
Haidar yang melihat tatapan Dari pamannya itu jauh berbeda, Tahu kalau pamannya itu merasa sangat bersalah terhadap Wiyah, Saat di mana ulang tahun Wiyah di situ adalah hari perceraian mereka." Di usianya yang ke delapan belas tahun, Wiyah Sekarang menjadi gadis yang cantik dan sangat kuat untuk bisa menghadapi masalah nya. Wiyah Juga menjadi gadis yang berprestasi sampai sampai dia berhasil mendapatkan beasiswa masuk di universitas hukum, Sesuai kemauan nya." Ucap Haidar membuat Jambri menundukkan kepalanya sedih.
" Paman tahu Haidar, dia adalah gadis yang sangat pintar. Bukan saja pintar tapi dia begitu sangat kuat, Kuat di saat dia menerima perceraian kedua orang tuanya padahal usia nya yang begitu sangat mudah. Wiyah jauh lebih kuat di saat dia harus menerima kalau kedua orang tuanya yang tidak menginginkan kehadirannya." Ucap Jambri dengan suaranya yang begitu lirih Karena dia begitu sangat menyesal.
Haidar melihat kearah Jambri." Sudahlah paman yang berlalu biarlah berlalu, biarkan itu sebagai kenangan buruk untuk Wiyah." Ucap Haidar menenangkan Jambri.
Jambri terdiam memikirkan apakah dia harus mengatakan rahasia itu, atau harus kembali menyembunyikannya. Tapi jika dia kembali menyembunyikan rahasia itu, Waktu nya sudah tidak banyak lagi untuk menyimpan rahasia itu terlalu lama.
" Apakah aku harus mengatakan rahasia itu." Batin Jambri penuh dengan keraguan.
Apakah dia harus menyimpan luka baru lagi, Padahal luka lama itu belum sepenuhnya sembuh.
Jambri begitu sangat bingung memikirkan hal itu.
Andai delapan belas tahun yang lalu Jambri bisa mengubahnya, Jambri menginginkan kalau luka itu tidak akan pernah terjadi lagi kepada kehidupanya dan putrinya itu.
Haidar yang melihat kalau pamannya itu sedang diam, karena memikirkan sesuatu.
Apakah soal rahasia itu.
mungkin saja Iya.
" Paman apa yang sedang Paman pikiran." Tanya Haidar.
Jambri menatap kearah Haidar." Tidak ada nak." Jawab Jambri sambil tersenyum kecil.
Mendengar jawaban dari pamannya membuat Haidar tidak berani untuk bertanya lagi.
Hening.
Karena keduanya hanya diam. Suasana itu hening Seperti tidak ada orang di ruangan tamu itu.
Sampai Jambri mengambil keputusan yang nantinya akan di terima atau tidak oleh Mereka. Tapi mereka harus tetap menerimanya.
Karena itu adalah keputusan dari Jambri.
__ADS_1
Walaupun nantinya akan ada luka baru yang akan muncul kembali karena keputusan nya itu
Tapi itu tidak masalah, daripada luka itu tetap di pendam lama, Yang nanti nya akan terbongkar juga.
Jambri melihat kearah Haidar yang sama-sama melihat kearahnya." Paman ingin mengatakan hal yang penting Haidar." Ucap Jambri dengan wajah seriusnya.
Haidar melihat wajah dari pamannya yang seketika berubah menjadi serius, membuat Haidar menjadi tegang.
" Apa kamu tahu maksud kedatangan paman ke sini." Tanya Jambri.
" Ya paman aku tahu. Kedatangan paman kesini hanya ingin memberitahukan sebuah rahasia kepada Wiyah. Rahasia yang sudah lama paman simpan hampir bertahun-tahun lamanya dan paman ingin memberitahukan itu kepada Wiyah." Jawab Haidar. Bagaimana Haidar tidak mengingat hal itu. Kalau dua bulan yang lalu pamannya sendiri yang menelfon nya kalau dia akan datang satu bulan yang lalu, Datang kerumahnya, hanya untuk mengungkapkan sebuah rahasia kepada Wiyah.
Dan DI hari itu juga Haidar merasa sangat cemas Selama satu bulan, karena Haidar mengira pamannya itu akan benar-benar datang. Tapi setelah satu bulan ternyata pamannya itu tidak pernah datang sama sekali yang membuat Haidar bernafas lega.
Tapi baru saja Haidar bernafas lega, ternyata pamannya itu benar benar datang di hari ini, yaitu hari yang tidak tepat.
" Jadi apa keputusan paman." Tanya Haidar.
" Paman mengambil keputusan, Kalau paman akan tetap memberitahukan rahasia itu kepada Wiyah." Jawab Jambri. Haidar yang mendengar jawaban dari Jambri, membuat Haidar tidak terima kalau sampai rahasia itu di ungkapan.
" Paman tau kalau Haidar, tidak akan terima keputusan paman. Tapi itu sudah keputusan paman, terima tidak terima kalian harus menerima nya." Jawab Jambri tetap pada keputusannya. Mendengar jawaban dari pamannya membuat Haidar, begitu sangat marah kepada pamannya itu. yang terkesan egois, mementingkan ego nya tanpa memikirkan luka yang akan dia torehkan kembali. Padahal luka tiga tahun yang lalu belum sepenuhnya sembuh.
