
Detik dan menit telah berganti menjadi jam.
tidak terasa sekarang sudah masuk jam empat sore. padahal serasa baru saja tadi pagi matahari terbit Kini akan kembali terbenam.
Pria yang baru saja menyelesaikan pertemuan nya dengan klien. Akhirnya bisa bernafas lega karena kerja sama yang sudah di sepakati.
" Terimakasih tuan Fazar atas kerja samanya." ucap klien itu sambil berjabat tangan dengan Fazar sambil tersenyum.
Sedangkan Fazar hanya tersenyum kecil dengan singkat untuk menangapi senyuman dari kliennya itu.
Setelah menyelesaikan pertemuan yang di tutup dengan berjabat tangan. Akhirnya klien itu pergi meninggalkan Fazar dan sekertaris nya Zain.
Setelah itu Fazar ikut keluar. Dari kafe Fazar tidak langsung pulang melainkan pergi ke taman yang biasa Fazar singgahi.
Sesampainya di taman sepertinya biasa Fazar akan berkeliling sambil berjalan kecil. Menenangkan pikirannya jika dia sedang pusing atau kelelahan karena pekerjaan.
Apalagi Fazar baru bertemu dengan klien yang membahas pekerjaan hampir Berjam jam lamanya yang membuat Fazar lelah.
Tapi rasa lelah itu di buang jauh jauh.
karena Fazar terlalu sibuk dengan urusan kantornya.
Bukannya Fazar tidak mau untuk beristirahat hanya saja karena ingatan tentang masa lalunya yang membuat Fazar terus bekerja dan bekerja.
" Sampai kapan aku akan terus terjebak dalam masa laluku ya allah." Gumam Fazar dengan suara lirihnya membuat Fazar mengusap wajahnya." Aku sangat lelah jika harus terjebak dalam ingatan itu." Gumam Fazar kembali.
Jika di bilang Fazar memang sangat lelah
__ADS_1
bukan karena pekerjaan melainkan karena ingatan masa lalunya yang sering menghantuinya. Rasa benci dan dendam serasa menjadi satu dalam ingatan Fazar karena penghianatan sang kekasih. Tiga tahun yang lalu.
Penghianatan itu serasa baru kemarin Fazar rasakan dan selalu terngiang-ngiang di kepalanya.
Andai tiga tahun yang lalu bisa Fazar putar mungkin Fazar tidak akan mencintai wanita itu. Wanita yang membuat dia membenci hampir seluruh wanita lain walaupun mereka tidak akan sama seperti wanita itu. Tapi rasa takut di khianati masih terbayang dalam pikirannya,
Fazar masih berpikir kalau wanita itu sama,
suka menyakiti, memberikan luka, mengkhianati dan tidak memikirkan tentang cinta melainkan harta seperti mantan nya dulu yang pergi karena harta, Pergi meninggalkan nya bersama sebuah luka yang wanita itu torehkan.
Saat Fazar yang dari tadi hanyut diam dalam lamunannya sambil berjalan menyusuri taman. tanpa dia sadari kalau sekertaris nya Zain sudah ada di belakangnya sambil membawa sebotol air.
Zain terus mengikuti langkah Fazar yang tidak tahu mengarah kemana." Jika Fadil tahu Abang nya seperti ini, pasti Fadil merasa sedih, karena tuan Fazar selalu terjebak dalam masalalunya sendiri dan tidak bisa melupakan masalalunya itu" Gumam Zain yang tau apa yang Fazar melamunkan.
Walaupun dia tidak tahu masalah apa yang Fazar alami sampai sampai membuat dia menjadi pria arogan dan dingin. Suka melamun sendiri seperti ini.
Tapi Zain yakin kalau masalah yang pernah Fazar alami itu sangat berat hingga membuat Fazar berubah seperti ini.
" Tuan Fazar." Panggil Zain. yang membuat Fazar tersadar dari lamunannya membuatnya menghentikan langkanya." Ini tuan, air minum yang tuan pesan tadi.'' Ucap Zain sambil memberikan sebotol air putih.
" Makasih Zain." Ucap Fazar yang tanggapi senyuman oleh Zain.
Zain mengajak Fazar mendekat di kursi taman yang berada di sekitaran taman itu.
" Zain'.'' Panggil Fazar yang sudah duduk di kursi taman.
" Iya tuan.'' Jawab Zain.
__ADS_1
" Apa yang mereka lakukan sekarang." Tanya Fazar.
" Masih sama tuan seperti tadi pagi membersihkan rumah dan sedikit perdebatan." Jawab Zain yang sudah tau apa yang Fazar tanyakan. Fazar yang mendengar Jawaban dari Zain membuatnya hanya mengangguk mengerti.
" Mereka tidak akan pernah berubah.'' Gumam nya yang masih bisa di dengar oleh Zain.
πΊπΊ
Di tempat lain yaitu Wiyah berada
Wiyah yang baru selesai mengajak dua anak keponakannya bermain. Kini sedang berjalan menyusuri taman yang masih ramai walaupun hampir sore.
Bagaimana dengan sih kecil Fanesya. dia sekarang sedang di hukum oleh Wiyah kalau Fanesya tidak boleh ikut dengannya ke taman
karena keusilannya tadi pagi.
Mau tidak mau Fanesya hanya mengikuti nya.
dari pada dia tidak di sayang oleh acilnya. Lebih baik dapat hukuman diam dan tidak ikut ke taman bermain. Dari pada tidak di sayang. pikir sekecil Fanesya.
Walaupun Fanesya tidak ikut dengan Wiyah.
tapi Fanesya akan ikut bersama dengan Haidar dan juga Windi ke rumah Kakak dari Windi.
Bersambung
Jangan lupa komen like dan vote nya ya
__ADS_1
biar author makin semangat π
Makasih udah mau dukung author π₯°π₯°