Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 28


__ADS_3

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul satu siang, Menandakan kalau Wisyah akan segera pulang karena anak anak yang Wiyah jaga sudah pada tidur dengan damainya.


Seperti biasa dia akan pulang setiap jam satu, Karena Wiyah kuliah sedangkan hari ini Wiyah tidak kuliah, Melainkan dia akan pulang ke rumah karena sudah ada janji dengan kedua anak keponakannya yang mungkin sudah menunggunya dari tadi.


Wiyah melihat anak anak yang sudah tidur


dengan tenang, Membuat Wiyah yang melihat itu hanya tersenyum mengingat ke lakukan anak anak yang dia jaga penuh dengan drama setiap harinya.


Setiap anak yang dia jaga punya watak yang berbeda beda yang Wiyah tidak tahu, Kandang Dirinya harus bingung dengan tingkah mereka yang sering berubah-ubah. Sewaktu waktu akan berubah-ubah menjadi, nakal, Manja, Manis Dan masih banyak lagi yang Wiyah belum tahu.


Apalagi selama tiga tahun ini dia menjaga anak yang berbeda beda setiap tahunnya, karena mereka yang sudah dewasa akan masuk SD yang membuat mereka tidak di titipkan lagi,


Setelah anak yang lain keluar maka akan ada anak yang masuk kembali, Menjadi anak penitipan baru, yang butuh dididik untuk menjadi yang lebih baik. Mengajarkan mereka yang benar dan yang salah agar kedepannya mereka menjadi anak yang baik.


Wiyah berkerja di situ seperti orang tua kedua untuk anak anak, Mengajari mereka selayaknya orang tua mereka. menjelaskan hal yang baik untuk mereka. Memberitahukan kepada mereka yang mana yang salah dan yang mana yang baik, Selalu mengingatkan jika mereka berbuat salah.


" Wiyah belum pulang." Tanya seorang wanita paruh baya, yang baru masuk di dalam ruangan tempat anak anak di titip. Wanita itu ikut duduk di sebelah Wiyah.


Sedangkan Wiyah yang di panggil


tersadar dari lamunannya. Dia mengalihkan pandangannya menatap kearah wanita paruh baya yang tadi memanggil nya.


" Ibu " Ucap Wiyah tersenyum melihat kearah wanita paruh baya yang tadi memanggil nya, Wiyah memperlihatkan senyum nya yang manis kepada wanita baru baya itu yang sering di panggil ummi oleh seluruh karyawan.


Terlihat kalau wanita paruh baya ikut tersenyum


membalas senyuman dari Wiyah.


" Belum pulang." Tanya ibu Alya yang melihat Wiyah yang hanya diam tidak menjawab.


" Belum Bu, soalnya Wiyah lagi nunggu Fina yang jemput." Jawab Wiyah. Bu Alya hanya mengangguk mengerti mendengar jawaban dari Wiyah.


" Ngga di jemput sama Kakaknya Wiyah." Tanya Bu Alya kembali, karena sudah mengenal Haidar Kaka dari Wiyah. Karena ibu Alya sering melihat Haidar mengantarkan atau menjemput Wiyah turun kerja.

__ADS_1


" Ngga ummi, Soalnya Wiyah sudah ada janji sama Fina kalau mau pulang bareng." Jawab Wiyah jujur.


" Oh." Jawab Bu Alya yang hanya ber 'oh' ria


Sambil menunggu Fina, Ibu Alya menemani Wiyah dengan mengajak nya bercerita


tentang hal lain, Seperti kuliah yang sekarang Wiyah jalani dan hal yang lainnya.


Kerena sedang asik bercerita, keduanya tidak menyadari kalau ada yang masuk dan memerhatikan mereka, Yang sedang tersenyum sambil tertawa bersama.


Melihat Wiyah yang tersenyum sambil tertawa, Sedangkan wanita di sebelah Wiyah juga ikut tersenyum.


Orang yang melihat Wiyah tersenyum, Ikut merasakan senyuman itu, karena sahabatnya tersenyum seperti tidak ada beban yang menimpanya selama ini.


