
Sedangkan di sisi lain.
Seorang gadis yang terdiam dalam kesendirian nya hanya bisa melamun tanpa melakukan kegiatan apapun karena hari juga tanggal merah jadi tidak mengharuskan nya untuk melakukan kegiatan.
Sedangkan keluarga Haidar sedang melakukan kegiatan mereka. Yaitu menemani ketiga anak mereka untuk jalan-jalan walaupun hanya sebentar..Sebenarnya Mereka sudah mengajak Wiyah untuk ikut, hanya saja Wiyah tidak mau karena beralasan sedang malas untuk keluar.
" Bosan di rumah. Tapi mau ngapain ya." Ucap Wiyah yang merasakan kebosanan saat ketiga anak keponakannya itu tidak ada. Wiyah membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang yang berada di ruangan keluarga. Ya karena rasa malasnya membuat Wiyah berbaring di atas sofa tanpa melakukan kegiatan.
Sejenak Wiyah bisa melupakan rasa sedihnya selama seminggu ini dengan menutupi kesedihannya dari keluarganya. Walaupun Wiyah masih bisa untuk merasakan rasa sakit itu jika Wiyah kembali mengingat semuanya dengan jelas apa saja cerita yang ayahnya. Begitu sangat sakit sampai membuatnya menangis sendirian tanpa ada yang tau.
Tapi yang Wiyah tidak tahu, Kalau Windi atau Haidar bisa merasakan kesedihan nya dan mereka tahu kalau Wiyah sering menangis sendiri setiap Wiyah mengingat cerita dari ayahnya.
Wiyah berusaha untuk menerimanya tapi dalam hati kecilnya seakan menolak, Entah kenapa tapi Wiyah masih berharap kenyataan itu hanya sebuah mimpi biasa.
" Andai aku bisa memutar waktu, Maka aku akan memutar ke masalah lalu untuk menghentikan kejadian beberapa tahun yang lalu. Mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi." Gumam Wiyah, Lalu Wiyah kembali menegakan tubuhnya untuk kembali duduk di atas sofa." Ayolah Wiyah, berusaha untuk ikhlas menerima semuanya. Bukannya kamu masih memiliki keluarga yang begitu sangat menyayangi mu jauh lebih dari apapun itu. Walaupun ayahmu bukanlah Ayahmu, Tapi dia begitu sangat menyayangi kamu jauh lebih dari apapun itu. Berusaha untuk menerima semuanya karena aku yakin kamu Bisa." Ucap Wiyah mencoba menyemangati dirinya sendiri walaupun akan terasa sakit dan ujung ujungnya Wiyah akan menangis lagi, Tapi Wiyah akan berusaha untuk tetap kuat." Ayo Wiyah sekarang bangun lupakan kesedihan mu." Ucap Wiyah menghapus air matanya yang tiba-tiba saja menetes.
Wiyah berdiri dari duduknya lalu melangkah kearah dapur untuk melakukan kegiatan yang membuat kesedihannya sedikit terlupakan.
Sesampainya di dapur Wiyah mulai memikirkan apa yang harus dia lakukan, Sampai satu ide membuatnya tersenyum.
Wiyah mulai mengambil beberapa bahan yang dia butuhkan untuk membuat sesuatu yang berguna dibandingkan dia bersedih.
Saat sedang asyik membuat adonan kue. Suara ponselnya tiba-tiba berdering. yang membuat Wiyah melepaskan aktivitasnya membuat kue untuk melihat siapakah yang menelpon nya sekarang. Wiyah mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelepon.
Fina.
Yang ternyata yang menelepon adalah Fina sahabat terbaiknya.
π±" Wiyah." Panggil di sembarang sana saat Wiyah mengangkat telpon nya, tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.
" Salam dulu Fin." Tegur Wiyah membuat Fina terkekeh karena melupakan sesuatu yang penting itu.
π±" Maaf Wiyah lupa." Jawab Fina dengan terkekeh." Assalamualaikum." Salam Fina di seberang sana." Wiyah kamu ada di rumah atau sedang keluar." Tanya Fina di seberang sana.
" Waalaikumsalam." Jawab Wiyah." Iya Fina aku di rumah. Kenapa ya Fin." Tanya Wiyah yang bingung kenapa sahabat nya itu telfon, Padahal biasanya dia akan datang ke rumah langsung jika ada hal penting.
π±" Hehe. Ini Wiyah, Aku ada di depan rumah." Jawab Fina sambil terkekeh. Sedangkan Wiyah cukup bingung mendengar jawaban sang sahabat.
" Di depan rumah." Tanya Wiyah bingung.
