Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 7


__ADS_3

Tidak terasa jam pulang pun Tiba.


Siswa siswi berlomba lomba untuk keluar dari kelas mereka untuk segera pulang. Dari pagar sekolah sudah memperlihatkan kendaraan yang sedang menjemput anak-anak sekolah.


Ada juga yang menaiki angkutan umum kerena rumah siswa siswi agak sedikit jauh, ada juga yang mengunakan sepeda yang menurut mereka tidak akan mengeluarkan uang jika mereka menaiki angkutan umum. Ada juga siswa-siswi yang tidak memiliki sepeda atau uang mereka akan memilih berjalan kaki walaupun mereka tau itu akan menguras tenaga mereka nantinya.


Wiyah, Salsa dan Fina, Baru saja keluar dari kelas mereka, Melangkah menuju parkiran sekolah. dilihatnya orang yang mereka tunggu belum ada yang datang, Siswa siswi yang tadi memadati sekolah SMP kalixxx kini sudah tinggal sedikit karena sudah pada pulang. Kini tinggal mereka bertiga dan masih ada juga siswa-siswi yang lainnya.


" Wiyah, Aku mau Nagi utang." Ucap Salsa sambil mengulurkan tangannya. Wiyah yang melihat itu membuat dirinya jadi bingung.


" Kayaknya aku ngga ada utang sama kamu ya Sal." Jawab Wiyah sambil mengingat-ngingat, kapan ya dia punya utang ke Salsa.


" Ada Wiyah, kamu juga punya utang sama aku." Sambung Fina semakin membuat Wiyah berpikir keras kapan dia memiliki utang, perasaan Wiyah tidak pernah berutang kepada mereka.


Wiyah berbalik menghadap kedua sahabatnya itu." Kapan aku punya utang sama kalian, yang aku ingat aku ngga pernah utang apa apa sama kalian." Jawab Wiyah Bingung.


Keduanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Wiyah. Mereka tau kalau Wiyah pasti lupa dengan janjinya tadi di kelas." Ada Wiyah, Masa kamu lupa." Jawab keduanya kompak.


" Kapan." Tanya Wiyah penasaran.


" Tadi, baru aja satu jam yang lalu." Jawab Salsa membuat Wiyah terus mengingat.


" Tadi, Baru beberapa jam yang lalu. Tapi aku ngga pernah ngutang apa-apa deh sama kalian." Ucap Wiyah semakin bingung." coba jelasin" Ucap Wiyah kembali meminta penjelasan.


" Kamu punya utang penjelasan sama kami, Wiyah." Jawab Salsa dan Fina. yang membuat Wiyah langsung mengingat apa maksud dari sahabatnya itu.


" Oh, itu." Jawab Wiyah yang mulai mengingat.


" Aku kira kalian sudah lupa ternyata masih diingat , memang sahabatku ini mempunyai ingatan yang pajang kalau masalah pendapat tapi kalau masalah pelajaran banyak yang lupa, huuu." Batin Wiyah menghela nafas panjang.


" Wiyah." Panggil Salsa


" Iyaa, sabar, kita cari tempat duduk dulu" Jawab Wiyah. Wiyah mulai mencari tempat yang bagus jika sedang mengobrol. Salsa melihat kearah kiri dan kanan, Sampai dia melihat tempat duduk di dekat parkiran. Wiyah memegang tangan kedua sahabatnya. Menariknya menuju tempat duduk yang dekat dengan parkiran. Mereka bertiga mendudukkan tubuhnya di duduk itu.


" Wiyah ayo cepat, nanti keburu kamu di jemput sama Abang kamu nanti." Ucap Salsa ngga sabaran.


" Iya bawel." Jawab wiyah sambil menarik hidung mancung Salsa yang membuat Salsa merasakan sedikit rasa sakit.


" bismillahirrahmanirrahim,".


" Sal, menurutku pendapatku kamu harus bisa menerima papi mu jika dia ingin menikah, karena itu bukan urusan kita sebagai anak untuk mengatur orang tua kita. Tapi itu urusan mereka sebagai orang tua.


Aku tau pasti kamu sedih karena perpisahan kedua orang tuamu dan belum bisa menerima jika salah satu dari mereka menikah kamu masih mengharapkan kedua orang tuamu kembali seperti dulu, kembali bersama kamu.


