Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 27


__ADS_3

" Apa yang kamu lakukan di sini." Tanya sang pemilik rumah kembali saat melihat Fadil hanya berdiri sambil tersenyum ke arahnya.


" Menemui Abang lah." Jawab Fadil santai sambil melangkah masuk kedalam kamarnya Tanpa permisi atau mengucapkan salam terlebih dahulu, seperti tidak tahu sopan santun sama sekali.


" Hey, Aku belum menyuruh mu masuk " Teriak sang pemilik rumah, Tapi Fadil tidak menghiraukan teriakkan dari sang pemilik rumah, Fadil malahan semakin melangkah jauh masuk ke dalam. Untuk pergi ke dapur, Meninggalkan sang pemilik rumah yang sedang mengerutu kesal karena kelakuan dari Fadil.


" Dasar Ade ngga ada akhlak, Main masuk saja Tanpa permisi atau ngucapin salam sama sekali." Omelnya yang ingin menutup pintu, Tapi di hentikan oleh Rido yang ingin ikut masuk.


" Abang Fazar jangan di tutup dulu pintunya, Aku mau masuk." Teriak Rido yang sudah berdiri di depan pintu yang hampir tertutup.


Sedangkan sang pemilik rumah atau Fazar, Hanya merasa kesal melihat Fadil dan Rido yang datang mendadak atau tamu yang ngga di undang sama sekali.


Tamu yang akan menggangu perkejaan nya


dan juga pikirannya, Tamu yang tidak tahu cara untuk sopan santun sama sekali.


Yaitu Fadil dan Rido, Adik berkedok sahabat


yang selalu berbuat ulah dan kejahilan, Entahlah kejahilan apa lagi yang akan menimpanya hari ini jika mereka datang ke rumahnya.


Fazar tidak heran atau kaget lagi tentang ke datangan saudara dan sekertaris berkedok sahabat itu.


Orang dia sudah tau kalau saudaranya itu akan datang ke rumahnya tanpa di beritahu, Itu semua karena Zai..


Ya sekertaris nya itu ternyata berkhianat terhadap nya, Dia Mala memilih menjadi mata mata dari adiknya itu dari pada menjadi sekretarisnya, Padahal gajinya lebih tinggi dari pada gaji mata mata yang Fadil berikan untuk Zain, Beda banget dengan gaji yang dia berikan kepada Rido.


Entahlah jampi jampi apa yang Fadil berikan ke pada Zain, Sampai sampai dia berkhianat. Memilih menjadi mata mata Fadil walaupun gaji sedikit.


Kalau mau tanya Fazar, kenapa dia tidak memecat sekretaris nya itu.


Jawabannya, Karena sekertaris nya itu pintar dia bisa menyelesaikan masalahnya dengan cepat.


Dan Jika Fazar memecatnya karena menjadi mata mata dari Fadil itu juga salah. Karena Zain hanya mengikuti apa yang di perintahkan oleh Fadil, Untuk mencari tahu keadaan Abang nya


yang hampir depresi karena putus cinta,


Zain atau Fadil Juga, tidak masuk dalam hal seperti masalah Permadi. Fadil hanya mengawasi masalah kecil seperti ini yang Fadil tidak tahu.


Tapi berbeda dengan yang di lakukan Fazar, yang mengawasi Fadil sampai masuk dalam hal pribadi sekaligus yaitu cinta.

__ADS_1


" Ucapkan salam dulu." Suruh Fazar yang kembali membuka pintu lebar-lebar agar Rido bisa masuk kedalam rumahnya.


" Assalamualaikum bang." Salam Rido.


" Waalaikumsalam." Jawab Fazar sambil mempersilakan Rido untuk masuk kedalam. Sedangkan Rido hanya mengikuti perintah dari Fazar.


" Tinggal masuk aja susah betul, Pakai acara salam, Dan minta izin dulu, Baru bisa masuk,


dasar bos aneh." Batin Rido mengerutu kesal melihat Tingkah Dar bos berkedok sahabat dan juga Abang itu.


" Ngga usah mengerutu." Ucap Fazar yang seperti tahu kalau Rido sedang mengerutu dalam batin.


Sedangkan Rido hanya tercengang mendengar ucapan dari Fazar.


Kenapa Fazar bisa tahu kalau dia mengerutu dalam batin, pikir Rido.