π±" Iya Wiyah aku ada didepan rumah." Jawab Fina membuat Wiyah melangkah ke arah depan untuk mengecek apakah benar kalau sahabat nya sudah berada di depan rumahnya.
πΎπΎπΎπΎ
" Kenapa pintu nya ngga diketuk saja Fin." Tanya Wiyah saat membukakan pintu saat mendapati Fina yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya.
Fina yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu membuatnya tersenyum." Aku kira tadi kamu jalan Wiyah. Makanya aku telfon kamu dulu karena aku kira kamu sedang Keluar.." Jawab Fina. Mendengar Jawaban dari Fina membuat Wiyah mengangguk mengerti.
" Ayo masuk Fina." Ajak Wiyah yang mendapatkan anggukan dari Fina.
Fina masuk kedalam rumah melangkah ke arah dapur mengikuti Wiyah.
Sesampainya di dapur. Fina sedang melihat bahan bahan kue yang tersusun rapi di atas meja makan." Kamu mau bikin kue Wiyah." Tanya Fina saat melihat bahan bahan kue yang tersusun di atas meja.
" Iya Fina aku mau bikin kue." Jawab Wiyah yang duduk di kursi yang di susul oleh Fina.
" Kalau gitu aku bantu ya." tawar Fina. Membuat Wiyah mengangguk setuju. Fina mulai membantu Wiyah sampai melupakan tujuan nya ke rumah sahabatnya itu.
Keduanya sama sama fokus kepada pembuatan kue mereka dengan sedikit perbincangan yang membuat dapur itu serasa seperti tidak sunyi lagi. Wiyah juga sudah memiliki teman untuk mengobrol Jadi Wiyah tidak akan mengingat kesedihannya untuk sementara.
" Wiyah." Panggil Fina melihat ke arah sahabat nya itu.
__ADS_1
" Iya Fin." Jawab Wiyah yang tanpa mengalihkan pandangannya dari adonan yang sedang dia buat.
" Bagaimana hubungan mu dengan kak Fadil. Apakah Kak Fadil sudah membawa keluarga nya untuk menemui mu." Tanya Fina yang sudah mengingat tujuannya tadi yang sempat terlupakan.
Wiyah yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu menghentikan kegiatannya membuat adonan kue nya karena terkejut mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu. Wiyah melihat kearah Fina itu." Aku ngga tahu juga Fin. Soalnya satu Minggu yang kemarin itu hari terakhir Kemi bertemu, dan aku juga belum pernah bertemu dengannya selama beberapa hari ini, Setelah aku menerima lamarannya kemarin." Jawab Wiyah. Wiyah masih mengingat dimana di saat dirinya menerima lamaran dari Fadil. Di hari itu juga Wiyah tidak pernah bertemu dengan Fadil selama seminggu terakhir.
Apalagi Wiyah masih dalam kesedihan yang membuat ia tidak memberitahukan keluarga nya kalau dirinya sudah menerima lamaran dari Fadil. Karena Wiyah terus saja menangis setiap mengingat cerita dari sang ayah yang membuat Wiyah melupakan niat utamanya untuk memberitahukan keluarganya kalau dirinya sudah menerima lamaran dari Fadil.
" Emangnya kamu ngga pernah ketemu sama dia selama seminggu terakhir ." Tanya Fina membuat Wiyah mengangguk.
" Ngga Fin, Selama seminggu ini aku ngga pernah bertemu dengan kak Fadil." Jawab Wiyah membuat Fina mengangguk mengerti.
" Terus bagaimana dengan hubungan kalian, kalau kak Fadil ngga ada kabarnya sama sekali." Tanya Fina membuat Wiyah mengangkat bahunya tanda dia sendiri tidak tahu.
" Aku juga ngga tau Fin, Soalnya aku ngga terlalu mempermasalahkan itu. Karena aku ngga mau berharap kepada orang yang tidak pasti." Jawab Wiyah." Aku juga tidak mau berharap lebih, karena kak Fadil sudah aku anggap seperti sahabatku dan tidak lebih dari itu. Tapi jika Dia menginginkan Hubungan kami lebih dari sahabat, aku akan menerimanya asal Kak Fadil serius dengan hubungan itu. karena aku tidak mau jatuh cinta ke orang yang memberikanku aku harapan tanpa kepastian." Jelas Wiyah." Aku juga tidak mau jatuh cinta ke orang selain suamiku kelak dan aku tidak mau memberikan separuh hatiku selain suamiku nantinya." Batin Wiyah.
