Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 22


__ADS_3

Tok.


Tok.


Tok.


Suara ketukan pintu. Membuat seorang pria yang sedang fokus dengan laptopnya yang berada di hadapannya seketika terhenti. Pria itu melihat ke arah pintu, setelah itu kembali fokus dengan laptopnya.


" Masuk." Suruh pria itu sambil fokus dengan laptopnya nya.


Sedangkan di luar ruangan, orang yang mendengar jawaban dari dalam melangkah masuk." Tuan ini berkas yang di kerjakan tuan Fadil semalam." Ucap Sekertaris Zain melangkah mengarah ke meja kerja Fazar lalu menyerahkan berkas semalam yang di kerjakan oleh Fadil.


Fazar menghentikan kegiatannya lalu melihat ke arah Zain.


" Taruh di situ." Suruh Fazar kembali sambil menunjuk ke arah mejanya kerjanya yang kosong.


Zain mengangguk lalu menyimpan berkas itu.


Zain bisa melihat jika bosnya itu sangat gila dalam perkejaan.


Lihatlah walaupun Tuan nah itu di rumah tapi masih saja berurusan dengan laptop dan setumpuk berkas. Apakah tuan nya itu tidak lelah bekerja terus. Pikir Zain.


Jika orang orang akan menghabiskan waktunya dengan bersenang senang atau berkumpul dengan keluarganya jika mereka sedang libur. Tapi berbeda dengan bosnya itu yang masih tetap Fokus dengan pekerjaannya. Tuan nya itu memilih diam di dalam ruangan kerjanya sambil mengecek berkas berkasnya di bandingkan dengan keluar. Jika saja itu Zain pasti dia memilih keluar dari pada berurusan dengan pekerjaan kantor.


Dan mungkin dia akan kaya jika dirinya sama seperti bosnya Fazar.


Tapi memang Fazar kaya. Lihatlah selama tiga tahun dia sudah menduduki orang ketiga dari orang orang yang terkaya.Padahal usia nya sangat mudah.


Apa karena masa lalunya. Ya mungkin. karena masa lalunya yang membuat Fazar berubah


menjadi lebih baik sekarang daripada yang dulu. Walaupun di dirinya sedikit ada yang mengganjal di dalam hidupnya.


Fazar yang merasa di perhatikan oleh Sekretarisnya. Melihat ke arah Zain, yang memang sedang berdiri sambil menatap ke arahnya.


" Kehem." Fazar berdehem membuat Zain langsung tersadar dari ke terdiaman nya yang sedang memperhatikan bosnya itu.


" Kenapa kamu memperhatikan ku." Tanya Fazar menatap ke arah Zain. Sedangkan Zain hanya menggaruk tekuk nya yang tidak gatal. Karena telah ketahuan memperhatikan bosnya itu, sampai membuat zain bingung ingin menjawab apa.


" Maaf tuan, saya telah lancang memperhatikan anda." Ya hanya itu yang bisa Zain katakan, Karena mana mungkin dirinya berbohong jika dia tidak memperhatikan bosnya, Sedangkan dirinya sudah ketahuan telah memperhatikan bosnya.


" Hmm." Jawab Fazar dengan Gumaman." Jangan kau lakukan lagi. Jika sampai kamu melakukan nya lagi, maka saya tidak segan segan memecat mu." Terkesan ancaman, atau perintah. Tapi hal itu membuat Zain hanya mengangguk.

__ADS_1


Zain tidak habis pikir dengan bosnya yang dingin bagaikan balok es, dan arogan.


Jika para wanita berani menatap bosnya atau tidak sengaja menyenggol Fazar, maka mereka tidak akan segan segan untuk di pecat kalau berada di wilayah kantor.


" Tuan apakah tuan belum sarapan." Tanta Zain, yang tahu kebiasaan dari tuanya yang akan melupakan sarapan paginya jika tidak di ingatkan. Karena Zain tahu kalau Tuannya itu terlalu sibuk dengan bekerjanya maka tuannya itu akan melupakan sarapan pagi. Lihat sekarang saja sudah menunjukkan jam 06: 45


tapi tuanya itu masih betah bersama dengan berkas nya. Zain yakin kalau Fazar belum turun untuk sarapan pagi.


Sedangkan Fazar yang mendengar pertanyaan dari sekertaris Zain hanya bisa menghela nafas


kerena dia tidak bisa menghapus ke biasan buruknya yang selalu melupakan sarapan paginya, jika dirinya tidak di ingatkan mungkin dirinya tidak akan sarapan pagi sampai waktu makan siang nanti.


Mungkin karena kebiasaan yang habis solat subuh, langsung pergi ke ruangan kerjanya untuk mengecek ke keluarganya atau mengecek berkas berkas Samapi melupakan yang namanya sarapan pagi. Ke biasan yang sangat buruk bukan.


" Makasih Zain kamu telah mengingatkan ku." Ucap Fazar.


Zain hanya tersenyum menanggapi ucapan dari Fazar." Tidak apa tuan. itu tugas saya untuk mengingatkan anda." Ucap Zain sambil tersenyum." Aku akan turun kebawah untuk menyiapkan sarapan untuk anda." Tawar Zain Karena Zain tahu kalau rumah ini belum ada pembantunya sama sekali, karena Fazar baru saja menempati rumah itu semalam dan mungkin pembantu di rumah itu akan datang siang nanti.


