Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 37


__ADS_3

Setelah capek bermain di taman.


mereka memutuskan untuk solat magrib terlebih dahulu. Sebelum mereka kembali kerumah mereka masing masing.


Apalagi sekarang sudah masuk waktu solat magrib. Maka dari itu mereka akan singgah terlebih dahulu ke mesjid baru mereka pulang kerumah. Beberapa orang itu mencari mesjid yang dekat dekat dengan taman.


Mereka ikut dengan Fadil karena mereka tadi paksa oleh Fadil, katanya sih biar Fadil sendiri yang akan mengantarkan mereka berlima ke rumah mereka masing masing setelah menyelesaikan salat magrib.


Didalam mesjid Fadil, Rafa dan Rafi dan jamaah baru saja selesai melaksanakan salat magrib. melangkah keluar dari mesjid, ada yang memilih keluar dari mesjid dan ada juga yang tinggal mungkin jamaah lainnya sedang menunggu shalat isya sambil membaca Alquran yang memang sudah disiapkan di mesjid itu.


Saat akan melangkah keluar Fadil dikejutan


oleh Abangnya yaitu Fazar yang sama-sama akan keluar dari mesjid.


Karena jarak mereka yang cukup jauh membuat mereka tidak saling melihat satu sama lainnya.


" Kak Fadil kenapa di situ." Tanya Rafa, saat melihat Fadil yang sedang jalan di belakang bapak bapak yang lebih besar dari nya.


Dengan sedikit menunduk karena tubuh Fadil jauh lebih tinggi dari bapak itu. Tapi dengan sedikit menunduk Fadil bisa bersembunyi di belakang bapak itu.


" Kak Fadil lagi ikut barisan, biar enak keluarnya." Jawab Fadil beralasan membuat Rafa hanya mengangguk mengerti.


" Tapi kenapa menunduk." Tanya Rafi yang sama sama suka penasaran.


Pertanyaan Rafi sukses membuat Fadil bingung mau jawab apa.


" Hade ini bocah banyak bertanya lagi." Batin Fadil sedikit kesal." Sabar-sabar itu calon ponakan lo Fadil." Batin Fadil yang mencoba sabar menghadapi pertanyaan kedua bocah di hadapannya.


" Karena kak Fadil ngga enak sama bapak di belakang yang ngga bisa lihat kedepan karena kak Fadil terlalu tinggi, yang membuat menghalangi pandangan mereka" Jawab Fadil berbohong.


" Oh gitu ya Kak Fadil." Ucap Rafi dengan ber oh ria sambil mengangguk-angguk kepalanya.


" Lama-lama gemas juga sama dua bocah ini yang begitu sangat gemesin, rasanya pengen cubit. tapi takut anak orang." Batin Fadil yang gemas dengan kepolosan bocah yang berada di hadapannya.

__ADS_1


.


.


Sedangkan Fazar yang melihat kearah belakang sekilas seperti melihat Fadil.'' bukannya itu Fadil.'' Gumam Fazar yang melihat sekilas mirip dengan Fadil yang berada di belakang bapak bapak bertubuh besar." Tapi mana mungkin, orang Fadil ada di rumah.'' Ucap Fazar yang mencoba untuk positif tingting saja dan meneruskan langkahnya yang tadi teralihkan oleh sosok yang sama seperti Fadil, ( tapi memang nyata itu Fadil )


Sedangkan Wiyah yang baru saja selesai salat magrib bersama dengan Harum, Melangkah untuk keluar dari mesjid.


Sedangkan Fina sedang tidak salat karena mendapat tamu bulanan hanya bisa menunggu " Kak Wiyah, Harum ke kamar mandi dulu soalnya harum kebelet pipis " ijin harum.


" Iya Harum." Jawab Wiyah, mendengar jawaban dari Wiyah dengan langkah cepat harum mengarah ke kamar mandi khusus Wanita." Jangan jalan cepat Harum entar jatuh.'' Tegur Wiyah saat melihat Harum yang jalan cepat. Karena masih dekat dengan Wiyah harum masih bisa mendengar teguran dari Wiyah. Karena tidak bisa berkata kata Harum hanya memberikan jempol tanda mengiyakan.


