
Tak.
Tak.
Rido melangkah menaiki tangga melangkah mengarah ke kamar sahabatnya yang sampai sekarang masih tidur.
Rido membuka kamar Fadil, dari jauh Rido bisa melihat sahabatnya yang masih nyenyak dalam tidurnya sambil memeluk batal guling kesayangannya karena ngga ada pasangan yang mau di peluk.
Rido bisa melihat kamar Fadil jauh lebih luas dari pada kamar di apartemen nya, bukan saja luas tapi terlihat bersih, beda banget dengan kamarnya yang terlihat berantakan dan kecil.
Rido melangkah mendekati Fadil yang masih tertidur.
" Lo kalau tidur kaya bayi ya Dil, kelihatan polos." Ucap Rido yang merasa lucu melihat Fadil yang tidur sambil sedikit membuka mulutnya." Kalau di kerjain dikit ngga apa apa ya " Ide jahil muncul di kepala Rido.
Rido memasukkan tangannya ke dalam saku celana, mengambil benda yang akan di gunakan Rido untuk mengerjai Fadil yang masih nyenyak dalam tidurnya.
" Kata orang jaman dulu sih. Kalau garam ini bisa memberitahukan kita tentang orang yang suka menyembunyikan sesuatu atau rahasia." Ucap Rido sambil memegang garam berbungkus kecil yang entah Rido ambil di mana.
Ya. Rido sudah mengetahui, kalau Fadil sendang jatuh cinta dan segera mempunyai ke kasih berkat kode dari Fazri. Ya kode itu hanya mereka yang tahu.
Demi membuktikan perkataan orang tua jaman dulu membuat Rido berinisiatif menjadikan Fadil barang percobaan, karena ini pertama kali dia mengunakan hal seunik ini. Apalagi Fadil Juga memiliki rahasia yang Rido belum tahu atau belum di beritahu.
" Maaf ya dil, gue hanya ingin membuktikan perkataan Fazri betul atau bohong." Ucap Rido sambil membuka garam yang dia pegang.
Setelah terbuka Rido m ngambil sedikit garam yang dia bungkus dan dia masukkan ke dalam mulut Fadil yang sedikit terbuka
" Bismillahirrahmanirrahim." Ucap Rido sambil memasukkan garam ke mulut Fadil.
Mungkin pengaruh garam yang asin atau perkataan orang jaman dulu memang benar Fadil mulai menggeliat sambil membuka mulutnya seperti orang sedang bercerita atau karena keasinan.
__ADS_1
" Sepertinya sudah bekerja." Gumam Rido. Rido mendekati Fadil yang sedang menggeliat bagaikan cacing. Rido yang melihat itu ingin tertawa tapi dia urungkan karena dia belum tahu Fadil memiliki rahasia apa.
karena jiwa kepo nya yang hampir sama seperti author sudah meronta-ronta
membuat Rido melakukan apa yang di katakan seperti orang tua jaman dulu katakan.
Garam itu akan bekerja jika kita bertanya kepadanya, maka orang itu akan menceritakan rahasia nya seperti orang sadar, walaupun dia masih tidur.
" Apa kamu mempunyai kekasih." Tanya Rido kepada Fadil yang masih tertidur. Entah memang bekerja atau Fadil sedang mengigau, Fadil mulai menjawabnya perkataan Rido.
Rido yang mendengar samar samar jawaban dari Fadil mendekatkan kupingnya ke arah mulut Fadil.
" Tidak, tapi sebentar lagi aku akan memiliki kekasih." Jawab Fadil seperti orang yang sadar tapi dengan mata terpejam.
Rido yang mendengar jawaban dari Fadil jadi bahagia sendiri karena Rido sudah mengetahui rahasia Fadil dan mungkin dia bisa memanfaatkan nya.
" Apa kamu mencintai gadis itu." Tanya Rido kembali.
" Siapa sebenarnya gadis itu." Tanta Rido kembali, tapi sayang Fadil tidak menjawab pertanyaan dari Rido. Karena tidak ada jawaban dari Fadil yang mungkin reaksi garam nya yang mulai habis.
Membuat Rido menambahkan kembali garam itu ke dalam mulut Fadil.
