
Sedangkan di sisi lain yaitu kediaman Fazar.
Fazar yang baru saja selesai berolahraga duduk dimeja makan, karena baru saja menyelesaikan olahraga yang membuat Fazar sedikit lelah membuatnya memilih untuk duduk sambil menunggu jus yang dia minta pada pembantunya.
" Ini tuan jusnya." Ucap Bu Neneng yang baru selesai membuat sebuah jus wortel. Wanita paruh baya yang baru bekerja dengan Fazar selama dua terakhir." Makasih Bu.'' ucap Fazar.
" Sama-sama tuan.'' Jawab Bu Neneng.'' Apa tuan membutuhkan sesuatu." Tanya Bu Neneng.
" Saya tidak membutuhkan sesuatu lagi Bu Neneng." Jawab Fazar." Tapi hari ini saya tidak sarapan dirumah, karena saya akan pergi sarapan di luar." Ucap Fazar kembali.
" Baik tuan." Jawab Bu Neneng sambil mengangguk mengerti. Kemudian Bu Neneng kembali kedapur untuk mengerjakan pekerjaannya.
Fazar tidak memperkejakan banyak pembantu karena dia hanya ingin menikmati kesendiriannya. Fazar hanya memperkejakan sepuluh orang pekerja. Seperti lima pembantu yang memiliki pekerjaan yang berbeda beda,
Seperti Bu Neneng, yang akan bekerja untuk membuat sarapan untuk Fazar. Sedangkan empat pembantunya yang lain bekerja untuk membersihkan rumah Fazar.
keempat pembantunya yang lain tidak nginap seperti Bu Neneng, karena Fazar hanya mempekerjakan mereka setengah hari.
Sedangkan sepuluh dari pembantu yang lain yaitu dua security yang akan menjaga rumah Fazar dan tiga bodyguard yang bertugas untuk melindunginya.
Bukan fazar tidak mampu untuk membayar beberapa anak buah lagi. Tapi karena keinginnya untuk menyendiri membuat Fazar memilih menyewa hanya sedikit bodyguard yang melindunginya.
Mungkin perkiraan orang hanya sedikit tapi di luar sana masih banyak bodyguard yang melindungi Fazar secara tersembunyi karena itu permintaan Fazar sendiri.
.
.
Selesai beristirahat dan menghabiskan jusnya
Fazar melangkah naik keatas melangkah ke kamarnya untuk membersihkan dirinya yang sudah sangat pengap karena keringat.
Selesai membersihkan dirinya, Fazar bersiap siap untuk menemui seseorang di luar sana.
Baju yang di kenakan oleh Fazar.
__ADS_1
Terlihat rapi dan keren, tapi sayangnya tidak ada senyuman di wajahnya karena senyuman itu sudah lama menghilang.
Tok
Tok
Tok,
Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan fazar yang tadi terdiam kini melihat kearah pintu.
" Permisi tuan" Terdengar suara dari luar. " Apakah saya menggangu anda." Tanya pria itu yang tidak lain Zain sekertarisnya.
" Masuk lah Zain pintunya tidak di kunci." Suruh Fazar yang sedang duduk di atas kasur
sambil menggulung lengan bajunya yang terlihat naik dan rapi.
Mendengar perintah dari Fazar, Zain masuk kedalam sambil membawa dokumen.
" Maaf tuan, ada surat dan dokumen yang harus anda baca dan di tanda tangani." Ucap Sekertaris Zain yang sudah berdiri di hadapan Fazar.
Fazar melihat kearah sekertarisnya Zain.'' berikan kepadaku." Zain memberikan dokumen itu yang diminta oleh Fazar.
" Baik tuan." Jawab Zain. yang mengambil dokumen itu dari tangan fazar.
" Zain "
" Iya tuan."
" Bersiap siaplah, kita akan keluar." Ucap Fazar.
" Baik tuan." jawab Zain. Zain kembali melangkah keluar untuk mengerjakan tugas dari tuannya itu.
Saat Zain keluar kini ponsel Fazar berdering.
"... "
" Sebentar lagi saya akan kesana " Ucap Fazar kemudian mematikan ponselnya.
__ADS_1
Fazar berdiri dari duduknya. Mengambil beberapa barang seperti laptop dan buku kecil yang Fazar sering bawa kemana mana karena sangat berguna untuknya. Ponsel, charger dan barang penting lainnya sudah Fazar bawah mengunakan tas yang bisa menyimpan semua barang bawaannya
Apalagi Fazar yang begitu sangat teliti tidak suka kalau barang barang pribadinya di sentuh oleh orang membuat Fazar sering mengatur barang nya sendiri daripada diaturkan oleh orang.
Fazar kembali memeriksa barang yang dia bawah takutnya ada yang tertinggal. Dirasa tidak ada yang tertinggal Fazar keluar dari kamarnya menuju parkiran yang sudah berada Zain bersama dengan dua bodyguardnya yang siap menjaganya dari belakang.
" Ke alamat biasanya." Suruh fazar yang sudah duduk didalam mobil. Sedangkan sekertaris Zain hanya mengangguk mengerti." Baik tuan.'' Jawab sekertaris Zain. Zain menghidupkan mobil hitam bermerek Le*x*s L*.
Terlihat mobil hitam bermerek Le*X*A L* meninggalkan kediaman Fazar yang akan pergi ketempat dimana Fazar perintahkan.
Tempat yang hanya Fazar yang tahu.
...****************...
Sedangkan disisi lain.
Yaitu ruangan bernuansa putih
ruangan yang berkesan berbau obat obatan.
Terdapat pria paruh baya yang sudah di rawat selama sebulan penuh disana.
Pria paruh baya itu terlihat sangat rapuh dan juga kurus. Bukan saja terlihat kurus tapi wajahnya begitu sangat pucat.
menandakan kalau pria paruh baya itu sedang tidak baik.
" Maafkan ayah nak." Gumam pria paruh baya itu sambil memandang sebuah foto.
mengusap foto itu dengan tangan rapuhnya yang memperlihatkan kerutan dan urat-urat yang bermunculan diluar kulitnya.
" Ayah akan kembali, walaupun akan ada luka lama yang akan terbuka." Ucap pria paruh baya itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Setetes jatuh membasahi pipinya yang rapuh karena usia.
......................
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya
biar author makin semangat buat up