Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 50


__ADS_3

'' Andai Bunda tidak menjodohkanmu nak mungkin kamu tidak akan terjebak didalam yang namanya cinta dan sakitnya di khianati karena masalalumu." Batin Sisi merasa bersalah


" ngga usah di pikirkan bund, itu juga bukan salah bunda." Ucap Fazar seperti tahu apa yang di pikirkan oleh bundanya itu.


" Dari pada ibu mikirin tentang masalalu, lebih baik kita lanjutkan rencana kita hari ini untuk berkumpul, bukannya itu rencana ibu kemarin.'' Ucap Fazar mengingatkan rencana ibu nya kemari sore.


Ya, kemarin sore Bunda Sisi menelfon Fazar dan Fadil untuk datang kerumah melakukan acara kecil kecilan untuk berkumpul dengan keluarga mereka. Merayakan dua bulan kembalinya Fazar kerumah besar yaitu rumah utama.


Mendengar ucapan dari putra sulungnya Sisi hanya tersenyum.


" Tapi bagaimana dengan Fadil " Tanya Sisi mengingat Fadil kalau putra Keduanya itu belum datang.


" Biarlah Bun dia sedang mencari jalannya sendiri." Jawab Fazar yang berlalu pergi, membuat Sisi hanya menggeleng mendengar jawaban dari Fazar.


" Bang." Panggi remaja laki-laki yang berusia 15 tahun. Fazar melihat kearah remaja yang memanggil nya itu.


Terlihat remaja laki-laki yang membawa beberapa alat bakar. Fazar yang melihat itu jadi bingung kenapa adiknya itu malah membawa alat tradisional.


" Apa yang kamu bawa Fazri." Tanya Fazar saat melihat benda yang remaja laki-laki itu bawah remaja laki-laki yang tidak lain Fazri, Ya Fazri adik bungsu Fazar yang tidak kalah kocaknya dari Fadil jika di rumah dan begitu sangat dingin jika diluar rumah.


" Fazri sembawa alat bakar bang, karena kata bunda kita akan ada acara bakar bakar dihalaman belakang.'' Jawab Fazri yang membuat Fazar dan Sisi menggeleng melihat tingkah konyol Fazri padahal usianya sudah 15 tahun tapi Fazri belum paham kalau mereka tidak membutuhkan alat itu karena sekarang ada alat-alat canggih. Serta ada koki dan juga pelayanan yang akan memasakkan untuk mereka.


Jadi untuk apa memasak sendiri jika mereka memiliki itu.


" Dek apa kamu lupa kalau kita tidak perlu menggunakan alat itu" Tanya Fazar sambil melihat beberapa alat yang Fazri bawah.


" Fazri tahu bang, kalau kita ini orang kaya jadi tidak perlu menggunakan alat yang Fazri bawah." Jawab Fazri." Tapi bang, Fazri mau kasih tau kalau dengan alat sederhana ini bisa membuat hubungan yang rusak bisa membaik. " Ucap Fazri menjelaskan membuat Sisi dan Fazar merasa bingung.


" Masasih." Tanya Sisi


" Iya Bun Fazri ngga bohong, kalau gitu mari kita coba." Jawab Fazri sambil mengajak Abangnya dan juga bundanya itu.


" Oke."


" Ada ada aja." Batin Fazar. Sisi dan Fazar melanjutkan langkahnya mengarah ke halaman belakang.


Terlihat begitu sangat besar saat ketiganya sampai di taman belakang. Taman itu terlihat begitu sangat indah karena di tumbuhi beberapa bunga yang bunda Sisi suka.


Fazri mulai menyimpan alat-alat bakar yang sederhana. Jika ingin memakainya harus memiliki kerja sama yang tempat.


Apalagi harus menggunakan cara tradisional.


yang mungkin membutuhkan waktu lama.


Tidak berselang lama alat bakar sederhana itu menyala. Dengan asap dan api kecil yang terlihat,


Fazar yang tadi terlihat tidak perduli harus ikut membantu karena melihat Bunda Sisi yang terlihat kesusahan saat menyalakan alat panggangan sederhana itu.


" Semoga dengan ini hubungan bunda dan Abang Fazar semakin membaik." Batin Fazri melihat kerja sama antara Bunda dan juga anaknya.


Fazri bisa melihat perjuangan bunda dan juga Abangnya yang hanya ingin menyalakan sebuah api dari alat sederhana yang dia bawa tadi. Terlihat api kecil dan asap yang membuat mereka terbatuk-batuk.


.


.


Lama menunggu hasil panggangan akhirnya selesai juga dengan mengeluarkan banyak keringat agar sebuah masakan hasil kerja sama antara anak dan bunda yang sudah tersaji diatas meja kecil yang memang sudah tersedia di taman belakang rumah.