Sedangkan Fazar mengangguk. Karena dirinya juga sudah tahu kalau Zain begitu pintar dalam hal memasak, Fazar sendiri sudah beberapa kali atau mungkin sering kali merasakan betapa nikmatnya masakan yang di buat sekertaris nya itu. Zain seperti koki dan juga sekertaris untuk Fazar.


Zain bukan saja ahli menjadi sekretaris tapi dia juga ahli dalam memasak.


Setelah mendengar ucapan dari Fazar, Zain melangkah keluar untuk pergi ke dapur memasak untuk tuan nya itu.


Fazar ingin memeriksa apakah adik nya itu masih sama seperti dulu atau sudah berubah.


Apakah masih sama sulit untuknya saat mengerjakan hal pekerjaan dalam kata bahasa Inggris.


Fazar terus memeriksa semua pekerjaan Fadil semalam dan hasilnya Alhamdulillah bagus semu. pasti Fadil mengerjakan nya dengan susah payah makanya dia mendapatkan hal yang Maksimal.


Sampai beberapa menit kemudian


Fazar sudah menyelesaikan membaca dokumen. Sedangkan Zain sudah selesai menyelesaikan masakannya.


Zain kembali naik ke atas lalu masuk kedalam ruangan kerja Fazar, Untuk memanggilnya buat sarapan pagi


" Tuan sarapan sudah saya siapkan." Ucap Zain yang sudah masuk ke dalam ruangan Fazar.


Fazar yang mendengar ucapan dari Zain hanya mengangguk setuju. dirinya berdiri dari duduknya lalu melangkah keluar dari ruangannya. Sedangkan Zain hanya mengikuti nya dari belakang.


" Zain apa jadwal ku hari ini." Tanta Fazar di sela-sela langkah nya menuruni anak tangga satu persatu.

__ADS_1


" Nanti siang, sebelum makan siang, tuan ada janji dengan klien, di restoran xxx dekat dengan taman yang biasa tuan datangin." Jawab Zain sedetail mungkin memberitahukan jadwal dari Fazar.


Sedangkan Fazar hanya mengangguk mengerti mendengar jadwalnya hari ini." Undur pertemuannya jam empat sore nanti." Ucap Fazar.


" Baik tuan." Jawab Zain.


Fazar melanjutkan langkahnya meninggalkan Zain yang sedang menelepon. Fazar melangkah keruangan makan untuk memakan sarapan paginya.


🌀🌀


Kita ke ketempat lain yaitu


kamar di Fadil.


" Cepat jawab." Tegas Fadil sambil terus menatap ke arah Rido dengan tatapan tajamnya yang siap membunuh.


" Gue hanya ingin membangunkan Lo." Jawab Rido terbata bata karena merasa takut dengan tatapan Dari Fadil.


" Tapi kenapa mulut gua sampai asin." Tanta Fadil kembali sambil merasakan kalau mulutnya masih asin.


" Itu karena gue menaburkan garam." Jawab Rido jujur dengan sedikit terbata bata.


Mendengar jawaban dari Rido membuat Fadil membulatkan matanya tidak percaya." Apa ". pekik Fadil sampai menggelegar seisi kamar." Lo kira Mulut gua ini sayuran sampai Lo kasi garam." Tanta Fadil kesal mendengar jawaban dari Rido yang tidak masuk dalam akal menurut Fadil.


Lalu Fadil mengambil air minum yang berada di atas nakas yang berada sebelah tempat tidurnya, Fadil segera meminum air itu sampai habis tidak tersisa sama sekali, Karena mulutnya sekarang asin banget seperti dirinya baru saja makan garam setengah kilo.


Fadil kembali melihat ke arah Rido yang masih duduk di atas lantai sambil memegang p*nt*tnya karena sakit." Lebih baik Lo jawab sejujurnya apa yang Lo lakuin di kamar gue. selain ingin membangunkan gue." Tanta Fadil kembali sambil melihat ke arah Rido dengan wajah kesalnya, Fadil masih tidak percaya dengan jawaban Rido tadi, makanya Fadil bertanya lagi.


" Benar Dil, gue ke kamar Lo hanya ingin membangunkan Lo dan tidak adanya hal yang lain." jawab Rido." Tapi gue tadi ingin berinisiatif buat ngerjain Lo dengan garam itu ( Sambil menunjuk ke arah garam yang sedikit berhamburan ) agar Lo mau...." Belum juga Rido melanjutkan perkataannya Fadil sudah memotong.


" Agar gue apa." Tanta Fadil dengan wajah garang nya.


Rasanya ingin author lempar ke kolam ikan arwana. Geram author kesal.


Rido menelan silver nya karena Rido takut kalau melihat tatapan dari Fadil yang seperti siap menerkam." Karena gue ingin tau rahasia Lo " Jawab Rido, memberitahukan rencananya tadi.


Fadil mengerutkan keningnya bingung mendengar jawaban dari Rido barusan." Apa, rahasia." Tanta Fadil bingung.


Apa dirinya punya rahasia kepada sahabatnya ini. Bukannya dia tidak pernah merahasiakan sesuatu kepada Rido, dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Tapi jika dirinya memiliki rahasia itu juga pasti masalah pribadinya, pikir Fadil bingung.


" Iya, gue hanya ingin tau rahasia Lo." Jawab Rido jujur.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2