
Di dalam mobil Fina dan Wiyah hanya diam sambil melihat ke arah depan, mereka berdua sedang bingung mau di bawah keman mereka oleh kelima orang itu.
Apalagi mereka berdua begitu sangat di jaga ketat oleh kelima orang itu.
" Mau di bawah kemana kita Wiyah sama mereka." Bisik Fina saat melihat jalan yang mereka lewati mengunakan mobil itu tampak asing untuk Fina.
Sedangkan Wiyah yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu hanya menggeleng tidak tahu." Aku ngga tahu juga Fin, mereka mau bawa kita kemana." Jawab Wiyah sambil berbisik.
" Apa mungkin kita di culik Wiyah." Bisik Fina yang mulai takut karena Fina takut kalau mereka akan di culik oleh kelima orang itu. Apalagi kelimanya tidak mereka kenal yang membuat Fina ketakutan.
" Hus, ngga boleh ngomong gitu Fin. Mungkin saja mereka ingin mempertemukan kita dengan seseorang, Tapi dengan cara seperti tadi. Kalau saja kita mau di culik, Ngapain juga mereka mengetuk pintu rumah kita dengan baik baik. Seharusnya itu mereka culik kita dengan sembunyi-sembunyi dan juga pakai obat bius bukan dengan ramah mengajak kita untuk pergi." Jawab Wiyah yang berusaha memberikan pikiran positif untuk sahabat nya itu agar tidak takut. Walaupun dalam hati Wiyah sendiri merasakan takut, Tapi berusaha untuk dia tutupi karena Wiyah tahu kalau orang yang mencarinya bukalah orang sembarangan makanya orang itu mengirim beberapa orang aneh untuk menjemputnya.
Tapi yang membuat Wiyah penasaran, kenapa tuan mereka mencarinya. Emangnya ada urusan apakah dengan dirinya.
" Tetap tenang Fin, Entar kalau mereka macam macam kita bisa minta tolong sama Salsa, buat tolongin kita dengan cara kirim anak buahnya untuk nolongin kita." Ucap Wiyah membuat Fina menggangu setuju dengan ucapan Wiyah.
Tidak lama Mobil kelima orang itu berhenti di depan rumah sakit. Dan hal itu membuat Wiyah dan Fina semakin bingung kenapa kelima orang itu membawa mereka ke rumah sakit.
" Silahkan Nona Wisyah." Ucap Wanita itu sambil membukakan pintu mobil untuk Wiyah dan Fina.
Wiyah dan Fina semakin bingung dengan perlakuan orang orang yang menjemputnya itu.
" Terimakasih Mbak." Ucap Wiyah tulus sambil tersenyum melihat ke arah wanita yang membukakannya pintu. lalu Wiyah turun dari mobil yang di susul Fina.
" Mari ikut saya Nona Wisyah." Ajak Wanita itu sambil mengajak nya masuk kedalam lobby rumah sakit. Sedangkan Wiyah hanya mengikuti apa yang di minta oleh Wanita itu.
Wiyah dan Fina memasuki lobby rumah sakit yang di antar langsung oleh kedua wanita itu, Sedangkan ketiga pria tadi sudah menghilang entah kemana.
" Maaf mbak, kami kenapa dibawa di rumah sakit." Tanya Wiyah sopan di selah-selah langkahnya.
Wanita itu melihat ke arah Wiyah." Nona Wisyah akan tahu jika sudah sampai di dalam." Jawab Wanita yang satunya membuat Wiyah semakin bingung.
" Wiyah kita mau di antar di mana sih." bisik Fina penasaran sambil mengikuti langkah kedua wanita itu menyusuri lorong rumah sakit yang cukup luas.
" Ngga tahu juga Fin, Tapi kita ikut aja kemana mereka membawa kita." Jawab Wiyah sambil berbisik.
Wiyah dan Fina mengikuti langkah kedua wanita itu sampai memasuki pintu lift dan mengarah ke lantai tiga.
🍂🍂🍂🍂🍂
Sedangkan di sisi lain.
Tok. Tok. Tok.
Suara ketukan pintu membuat seorang pria melihat kearah pintu itu." Masuk." Suruh pria itu tanpa mengalihkan pandangannya ke arah laptop nya.
Cklek.
Pintu terbuka memperlihatkan tiga pria bertubuh besar yang memasuki ruangannya lalu melangkah masuk menghadap tuan mereka yang sedang Fokus dengan laptopnya.
" Maaf tuan, Gadis yang anda cari sudah kami temukan dan sekarang sudah berada di rumah sakit untuk menemui tuan Fadil." Lapor salah satu dari ketiga pria itu sambil menundukkan kepalanya hormat.
__ADS_1
Pria yang tidak lain adalah Fazar mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah para bodyguard nya itu." Apakah kalian memberitahukan nya siapkan yang mencarinya." Tanya Fazar.
" Tidak tuan, Kami tidak memberitahu nya siapakah yang mencarinya, Sesuai permintaan anda tuan." Jawab pria itu kembali.
Mendengar Jawaban dari sang Bodyguard membuat Fazar mengangguk mengerti.
