Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 45


__ADS_3

Pagi yang cerah pagi yang sama hanya hari dan bulan yang berada itu yang di rasakan pria yang sedang bersiap-siap untuk keluar. Dengan senyuman yang begitu manis dari pria itu sambil melangkah keluar dari kamarnya.


" Bu Neneng, apa abang sudah turun." Tanya Fadil saat melihat pembantu dirumahnya Fazar yang baru saja lewat untuk pergi kebelakang.


Apalagi pagi-pagi seperti ini Fadil merasa bingung karena tidak melihat abangnya Fazar.


Padahal setiap pagi Fazar sudah turun kebawah untuk mengerjakan pekerjaan kantornya di ruang keluarga sambil meminum satu cangkir kopi hitam dan juga makanan ringan yang selalu tersedia di mejanya setiap Fazar mengerjakan pekerjaan kantor, Kalau di hari Minggu.


Tapi berbeda dengan pagi ini, Pagi ini Fadil tidak melihat tanda-tanda dari Abang nya yang mungkin masih belum turun atau berada di ruang kerjanya. Apalagi Fazar yang terkenal dengan penggila kerja.


" Ibu juga ngga tahu tuan Fadil, soalnya dari tadi ibu belum lihat kehadiran dari tuan Fazar kalau tuan Fazar sudah turun kebawah, Biasanya kalau tuan Fazar sudah turun kebawah, tuan akan menyuruh ibu untuk membuatkannya secangkir kopi." Jawab bu Neneng membuat Fadil hanya mengangguk mengerti.


" Makasih ya Bu Neneng." Ucap Fadil.


" Iya sama-sama tuan Fadil." Jawab Bu Neneng.


Lalu Fadil melangkah untuk keluar sedangkan Bu Neneng kembali ke dapur untuk mengerjakan tugasnya. Sambil melangkah Fadil melihat rumah Fazar yang sudah dua bulan dia tinggali.


Ya. Setelah kejadian saat Fadil di interogasi dua bulan yang lalu membuat Fadil tinggal bersama dengan Fazar. Walaupun Fazar tidak terima Fadil untuk tinggal bersama dengannya tapi dengan Kekeh Fadil tetap tinggal bersamanya.


Yang membuat Fazar mengalah dan membiarkan adiknya itu untuk tinggal bersamanya. Padahal Fadil bisa tinggal bersama bunda di rumah utama.


Tapi Fadil memilih tinggal bersama Fazar yang memiliki rumah mewah tapi terkesan sederhana. Orang akan menganggap Fazar orang kaya yang bisa saja, karena melihat dari rumahnya yang mewah tapi terlihat sederhana.


Dan tanpa orang tahu kalau pemilik rumah itu adalah seorang ceo, Pengusaha sukses yang diusianya yang masih muda dan masuk tiga orang terkaya dari beberapa orang terkaya dan sukses lainnya.


Sesampainya didepan rumah.


Disaat Fadil akan memasuki mobilnya, Fadil melihat Fazar yang sedang olahraga di halaman rumah yang di tumbuhi oleh rumput rumput hijau yang halus.


Terlihat dari baju Fazar yang basah karena keringat sedangkan sekertaris Zain dengan setia menunggu Fazar sambil membawa handuk kecil dan juga satu botol air minum.


Fadil mengira abangnya itu masih di ruang kerja atau masih tidur. Ternyata dugaannya Fadil salah karena sekarang Fazar sedang berolahraga di halaman rumah ditemani oleh sekertaris Zain Dan para bodyguard yang selalu menjaga Fazar takut kalau sampai dia di Serang secara mendadak karena banyaknya musuh yang tidak terlihat.


" Pantas ngga ada di ruang keluarga sambil mengerjakan dokumen, Ternyata orangnya lagi disini toh lagi olahraga." Gumam Fadil yang melihat Fazar yang sedang pushup di atas rumput hijau yang halus itu.


Keringat yang bercucuran sedangkan otot otot yang kekar terlihat dari baju Fazar yang basah karena keringat. Terlihat bentuk tumbuh Fazar yang bagaikan atlit, di tambah dengan wajahnya yang tampan membuat Fazar semakin terlihat sangat sempurna sebagai seorang pria.