Tapi kita juga tidak bisa melarang salah satu dari mereka untuk menikah karena itu keputusan mereka. Kamu harus bisa menerima itu walaupun sakit, tapi insyaallah lambat laun kamu akan menerimanya. Selalu berdoa kepada Allah agar orang tua mu selalu di beri kesehatan.


Walaupun mereka berpisah tapi jika kami melihat mereka bahagia. Hal itu yang membuat kami ikut bahagia sal. Jika nanti papi kamu mengenalkan Kamu kecalon istrinya terima dia dan taklukkan hatinya, sebagai seorang anak. Walaupun dia tidak melahirkan kamu tapi saat dia sudah menikah dengan papimu dia akan menjadi ibu kedua untuk mu. Walaupun kamu memiliki ibu kandung.


Sayangi dia seperti kamu menyayangi ibumu. Cintai dia seperti kamu mencintai ibumu. berikan dia ke bahagian seperti kamu membahagiakan ibumu. Dan jangan kamu menyalakan dia sebagai perpisahan kedua orang tuamu, yang dia tidak tau masalah itu. berusahalah untuk menerimanya." Saran Wiyah sambil memberikan penjelasan yang mudah mengerti. Sedangkan Salsa dan Fina tersenyum sambil menatapnya.


" Udah, apa kalian mengerti." Tanya Wiyah kembali sambil memastikan kalau keduanya itu benar benar mengerti.


Keduanya tersenyum." Masyaallah, Wiy kamu hebat dalam memberikan saran untuk orang. aku kagum sama kamu Wiy, Semua penjelasan mu itu, insyaallah aku mengerti." Jawab Salsa dengan senyuman khasnya.


" Iya Sal, Setiap penjelasannya pasti panjang ngga ada yang kurang, Alhamdulillah aku juga ngerti " Sambung Fina.


Wiyah yang mendengar itu merasa senang.


" Alhamdulillah jika kalian mengerti dan kalian menyukai pendapat ku." Ucap Wiyah senang melihat sahabatnya yang ikut senang karena dirinya.


" Kami selalu suka pendapat mu Wiyah, tapi tidak tahu dengan para pembaca, apa mereka suka atau tidak." Tanya Fina.


" Insyaallah, para pembaca pasti suka, jika mereka tidak suka tinggal komen saja." Jawab Wiyah dengan tersenyum di wajahnya.


" Wiyah." Panggil Salsa.


" Hmmm." Jawab Wiyah. Wiyah melihat ke arah Salsa, terlihat Wajah Salsa yang sedikit terpancang jelas kalau dirinya sedang khawatir.


" Wiyah, aku takut jika nanti calon istri papi ngga suka sama aku bagaimana " Tanya Salsa penuh khawatiran dipikirannya.

__ADS_1


" Insyaallah ngga Sal, Berdoa sama Allah semoga calon istri papi kamu orang nya baik, dan mau menerima kamu sebagai anak dari papi kami " Ucap Wiyah menenangkan Salsa sambil memegang tangan Salsa, memberikan rasa ketenangan ke Sahabatnya itu.


" Tapi Wiyah aku takut." Ucap Salsa


" Takut kenapa Sal." Sambung Fina


" Aku takut ngga bisa seperti yang Wiyah katakan barusan, aku juga takut kalau aku akan mengecewakan papi dengan tidak bisa menerima calon istri papi, aku takut nanti pas ketemu sama calon istri papi, aku malah marah marah atau menghinanya. Kalian Taukan kalau aku marah kaya apa." Jawab Salsa dengan lirih.


" Insyaallah, Ngga Sal, yakin pada dirimu sendiri bawah kamu bisa. berdoa dulu dan jangan lupa baca bismillah." Ucap Wiyah menenangkan sambil memberikan sedikit saran.


" Iya Sal kamu bisa, jangan lupa baca bismillah." sambung Fina sama sama menenangkan Salsa.


Salsa melihat ke arah kedua sahabatnya itu.


" Makasih ya, kalian memang teman terbaikku." Ucap Salsa sambil memeluk kedua sahabatnya.


" Iya sama sama Sal." Jawab keduanya sambil membalas pelukan dari Salsa.


Tidak berselang lama mobil hitam berhenti di depan pagar sekolah, dan keluarlah seorang pria yang berusia sekitar empat puluh tahun.


" Assalamualaikum anak anak." Salam Pria itu menyapa Mereka bertiga.


Mereka melepaskan pelukannya, Lalu melihat ke arah sumber suara." Waalaikumsalam." Jawab ke tiganya sambil melepaskan pelukan mereka.


