Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 67


__ADS_3

Haidar seperti patung yang terdiam tanpa menyuruh orang itu untuk masuk ke dalam.


Seakan akan ada hal yang buruk akan terjadi.


" Haidar." Panggil Pria paru baya itu, sambil mantap ke arah Haidar yang dari tadi Hanya terdiam sambil melihat kearahnya, tanpa menyuruhnya untuk masuk ke dalam." Apakah kamu tidak akan menyambut paman mu ini yang baru saja datang menemui mu, selama tiga tahun tidak pernah bertemu." Tanya pria paruh baya itu sambil terus memperhatikan anak keponakan nya itu.


Sedangkan Haidar yang mendengar pertanyaan dari pria paru baya itu hanya bisa menjawab lewat batin." Aku juga merindukanmu paman, Tapi kedatangan mu seakan akan aku menolaknya, Karena kedatangan mu akan merusak senyuman dari adikku. Senyuman yang baru saja kembali." Batin Haidar tidak terima saat melihat pria paruh baya itu, Yang datang di waktu yang tidak tempat. Haidar merasa kalau kedatangan pria paruh baya itu hanya akan merusak senyuman dari adiknya Wiyah. Apalagi kedatangan Pamannya itu hanya ingin memberitahukan soal rahasia yang selama bertahun-tahun ini mereka tutupi. Tapi ini paman nya datang kembali untuk membuka sebuah rahasia besar.


Dalam hati kecil Haidar. Haidar sangat merindukan paman nya itu, yang selama tiga tahun tidak pernah bertemu. Tapi kedatangan nya yang tidak tepat membuat Haidar tidak menginginkan kehadirannya.


Sekita Susana hening, tidak terdengar dari keduanya untuk membuka suara.


Mereka sama sama terdiam karena mereka sedang berada pada pikiran mereka masing masing.


Sedangkan Windi yang berada di dalam melihat dari jauh kalau suaminya itu hanya diam di depan pintu yang membuatnya menjadi bingung karena tidak ada yang masuk ke dalam. Siapakah yang datang. pikir Windi.


Karena penasaran, Windi melangkah mengarah ke ruang tamu. melangkah mendekati suaminya yang dari tadi hanya diam di depan pintu tanpa bergeser atau bergerak sama sekali.


" Mas siapa yang datang." Tanya Windi yang sudah berdiri di belakang suaminya. Windi belum menyadari siapa yang datang bertemu.


Sedangkan keduanya yang terdiam langsung tersadar dari keterdiaman mereka saat mendengar panggilan dari dalam. Panggilan dari Windi.


Windi mendekati Suaminya." Mas siapa y_." Pertanyaan Windi yang akan di tanyakan ke Haidar seketika terhenti saat Windi Mengikuti kearah tatapan dari Haidar yang sedang menatap kearah pria paru baya, yang dari tadi diam sambil melihat kearah mereka.


Windi yang melihat pria paruh baya itu sama terkejutnya seperti Haidar, Tapi berusaha untuk dia kendalikan. Windi Tahu kenapa suaminya itu hanya diam dan berdiri di depan pintu tanpa bergerak sama sekali, Ternyata alasan nya itu karena kedatangan paman mereka.


Windi tersenyum melihat kearah pria paru baya itu." Paman kapan datangnya." Tanya Windi melangkah mendekati pria paruh baya itu. Pria paruh baya yang tidak lain adalah Jambri.


Ya Jambri adalah tamu yang membuat Haidar terdiam karena kaget. Kedatangan Jambri yang terbilang dadakan yang membuat Haidar dan Windi terkejut karena kedatangannya.


Jambri tersenyum melihat reaksi menantunya itu yang jauh berbeda dengan Haidar yang dari tadi hanya terdiam sambil melihat kearahnya, Padahal Haidar orang pertama yang membukakan nya pintu. Berbeda dengan Windi yang baru datang tapi sudah menyambut nya, Padahal Windi sama terkejutnya seperti Haidar.


" Paman baru saja datang." Jawab Jambri sambil tersenyum. Windi mengangguk mengerti. Windi melangkah mendekati Jambri lalu mencium punggung tangan Jambri.


" Paman silahkan masuk." Ucap Windi sambil mempersilahkan Jambri untuk masuk ke dalam. Sedangkan Jambri Hanya mengangguk setuju sambil tersenyum.