Ya. Setelah kejadian dimana Wiyah mengetahui alasan kenapa kedua orang tuanya berpisah dari situ Wiyah semakin Takut untuk jatuh cinta dan membuat dirinya berjanji tidak akan jatuh cinta kepada laki-laki lain selain suaminya nanti. Karena Wiyah Takut di saat Wiyah mencintai orang lain ternyata pria yang dia cintai bukanlah jodoh nya.
Wiyah hanya takut kisah cintanya nanti akan seperti kedua orang tuanya yang begitu sangat rumit dan memiliki jalan sendiri.
" Wiyah, kenapa malah diam." Tanya Fina sambil memegang bahu Wiyah karena Fina melihat Wiyah yang terdiam.
Wiyah yang bahunya di pegang terkejut dan membuatnya sadar dari lamunannya." Kenapa ya Fin." Tanya Wiyah sambil menatap sahabatnya itu.
Fina yang melihat tingkah Wiyah yang hanya menggeleng karena Fina tahu kalau sabatnya itu pasti sedang melamun." Ngga ada apa apa Wiyah." Jawab Fina membuat Wiyah mengangguk mengerti tanpa bertanya kembali.
Fina yang masih penasaran dengan hubungan antara Wiyah dan Fadil kembali bertanya, karena rasa penasaran dengan hubungan keduanya." Bagaimana dengan perasaanmu ke kak Fadil, apakah kamu memiliki persamaan kepadanya." Tanya Fina yang ingin memastikan perasaan sahabat nya itu.
Mendengar pertanyaan dari Sahabatnya itu membuat Wiyah bingung dengan perasaannya." Aku ngga tahu Fin, Soalnya perasaanku sekarang. Tapi jika Kak Fadil datang dan menginginkan hubungan kami dengan serius maka aku membuka hati, Tapi jika tidak aku tidak tahu. Mungkin aku akan menunggu orang yang serius dalam menjalankan hubungan." Jelas Wiyah.
Fina yang mendengar penjelasan dari sahabatnya itu hanya mengangguk mengerti karena Fina tahu seperti apa sahabatnya itu yang belum pernah mengenal yang namanya cinta.
Keduanya kembali melanjutkan membuat kue tanpa ada perbincangan kembali. Sampai kue itu benar benar jadi dan selesai.
Dengan keahlian memasak dan pintar membuat kue membuat keduanya bisa menyelesaikan membuat ketiga kue itu dengan waktu yang cepat.
" Alhamdulillah selesai juga." Ucap keduanya." Kalau gitu kita solat ashar dulu ya Fin, Soalnya tadi kita belum mengerjakan shalat Ashar." Ajak Wiyah yang mendapatkan anggukan dari Fina.
Keduanya membereskan meja makan terlebih dahulu yang kini berantakan bagaikan kapal pecah. Setelah membereskan semuanya keduanya membersihkan tubuh mereka masing masing setelah itu mengerjakan shalat Ashar yang sempat tertunda karena acara membuat kue.
.
.
Selesai melaksanakan shalat Ashar kini keduanya kembali ke meja makan untuk mencicipi kue buatan mereka." Kita coba kue buatan kita dulu Fin." ajak Wiyah sambil menyerahkan kue yang mereka buat tadi.
Fina yang melihat itu dengan semangat mengambil dan memakannya." Enak banget Wiyah, Rasanya pas di lidah." Puji Fina saat merasakan kue yang dia buat terasa begitu sangat enak di lidahnya." Memang Wiyah kamu paling hebat dalam soal masakan." Ucap Fina kembali dengan pujian yang keluar dari mulutnya.
Sedangkan Wiyah yang mendengar kalimat pujian dari sahabatnya itu hanya bisa tersenyum." Makasih Fin atas pujiannya." Ucap Wiyah tulus.
Wiyah ikut bergabung mencoba merasakan kue yang dia buat. Ya. Kalau Wiyah mengakui rasa kuenya memang enak.
" Wiyah. Apa kamu sudah mendapatkan kabar tentang harum." Tanya Fina membuat Wiyah menggeleng.
" Belum Fin, Sampai sekarang aku belum mendengar kabarnya. Padahal Harum sudah menghilang selama dua Minggu terakhir dan sampai sekarang belum ketemu." Jawab Wiyah yang merasakan kesedihan yang begitu sangat mendalam karena harum menghilang tanpa ada kabarnya sama sekali. Wiyah juga sudah mencari di keluarganya, Tapi keluarganya sama sama hilang seperti harum.
__ADS_1
Wiyah masih mengingat janji Fadil yang mengatakan kalau Dia akan mencari harum. Tapi sampai sekarang Fadil belum juga menemukan harum, malahan Fadil sendiri juga menghilang selama seminggu ini.