" Baiklah kalian bisa pergi." Suruh Fazar saat melihat mendengar informasi dari ketiga bodyguard nya itu.
" Baik tuan." Jawab ketiganya membungkuk hormat setelah itu melangkah keluar.
Fazar menyandarkan punggungnya di kepala kursi sambil terdiam, Memikirkan apa keputusan nya itu sudah benar.
" Apa keputusan ku sudah benar dengan mencari gadis yang Fadil sukai dan memintanya untuk menikah denganku." Gumam Fazar sambil bertanya kepada dirinya sendiri.
Ya. Setelah Fazar mendengar permintaan dari Fadil. Fazar mulai memikirkannya dengan baik baik sampai Fazar mengambil keputusan kalau Fazar akan menikahi Gadis yang Fadil sukai.
Walaupun terkesan pemaksaan tapi demi kesembuhan adiknya yang membuat Fazar menerima apa kemauan Fadil yang begitu sangat sulit.
Fazar mengambil Satu Foto yang sudah terlihat kotor dari laci meja kerjanya." Siapakah kamu, Kenapa kamu bisa mengambil perasaan adikku sampai-sampai dia menyuruhku untuk menikahi mu. Apa alasan nya, Apa yang istimewa dengan dirimu." Gumam Fazar sambil melihat Foto yang hanya memperlihatkan mata saja, Karena setengah dari wajahnya kotor. Karena di saat Bodyguard yang Fazar suruh untuk mencari identitas siapa gadis itu dan memberikan nya satu foto untuk melihat seperti apa rupa gadis itu. Tapi Bodyguard nya tidak sengaja menjatuhkannya di genangan air yang membuat foto itu kotor karena luntur dan menyisakan matanya saja.
Ya. Setelah mendengar permintaan Fadil membuat Fazar mencari tahu siapa gadis itu.
Karena Fazar penasaran dengan Gadis yang membuat Fadil jatuh cinta.
" Wisyah Hanifah putri." Gumam Fazar kembali sebelum Fazar mematikan laptop nya. Setelah itu Fazar berdiri dari duduknya mengambil jas kantornya yang Fazar gantung di belakang kursi, Setelah itu Fazar melangkah keluar dari ruangannya.
🍃🍃🍃🍃
" Anda akan tahu setelah di dalam." Jawab Wanita itu." Silahkan masuk nona Wisyah." Suruh Wanita itu.
Sedangkan Wiyah bersama dengan Fina hanya menurut dengan masuk kedalam ruangan itu tanpa bertanya kembali.
Sesampainya kedalam Wiyah dan Fina di suguhkan dengan ruangan yang begitu sangat mewah. Terkesan seperti bukan ruangan rumah sakit melainkan kamar hotel bintang lima.
Fina atau Wiyah begitu sangat kagum dengan ruangan yang mereka masuki. Pandangan mereka menelusuri setiap sudut dari ruangan itu.
Sampai pandangan mereka tertuju, ke arah ranjang rumah sakit yang terdapat orang sedang terbaring di sana.
" Mari nona." Ajak Wanita itu sambil mengarahkan mereka berdua ke arah ranjang Fadil yang sedang terbaring.
Sesampainya di dekat ranjang Fadil, Wiyah ataupun Fina begitu sangat terkejut melihat bahwa Fadil lah yang sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit.
Apalagi melihat Fadil yang begitu sangat kurus dan berwajah pucat bagaikan mayat. Tapi Bukan itu saja yang membuat Wiyah ataupun Fina begitu sangat terkejut, Tapi melihat Rambut yang satu minggu yang lalu masih tertata rapi kini hilang dan digantikan dengan kulit kepala yang bersih tanpa rambut. Tanpa sehelai rambut sama sekali. Tubuh Pria itu juga terpasang alat-alat rumah sakit untuk membantu kehidupannya.
Wiyah yakin kalau Pria yang satu Minggu melamarnya sedang sakit parah.
" Kak Fadil." Bisik keduanya pada diri mereka sendiri saat berada di samping ranjang Fadil.
Fadil yang memang hanya memejamkan matanya, Mendengar suara seseorang, perlahan lahan membuka matanya. Saat Fadil membuka matanya, Fadil bisa melihat dua orang yang begitu sangat dia kenal yang sedang menatap kearahnya.
" Wiyah, Fina. Kalian ada di sini." Tanya Fadil tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Apalagi Fadil melihat Gadis yang begitu sangat dia cintai berada di hadapannya." Duduklah." Suruh Fadil menyuruh keduanya untuk duduk.
__ADS_1
Keduanya hanya mengangguk lalu Fina dan Wiyah Hanya menurut lalu duduk di kursi dekat dengan ranjang Fadil." Iya kak Fadil kami datang untuk menjenguk kak Fadil." Jawab Wiyah
" Terus Kalian Tahu dari mana kalau aku di rawat di sini." Tanya Fadil yang penasaran kenapa kedua gadis itu sampai tahu kalau dirinya di rawat di rumah sakit, Padahal Fadil belum memberitahukannya kep?ada mereka.