" Ternyata Abang jauh lebih tampan dariku lihatlah bentuk tubuhnya yang wau." Puji Fadil yang terus memperhatikan Fazar. Sedangkan Fazar yang dari tadi di perhatikan tidak menggubris tatapan sang adik walaupun dia tahu Fadil sedang memperhatikannya." Tampan tapi sayang terlalu dingin dan arogan makanya jomblo. Yang tidak bisa move on dari masalalu walaupun kejadian itu sudah lama." Ucap Fadil dengan sindiran, kalau saja Fazar mendengar apa yang Fadil ucapkan mungkin Fadil sudah di hukum.


Karena tidak mau membuang membuang waktu dengan memperhatikan Fazar. Kini Fadil kembali pada tujuan utamanya yaitu

__ADS_1


keluar.


" Mau kemana kamu." Tanya fazar yang sudah berdiri dekat dengan Fadil yang membuat Fadil kaget karena Fazar yang tiba-tiba saja berada disebelahnya.


" Astaghfirullahaladzim, bang. " Pekik Fadil kafe membuatnya beristighfar karena di bikin kaget oleh Fazar. Padahal tadi baru saja Fadil akan masuk kedalam mobilnya tapi sudah di kejutan oleh Fazar yang berdiri di belakangnya yang membuat ia kaget. Padahal tadi Fadil melihat Fazar yang masih push up di sana tapi ini Fazar sudah berdiri dengan gagahnya di belakang nya. Fazar seperti hantu yang sering datang dadakan lalu membuat orang terkejut untuk saja tidak jantungan.


" Abang kenapa sih bikin kaget saja." Tanya Fadil kesal.


" Abang hanya mau tanya mau kemana kamu pagi pagi udah rapi." Tanya Fazar datar seperti biasa yang memang penasaran dengan Fadil yang setiap minggunya selama dua bulan terakhir yang selalu rapi setiap paginya. Kalau itu siang ngga apa-apa cuman masalahnya ini pagi-pagi. Kalau mau kekantor mana mungkinkan karena hari ini hari Minggu.


Tapi kalau masalah cewek Fazar ngga tahu.


" Mau jalan bang." Jawab Fadil " Mau ketemu sama calon calon istri." Sambung Fadil kembali membuat Fazar mengurutkan alisnya bingung.


" Emangnya kamu punya cewek." Tanya Fazar " Setau abang kamu masih jomblo.'' Ucap Fazar sedikit sindiran yang masih mengingat kalau adiknya ini belum punya kekasih tidak sama seperti yang dia ucapkan. Soalnya dari Rido Fazar mendapatkan informasi itu kalau Adiknya itu masih jomblo.


" Baru calon bang" Jawab Fadil." Apa abang tahu wanita yang sedang aku deketin sekarang. Dia gadis yang dua bulan lalu aku temui walaupun tidak sengaja tapi gadis itu berhasil merebut hatiku. dan gadis yang membuatku lupa pekerjaan yang membuatku sampai datang telat dan Abang menghukumku dengan memberikan proyek yang berada di luar negeri sampai membuatku lembur malam itu." Jelas Fadil sambil mengingatkan Fazar kejadian dua bulan yang lalu. Saat Fadil pulang dan mobilnya mogok ada bekel cuman ngga bisa di pakai karena sudah larut membuat Fadil harus memperbaiki mobilnya sendiri. Mengingat itu membuat Fadil merasa kesal sendiri padahal kejadiannya dua bulan yang lalu.


Sedangkan Fazar yang mendengar penjelasan Fadil hanya mengangguk ngangguk tanda dia mengerti.


" Lalu kenapa kamu pergi pagi-pagi betul.'' Tanya Fazar.


" Aku mau pergi pdkt bang, bisanya hari minggu kaya gini dia keluar rumah." Jawab Fadil.


" Lama-lama ngga jadi jalan gue gara gara punya abang yang super cerewet kaya cewek, Banyak tanya lagi." Batin Fadil yang sudah merasa pusing dengan pertanyaan abangnya itu.


Terlihat dingin tapi cerewet.


" Kalau hari hari lainkan nggak bisa bang soalnya dia kuliah sama kerja, Dan aku juga sibuk sama urusan kantor jadi ngga bisa pdkt hari hari lainnya selain hari minggu, Kalau hari minggu kan aku bisa pdkt dengan senang hati." Jelas Fadil. sambil menceritakan sebenarnya kalau dia hanya bisa pdkt hari minggu kalau hari hari bisanya pasti begitu sulit karena kesibukkan masing masing. Kalau mau pdkt hari lain itu kadang sebentar saja itupun kalau dia berhasil membujuk pujaan hatinya yang tidak tahu apakah wanita itu menyukainya atau tidak.