Salsa yang melihat siapa pria itu langsung berdiri dari duduknya." Papi." Ucap Salsa yang berlari lalu menghambur kedalam pelukan


pria itu yang tidak lain adalah Papi dari Salsa


Keduanya tersenyum melihat tingkah Salsa.


Mereka berdua berdiri dari duduknya, melangkah mendekati Salsa yang sedang memeluk papi nya itu." Assalamualaikum om " Salam Fina dan Salsa Sambil tersenyum Sedangkan tangan mereka di tekuk atas dada.


Papi Salsa melihat ke arah sahabat anaknya itu.


" Waalaikumsalam Wiyah, Fina." Jawab papi Salsa." Bagaimana kabar kalian." Tanya om Burham. Burham adalah ayah dari Salsa, pemilik perusahaan terbesar dinegara A.


" Alhamdulillah om baik." Jawab Fina dan Wiyah.


" Ihh, papi sakit tau, ngga usah bilang pinjam gitu emang Salsa barang." Jawab Salsa kesal dengan wajah yang sudah cemberut. sedangkan Wiyah dan Fina yang memperhatikan itu hanya tersenyum, karena tingkah laku sahabatnya itu. Mungkin pengaruh Salsa begitu merindukan Papi nya, karena mereka hampir satu tahun tidak bertemu. Apalagi Papi Salsa begitu sangat sibuk selama setahun belakangan, yang sedang fokus di perusahaannya di negara A, Jadi ngga pernah sempet untuk menghabiskan waktu bersama dengan Salsa.


" Ngga putri papi yang tersayang, putri papi bukan barang yang bisa di tukar tukar." Tanya om Burham sambil mengacak rambut Salsa


" Papi, rambut Salsa jadi berantakan." Rengekan dari Salsa.


" Iya, papi minta maaf," Ucap om Burham kembali. Sedangkan Wiyah dan Fina hanya bisa menonton saja.


" Kalau gitu saya bawa putri saya dulu." Ucap om Burham kembali.


Wiyah dan Fina mengangguk." Iyaa om ngga apa-apa di bawah saja." Jawab Fina Dan Wiyah.


" Sal, ayo." Menarik pelan tangan Salsa.


Salsa melihat kearah Papi nya." Papi duluan saja nanti, Salsa nyusul." Suruh Salsa. Sedangkan om burham mengangguk setuju.


Burhan melihat ke arah Kedua sahabat Salsa." Kalau gitu om pamit dulu, Fina, Wiyah, Assalamualaikum." Pamit om burham dengan kedua tangannya di tekupkan di atas dada.


" Waalaikumsalam." Jawab Fina dan Wiyah.


Ketiga gadis itu melihat kearah papi Salsa yang sudah menghilang masuk kedalam mobil, salsa kembali memeluk Wiyah dan Fina


" Aku pergi dulu, do'akan aku agar aku berhasil." Ucap Salsa penuh rasa semangat.


" Iyaa Sal nanti kami doain semoga berhasil." Jawab Wiyah


" Sal kaya mau pergi perang aja pakai minta di doain." Canda Fina, membuat keduanya terkekeh.


" Iya, Fin aku lagi mau perang sama perasaanku. Kuat ngga mau nerima mami baru, makanya minta di doain." Jawab Salsa yang masih terkekeh kecil.


Keduanya hanya tersenyum." Iya kami doain." Ucap Fina kembali.

__ADS_1


" Semoga berhasil Salsa." Ucap Wiyah dan Fina memberikan semangat. Salsa melepaskan pelukan dari kedua sahabatnya.


" Makasih atas doanya. kalau gitu aku pergi dulu. Assalamualaikum." Pamit Salsa.


" Waalaikumsalam, hati hati, semoga berhasil." Jawab keduanya. Salsa hanya memberi tanda O di jarinya. Lalu berlari melangkah menuju mobil papinya. Mobil papi Salsa pergi lalu menghilang dari pandangan mereka.


Fina melirik ke arah Wiyah." Wiyah ngga apa-apa aku tinggal, atau aku temani dulu." Tanya Fina


" Ngga usah Fin, kamu duluan saja, Abang udah dekat koh." Jawab Wiyah.


" Kalau gitu aku pergi ya, Assalamualaikum." Pamit Fina sambil menaiki sepedanya.


