
Sedangkan di sisi lain, tidak jauh dari tempat Fadil dan Wiyah berada. Seorang gadis sedang duduk dan menatap kedua manusia yang sedang asyik berbincang. Ya mungkin mereka sudah melupakannya, karena tadi dia ijin untuk ke kamar mandi.
Gadis yang tidak lain adalah Fina, hanya bisa menatap keduanya dari jauh karena tidak mau menganggu apa yang mereka bicarakan.
Fina begitu sangat penasaran dengan perbincangan keduanya, Tapi sayang dia tidak mau ikut campur masalah itu.
maka dari itu dia memilih duduk di meja yang sedikit jauh dari, Wiyah dan Fadil. Membiarkan dirinya bosan karena lama menunggu.
" Apa sih yang mereka perbincangkan, sampai sampai diriku di lupakan." Gumam Fina dengan wajah bosannya. Dengan tangan yang menopang dagunya sedangkan matanya melirik dua manusia yang asyik sendiri.
" Kasian banget diriku di sini, seperti obat nyamuk." Keluh Fina. Wajahnya yang sudah di tekuk.'' Langit bisakah kau turunkan aku teman, untuk mengobati rasa bosan ku ini, karena sahabat ku sudah melupakan diriku." Doa Fina sambil menatap keduanya.
Fina menegakan duduk nya, kemudian mengambil ponselnya di dalam tasnya, untuk menemani rasa bosannya.
Sedangkan pelayan restoran yang dari tadi melihat tingkah Fina yang hanya diam tanpa memesan sesuatu, mulai merasa curiga. Pelayan restoran itu melangkah mendekati Fina.
" Mau pesan apa mbak.'' Tanya pelayan wanita itu. Fina yang di tanya, melirik ke arah pelayan wanita itu.
" Maaf mbak, saya tidak memesan apa-apa." Jawab Fina dengan senyumannya yang membuat pelayan itu memasang wajah masam nya.
Sedangkan Fina yang melihat wajah dari pelayanan wanita itu mulai mengerti membuatnya berdiri dari duduknya untuk ke meja yang sekarang ditempati oleh Fadil dan Wiyah.
" Permisi ya mbak." pamit Fina yang menghindar dari pelayan wanita yang bermuka kecut. Dengan langkahnya yang cepatnya iya mendekati dua sahabat nya itu.
Sedangkan pelayan itu menatap Fina dengan tatapan tidak suka saat Fina telah sampai di meja Wiyah dan Fadil yang duduk di sebelah Wiyah.
" Dasar orang miskin, duduk di restoran mewah tapi ngga mau pesan, apa-apa." Cibir pelayan wanita itu sambil menyantap Fina dengan tatapan tidak suka, sampai pelayan itu di panggil untuk mengantarkan makanan ke meja pengunjung lainnya.
.
.
" Kenapa lama banget Fin." Tanya Wiyah berbisik saat melihat sahabatnya itu sudah duduk di sebelahnya.
" Maaf Wiyah, Tadi ada urusan sebentar.'' Jawab Fina bohong, agar tidak membuat sahabatnya yang selalu merasa tidak enak kalau ada yang menunggunya itu merasa bersalah padanya.
Sedangkan Wiyah hanya mengangguk mengerti mendengar jawaban dari Fina, walaupun kenyataannya tidak seperti yang di katakan oleh Fina barusan.
" Andai kamu tahu Wiyah sahabatku yang begitu sangat baik, Kalau aku hampir berjamur karena menunggu kalian yang sedang berbincang serius, dan melupakan diriku." Jerit Fina dalam hatinya sambil menekuk wajahnya. menyimpan kedua tangan nya di atas meja sedangkan tangan nya menopang dagunya.
Tidak lama pelayanan itu datang, mengantarkan pesanan mereka.
" Silahkan di nikmati mbak, mas." Ucap pelayan wanita itu sambil menyimpan makanan ringan yang di pesan oleh Fadil tadi di atas meja.
" Makasih mbak." Ucap Wiyah dan Fina dengan senyumannya, pelayan itu dengan ramah mengangguk lalu meninggalkan mereka.
__ADS_1
" Silahkan di nikmati, Wiyah, Fina." Ucap Fadil mempersilakan keduanya untuk menikmati makan yang sudah dia pesan.
Mereka berdua hanya mengangguk dan menikmati makan yang di pesan oleh Fadil tadi.
Walaupun masih merasa kenyang, Tapi keduanya, tetap menghargai apa yang di pesan Fadil. Keduanya menyantap makanan itu dengan senang hati.
Sedangkan Fadil hanya menatap Wiyah, dengan tersenyum.
" Semoga senyuman mu bukan yang terakhir untukku." Batin Fadil saat melihat Wiyah yang sedang tersenyum bersama dengan Fina.
Dua gadis berhijab itu tersenyum dengan manisnya, Semua itu tidak luput dari tatapan Fadil yang diam diam tersenyum karena senyuman mereka.
" Kak Fadil, selesai dari sini, bisakah kita singgah ke taman." Tanya Wiyah yang sudah selesai memakan puding nya.'' Aku sangat rindu dengan harum, Soalnya selama beberapa hari aku tidak bertemu dengannya.'' Jelas Wiyah yang begitu sangat merindukan harum. Apalagi selama beberapa hari ini dia tidak menemukan keberadaan harum di taman yang biasanya mereka datangi.
