Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 31


__ADS_3

" Bunda apa itu ayah atau Acil Wiyah." Tanya Rafi yang mendengar ketukan pintu walaupun samar samar.


Windi tapak berfikir." Mungkin ayah sudah pulang, tapi kalau Acil Wiyah pasti bukan karena Acil wiyah masih kerja." jawabannya Windi sambil mengaduk segelas susu, Sedangkan Rafi hanya mengangguk mendengar jawaban sang bunda.


Selesai membuat susu Windi melangkah keluar yang di ikuti oleh Rafi. Tapi baru saja Windi meninggalkan dapur dan melewati kamarnya.


Dari arah kamar Windi bisa melihat kalau Rafa dan Fanesya sedang berlari kearahnya. Karena hal itu membuat Fanesya tidak sengaja menabrak Windi yang sedang memegang susu. Karena tidak terlalu kuat memegang gelas itu membuat gelas susu itu tumpah ke baju Windi yang membuat baju itu basah membuat sisa sisa susu menempel di pakaian Windi.


Tlak.


Suara gelas jatuh, bergembira seisi ruangan karena gelas itu pecah, Apalagi gelar yang di pegang Windi adalah gelas kaca membuat gelas itu pecah saat jatuh dari ketinggian.


Serpihan serpihan gelas sedikit terhambur


Walaupun tidak terlalu jauh.


Fanesya yang melihat itu langsung menundukkan kepalanya." Maaf bunda." Cicit Fanesya menundukkan kepalanya karena merasa bersalah, karena sudah menabrak Windi dan membuat susu yang di pegang sang bunda itu tumpah mengenai Windi sedangkan gelas itu pecah.


Sama halnya yang di lakukan oleh Rafa yang tadi mengejar Fanesya." Maaf bunda." Cicit Rafa yang sudah berdiri di hadapan Windi yang sama sama menundukkan kepalanya karena merasa bersalah telah mengejar Fanesya dan membuat Fanesya menabrak Windi.


Sedangkan Windi membuang nafasnya kasar karena dia Bingung antara mau marah atau tidak.


Windi mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar, lalu melihat kearah kedua anaknya." Kalian diam di sini, dan tidak ada yang bergerak " Suruh Windi dengan Wajah datar nya, tanpa ada ekspresi sama sekali.


Sedangkan Rafa dan Fanesya hanya mengangguk, mereka juga sadar karena telah berbuat salah.


Sedangkan Rafi, melangkah ke dapur, untuk mengambil sesuatu untuk membersihkan sisa-sisa beling yang berserakan di lantai.


Setelah menyuruh anak anak nya terdiam


Windi melangkah mengambil jilbabnya, untuk mengecek keluar, mengecek siapakah yang datang.


Setelah memakai jilbabnya, Windi tidak melihat dulu apakah jilbabnya terbalik atau tidak


sedangkan rambut nya yang berantakan sudah rapi atau belum.


Windi malah melangkah meninggalkan anak anak nya yang super wau, tanpa melihat penampilannya yang berantakan.

__ADS_1


Flashback off.


Sedangkan Wiyah dan Fina hanya mengangguk mendengar cerita dari Windi. Sampai mereka tidak menyadari kalau mereka sudah berada di dalam rumah dan bukan di luar lagi.


" Kenapa mereka bisa seperti itu." Tanya Fina sedangkan Windi hanya menggeleng tidak tahu.


Ketiganya melangkah mendekati Rafa dan Fanesya, sedangkan Rafi yang baru keluar dari arah dapur sambil memegang sekop dan sapu.


Rafa dan Fanesya yang tahu kalau Wiyah sudah datang, melangkah menghampiri mereka berdua, membuat keduanya mengangkat kepalanya untuk menatap kearah Wiyah.


" Acil wiyah." Cicit keduanya sambil menatap kearah Wiyah yang sedang menyilangkan kedua tangannya di atas dada, sambil menatap Keduanya.


" Kaka masuk saja di dalam kamar, dan beristirahat lah, masalah mereka biar Wiyah yang atasi." Windi hanya mengangguk mendengar suruhan Wiyah. Windi tahu kalau masalah anak nya akan selesai jika berhadapan dengan Wiyah dan Windi tidak perlu capek cepek Untuk marah marah atau mengomeli keduanya.


Karena Wiyah sudah memiliki kelebihan sendiri kalau sudah tentang anak anak, Kalau di bilang sih pawang atau penjinak anak yang super nakal seperti 2R dan juga Fanesya.


Windi melangkah memasuki kamarnya sesuai yang di suruh oleh Wiyah tadi. Sedangkan Fina. Gadis itu sedang membatu Rafi yang sedang memungut sisa-sisa beling yang berceceran di lantai.


" Apa yang kalian lakukan ke Bunda." Tanya Wiyah yang lembut. walaupun Wiyah sedang kesal." Kenapa kalian sampai membuat bunda kalian kelelahan hanya karena ingin menuruti setiap permintaan kalian." Tanya Wiyah kembali yang masih bersuara lembut.


" Maaf Acil Wiyah." Cicit keduanya, tanpa menjawab pertanyaan dari Wiyah, karena mereka mengakui kesalahan mereka.