__ADS_1


bunda Sisi tersenyum senang melihat bagaimana kedua putranya begitu sangat bersemangat saat mereka melakukan acara bakar bakar kecil kecilan walaupun putranya Fadil tidak tahu kemana


bunda Sisi tidak menyangka dengan alat bakar yang di bawah oleh Fazri, bisa membuat hubungan keluarga mereka sedikit lebih baik.


selama tiga tahun harus berpisah karena kesalahan masalalunya.


.


.


Saat Fazar dan Fazri sedang asyik membakar sebuah sate sedangkan bunda Sisi sedang asyik membuat bumbu sate yang mereka buat.


Tanpa mereka bertiga sadari dari luar Fadil sudah pulang dan langsung mengarah ke belakang karena mencium aroma masakan kesukaannya yaitu sate.


Ya. setelah Fadil mengantarkan Wiyah ke pasar dan mengantarkannya kembali sampai di rumah dengan selamat. Fadil memutuskan untuk kembali kerumah utama, karena ingin menepati janji walaupun sudah terlambat.


Dengan langkahnya Fadil mengikuti aroma sate yang menggelar satu penjuru rumah. Sesampainya di halaman belakang Fadil bisa melihat kalau abangnya sedang membakar sate dengan alat tradisional dibantu Fazri.


sedangkan bunda Sisi sedang membuat Bumbu sate yang di bantu oleh beberapa pelayan lainnya.


melihat itu membuat Fadil mengarahkan pandangannya kearah sate yang sudah di bakar. Fadil hanya menelan silvernya karena makanan kesukaan sudah tersaji di atas meja kecil.


Dengan sigap Fadil mengarahkan langkahnya


kearah meja kecil itu. Sedangkan ketiga orang yang sudah berjuang membuat sate tidak menyadarinya.


Dengan rakusnya Fadil memakan sate buatan bunda Sisi dan kedua saudaranya dengan susah payah, sedangkan dia tinggal datang langsung makan.


" Astaghfirullahaladzim.'' Pekik Bunda Sisi saat melihat Fadil yang sedang memakan sate yang sudah mereka Buat dengan susah paya.


Sedangkan beberapa orang itu melihat kearah bunda Sisi dan mereka sama-sama kaget seperti bunda Sisi.


" Makan bang." Jawab Fadil dengan wajah tanpa berdosa nya.


" Enak betul datang datang langsung makan." Kesal Fazri yang ingin memukul saudaranya itu.


" Namanya lapar." Jawab Fadil kembali.


Mereka menatap Fadil dengan tatapan kesal


susah paya mereka membuat sate harus habis ditangan Fadil.


" Dil enak banget kamu datang datang langsung makan, apa kamu ngga kasian sama kami yang sudah susah membuat sate itu." Ucap Fazar kesal. Rasanya Fazar ingin membuang Fadil kedalam lautan lepas, tapi sayang Fadil itu adik nya membuatnya tidak bisa melakukan itu.


" Apa lo tau Dil itu sate untuk acara kecil kecilan ngumpul bareng keluarga kita, sekalian rayakan kepulangan abang dua bulan karena selama tiga tahun pergi tanpa pulang kerumah." Sambung Fazri yang tidak kalah kesalnya.


Sedangkan Fadil yang mendengar ucapan dari Fazri mengingat dua bulan yang lalu. Dua bulan yang begitu sangat mengesalkan tapi di hari itu adalah hari bahagianya.


Bayangkan dihari dimana dia mendapatkan hukuman. Dihari itu juga bunda dan abangnya berbaikan atau lebih tepatnya Fazar kembali kerumah utama.


Flashback


Saat sudah mengatakan hukuman yang tepat untuk Fadil Fazar berdiri didari duduknya


sambil melihat kearah Fadil yang Sedang diam sedangkan matanya terbuka lebar.


" Bang hukuman apa itu koh serem banget, aku ngga setuju." tolak Fadil tidak setuju. Apalagi Fazar belum mendengar penjelasan dari Fadil.

__ADS_1


" Setuju tidak setuju ya tetap setuju." Jawab Fazar yang tetap meneruskan langkah tanpa melihat kearah belakang yang membuat Fadil semakin kesal.


" Dan satu lagi jangan pernah mencari wanita yang tidak tepat untukmu, apalagi kamu baru menemuinya sekali, tanpa mencari tahu siapa wanita itu." Ucap Fazar kembali sambil menghentikan langkanya dan mengingat apa yang anak buahnya katakan tentang Fadil.


Yang menyukai seseorang gadis yang baru beberapa kali dia temuinya walaupun anak buah dari Fazar tidak memberi tahukan seperti apa wajah dari wanita itu. Tapi Fazar tahu seperti apa wanita walaupun Fazar belum pernah melihatnya.