" Semoga Harum cepat ketemu ya Wiyah."
" Amin."
Saat sedang asyik memakan kue yang mereka buat dengan sedikit perbincangan kecil.
Terdengar suara ketukan pintu dari ruangan tamu, Yang membuat keduanya menghentikan kegiatannya. lalu melangkah mengarah ke ruangan tamu.
" Siapa yang datang Wiyah." Tanya Fina yang sedang mengenakan hijabnya.
" Mungkin kak Idar." Jawab Wiyah yang sudah selesai mengenakan hijabnya. Lalu melangkah untuk membuka pintu.
Saat membuka pintu Wiyah dan Fina bisa melihat tiga orang pria dan dua orang wanita yang sedang berdiri di depan pintu mereka. Apalagi kelima orang itu mengunakan baju hitam yang membuat Fina dan Wiyah bingung siapakah kelima orang itu.
" Assalamualaikum, Apa benar ini Rumah Wisyah Hanifah putri." Tanya Pria yang berbadan besar itu.
Mendengar pertanyaan pria itu membuat Wiyah sedikit bingung." Iya saya sendiri. Ada apa ya pak." Tanya Wiyah dengan wajah penuh tanda tanya.
" Jika begitu, Ikutlah dengan kami." Ajak Wanita itu yang membuat Wiyah semakin bingung.
" Emangnya ada apa ya mbak. Kenapa Anda mencari sahabat saya dan harus mengikuti Anda." Tanya Fina yang sama sama bingungnya seperti Wiyah.
" Karena Ini perintah dari tuan kami untuk menjemput nona Wisyah. Karena tuan kami ingin bertemu dengannya." Jawab Wanita itu dengan Wajah datarnya.
Mendengar Jawaban dari Wanita itu semakin membuat Wiyah bingung." Maaf, Mbak ada urusan apa, saya dengan tuan anda ." Tanya Wiyah bingung.
" Soal itu, Nona bisa tanyakan kepada saya nona Wisyah." Jawab pria yang bertubuh besar itu.
" Emangnya siapa tuan Anda pak, Kami tidak tahu." Ucap Fina.
" Anda bisa bertemu dengannya, maka kalian bisa tahu siapa tuan kami nona." Jawab Pria itu kembali.
" Nona Wisyah apakah anda bisa lebih cepat, Karena tuan kami tidak mau lama menunggu." Ucap Pria itu kembali membuat Wiyah mengangguk mengerti.
" Baik kalau gitu, Tugu sebentar. Saya bersiap siap terlebih dahulu." Ijin Wiyah.
" Baiklah Nona Wisyah, Kami akan menunggu." Jawab pria itu.
Mendengar Jawaban dari pria itu membuat Wiyah menarik tangan sahabatnya itu lalu menutup pintu rumah.
" Siapa mereka Wiyah. Kenapa wajah mereka begitu sangat menyeramkan." Tanya Fina bingung.
" Aku juga ngga tau Fin. Tapi kita harus menuruti apa perintah dari mereka, karena aku takut kalau mereka sampai melakukan hal yang lain." Ucap Wiyah.
" Tapi Wiyah, Apa kamu ngga takut kalau sampai mereka melakukan hal hal yang aneh." Tanya Fina.
" Masalah itu aku juga takut Fin, Tapi Yang terpenting sekarang kita harus menuruti apa perintah mereka karena takutnya mereka ngamuk." Jawab Wiyah." Kalau gitu kita siap siap dulu, Setelah itu kita ikut mereka." Ucap Wiyah kembali. Sebenarnya Wiyah merasakan ketakutan yang sama seperti Fina. Tapi Wiyah juga takut kalau sampai kelima orang itu melakukan hal hal yang lain kepada keluarganya karena menolak ajakan mereka.
Selesai mengganti pakaian mereka. keduanya melangkah mendekati Beberapa orang itu untuk mengikuti kemana orang itu akan membawa mereka yang katanya untuk sih menemui tuan mereka.
Wiyah juga sudah mengabari Haidar kalau Dia akan keluar. Jadi di saat Keluarganya itu pulang dan tidak menemukan nya di rumah mereka tidak akan merasa kwartir.
" Mari nona Wisyah." Ajak beberapa orang itu yang langsung mengikuti mereka lewat belakang.
Sedangkan Wiyah ataupun Fina semakin bingung. Karena kelima orang itu begitu sangat Aneh.
Bersambung
harap bijak dalam membaca karena
__ADS_1
Banyak typo yang bertebaran
Jangan lupa like komen dan vote nya biar author Makin semangat buat up.