hanya tersenyum mendengar gombalan dari Fadil.
Apalagi selama dua bulan mereka berteman membuat Wiyah tidak merasa canggung lagi jika berbicara dengan Fadil. Karena selama Fadil berbicara masih diatas wajar membuat Wiyah masih menerimanya sebagai teman.
Apalagi selama Wiyah menjadi sahabat Fadil selama dua bulan terakhir. kemanapun Wiyah pergi pasti Fadil di ada situ. Fadil seperti mengikuti dirinya kemanapun dia pergi.
Sedangkan Fadil sendiri tidak pernah mempermasalahkan kalau wiyah harus duduk di belakang dan dia harus menjadi supirnya.
Yang terpenting saat pujaan hatinya merasa nyaman untuk bisa bersamanya. Walaupun Fadil tidak tahu apakah Wiyah ada perasaan untuknya atau tidak.
Fadil juga tahu Wiyah gadis yang seperti apa
__ADS_1
maka dari itu Fadil berusaha untuk membuat Wiyah merasa nyaman dan mau berteman dengannya. Walaupun kata teman nantinya akan berubah menjadi makna tersendiri.
Fadil hanya menunggu waktu itu. Waktu yang bisa membuktikan kata cinta tidak perlu diucapkan, tapi berusaha untuk membuktikan secara diam dengan kata berteman.
Fadil bisa saja mengatakan kalau dia menyukai Wiyah. Tapi itu tidak mungkin karena Fadil takut dengan keluarga Wiyah yang tidak akan mau menerimanya membuat Fadil hanya diam dalam mencintai.
Fadil hanya ingin Wiyah mengenalnya sebagai teman bukan sebagai pria yang menyukainya walaupun dalam kenyataannya Fadil benar benar menyukai Wiyah dari pandangan pertama.
Fadil selalu mengingat kata.
Cinta dalam diam itu jauh lebih indah dari pada di ungkapan.
Walaupun dalam faktanya mencintai dalam diam itu jauh lebih sakit daripada di ungkapan.
Apalagi melihat dia yang menikah dengan orang lain. Pasti begitu sangat menyakitkan jauh lebih menyakitkan daripada kamu diputuskan
......................
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya.
biar author makin semangat buat up.