Mendengar ucapan dari Fazar membuat Fadil marah. Fadil berdiri dari duduknya, Untuk kali ini Fadil tidak mau diam saja.


" Aku mau mencari gadis yang tepat dan gadis itu baik untukku, Walaupun aku baru beberapa kali menemuinya. Tapi aku tahu wanita yang aku kejar cintanya itu wanita baik-baik jauh lebih baik dengan mantan abangnya. Yang abang belum tahu seduk beluknya karena memiliki banyak rahasia yang Abang belum tahu." Jawab Fadil dengan amarah yang tercantum jelas di suaranya." Walaupun bunda yang menjodohkan abang belum tentu bunda tahu seperti apa wanita itu dan semestinya abang harus mencari tahu terlebih dahulu seperti apa wanita itu. Apakah baik atau tidak. Bukannya langsung jatuh cinta karena wanita itu sahabat masa kecil abang." Ucap Fadil penuh dengan penekanan dalam nada bicaranya. Terlihat dari wajah Fadil kalau Fadil begitu sangat emosi. Entahlah kali ini Fadil tidak bisa menahan emosinya.


Ruangan keluarga Kini terlihat panas karena emosi yang Fadil keluarkan.


Sedangkan Fazar hanya membetulkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Fadil. Harusnya dia mencari tahu terlebih dulu barulah dia mencintai. Tapi ini dia duluan jatuh cinta tanpa mencari tahu terlebih dahulu dan sekarang harus berakhir dengan sakit hati karena penghianatan.


" Dan setelah abang putus dari mantan tunangan abang, abang malah menyalakan bunda, menyalakan semuanya yang terjadi terhadap bunda, Meninggalkan bunda selama tiga tahun. Meninggalkan bunda dengan rasa bersalahnya karena telah menjodohkan abang dengan wanita yang penuh dengan misteri hidup.


Apa abang tahu selama kepergianmu, bunda begitu sangat terpukul karena bunda mengira kalau abang begitu sangat marah kepadanya. karena bunda mengira kalau abang harus terjebak penghianatan itu karena dirinya. Bunda sangat bersalah setelah kejadian tiga tahun yang lalu bang." Ucap Fadil dengan amarah yang masih sama, Wajah Fadil begitu sangat merah karena menahan tangis dan juga amarah yang sudah berkobar dalam dirinya.


" bunda tidak bersalah bang, walaupun bunda yang menjodohkan abang, tapi bunda tidak bersalah karena bunda tidak tahu yang akan terjadi seperti ini.'' Ucap Fadil dengan lirih.


" Apa abang tahu bunda sangat sedih karena abang selalu terjebak dalam masalalu. Itu


karena abang susah untuk move on susah melupakan masalalu dengan cara mengiklaskan. Menyalakan wanita lain apa karena wanita itu sama seperti wanita yang telah mengkhianati abang." Ucap Fadil kembali lalu Fadil melangkah mendekati pintu sebelum amarahnya benar benar menguasainya. Fadil ingin pulang terlebih dahulu kerumah utama.


karena Fadil takut amarahnya benar benar akan merusak hubungannya dengan Fazar.


" Bang lupakan masalalu, jangan selalu terjebak di sana, pulang dan temui bunda. bunda begitu sangat merindukan abang." Ucap Fadil dengan suara dingin sambil melangkah keluar.


bak.


Pintu tertutup dengan kencangnya seperti pintu itu akan lepas Dari tepatnya.


Ruangan yang tadi yang penuh dengan suara Fadil, kini hening seperti tidak berpenghuni.


Sedangkan Rido yang menyaksikan keributan itu hanya diam.


Bagaimana dengan Fazar. pria itu kembali ke kamarnya setelah menerima apa saja ucapan yang Fadil yang membuat Fazar betulkan setiap ucapan dari Fadil.


Seharusnya Fazar tidak terjebak di masalalunya dan menghindari bundanya karena Fazar tidak mau sampai bundanya itu menyalakan dirinya atas perubahannya selama ini.


Fazar mengira dengan menghindar sang bunda. Bunda nya tidak akan merasakan rasa bersalah yang membuatnya menyalakan dirinya. Tapi sepertinya dugaan Fazar salah semakin dia menghindar demi sang bunda agar tidak merasa bersalah dan menyalakan dirinya,


Ternyata semakin membuat bunda nya itu tersakiti karena ulahnya.


Apakah selama ini bunda selalu tersakiti karena Fazar selalu menghindarinya


Jawabannya adalah iya.


bersambung


Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran.


Maaf author baru update karena ada kesibukan dengan dunia nyata yang tidak bisa di tinggal.


Makasih buat teman teman yang mau nyempetin baca karya author yang belum rapi.


Salam Manis Dari Author 🤗

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2