" Sudah bang aku mau jalan, Kalau lama-lama sama Abang yang ada aku ngga jadi jalan." Ijin Fadil yang memasuki mobil putih kesayangannya.


" Jangan terjebak dalam cinta yang tidak pasti Fadil karena cinta itu bisa membuatmu sakit hati. Cari tahu dulu asal usul wanita itu baik untukmu atau tidak, Jangan sampai wanita itu hanya mempermainkan kamu karena cinta tulusmu untuknya, dan menjadikan kamu sebagai atm berjalan untuk wanita itu. " Ucap Fazar yang mengingatkan Fadil untuk tidak terjebak dalam dunia cinta yang tidak pasti.


Karena Fazar pernah mengalaminya, bukan karena cinta yang tidak pasti tapi karena cinta yang di khianati.


Fadil yang mendengar ucapan dari Fazar hanya menghela nafasnya. Abang tidak tahu wanita seperti apa yang sedang dia perjuangkan sekarang jauh berbeda dari matan tunangan Abangnya yang penuh dengan misteri.


Walaupun Wiyah memiliki misteri keluarga sendiri tapi jauh lebih misteri mantan abangnya itu daripada Wiyah.


" Iya bang." Jawab Fadil kesal." Buat Abang juga jangan terjebak di masalalu karena itu sudah berlalu, Coba untuk melupakan masalalumu yang buruk itu dan mulai yang baru, Walaupun masalalu Abang sakit tapi berusahalah untuk melupakan masalalu itu. Wanita didunia ini tidak sama seperti mantan abang dulu, Karena wanita tahu yang namanya rasa sakit di khianati.'' Ucap Fadil yang sama-sama mengingatkan Fazar. Sedangkan Fazar yang mendengar ucapan dari Fadil hanya bisa terdiam. Dia mengakui apa yang di katakan oleh Fadil itu semua benar.

__ADS_1


Tapi Fazar belum bisa melupakan masalalunya itu walaupun dia mencoba untuk melupakan masalalu itu.


" Abang, aku jalan dulu." Pamit Fadil saat melihat Fazar yang sedang terdiam." Assalamualaikum." Salam Fadil lalu menghidupkan mobilnya meninggalkan halaman rumah Fazar..Meninggalkan Fazar yang masih terdiam karena ucapannya.


" Waalaikumsalam.'' Jawab Fazar yang belum sadar atas kepergian Fadil.'' Astaghfirullahaladzim, anak itu selalu pergi dengan dadakan." Ucap Fazar mendengus kesal saat sudah sadar dari keterdiamnya.


🌹🌹


Fadil menjalankan mobilnya dengan kecepatan di rata-rata. Fadil melewati jalan yang biasanya Wiyah lewati.


Biasanya setiap hari Minggu Wiyah akan pergi kepasar bersama dengan sepupunya. Dan pagi ini Fadil akan mengikuti mereka seperti hari hari Minggu lainnya.


Fadil sering mengikuti mereka secara diam diam selama dua bulan terakhir dan membuat pertemuan mereka seolah olah tidak sengaja.


membuat pertemuan itu terjadi setiap hari minggu.


Windi tidak merasa curiga dengan Fadil karena dia tidak melihat Fadil kalau tanda tanda seperti orang mencurigakan. Sedangkan Wiyah dia merasa curiga tapi tidak mau menuduh orang sembarangan. dan berpikir mungkin pertemuan mereka memang tidak sengaja.


Fadil juga merasa beruntung karena istri dari karyawannya Haidar tidak mengenalinya kalau dia bos kedua dari suaminya.


Kalau tidak mungkin Fadil akan gagal mendekati Wiyah.


.


.


Wiyah berjalan dengan senyum menghiasi bibirnya. Sesekali dia menyapa orang orang yang dia kenal saat melewati jalan itu.


Tapi sesaat langkahnya di hentikan oleh mobil putih yang berhenti di sampingnya.


Yang Wiyah kenal siapa pemilik dari mobil itu.


" Wiyah." Panggil orang di dalam mobil yang tidak lain Fadil, Dengan senyum yang bisa di lihat oleh Wiyah karena kaca mobil itu sedikit terbuka.


......................


Jangan lupa di like, komen, vote dan hadiahnya


biar author makin semangat buat up 😁


Apalagi akan memasuki.

__ADS_1


fakta tentang perpisahan kedua orang tua Wiyah.


bersambung.


__ADS_2