Saat ingin memasukkan sedikit tanpa sengaja tangan nya di senggol fadil yang sedang menggeliat dan membuat garam itu tumpah sedikit banyak ke dalam mulut Fadil.
" Ait, kebanyakan lagi." Ucap Rido yang melihat garam yang dia pegang tumpah ke dalam mulut Fadil, bukan itu saja, tapi garam itu sedikit berhamburan di samping bibir Fadil." Mungkin reaksi nya akan makin besar." Gumam Rido kembali dengan tidak merasakan panik sama sekali, Rido membersihkan garam yang sedikit berhamburan di samping bibir Fadil.
Sedangkan Fadil yang sedang tidur sedikit terusik karena dia merasa seperti ada orang di sampingnya, bukan itu saja dia juga merasa sedikit ganjil, karena mulutnya yang terasa asin dan Fadil juga merasa kalau ada yang sedang memegang bibirnya, padahal dia sedang tidur.
Fadil mencoba membuka matanya walaupun ngantuk yang masih menguasainya.
__ADS_1
Saat Fadil membuka matanya, samar samar Fadil melihat kalau Rido sedang ada di dekatnya sambil membersihkan sudut bibirnya dengan jarinya. Sedangkan wajah Rido yang lumayan dekat dengannya.
Fadil mengira itu hanya ilusi karena Fadil masih ngantuk sampai membuatnya bisa melihat Kalau sekertaris nya itu berada di kamarnya.
Sedangkan Rido yang tidak menyadari kalau Fadil sudah bangun dari tidurnya, masih asik membersihkan sisa-sisa garam tadi, sampai dirinya tidak menyadari kalau sih Fadil sudah bangun dan menatap nya..
Fadil kembali menutup matanya tapi saat dia kembali menutup matanya dia masih merasa ganjil karena orang yang dia lihat seperti nya nyata bukan halusinasi, Fadil kembali membuka matanya dan betapa terkejutnya dirinya saat Fadil menyadari kalau orang yang berada di hadapannya memang benar-benar nyata bukan halusinasi seperti pikirannya.
" Aaaa." Teriak Fadil dan Rido secara bersamaan, karena mereka berdua saling menatap.
Fadil teriak karena dia mengira dia akan di lec*hk*n oleh Rido.
Sedangkan Rido berteriak karena terkejut
melihat Fadil yang sudah bangun dari tidurnya. Rido panik karena ketahuan telah mengerjai Fadil yang sedang tidur dan hal itu membuatnya terkejut sampai membuatnya berteriak.
Rencananya tadi Rido hanya ingin mengetahui rahasia dari Fadil dengan menaburkan garam ke dalam mulut Fadil agar dirinya bisa mengetahui apa rahasia Fadil. Tapi kini rencananya berubah karena sudah Fadil sudah tahu dan mungkin Rido akan memberitahukan rencananya tadi, kenapa dirinya memberikan garam kedalam mulut Fadil.
Ruangan itu penuh dengan teriakkan keduanya. Syukur kamar Fadil kedap suara jadi tidak ada orang yang akan mendengar teriakan mereka berdua. Tapi jika ada yang mendengar nya mungkin mereka mengira kalau mereka berdua sedang melakukan hal hal aneh. Jika itu didengar oleh orang.
Bakk.
Rido terjatuh ke lantai karena di dorongan oleh Fadil yang cukup kuat membuat Rido langsung jatuh kelantai. Rido merasakan kalau ****** nya terasa begitu sangat sakit, membuat Rido memegang ****** nya dan juga pinggang Rido yang sama sama sakitnya.
" Apa yang lo lakukan di kamar gue." Tanta Fadil menatap Rido dengan tatapan mengintimidasi karena Fadil begitu terkejut dan panik melihat Rido di hadapannya." Anjirit asin banget." Pekik Fadil merasakan mulutnya yang begitu asin bagaikan tengelam dalam lautan garam. Sedangkan Rido yang mendengar gumaman Fadil hanya bisa panik sendiri.
Apa mungkin dirinya akan di pecat menjadi sahabat dan sekertaris dari Fadil, oh tidak Rido.
Bersambung.
__ADS_1
Banyak typo yang bertebaran harap bijak dalam membaca.
Jangan lupa like komen dan vote nya.