Setelah menutup pintu, Fazar ikut masuk kedalam, melangkah masuk ke arah belakang yaitu dapur, Meninggalkan Rido.


" Bang tunggu." Panggil Rido yang mengikuti langkah Fazar yang hampir hilang.


" Kaya anak kecil Saja yang Maunya di tungguin sama mamanya." Ucap Fazar sambil menatap ke arah Rido. Sedangkan Rido hanya terkekeh mendengar ucapan dari Fazar.


Sedangkan Fazar hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari Rido.


" Kalau itu, kamu bisa langsung menanyakannya langsung ke Fadil." Jawab Fadil, yang membuat Rido semakin bingung.


Rido menghentikan langkahnya lalu beralih menatap Fazar yang sudah jauh ke masuk ke dapur.


Rido semakin bingung dengan jalan pikir Fazar Dan Fadil yang super membingungkan Menurut Rido.


" Dari pada aku diam di sini kaya hantu, lebih baik aku nyusul Abang saja." Gumam Rido yang kembali melanjutkan langkahnya, sambil Menghampiri Fadil dan Fazar yang sudah ada di depan meja makan makan.


Padahal Fazar baru saja pergi, Tapi Fazar sudah sampai di meja makan.


Fadil yang sedang duduk di kursi sambil mengaduk jus jeruk yang mungkin baru saja dia buat Sedangkan Fazar yang melihatnya dengan tatapan tajam dengan tangan di lipat di dada.


Sedangkan Fadil tetap dalam gaya masa bodoh nya, Dia masih dalam acuh tak acuh dengan tatapan Fazar.


" Apa yang kamu lakukan di rumah ku." Tanya Fazar yang menatap Fadil, yang dari tadi tidak menghiraukan nya sama sekali.

__ADS_1


" Fadil." Terdengar nada tegas yang ke luar dari mulut Fazar tapi tetap tidak mendapatkan respon dari Rido.


" Aku hanya ingin tau rumah Abang di mana." Jawab Fadil setelah mendengar nada tegas yang ke luar dari mulut Fazar.


" Terus kamu tahu dari mana rumah ku." Tanya Fazar yang pura pura tidak tahu padahal Fazar sudah mengetahuinya.


" Dari kumbang kumbang yang bisa berbicara." Jawab Fadil asal, Yang membuat Fazar kesal mendengar jawaban dari Fadil yang menurut Fazar tidak baik.


" Emangnya ada kumbang yang bisa ngomong." Tanya Fazar


" Entah, Aku hanya jawab ngasal saja bang." Jawab Fadil kembali, Yang membuat Fazar semakin memijat pangkal hidung nya, karena pusing dengan jawaban dari Fadil.


Dari pada pertanyaan di buang sia sia mending dia mengerjakan pekerjaan di ruang kerjanya


dari pada harus pura pura tidak tahu, Padahal Fazar tahu.


" Aku akan ke ruang kerja dulu." Ijin Fazar yang sudah kembali berdiri dari duduknya. Sedangkan Fadil yang mendengar Ucapan dari Fazar hanya berdehem.


karena Fadil sedang membuat jus kedua.


Bagaimana dengan Rido dia hanya menyaksikan pertanyaan pertanyaan yang ke luar dari mulut Fazar yang tidak di tanggapi dengan baik oleh Fadil. Karena R


Fadil hanya acuh saja.


" Itu jus untuk Lo." Fadil menyerahkan jus buah untuk Rido, yang membuat Rido mengerutkan keningnya bingung.


" Tumben Lo baik." Tanya Rido.


" Dari dulu gue baik." Jawab Fadil dengan pedenya." Cepat Lo minum tuh jus sebelum basi." Suruh Fadil membuat Rido hanya mengangguk.


Rido meminum jus itu, tanpa ada rasa curiga sama sekali karena rasa haus yang melanda.


Bagaimana dengan Fadil, yang dari tadi hanya tersenyum misterius sambil terus menatap kearah Rido yang sedang meminum jus buatan Fadil, sampai tandas.


" Pembalasanku baru di mulai Rido." Batin Fadil sambil tersenyum jahat menatap ke arah Rido.


Bersambung.


Jangan lupa, komen, like, dan, vote. nya ya.

__ADS_1


biar author makin semangat upnya 😁


__ADS_2