Haidar ingin marah, Tapi Haidar berusaha untuk mempertahankan emosinya itu, Karena dia masih sadar. Kalau dirinya sedang berhadapan dengan orang tua dan itu adalah paman nya sendiri. Haidar tidak mau karena emosi nya, dia sampai lupa dengan kata etika sopan santun.
" Paman apakah tidak bisa nanti. Di saat Wiyah benar-benar bisa menerima hal itu." Tanya Haidar dengan suara lirihnya." Paman, Haidar tidak mau membuat Wiyah semakin terluka karena rahasia itu. Haidar tidak mau membuat luka Wiyah semakin bertambah karena paman kembali melukai Wiyah." Ucap Haidar dengan mata yang sudah berkaca-kaca memikirkan apa yang akan terjadi jika rahasia tersebut di ungkapan.
Apakah Wiyah bisa menerima hal Itu semua, seperti dia menerima perceraian kedua orang tuanya. Ataukah tidak.
Memikirkan itu membuat Haidar semakin takut jika Wiyah kembali dilukai untuk yang kedua kalinya. Dan orang yang melukainya adalah orang yang sama, yaitu orang tuanya sendiri.
Jambri melihat kearah Haidar, yang memperlihatkan kalau ada ketakutan dalam hati Haidar. Jambri tahu ini salah, karena dia kembali melukai putrinya sendiri.
" Paman tahu Haidar, kalau Wiyah tidak akan menerima hal itu. Paman tahu kalau paman akan kembali mencoreng sebuah luka untuk Wiyah. Tapi keputusan paman sudah bulat, kalau paman akan tetap memberitahukan rahasia itu kepada Wiyah. Walaupun akan ada luka baru yang akan paman torehkan kembali." Jawab Jambri yang sadar, apa yang akan terjadi jika dia menceritakan itu. Tapi mau bagaimana lagi keputusan sudah bulat.
" Apakah tidak bisa nanti paman. Apakah tidak bisa menunggu nanti di saat umur Wiyah benar-benar bisa menerima nya." Tanya Haidar Yang menatap pamannya itu dengan sangat dalam.
__ADS_1
" Tidak bisa Haidar. karena Waktu paman tidak banyak lagi. jika harus menunggu Wiyah di umur yang sudah benar benar siap menerima kenyataan itu." Jawab Jambri dengan suara lirih nya.
Haidar mencoba untuk mencerna jawaban dari Jambri." Apa maksudnya paman, dengan waktu paman tidak banyak." Tanya Haidar saat mendengar pamannya itu mengatakan kalau waktu nya tidak banyak lagi.
" Karena sebentar lagi paman akan pergi jauh nak." Jawab Jambri hanya bisa lewat batin saja, karena Jambri tidak berani mengatakan yang sebenarnya.
" Maksudnya paman takut kalau waktu paman tidak banyak karena menceritakan rahasia itu jika paman menunggu Wiyah saat umurnya benar benar bisa menerima itu. Paman takut kalau hidup paman tidak akan lama lagi." Jawab Jambri beralasan.
Haidar tidak bertanya lagi. Karena Haidar membetulkan apa yang pamannya itu ucapkan.
Bukanya kita tidak tahu akan umur kita akan berakhir kapan.
Haidar sekarang hanya fokus untuk membujuk pamannya itu agar tidak menceritakan rahasia itu." Tapi paman Haidar tidak mau jika sampai paman mengatakan rahasia itu, Haidar takut Wiyah akan semakin terluka saat mendengar rahasia itu." Jelas Haidar menceritakan ketakutan nya selama ini.
" Paman AKAN tetap mengatakan rahasia itu Haidar. Paman akan tetap memberitahukan kepada Wiyah, Walaupun kamu mencegah paman untuk menceritakan itu kepada Wiyah. Tapi paman akan tetap memberitahukan rahasia itu kepada Wiyah, kalau sebenarnya dia bukan anak kandung paman yang sebenarnya." Jelas Jambri dengan jelas membuat Haidar diam, karena Haidar tidak suka dengan perkataan yang keluar dari pamannya itu.
Haidar begitu sangat benci dengan kenyataan itu. Walaupun kenyataan itu benar adanya.
Setelah mengucapkan itu, seketika membuat Jambri diam. yang di susul oleh Haidar.
Seketika ruangan tamu yang tadi penuh dengan perdebatan kini menjadi hening karena keduanya sama-sama diam dan kembali bergulat dengan pikiran mereka sendiri.
Sampai beberapa detik kemudian.
Tak.
Suara benda jatuh dari arah luar, yaitu arah pintu. membuat Haidar dan Jambri melihat kearah luar sana. Kearah pintu yang sengaja tidak di kunci dan terbuka.
Dan begitu sangat terkejut nya Haidar dan Jambri saat menatap kearah pintu.
Yang membuat Haidar dan Jambri berdiri dari duduknya. sedangkan pandangan mereka tetap Tertuju kearah Pintu.
Bersambung.
Dobel up.
__ADS_1
Alhamdulillah berganti tahun Sekarang sudah berganti tahun 2022.