Senyum dan tawa yang selalu menutupi luka


yang ada pada dirinya, Senyum yang menyembunyikan sebuah air mata. Tawa yang seperti menyembunyikan sebuah luka yang begitu sakit dan dalam. Luka yang jika di obati akan tetap terlihat bekas nya. walaupun di kasih obat mahal sekali pun.


" Semoga tawa mu tidak akan pernah hilang lagi, Wiyah." Gumam wanita itu yang menatap kearah Wiyah yang sedang tersenyum. Orang yang melihat senyuman itu hanya bisa ikut tersenyum.


" Sepertinya aku harus merusak suasana ini. Gumam gadis itu yang tidak enak jika harus merusak suasana bahagia seperti ini.


Karena asyik berbincang kedua wanita yang berbeda usia itu tidak menyadari kalau dari tadi sedang ada seseorang yang menatap mereka.


Walaupun ragu tapi gadis itu tetap melangkah mendekati mereka berdua, Walaupun dalam hati belum ikhlas jika melihat senyum lepas itu kembali pudar.


Gadis itu melangkah mendekati mereka yang masih sama yaitu berbincang dan belum sadar akan kehadirannya.


" Assalamualaikum. " Salam dari gadis itu yang sudah sampai di dekat Wiyah dan ibu Alya.


Gadis itu ikut duduk di sebelah Wiyah.


" Waalaikumsalam." Jawab Ibu Alya dan wiyah bersamaan sambil melihat ke arah Fina yang sudah duduk di sebelah mereka.

__ADS_1


Fina mendekati ibu Alya lalu mencium punggung tangannya." Dari tadi Fin." Tanya Wiyah menatap kearah Fina yang sudah duduk di sebelahnya.


" Baru saja Wiyah." Jawab Fina bohong, Karena Fina tidak ingin mengatakan sejujurnya karena Fina tahu sifat Wiyah yang tidak enakan, jika orang menunggunya sedikit lama walaupun itu hanya sebentar." Maaf Wiyah nungguin nya kelamaan ya." Ucap Fina tidak enak. Padahal Fina yang menunggu sahabatnya itu yang lama karena melihat Wiyah yang hanya asik berbincang tanpa menyadari akan ke datangnya.


" Ngga Fin." Jawab Wiyah sambil tersenyum. yang langsung di balas dengan senyuman oleh Fina.


" Mau istirahat dulu." Tanya Wiyah membuat Fina menggeleng.


" Ngga usah Wiyah." Jawab Fina menolak." Kita langsung pulang, Soalnya taksi yang aku pesan sudah lama menunggu." Ucap Fina kembali.


" Kamu naik taksi." Tanya Wiyah yang mendapatkan angkutan oleh Fina.


" Kalau gitu kita langsung pergi saja, Kasian supirnya udah lama nunggu." Ucap Wiyah yang berdiri dari duduknya dan melangkah mengambil tasnya.


Fina yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Wiyah, Fina sudah tau pasti Wiyah akan panik kalau sendiri kalau ada yang menunggunya lama.


" Bu, Wiyah pulang dulu." Ijin Wiyah sambil mencium tangan Ibu Alya.


" Hati hati Wiyah." Jawab ibu Alya sambil mengusap lembut kepala Wiyah yang tertutup oleh jilbab. Sedangkan Wiyah hanya tersenyum sambil mengangguk kecil.


" Bu, Fina pamit." Pamit Fina yang ikut mencium punggung tangan Ibu Alya.


" Hati hati." Jawab Ibu Alya membuat Fina mengangguk.


" Assalamualaikum." Salam keduanya, yang mulai melangkah pergi.


" Waalaikumsalam." Jawab ummi sambil melihat keduanya yang sudah melangkah pergi.


Ibu Alya hanya tersenyum melihat tingkah Wiyah yang panik jika sudah ada yang menunggunya lama. Sifatnya tidak akan pernah berubah walaupun usianya sudah delapan belas tahun.


Bersambung.


Jangan lupa komen like dan vote nya, author ngga maksa ko 😁.

__ADS_1


Makasih sudah mau dukung author yang belum terlalu mahir dalam hal menulis.


__ADS_2