Windi melihat ke arah Haidar yang dari tadi berdiri diam sambil melihat ke arah mereka." Mas, paman datang, jangan berdiri di situ, ngga sopan di depan orang tua." Tegur Windi dengan nada sedikit menekan kata terakhir.


Haidar yang mendengar teguran Windi mulai sadar, Kalau dirinya begitu sangat tidak sopan karena kedatangan pamannya, tapi tidak di sambut dengan ramah, Malahan Haidar mendiamkan paman nya itu tanpa menyuruh nya untuk masuk.

__ADS_1


" Astaghfirullah, Kenapa dengan dirimu Haidar, kenapa kamu tidak tahu sopan santun begini, Seharusnya kedatangan pamanmu kamu sambut dengan rama dengan senyuman bahagia mu. Tapi ini kamu malah mendiamkan paman mu dan membuat pamanmu berdiri lama karena dirimu yang tidak kunjung menyuruh nya untuk masuk." Batin Haidar merasa bersalah saat melihat pamannya itu hanya berdiri saja, Tanpa ada pikiran untuk menyuruh paman itu untuk masuk. Jika saja Windi tidak datang mungkin Jambri akan pulang karena sifat tidak sopan dari dirinya.


Haidar yang merasa tidak enak hati, melangkah mendekati Jambri yang masih berdiri. Haidar langsung memeluk paman nya itu


" Maafkan aku paman, karena aku begitu sangat tidak sopan pada paman karena aku tidak menyuruh paman untuk masuk ke dalam. malahan Aku membuat paman berdiri lama karena aku hanya mendiamkan paman tanpa menyuruh paman untuk masuk." Ucap Haidar penuh dengan penyesalan karena dia begitu sangat tidak sopan kepada pamannya itu.


Jambri yang mendapatkan pelukan dadakan dari Haidar, Hanya bisa tersenyum.


Jambri tahu kenapa Haidar tadi mendiamkan nya, Itu karena Haidar terkejut akan kedatangannya. Apalagi kedatangannya kali ini hanya untuk membuka sebuah rahasia.


Jambri juga Sadar kalau Haidar pasti tidak setuju, kalau Iya membuka sebuah rahasia yang nantinya akan menyakiti hati seseorang.


Tapi mau bagaimana lagi, Itu keputusan Jambri


untuk memberitahukan rahasia besarnya itu, Apalagi Waktu nya sudah tidak lama lagi.


Jambri membalas pelukan dari Haidar.


" Ngga apa-apa Dar, Kamu ngga Salah, Tapi kamu itu sedang terkejut karena kedatangan paman yang terkesan dadakan, ngga sesuai dengan perjanjian kemarin, Padahal kemarin paman bilang satu bulan yang lalu paman datang, Tapi nyatanya ngga. Malahan paman datangnya setelah dua bulan perjanjian." Ucap Jambri terkekeh, Mencoba berfikir Positif dengan keterdiaman Haidar tadi.


Haidar melepaskan pelukannya. lalu merai tangan Jambri, mencium punggung tangan dari pamannya itu. Haidar merasa sangat bersalah karena dirinya seperti tidak sopan kepada pamannya itu, yang memberikan Pamannya itu berdiri cukup lama karena dirinya.


" Mas, Ngobrolnya di dalam kasian paman berdiri terus dari tadi." Ajak Windi. Yang membuat Haidar menepuk jidatnya pelan, karena melupakan sesuatu hal yang penting.


" Maaf paman, aku sampai melupakan sesuatu hal yang penting." Ucap Haidar sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal." ayo paman kita masuk." Ajak Haidar yang mendapatkan anggukan dari Jambri, yang dari tadi tersenyum karena tingkah dari Haidar.


Haidar mempersilahkan Jambri untuk masuk, Lalu mengajak nya untuk duduk di di sofa yang berada di ruang tamu. Sedangkan Windi melangkah ke dapur untuk mengambil minuman untuk paman dan suaminya.


Kini tinggal lah Haidar dan Jambri yang berada di Ruangan tamu. Ruang tamu seketika hening karena keduanya kembali terdiam. Salah satu dari mereka tidak ada yang mengangkat bicara.


Sampai Haidar yang memecahkan susana hening itu." Paman kapan datangnya." Tanya Haidar membuka suara sambil menatap kearah paman nya itu, yang jauh lebih kurus dari pada tiga tahun yang lalu. Haidar yang baru sadar ternyata paman nya itu banyak perubahan dari tiga tahun yang lalu. Jika tiga tahun yang lalu paman nya itu, sedikit berisi, tapi berbeda dengan yang ini, paman nya begitu sangat kurus bahkan wajahnya Juga terlihat pucat.


