
Sedangkan di sisi lain,
Fadil yang kesal terhadap Fazar karena kembali membahas soal dirinya yang lari dari hukuman.
Padahal tadi Fadil mengira pembahasan itu tidak akan di ulang lagi karena Abang nya akan lupa saat menyelesaikan sholat isya,
Eh ternyata dugaan Fadil salah.
Malahan selesai sholat isya berjamaah di mesjid. Mereka kembali kediaman Fazar
yang membuat Fazar kembali menyidang nya.
Yang membuat Fadil kesal setengah mati.
Fazar dan Fadil duduk di ruang tamu sambil berhadap-hadapan, Sedangkan Rido yang masih di kediaman Fazar ikut duduk dan menyaksikan hukuman apa yang Fazar berikan untuk Fadil. Apalagi dia yang minta keadilan dari tadi. Sampai-sampai membuatnya berdoa hanya untuk Fadil cepat di hukum karena meninggalkan pekerjaannya dan menyuruh ke bodyguard yang menyamar menjadi dirinya.
Rasanya Rido tidak terima kalau sampai Fadil tidak di hukum karena Fadil sudah mengelabuhi nya dengan cara seperti tadi.
Sedangkan Fazar. pria itu kembali menatap Fadil dengan tatapan tajam nya, Yang membuat Fadil makin kesal.
" Bicaralah loh dari mana tadi, Sampai sampai meninggalkan tugas yang gue berikan dan memberikan tugas loh ke bodyguard yang menyamar menjadi diri loh." Tanya Fazar dengan suara dingin nya. Tidak luput dari kata. loh, Gue.
__ADS_1
" Paling aku nanti nih." Gumam Rido kesenangan mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Fazar yang bertanya ke Fadil, Sahabat berkedok bos itu.
" Bang, gue tadi udah bilang kalau gue dari rumah bunda." Jawab Fadil jelas masih dalam pendiriannya yaitu berbohong.
" Kerumah bunda, Kenapa harus berbohong hanya untuk kerumah bunda, dengan cara melarikan diri seperti tadi, Meninggalkan hukuman tanpa minta ijin terlebih dahulu" Ucap Fazar jelas yang masuk didalam logika pikir.
Fadil yang mendengar pertanyaan dari Fazar hanya tercengang. Pertanyaan Fazar begitu sangat betul kenapa harus berbohong kalau mau ke rumah bunda sendiri. Dirinya juga bisa minta ijin terlebih dahulu dengan alasan lain, Yang pasti Fazar akan mengizinkannya karena bundanya. Bundanya Fazar juga, Walaupun mereka tidak pernah bertemu karena masalalu Fazar sendiri.
Fadil yang mendengar pertanyaan dari Fazar hanya bingung mau menjawab apa. Ya kalau masalah bohong sih bisa saja cuman ini berbeda, Kalau dia bisa membohongi Rido lain halnya dengan Fazar yang susah untuk di bohongi.
Lihatlah baru saja dia berbohong seperti tadi
sudah di interogasi seperti ini walaupun ada jeda sebentar tapi masih saja di lanjutkan.
" Walaupun gue minta ijin sama Abang, Belum tentu Abang bolehkah gue untuk pergi." Jawab Fadil yang masih mempertahankan posisi amannya.
Sedangkan Fazar membetulkan ucapan dari Fadil." Tapi loh belum mencoba untuk minta ijin ke gue kan, Belum tentu gue bilang tidak saat loh minta ijin untuk pulang kerumah dan bertemu dengan Bunda. Walaupun gue belum bertemu dengan bunda selama tiga tahun terakhir tapi belum tentu gue melarang lo untuk pergi menemui nya. Walaupun gue sedang memberikan lo hukuman sekalipun." Ucap Fazar dengan tegas penuh penekanan di dalam setiap perkataannya " Gue akan mikir jika sampai gue melarang lo untuk tidak menemuinya. Itu artinya gue melarang lo untuk bertemu dengan bunda yang sedang membutuhkan anaknya dan juga merindukan putranya." Ucap Fazar kembali dengan sangat jelas keluar dari hati nya. Apalagi dia yang begitu sangat merindukan sosok seorang bunda yang sekarang dia rindukan.
Dia takut untuk menemui bundanya hanya karena takut kalau sampai bunda nya menyalakan dirinya hanya karena masa lalunya
Fadil yang mendengar ucapan dari Fazar hanya terdiam, dia tahu maksud dari Fazar yang mengatakan perkataan seperti tadi.
__ADS_1
" Tapi bukannya tadi abang bilang untuk tidak pergi kemanapun apapun itu alasannya." Bantah Fadil.
" Apa gue mengatakan itu Rido." Tanya Fazar melihat kearah Rido, Sambil mengingat ngingat ucapannya yang tidak dia katakan seperti yang di ucapkan oleh Fadil Barusan.
" Tidak bang, abang Fadil tidak berkata seperti itu." Jawab Rido sambil menggeleng karena dari tadi menyaksikan perdebatan dari Fazar dan Fadil.
" Apa kamu mendengarnya Fadil adiknya abang yang paling Abang sayangi kalau abang tidak mengatakan seperti itu." Ucap Fadil datar sambil menyilangkan kakinya." Dan lo sudah terbukti berbohong jadi tidak perlu mengeluarkan satu ucapan yang akan membuat kebohongan lagi dan membuat urusan makin panjang, karena abang sudah tahu." Ucap Fazar sejelas jelasnya yang membuat Fadil tidak berkutik.
Rido tersenyum melihat Fadil yang diam tidak berkutik." Langsung di berikan saja hukuman bang." Ucap Rido bagaikan kompor yang menyala di kepala Fadil saat mendengar ucapan hukuman dari Rido.
" Ya benar yang kamu katakan Rido." Ucap Fazar membenarkan ucapan Rido." Tapi hukuman apa yang harus Abang berikan agar lo tidak lari lagi seperti tadi." Ucap Fazar yang berpikir sambil melihat kearah Fadil.
Sedangkan Fadil makin kesal karena Fazar yang tidak membiarkannya untuk mencari kata yang tempat untuk berbohong. Malahan sekarang abangnya itu sedang berpikir untuk mencarikannya hukuman yang tepat tampa mendengar jawaban darinya. Kenapa tadi dia berbohong dan lari dari hukuman, yang membuatnya bisa bertemu dengan pujaan hatinya.
" Hukuman yang tepat untuk lo yaitu mengerjakan proyek yang berada di luar negeri " Ucap Fazar membuat Fadil membulatkan matanya tidak percaya.
Sedangkan Rido tersenyum penuh kemenangan, Mendengar hukuman yang Fazar berikan.
Menurutnya hukuman itu yang tepat untuk Fadil yang begitu sangat sulit dengan bahasa Inggris. Walaupun nantinya Fazar yang akan membaca dokumen kembali yang Fadil kerjakan seperti dokumen yang kemarin.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa komen like dan vote nya ya
biar author makin semangat buat up.