
Fadil yang sudah sampai di depan rumah Fajar.
segera memarkirkan mobilnya di dalam garasi. Fadil melihat digarasi tidak ada mobil Fazar.
Fadil membuang nafas lega, kalau ternyata Fazar belum kembali jadi dia bisa leluasa masuk ke dalam rumah tanpa ketahuan.
Apalagi tadi dia pergi secara diam-diam dan meninggalkan pekerjaan yang Fazar berikan dan menyuruh satu bodyguard nya untuk menjadi dirinya sementara dia pergi.
Fadil pergi meninggalkan pekerjaannya dengan menyuruh bodyguard untuk menyamar menjadi dirinya agar Rido tidak menyadari kalau dirinya pergi. Kalaupun Rido menyadari itu pasti dia sudah pergi.
Fadil juga tahu kalau di rumah itu ada cctv yang selalu mengintai pekerjaan mereka makanya Fadil menyuruh bodyguard nya untuk menyamar menjadi dirinya dan tidak menghadap cctv selama ia pergi. Kalau bodyguard itu sedang mengerjakan pekerjaan atau sedang melakukan apapun itu.
" Sukur abang belum pulang." Gumam Fadil yang bernafas lega sambil tersenyum.
" Tapi kalaupun aku ketahuan sama abang itu tidak masalah. Soalnya aku sudah menemui kekasih hatiku yang belum tahu apa dia mau atau tidak." Ucap Fadil sambil tersenyum sambil membayangkan kebersamaannya dengan Wiyah tadi, walaupun itu bukan berdua
melainkan bersama dengan kedua anak keponakannya dan juga sahabat Wiyah.
Tapi Fadil merasa puas bisa bersama dengan wanita yang berhasil membuat dirinya jatuh cinta. Walaupun pertemuan mereka tidak di sengaja. Tapi pertemuan mereka tadi, awal dari pertemanan mereka antara dirinya dan juga Wiyah. yang mungkin akan berlangsung sampai ketitik sebuah ikatan pernikahan.
Membayangkan itu Fadil semakin tersenyum lebar. Fadil melangkah dengan senandung bahagia yang terlintas di bibirnya.
sesampainya di depan pintu Fadil mengambil kunci cadangan yang memang sengaja dia ambil dari ruang kerja Fazar. Setelah itu Fadil masuk kedalam rumah yang terlihat sepi.
__ADS_1
" Mungkin Rido udah balik kali, makanya rumah nih kaya rumah Hantu." Ucap Fadil sambil berjalan dengan santai nya melewati ruang tamu, yang terdapat sepasang mata yang dari tadi memperhatikan nya.
'' Mhem, '' Suara deheman membuat Fadil menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kesumber suara. Fadil membulatkan matanya saat melihat siapa
orang yang berdehem tadi.
" Ab_ang." Ucap Fadil terbata bata melihat orang yang berada di ruang tamu. Seorang pria yang duduk disofa dengan tatapan yang tajam menatapnya. Menatap dirinya dengan tatapan mengintimidasi. Dengan tangan yang dilipat di atas dada.
" Dari mana." Tanya Fazar yang melihat kearah Fadil menatapnya dengan tatapan tajam.
Sedangkan Fadil hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Aku kira abang belum pulang ternyata dugaan ku salah." Batin Fadil menjerit karena ketahuan.
sekarang dia bingung mau ngapain, padahal tadi dia tidak mempermasalahkan kalau sampai ketahuan. Tapi giliran ketahuan dia malah bingung sendiri.
Rido yang di tinggal pergi bersama dengan bodyguard yang menyamar menjadi menjadi Fadil. Merasa kesal karena di bohongi oleh Fadil.
" Dari tadi sebelum loh datang." Jawab Fazar dengan ketus.'' loh belum jawab pertanyaan dari gue, dari mana loh.'' Fazar mengulang kembali pertanyaan tadi yang belum di jawab oleh Fadil dengan mengunakan ' loh, gue '
" Ehh, tadi Fadil dari... " Fadil mencoba mencari alasan yang tepat." Dari rumahnya bunda." Jawab Fadil karena hanya itu yang keluar dari otaknya sekarang.
Fadil bisa melihat Rido yang tersenyum sinis yang menatap kearahnya.
__ADS_1
" Kenapa tuh manusia senyumnya gitu amat." Batin Fadil yang melihat senyuman dari Rido.
" Betul dari rumah bunda." Tanya Fazar.
" Iya bang." Jawab Fadil seperti terlihat begitu bersungguh-sungguh sambil mengangguk kepalanya sedangkan tangan berbentuk seperti V
Huu, Fazar menghembuskan nafasnya kasar rasanya lelah jika harus bertanya terus.
" Istirahatlah dulu." Perintah Fazar yang mulai berdiri dari duduknya.
" Tapi abang, apa Fadil tidak di hukum, bukanya dia melakukan kesalahan dengan meninggalkan hukumannya." Tanya Rido yang tidak terima saat Fazar memberikan keringanan untuk Fadil padahal tadi dia sudah meninggalkan hukuman yang Fazar berikan, seharusnya itu Fazar yang di memberikan hukuman yang sama.
" Nanti setelah selesai salat isya baru kita lanjutkan.'' Jawab Fazar.
Mau tidak mau Rido hanya mengikuti perintah dari Fazar. Rido melihat jam yang sudah menunjukkan kalau sebentar lagi akan masuk solat isya.
Sedangkan Fadil bernafas lega karena selamat untuk sementara. Sampai Fazar kembali bertanya kepadanya.
" Siap-siap kita salat berjamaah di mesjid.'' Ucap Fazar yang mendapatkan anggukan dari keduanya." Masalah baju abang udah siapkan.'' Ucap Fazar kembali sambil melihat kearah mereka.
" Iya bang." Jawab keduanya yang sama-sama mengikuti melangkah Fazar.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa komen like dan vote nya ya
Biar author makin semangat buat up nya