Wiyah hanya bisa tersenyum melihat Harum yang sudah pergi. Saat Wiyah melangkah mengarah ke tempat Fina sekarang sedang menunggunya. Dari belakang terdapat orang yang memanggilnya.


" Dek Wiyah.'' Panggil orang itu. Wiyah membalikkan tubuhnya menghadap ke belakang. Wiyah bisa melihat orang yang tadi memanggilnya.


" Kak Umar " Ucap Wiyah saat melihat orang yang tadi memanggil nya yang ternyata sepupunya. Anak dari sepupu ayahnya


" Apa kabar kak Umar." Tanya Wiyah lembut sambil menekuk tangan nya di atas dada.


" Ngga kak Umar, aku kesini sama temen dan juga anak keponakanku." Jawab Wiyah.


" Hmmm, Jadi sekarang teman dan keponakan kami ada dimana.'' Tanya Umar yang melihat ke sekitar mencari sahabat atau keponakan yang Wiyah sebutkan tadi.


" Temanku ada di sana ( Sambil menunjuk ke arah Fina yang sedang berdiri sambil bermain ponsel ) Sedangkan keponakanku sedang salat di dalam mesjid. Mungkin bentar lagi keluar." Jawab Wiyah. Membuat Umar Hanya mengangguk mengerti.


" Kalau gitu Kak Umar duluan, Soalnya teman kak Umar udah nungguin." Pamit Umar sambil menunjuk temannya yang sedang duduk di atas motor sambil menunggunya.


" Iya kak Umar, hati hati." Jawab Wiyah tersenyum.


" Assalamualaikum." Salam Umar.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi, Wabarakatuh." Jawab Wiyah yang melihat Umar yang sudah pergi.

__ADS_1


.


.


Perbincangan Wiyah dan Umar tadi dilihat oleh Fazar. Entah dari mana datangnya tapi Fazar berada disitu, Walaupun sedikit jauh dari Wiyah, Tapi Fazar masih bisa melihat Wiyah yang tadi berbincang dengan Umar.


" Dasar wanita ******* yang suka Menganti ganti pria. Kelihatan saja polos tapi, sungguh berbahaya sama seperti wanita lain " Batin Fazar yang sudah berpikiran negatif sebelum tahu jalan cerita yang sebenarnya.


Apalagi tadi di taman Fazar melihat Wiyah bersama pria yang berbeda dan sekarang dia juga melihat Wiyah bersama pria yang lainnya, bukan pria yang tadi Yang membuat pikiran negatif Fazar mode on, Tanpa berpikiran positif kalau orang yang bersama wanita tadi itu Kakaknya atau temannya.


.


.


Fazar melanjutkan langkahnya kembali saat tadi sempat tertunda akibat melihat hal lain.


Sedangkan Wiyah juga sama sama ikut melanjutkan langkahnya yang tadi sama sama berhenti karena pertemuannya dengan sepupunya tadi yaitu Umar.


Tanpa mereka sadari Fazar atau Wiyah berjalan dengan arah yang berlawanan.


Membuat mereka saling berpapasan.


sekilas tapi pasti Wiyah bisa melihat mata Fazar yang melihat kearah.


Deg


Tiba-tiba saja jantungnya berdetak kencang saat melihat mata pria tadi. Wiyah merasa kalau pria tadi menatapnya dengan tatapan tidak suka.


" Astaghfirullahaladzim.'' Cepat cepat Wiyah beristigfar saat menyadari apa yang ada di pikiran nya tadi.


" Maafkan aku ya robb, karena sudah bersangka buruk terhadap orang yang sekilas aku lihat.'' Ucap Wiyah sambil mengusap dadanya.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa komen like dan vote nya ya.


biar author makin semangat buat up nya.


__ADS_2