Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 35


__ADS_3

" Acil di mana Harum." Tanya Rafa sambil melihat sekeliling taman yang sedikit ramai.


walaupun sudah sore.


" Ngga tahu Rafa, acil juga ngga tahu Harum kemana." Jawab Wiyah yang sama sama melihat sekeliling. Tapi yang dia cari tidak ada di sekitaran situ.


" Biasanya Harum ada di sini saja acil Wiyah.'' ucap Rafi.


" Mungkin Harum sedang berjualan sambil menawarkan jualannya ke pengunjung taman ini agar jualan nya cepat selesai" Jawab Wiyah


yang dapat anggukan dari Rafa dan Rafi.


Rafa, Rafi dan Wiyah melangkah mendekati kursi taman yang berdekatan dengan pohon. Mereka duduk menyimpan barang bawaan mereka ditanah yang dipenuhi rumput.


" Apa Harum ngga jualan acil." Tanya Rafi, Soalnya orang yang dia cari ngga terlihat sama sekali dari tadi.


" Jualan Rafi, mungkin lagi keliling " jawab Wiyah.


" Tapi koh lama betul." Keluh Rafa yang ngga sabaran.


" Ya namanya jualan Rafa, pasti lama. tunggu bentar lagi." Wiyah mencoba menenangkan Rafa dan Rafi yang sudah tidak sabaran itu.


" Apa mungkin Harum ngga jualan." Batin Wiyah


" Tapi tidak mungkin Harum kalau ngga jualan." batin Wiyah kembali yang membantah pikirannya tadi. Wiyah tahu betul kalau sampai harum ngga jualan.


Lama menunggu Fina datang sambil membawa beberapa makanan ringan Dan juga empat botol air.


" Nih ambil.'' Fina memberikan makanan ringan itu ke wiyah agar dia membagikan itu ke Rafa dan Rafi yang sedang duduk menunggu.


" Makasih Fin." Ucap Wiyah yang di balas senyum oleh Fina.


" Mana Harum.'' Tanya Fina yang melihat ke sekitar tidak melihat anak yang bernama harum itu.


" Mungkin dia sedang berkeliling untuk menjajakan jualannya." Jawab Wiyah yang di anggukan dari Fina.


" Kak Wiyah" Panggil anak perempuan yang baru saja datang menghampiri Wiyah,Fina, Rafa dan Rafi, yang dari tadi menunggunya.


Wiyah, Fina termasuk Rafa, Rafi melihat kearah


suara yang mereka dengar tadi. Suara yang begitu mereka sangat kenal.


Wiyah, Fina, Rafa dan Rafi. Melihat kearah suara itu yang terdapat bocah yang mungkin seusia Rafa dan Rafi. yang berusia delapan tahun.


Mereka berempat yang tadi menundukkan kepalanya kini mengangkat wajahnya melihat kearah anak perempuan itu.


Yang bernama Naila Harum Syah yang biasa di panggil Harum. Anak perempuan yang berusia delapan tahun. Yang memiliki mata coklat keemasan, hidung mancung dan bibir yang tipis. Memiliki kulit putih walaupun selalu terkena sinar matahari tapi kulit putihnya itu tidak akan kusam. Memiliki rambut panjang sepinggang yang selalu di kuncir kuda.


Mereka yang melihat Harum berada di hadapan mereka membuat keempatnya tersenyum.


" Harum dari mana.'' Tanya Wiyah yang melangkah mendekati Harum yang susul. Rafa, Rafi dan Fina sambil membawa barang yang mereka bawa tadi.


" Aku habis menjajakan jualanku tadi kak Wiyah." Jawab Harum sambil memperhatikan jualan yang sudah habis.


Sedangkan mereka hanya mengangguk sambil tersenyum." Tapi kenapa lama betul" Tanya Rafi penasaran.

__ADS_1


" Tadi Harum habis ketemu sama Kakak baik, terus harum diajak beli ini." Jawab Harum tersenyum sambil memperhatikan beberapa roti ditangannya.


Mereka mendengar jawaban dari harum mengerutkan keningnya.


'Kakak baik ' siapa. Pikir Wiyah dan Fina.


" Siapa Harum.'' Tanya Wiyah.


" Kakak yang biasanya bantu Harum kak Wiyah." Jawab Harum membuat Wiyah mengangguk mengerti.


Walaupun Harum sering bercerita tentang Kakak baik itu. Tapi Wiyah tidak pernah melihatnya makanya setiap harum bercinta tentang kakak baik Wiyah jadi bingung sendiri.


Karena Harum sering menyebut Kakak baik setiap ada yang membantunya membuat Wiyah bingung.


" Jangan terlalu percaya sama orang Harum." Tegur Wiyah lembut. Walaupun Wiyah melihat Harum baik-baik saja tapi Wiyah selalu mencemaskannya.


Wiyah takut terjadi sesuatu kepada Harum bocah yang sangat polos ini. Wiyah takut akan ada orang yang akan memaafkan kepolosan Harum untuk melukai nya.