Jambri tersenyum menanggapi pertanyaan dari Haidar." Paman datangnya tadi pagi." Jawab Jambri.


" Tadi pagi, jadi paman singgah di mana." Tanya Haidar.


" Paman singgah ke tempatnya Erna, makanya paman ngga langsung kesini karena paman istirahat terlebih dahulu, baru paman kesini." Jelas Jambri. Membuat Haidar mengangguk mengerti.


" Tapi kenapa paman ngga telfon Haidar, kalau paman datangnya hari ini, Kalau paman telfon kan Haidar bisa langsung jemput, paman." Tanya Haidar.

__ADS_1


Jambri merasa lucu mendengar pertanyaan dari Haidar, bagaimana tidak merasa lucu, baru saja ia datang mendadak sudah didiamkan seperti tadi. Bagaimana jika dia memberitahukan kalau dia datang dan minta Haidar untuk di menjemputnya, mungkin dirinya tidak akan pernah di jemput." Paman hanya ingin memberikan kejutan untuk kalian." Jawab Jambri. Haidar hanya mengangguk mengerti, Bagaimanapun kejutan dari pamannya ini membuat Haidar lupa dengan etika sopan santun.


Saat sedang berbincang kecil, pandangan Jambri tertuju ke sebuah foto, yang menampilkan sebuah foto gadis cantik yang sedang tersenyum. Jambri yang melihat foto itu merasa sangat bersalah, karena melewatkan waktu yang begitu sangat lama. Melewatkan waktu untuk melihat pertumbuhan anak gadisnya, yang sekarang menjadi gadis yang sangat cantik. Berbeda dengan tiga tahun yang lalu saat dirinya memilih meninggalkan nya bersama Haidar. sedangkan dirinya memilih pergi, karena sebuah luka.


Melihat Foto itu membuat mata Jambri berkaca kaca karena merasa sedih dan bahagia karena anak gadisnya itu tumbuh menjadi gadis cantik dan solehah berkat didikan dari Haidar. Itu Artinya selama ini, Haidar selalu menjaga dan mendidiknya.


Haidar yang melihat Jambri yang hanya terdiam sambil menatap kesatu arah, mulai mengikuti arah pandangan dari Jambri.


Sampai Haidar tahu, Apa yang sedang pamannya itu perhatikan. Yang sedang Jambri perhatikan itu sebuah foto, yang menampilkan gadis cantik yang sedang tersenyum.


Foto yang tidak lain adalah milik Wiyah.


" Sekarang usianya sudah delapan belas tahun, paman." Ucap Haidar melihat kearah Jambri.


Sedangkan Jambri yang mendengar ucapan dari Haidar mengalihkan pandangannya dari foto Wiyah kearah Haidar." Aku sendiri saja lupa kapan dia ulang tahun yang ke lima belas kemarin." Jawab Jambri yang tersenyum getir mengigat dirinya begitu sangat jahat terhadap putri nya. meninggalkan nya hanya karena sebuah luka. Sampai sampai dirinya sendiri lupa kalau di hari di mana, hari perceraiannya dengan mantan istrinya itu. Hari itu adalah hari ulang tahu Wiyah yang ke Lima belas tahun.


Bukan nya merayakan tapi Jambri malah memberikan sebuah hadiah yang sangat besar untuk Wiyah, yang akan selalu di kenang oleh Wiyah untuk seumur hidupnya. Yaitu Rasa sakit melihat kedua orang tuanya bercerai dan rasa sakit ketika kedua orang tuanya menolak nya untuk ikut bersama mereka walaupun hanya salah satu dari mereka.


Bersambung.


Assalamualaikum. teman teman. maaf baru bisa up lagi karena author lama libur nya.


Yah maklum keasikan libur 😁.


Author mau kasih tau nih, kalau Cinta untuk Wisyah sebentar lagi akan tamat.


kenapa ya. 🤭


Karena author mau buat season keduanya.


di season kedua nanti author akan bikin kisa cinta mereka menjadi lebih seru dan menarik.


apalagi di tambah dengan Kisah cinta dari yang lainnya.


Di tunggu season keduanya.


nanti judulnya author ubah menjadi


Kesabaran ku membawa cinta.

__ADS_1


Di Tunggu ya


__ADS_2