Walaupun Wiyah Salsa, dan Fina sudah SMP tapi mereka lebih senang menaiki sepeda dari pada menaiki angkutan umum, menurut mereka itu lebih sehat.


" Wassalamualaikum." Jawab wiyah melihat kearah Fina yang sudah pergi sambil mengayuh sepedanya. Pergi keluar dari pagar setelah itu menghilang dari pandangan Wiyah.


Tidak butuh berapa lama motor matic warna kuning memasuki parkiran sekolah SMP kalixxx. Di atas motor matic itu terdapat dua orang pria.


Kedua pria itu turun dari motornya melangkah mendekati Wiyah. Sedangkan Wiyah yang melihat kedua pria itu berlari dan berhambur kedalam pelukan salah satu dari kedua pria itu.


" Abang Jabir, adek Kangen." Ucap Wiyah yang masih di dalam pelukan Abang nya Jabir.


Jabir hanya bisa tersenyum sambil membalas pelukan dari adiknya itu." Iya dek, Abang juga rindu sama adek. Maaf Abang jemputnya sedikit lama karena tadi tadi Abang lupa." Ucap Jabir Sambil melepaskan pelukannya dari adiknya itu.


Wiyah tersenyum melihat ke arah Jabir.


" Iya bang ngga apa-apa." Jawab Wiyah.


" Adiknya Abang udah lama nunggunya." Tanya Jabir


Wiyah menggeleng." Ngga bang" Jawab Wiyah sedangkan Jabir hanya mengangguk mengerti.


Sedangkan Pria yang dari tadi melihat kesrah mereka berdua, Hanya bisa di jadikan obat nyamuk oleh kedua adik Kakak itu.


" khemm." Dehem pria yang satunya yang dari tadi menyaksikan adek dan Kakak yang sedang melepas rindu. Wiyah dan Jabir yang mendengar suara orang berdehem memalingkan kepalanya menghadap pria itu.


" Maaf Kaka Idar, Wiyah tadi ngga liat kalau ada Kakak." Ucap Wiyah.


Haidar tersenyum." Iya ngga apa-apa, Kaka juga tau adek lagi rindu sama Abangnya, makanya Kaka di lupain." Ucap Haidar yang pura pura kesel.


" Kalau gitu kita cepat cepat pulang soalnya ayah sama ibu udah nungguin, nanti sampai di rumah baru berdebat." Potong Jabir, karena jika di teruskan mungkin ngga bakalan ada yang selesai.


" Iya bang." Jawab Wiyah mengangguk setuju.


Wiyah melihat kearah sepedanya." Tapi kalau sepeda Ade bagaimana." Tanya Wiyah melirik kedua saudaranya itu.


" Masalah sepeda nanti di bawah sama Abang Haidar." Jawab Jabir sambil melihat kearah Haidar.


Haidar yang mendengar namanya di sebut, langsung membulatkan matanya tidak setuju.


" Koh malah kakak." Protes Haidar tidak terima.


" Ya ngga apa-apa bang, soalnya motor ngga muat Kalau dua orang, jadi Abang saja yang bawa." Jawab Jabir sambil menaiki motornya.


" Tapi Jabir koh malah Abang. harusnya itu kamu yang bawa bukan Abang." Tolak Haidar tidak terima.


" Ngga apa-apa Abang sesekali. orang dekat saja." Ucap Jabir santai. membuat Haidar menjadi semakin kesal.


Jabir melihat kearah adiknya yang masih berdiri di tanah sambil memperhatikan mereka berdua." Wiyah ayo naik. " Suruh Jabir. Wiyah hanya mengikuti perintah dari Jabir. Dia menaiki motor.


Wiyah melihat Ke arah Haidar." Maaf Kaka Idar." Ucap Wiyah merasa tidak enak.


Haidar hanya tersenyum paksa." Iya dek. ngga apa-apa." Jawab Haidar dengan senyuman Paksa nya.


Mendengar jawaban dari Haidar, Jabir menjalankan motornya.


Motor yang di Kendari Jabir Melawati Pagar. Lalu menghilang dari pagar sekolah.


Haidar yang melihat kepergian kedua sepupunya hanya bisa kesal sendiri.

__ADS_1


" Memang Jabir dari dulu sampai sekarang ngga ada sopan-sopannya. Masa aku di suruh jalankan sepeda." Gerutu Haidar kesal sambil menaiki sepeda Wiyah lalu berlalu pergi meninggalkan parkiran sekolah.


bersambung


__ADS_2