" Kami mendapatkan jemputan dari mereka.( Melihat ke arah dua wanita yang tadi menjemput mereka berdua ) Dan mengantarkan kami ke Sini." Jawab Wiyah yang mengira kalau Fadillah yang menyuruh mereka untuk menjemput mereka berdua. Karena sesampainya di ruangan ini, Hanyalah Fadillah yang mereka lihat.
Mendengar Jawaban dari Wiyah membuat Fadil bingung. Perasaan Fadil tidak menyuruh kedua wanita itu untuk menjemput Wiyah. Lalu siapakah yang menjemput Wiyah kalau bukan dirinya yang menyuruh mereka.
" Apa mungkin abang." Batin Fadil yang penasaran.
" Kak Fadil sakit apa." Tanya Wiyah membuat Fadil tersadar dari lamunan singkatnya.
" Aku mengidap penyakit leukemia." Jawab Fadil jujur memberitahukan penyakitnya. Karena Fadil tidak mau kalau saat Fadil pergi nanti dan Wiyah menikah bersama dengan abangnya karena permintaannya.
Sedangkan Wiyah dan Fina yang mendengar Jawaban dari Fadil kalau Fadil sekarang terkena penyakit leukemia, Membuat Wiyah dan Fina kaget karena tidak percaya dengan Jawaban yang Fadil berikan. Padahal satu Minggu yang lalu Fadil baik baik saja tapi Kenapa sekarang Fadil mengatakan kalau dirinya terkena penyakit kanker leukimia.
" Leukemia." Ucap keduanya tidak percaya dengan jawaban Yang Fadil berikan.
Sedangkan Fadil Hanya menganggu mendengar ucapan dari kedua gadis itu." Iya aku terkena penyakit kanker leukimia dan sekarang sudah memasuki stadium akhir atau empat." Jelas Fadil." Maaf Wiyah aku tidak bisa datang ke rumah mu saat itu karena aku sedang di rawat di rumah sakit." Ucap Fadil sambil menatap gadis yang dia cintai nya. Apalagi Fadil merasa tidak enak dengan gadis yang dia berikan janji tapi tidak dia tepati.
Sedangkan Wiyah hanya menggeleng mendengar kata maaf yang keluar dari bibir Fadil. Karena Wiyah sendiri tidak tahu kalau Fadil di rawat di rumah sakit dan hari itu juga Wiyah sendiri tidak memberitahukannya kepada keluarganya kalau dirinya sudah menerima lamaran dari Fadil dan sampai sekarang kalau Wiyah belum memberitahukan itu di keluarganya karena sering lupa atau lebih tepatnya karena terlalu lama berlarut larut dalam kesedihan.
" Tidak apa kak Fadil, Aku ngerti kenapa kak Fadil ngga datang menemui keluargaku. Aku juga lupa memberitahukan kepada mereka karena saat itu aku lupa, soalnya malam itu ada urusan keluarga yang membuat aku lupa." Jawab Wiyah tidak berbohong karena malam itu Wiyah memiliki urusan penting yaitu kesedihan.
Mendengar ucapan dari Wiyah membuat Fadil bernafas lega. Karena mendengar Kalau ternyata Wiyah belum memberitahukan ke keluarga nya kalau Wiyah sudah menerima lamarannya. Yang itu artinya Fazar bisa menikah tanpa mempermasalahkan apapun.
" Apakah kamu belum memberitahukan ke keluargamu kalau kamu menerima lamaran ku." Tanya Fadil kembali yang ingin memastikan kalau Wiyah Benar benar belum memberitahukannya kepada keluarganya.
Wiyah hanya menggeleng memberikan jawaban." Belum kak Fadil. Maaf soalnya aku lupa." Ucap Wiyah tidak merasa tidak enak dengan perasaan Fadil.
" Tidak apa Wiyah, Aku tahu ko." Jawab Fadil kembali. Walaupun ada kesedihan saat mengetahui kalau Wiyah belum memberitahukannya kepada keluarganya, tapi Fadil tidak mempermasalahkan itu karena Fadil tahu sesibuk apa Wiyah hingga membuatnya lupa. Apalagi masalah dengan kuliahnya.
Sedangkan Fina yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia tanpa ikut menyambung omongan keduanya karena Fina hanya bisa mendengar saja.
Bagaimana dengan Kedua Wanita tadi yang menjemput Wiyah. Mereka sudah keluar, Tanpa Wiyah dan Fina ketahui
Saat sedang asyik mengobrol suara pintu yang terbuka membuat ketiganya melihat kearah pintu yang memperlihatkan Seorang pria yang sedang berdiri di depan pintu dengan Tatapan terkejut.
Sedangkan Wiyah yang melihat Pria itu sama sama terkejutnya seperti pria yang masih berdiri di depan pintu sambil melihat ke arahnya.
" Dia." gumam keduanya Secara bersamaan tapi masih bisa di dengar.
" Abang Fazar." Ucap Fadil sambil tersenyum melihat ke arah pintu yang memperlihatkan Fazar yang sedang berdiri di sana.
Bersambung.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya.
Jangan lupa like komen dan vote nya biar author Makin semangat buat up.
Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran.
__ADS_1