Sedangkan Rafa dan Fanesya yang mendengar itu tidak berani mengangkat kepalanya.


Bagaimana dengan Rafi, bocah laki-laki itu juga merasa bersalah, karena membuat sang bunda kelelahan hanya karena mencari sepatunya yang hilang entah kemana.


" Maaf Acil Wiyah, Ini Salah Fanesya bukan salah Abang Rafa dan juga Abang Rafi." Ucap Fanesya, yang mendapatkan tatapan dari orang yang berada di ruangan itu.


" Maksud apa Fanesya." Tanya Wiyah sambil menatap ke arah bocah yang berusia empat tahun yang hampir memasuki lima tahun itu.


" Karena Fanesya telah menyembunyikan sepatu Abang Rafi dan menyembunyikan baju Abang Rafa, supaya mereka tidak jadi ikut Acil Wiyah." Jawab Fanesya Jujur, yang membuat 2R menatap kearah Fanesya.


" Kenapa Fanesya melakukan itu." Tanya Wiyah


" Karena Fanesya mau iku dengan Acil, tapi tidak di bolehkah oleh Abang. Karena mereka takut Fanesya akan menyusahkan Acil." Jawab Fanesya lirih dengan matanya yang mulai berkaca-kaca menandakan kalau dia akan menangis.


" Sebenarnya Abang sudah menyiapkan apa yang akan Abang pakai hari ini. Tapi Fanesya malah menyembunyikannya dan membuat abang bertanya ke bunda karena itu membuat bunda capek." Jelas Fanesya kembali." Bunda Capek karena Fanesya bukan karena Abang." lirih Fanesya kembali yang mengakui kalau dirinya yang melakukan kesalahan.

__ADS_1


Apa yang di katakan Fanesya ada benarnya, dia melakukan itu karena merasa kesal oleh 2R yang melarangnya untuk pergi. Karena merasa kesal sampai membuat Fanesya menyembunyikan sepatu Rafi dan juga baju Rafa yang sudah mereka siapkan untuk pergi bersama dengan Wiyah.


Sedangkan Wiyah yang mendengar penjelasan dari Fanesya hanya bisa diam. Karena Wiyah bingung dengan tingkah Fanesya, Bocah yang belum genap lima tahun, Tapi memiliki sifat seperti orang dewasa.


" Apakah ini Sifat anak anak yang selalu di sembunyikan." Gumam Wiyah yang masih menatap ke marah sih kecil Fanesya.


" Ternyata Fanesya yang polos bisa mucil juga ya, Wiyah." Biisik Fina yang baru selesai membersihkan serpihan gelas. Dan dari tadi mendengar penjelasan dari Fanesya yang membuat Fina terdiam.


" Maafkan Fanesya Acil Wiyah, Abang Rafa dan kak Rafi..Hiks... Hiks." Ucap Fanesya yang mulai menangis karena merasa bersalah.


Wiyah yang melihat Fanesya menangis langsung memeluknya sambil mengusap punggung Fanesya, agar sih kecil Fanesya berhenti menangis.


" Maafkan Fanesya...Hiks... Hiks. Jangan marahin Abang Rafa." Ucap Fanesya yang masih dalam Isak tangisnya.


" Udah Fanesya ngga usah nangis. itu juga bukan salah Fanesya, Tapi salah Abang yang membuat Fanesya melakukan itu. Kalau saja Abang ngga mengganggu Fanesya dan mengejek Fanesya, pasti Fanesya, tidak akan melakukan hal itu." Ucap Rafa, Walaupun Rafa merasa kesal terhadap Fanesya yang sudah menyembunyikan bajunya.


Tapi Rafa tidak mau menyalakan adiknya itu. Karena apa yang di lakukan Fanesya itu karena ulahnya dan Rafi, yang selalu mengganggu Fanesya sampai membuat Fanesya menjadi kesal dan berakhir menyembunyikan barang-barang mereka.


" Iya Fanesya, Maafkan Abang, karena selalu menganggu kamu." Sambung Rafi yang sama sama merasa bersalah.


Fanesya melepaskan pelukannya untuk melihat kedua Abang nya yang berdiri sedikit berjauhan.


Karena Rafi berada dekat dengan Fina, sedangkan Rafa berada dekat dengan Wiyah


" Maafkan Fanesya ya bang." Ucap Fanesya merasa bersalah.


Maafkan Abang juga Fanesya." Jawab keduanya sambil melangkah mendekati satu sama lain lalu berpelukan ala Teletubbies.


Fina dan Wiyah tersenyum melihat tingkah ketiga anak yang berada di hadapan mereka yang begitu sangat mengesankan kalau lagi seperti ini.


Mereka sama sama mengakui kalau mereka sama-sama bersalah dan sama-sama bertanggung jawab satu sama lain dengan kesalahan mereka.


Mereka tidak mau melemparkan kesalahan mereka ke orang lain, karena lebih baik menanggung sendiri daripada melemparkan kesalahan mereka ke orang-orang.


Lebih baik mengakui Walaupun sakit daripada berbohong tapi menyakiti orang.


...Bersambung....

__ADS_1


...Jangan lupa komen like dan vote nya author ngga maksa 😁...


...makasih yang udah mau dukun author sehat selalu ya...


__ADS_2