Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 66


__ADS_3

" Mas tumben pulang cepat." Tanya Windi saat melihat suaminya yang sudah berdiri di depan pintu, Windi heran biasanya suaminya pulang jam setengah enam, Tapi hari tidak seperti biasanya, Malahan belum jam empat suaminya sudah berada di rumah.Hal itu yang membuat Windi sedikit heran.


" Sayang biarkan mas masuk dulu, Nanti baru bertanya." Ucap Haidar yang merasa gemas dengan istrinya, Bukanya di suruh masuk tapi malahan di kasih banyak pertanyaan.


" Hehe, Maaf mas, Soalnya Windi bingung sama mas, Tumben pulang nya cepat, Biasanya setengah enam mas baru pulang " Jawab Windi sambil terkekeh. Sedangkan Haidar hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


" Kapan jadinya mas masuk kalau sayang berada di depan pintu, Tanpa menyuruh mas masuk." Tanya Haidar yang memasang wajah ngambeknya.


" Astaghfirullah mas, Maaf Windi lupa." Ucap Windi yang menepuk keningnya pelan, Karena melupakan untuk menyuruh suaminya untuk masuk kedalam rumah. Sedangkan Haidar hanya bisa geleng-geleng dengan tingkah sang istri


" Ngga apa-apa sayang" Jawab Haidar dengan tersenyum.


Haidar melepaskan sepatunya, Lalu masuk kedalam rumah bersama sang istri.


Windi juga tidak lupa untuk menutup pintu rumahnya.


" Mas, Belum jawab pertanyaan Windi tadi, Kenapa mas pulang nya cepat." Windi kembali mengulang pertanyaan nya tadi.


Sedangkan Haidar hanya bisa geleng-geleng mendengar pertanyaan dari istrinya. Haidar kira istrinya itu akan lupa soal pertanyaan nya tadi, Tapi semua dugaan Haidar salah, Malahan pertanyaannya tadi masih dia ingat.


" Masih ingat saja sayang, Mas aja tadi sudah lupa." Jawab Haidar sambil terkekeh.


Sedangkan Windi hanya tersenyum.


" Cepat mas ceritakan." perintah Windi.


" Oke, Oke sayang, Mas akan jelasin." Jawab Haidar. " Mas udah izin sama bos nya mas, Kalau mas mau pulang cepat karena mas lagi ngga enak badan. Setelah mas mendapatkan ijin makanya mas pulang saja." Jelas Haidar, membuat Windi sang pendengar hanya mengangguk mengerti.


Sampai Windi mencerna kata ' mas lagi ngga enak badan ' saat Windi berhasil mencerna kata dari suaminya, Windi membulatkan matanya tidak percaya


" Astaghfirullah mas, Sakit." Pekik Windi Khawatir sambil berdiri lalu memegang jidat suaminya." Tapi ngga panas mas " Ucap Windi setelah mengecek suhu tubuh suaminya.


" Emangnya mas sakit apa." Tanya Windi.


" Mas ngga demam sayang, Mas hanya kecapean, Tubuh mas kaya ngilu gimana gitu mungkin pengaruh kecapean. Terus hati mas juga merasakan kaya ngga tenang kaya gimana gitu ngerasa seperti akan ada yang terjadi sesuatu." Jawab Haidar sambil menjelaskan apa yang dia rasakan sekarang.


" Kalau gitu mas mandi dulu, Terus istirahat, Nanti Windi buatkan jamu biar mas enakan.

__ADS_1


Setelah itu Windi pijet biar capek nya hilang." Suruh Windi setelah mendengar penjelasan dari Haidar.


Haidar tersenyum mendengar ucapan dari istrinya. Haidar begitu sangat bersyukur memiliki istri pengertian seperti Windi yang begitu sangat pengertian kepadanya dan keluarga kecil nya. Walaupun terasa sedikit lebay seperti tadi saat Windi mengetahui kalau salah satu dari keluarga nya ada yang sakit. Tapi Haidar tahu dari sifat istrinya tersimpan rasa khawatir sangat besar, Jika dia tahu salah satu dari mereka yang sakit.