" Tentu nyonya Wiyah, kita akan ke sana." Jawab Fadil dengan senyuman di bibirnya, sedangkan Wiyah yang mendengar jawaban dari Fadi hanya bisa menggelengkan kepalanya kecil.
Bagaimana dengan Fina, dia semakin bingung dengan jawaban dari Fadil, apalagi dengan kata ' nyonya ' jawaban itu membuat Fina semakin bingung memikirkannya.
Sepertinya aku harus bertanya ke Wiyah, ada hubungan apakah dirinya dengan kak Fadil.
" Makasih kak Fadil." Ucap Wiyah tulus,
" Iya sama-sama Wiyah." Jawab Fadil.
.
.
" Kenapa Wiyah." Tanya Fina saat melihat Wiyah yang berhenti melangkah.
" Astaghfirullah, Fin aku lupa dompet ku di dalam toilet." Jawab Wiyah yang baru ingat kalau dompet nya tertinggal di toilet.
" Ya Allah, Wiyah kamu ini pelupa banget." Pekik Fina yang heran dengan Wiyah yang kadang pelupa.
" Hehe, maaf Fin maklum manusia." Ucap Wiyah sambil terkekeh kecil mengingat dirinya yang kadang pelupa. Sedangkan Fina hanya menggeleng sambil ikut terkekeh kecil sama seperti Wiyah.
" Cepat pergi sebelum dompet mu benar benar hilang." Suruh Fina.
" Iya Fin, kalau gitu aku masuk dulu ya." Pamit Wiyah sambil melangkah masuk kembali ke dalam restoran dengan langkah yang sedikit lebih cepat
" Iya " Jawab Fina yang tidak di terdengar oleh Wiyah, karena Wiyah sudah menjauh darinya.
Sedangkan Fina hanya menghela nafasnya, karena dirinya hanya sendiri di parkiran, sambil menanti kedua sahabatnya.
" Ya Allah begini lah nasib jomblo yang selalu bahagia seperti diriku." Gumam Fina sambil melangkah mendekati mobil Fadil dengan langkah lesu nya.
__ADS_1
.
.
Wiyah bisa bernafas lega karena dompet nya belum hilang dan masih sama seperti di tempat nya, yaitu dekat dengan wastafel yang terdapat cermin besar di sana.
" Alhamdulillah, masih ada." Ucap Wiyah merasa senang karena mendapatkan dompet nya yang masih utuh.
" Sukur masih ada" Ucap Wiyah kembali sambil memeriksa beberapa barang-barang di dalam dompet nya, termasuk foto kedua orangtuanya yang selalu dia bawa.
Lalu dompet nya ia masukkan di dalam tasnya. Membuatnya kembali melangkah keluar dari kamar mandi.
Dengan senyuman kecil nya Wiyah melangkah keluar dari kamar mandi, Melangkah melewati beberapa pengunjung yang tidak terlalu ramai.
Beberapa pengunjung di situ melihat kearah Wiyah. Gadis yang begitu sangat anggun walaupun hanya mengenakan pakaian sederhana. Pakaian yang tertutup dari atas kepala sampai di bawah kaki, Tidak sama sekali memperlihatkan aurat yang terdapat yang terdapat pada tubuhnya. Di tambah dengan wajahnya yang cantik membuat gadis cantik itu banyak di kagumi oleh kaum adam walaupun hanya secara diam, termasuk Fadil. Tapi pria itu yang bernai melamar nya.
Dengan langkahnya, Wiyah menuruni anak tangga. Tapi baru saja dia menuruni beberapa anak tangga, tidak sengaja kaki nya tersangkut di baju gamis nya yang sedikit panjang.
Yang membuat pertahanan tubu nya tidak seimbang, yang membuat dirinya hampir jatuh.
" Astaghfirullah...." Pekik Wiyah yang merasa tubuhnya akan jatuh karena kehilangan keseimbangan. Wiyah menutup matanya.
karena dia yakin kalau dirinya akan benar-benar jatuh.
Sampai tangan kekar melingkar di tubuhnya yang membuat Wiyah tidak jadi jatuh dari atas tangga.
Wiyah yang menutup matanya. bisa merasakan kalau ada yang menahannya dengan tangan kekar melingkar di pinggang nya, Sedangkan tubuhnya yang merapat di tubuh seseorang.
Wiyah tidak merasakan apa-apa pada tubuhnya, hanya ia merasa sakit pada kepalanya karena membentur sesuatu yang begitu sangat keras.
Wiyah yakin kalau dia tidak jadi jatuh, karena ada yang menahannya.
Wiyah mulai membuka matanya perlahan lahan, sampai. matanya menatap mata seseorang yang membuat jantungnya berdegup sangat kencang saat mata Wiyah dan mata orang itu saling menatap dan mengunci satu sama lainnya.
Aliran darah Wiyah memompa lebih kencang saat melihat tatapan orang itu.
Tatapan mata yang tajam, wajah bagaikan orang luar, yang membuat wajahnya banyak di kagumi oleh siapa saja. Siapa saja yang melihatnya pasti akan jatuh cinta.
Bersambung,
banyak typo yang bertebaran.
maaf baru up lagi.
salam manis dari author 😉
__ADS_1