" Iya kak Wiyah." Jawab Harum tersenyum.


" Harum.'' Panggil seseorang. Terdengar dari suaranya kalau orang yang memanggil Harum itu seorang pria.


Sedangkan Wiyah yang mendengar suara pria itu. Seperti pernah mendengarnya. Tapi dimana pikir Wiyah.


Wiyah melihat kearah suara itu.


Yang terdapat seorang pria yang sedang melangkah kearah mereka.


Wiyah yang melihat pria itu sangat mengenal siapa pria yang berada di hadapannya itu. Sedangkan pria itu melangkah dengan senyuman apalagi saat melihat Wiyah senyumnya seperti tidak akan hilang dari bibirnya.


ya Fadil.


( Bukan nya dia ada di rumah.


tapi kenapa sekarang ada di taman?


kalau Fadilada di taman lalu di rumah itu siap? 🤔 ) lanjut.


Di dekat Harum Fadil membukukan tubuhnya dengan tangan kirinya disandarkan dilututnya sedangkan tangan kanannya menjulur ke depan sambil memberikan jajan ke Harum.


Kepalanya diangkat sambil melihat kearah Harum sambil tersenyum.


" Harum ini jajan yang Kaka janjikan tadi." Ucap Fadil menyerahkan satu keresek merah yang berukuran sedang yang berisi beberapa jajan yang berbeda beda.


Harum yang melihat itu langsung tersenyum.


" Makasih kakak baik." Ucap Harum tulus sambil memberikan senyumannya.


" Sama sama Harum" Jawab Fadil yang sudah berdiri dengan senyuman yang tidak hilang dari bibirnya


" Kak Wiyah ini kakak baik yang selalu Harum ceritakan." Ucap Harum sambil memperkenalkan Wiyah ke Fadil.


Fadil menangapi itu dengan senyuman.


Walaupun Harum tidak memperkenalkannya Fadil tetap tau kalau gadis yang berada di hadapannya itu Wiyah. Gadis pertama yang berhasil tersimpan di hatinya.

__ADS_1


Gadis yang ingin di temuinya tadi pagi tapi tidak jadi. Sampai membuatnya dia galau dan berakhir mengerjai sahabatnya.


" Fadil " Ucap Fadil menangkupkan tangan si atas dada dengan senyum di wajahnya.


" Wiyah " Jawab Wiyah melakukan hal yang sama dengan senyuman Tapi pandangan tetap dia jaga.


Tiba-tiba jantung Fadil langsung berdegup kencang saat melihat senyuman itu.


" Ya Allah senyuman itu membuat jantung ku berirama, apakah ini yang namanya cinta." Batin Fadil " Astaghfirullahaladzim, maafkan aku ya Allah " Gumam Fadil beristigfar sambil mengusap dadanya.


" Sedangkan yang ini kak Fina " Harum memperkenalkan Fadil ke arah Fina. mereka menangkupkan tangan masing-masing.


" Fina " memperkenalkan dirinya dengan dengan pandangan yang sama di jaga seperti Wiyah.


Tapi sekilas Fina melihat kearah Fadil.


kagum ya Fina kagum dengan ketampanan Fadil yang terbilang sempurna.


Fina yang memikirkan itu langsung beristigfar.


karena kagum depan dah pria yang bukan mahramnya.


" Fadil " Fadil ikut tertegun melihat fina yang sama seperti Wiyah. Sahabat yang sempurna. pikir Fadil


" Terus ini teman Harum kakak baik. yang sering Harum ceritakan " Ucap harum memperkenalkan Rafa dan Rafi.


" Rafa om " Rafa memperkenalkan dirinya sambil mencium punggung tangan Fadil dengan sopan.


" Rafi om " Rafi memperkenalkan dirinya sama seperti yang dilakukan Rafa tadi.


" Kak Fadil." Jawab Fadil.'' Tapi kenapa Kakak di panggil om." Tanya Fadil yang bingung dengan sebutan om.


Apa dia sudah terlihat tua makanya di panggil om. pikir Fadil


" Karena om sama seperti acil Wiyah" Jawab keduanya polos.


Sedangkan Fadil hanya tersenyum gemas melihat tingkah kedua anak laki-laki yang sangat mengemaskan.


Fadil tidak perlu bertanya siapa Rafa dan Rafi sebenarnya karena dia sudah tahu siapa mereka.


Selesai acara perkenalan diri. Mereka duduk di kursi taman sambil bercerita


Tentang pertemuan mereka dengan harum.


Bersambung.


Jangan lupa komen like vote nya ya biar author makin semangat up nya.


Untuk beberapa hari ini author akan jarang up karena author ada ke sibukkan di dunia nya.


tapi author akan usahain agar bisa up


sekali lagi author berterimakasih kepada teman teman yang sudah mau mendukung author


salam manis dari author 🤗🥰

__ADS_1


__ADS_2