Contohnya seperti tadi, Saat dia mengatakan kalau dirinya kurang sehat, Pasti sifat khawatir Windi akan keluar.


" Kenapa diam mas, cepat mandi." Tegur Windi yang melihat suaminya hanya terdiam.


tanpa bergerak sama sekali. teguran dari Windi membuat Haidar tersadar dari lamunannya.


" Iya sayang, Mas mau mandi." Jawab Haidar sambil tersenyum. Tapi sebelum Haidar melangkah ke kamar, Haidar melangkah mendekati istrinya.


lalu


Cup.


Satu ciuman mendarat di kening Windi.


" Terimakasih sayang, Sayang sudah menghawatirkan mas." Ucap Haidar setelah mencium kening istrinya tanpa permisi, Haidar mengambil langkah kaki seribu lalu melangkah masuk ke dalam kamar sebelum istrinya itu protes karena menciumnya tanpa permisi.


Sesampainya di dapur Windi Mulai mengambil bahan bahan jamu untuk suaminya.


Dengan keahlian Windi Mulai meracik bahan jamu itu.


Lima belas menit kemudian, Windi sudah selesai membuat jamu untuk suaminya. Sedangkan suaminya juga sudah selesai dengan mandinya.


Sedangkan Haidar dan Windi sedang duduk di Ruang makan. Haidar yang sedang menikmati jamu buatan istri tercintanya. Sedangkan Windi dengan setia menemani suaminya itu.


" Sayang, Di mana anak-anak " Tanya Haidar yang tidak melihat tiga anaknya yang biasanya selalu berulah.


" Mereka sedang di rumah Kakak, mas, Nanti malam baru mereka pulang." Jawab Windi. Sedangkan Haidar hanya mengangguk mengerti.


" Kalau dik Wiyah apa belum pulang." Tanya Haidar.


" Belum mas.'' Jawab Windi." Tapi tadi Wiyah nitip pesan sama Windi, Kalau Wiyah pulang nya sedikit telat, Soalnya mau ketemu sama Harum yang sudah seminggu ini tidak terlihat di sekolah atau di taman." Jelas Windi menceritakan pesan dari Wiyah.


Haidar hanya mengangguk mengerti.

__ADS_1


Tidak lama suara ketukan pintu terdengar dari arah depan." Siapa yang datang Sayang " Tanya Haidar.


" Ngga tahu juga mas, Mungkin anak-anak atau Wiyah, Yang baru pulang." Jawab Windi. " Tunggu biar Windi periksa dulu." Ucap Windi yang ingin berdiri dari duduknya, Tapi di cegah oleh Haidar.


" Sayang duduk saja, Biar mas yang bukakan pintunya." Cegah Haidar. Sedangkan Windi hanya tersenyum menanggapi ucapan dari Haidar.


" Baiklah karena mas yang suruh." Ucap Windi " terimakasih ya mas "


" Iya sayang sama-sama " Jawab Haidar. Lalu Haidar melangkah kearah depan.


Sesampainya di depan Haidar mulai membuka pintunya, Membuka pintu itu.


Sedetik. Kemudian Haidar terdiam melihat orang yang datang bertamu di rumahnya itu siapa.


Haidar begitu sangat kaget melihat orang di hadapannya itu. Haidar terdiam seperti melihat hantu saja.


" Apa yang aku takutkan akan segera terjadi " Batin Haidar sambil melihat kearah orang yang bertamu itu.


Haidar seperti patung yang terdiam tanpa menyuruh orang itu untuk masuk ke dalam.


Seakan akan ada hal yang buruk akan terjadi.


" Haidar. "


Bersambung.


Banyak typo yang bertebaran.


Jangan lupa lik, komen, vote dan, hadiahnya


biar author makin semangat buat up.


Buat teman teman yang udah mau mampir dan membaca karya author yang masih berantakan dalam hal menulis. Sampai jumpa di bab selanjutnya.


bay.


Salam manis dari author 😉

__ADS_1


__ADS_2