Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 54


__ADS_3

" Menemui keluarga saya tuan." Tanya Haidar bingung membuat Fadil hanya mengangguk." tapi ada apa tuan, kenapa anda ingin menemui keluarga saya dan membicarakan hal penting apa." Tanya Haidar yang begitu sangat penasaran bercampur bingung.


Fadil tersenyum mendengar pertanyaan dari Haidar, Fadil tahu kalau Haidar pasti bingung dengan kedatangannya dan ingin membicarakan hal penting.


" Saya kesini, ingin berbicara dengan pak Haidar mengenai_" Belum selesai Fadil berbicara Windi datang membawakan beberapa camilan dan segelas air putih, lalu menyimpannya diatas meja kecil yang berada di ruang tamu itu,


Windi belum sadar kalau tamu yang datang itu Fadil, Karena Windi belum menyadari atau melihat kearah tamu yang sekarang sedang duduk sambil melihat kearahnya, yang Windi tahu tamu yang biasanya datang pasti teman dari Haidar jadi dia tidak terlalu memperhatikan kearah tamu itu.


" Kak Windi." panggil Fadil membuat Windi Haidar sama sama melihat kearah Fadil.


Haidar dan Windi cukup terkejut dan bingung melihat kearah Fadil. Haidar yang terkejut mendengar Fadil memanggil Windi dengan sebutan ' Kak Windi'. dan juga bingung kenapa Fadil bisa mengenal istrinya.


Sedangkan Windi yang terkejut karena tamu yang datang kerumahnya itu Fadil dan bingung kenapa Fadil bisa kerumahnya, ada urusan apakah.


Windi, Haidar menatap Fadil dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.


" Fadil, kenapa kamu bisa ada disini." Tanya Windi penasaran. Haidar yang mendengar Windi memanggil bosnya dengan panggilan ' Fadil ' jadi semakin bingung.


" Kalian ada hubungan apa, Apa kalian saling kenal." Tanya Haidar bingung melihat kearah Fadil dan Windi secara bergantian.


" Kami tidak ada hubungan apa-apa, cuman kami saling kenal berkat Wiyah " Jawab Fadil dan Windi bersamaan.


" Dek Wiyah." Ucap Haidar bingung membuat keduanya manggung mengiyakan. Haidar mencoba mencerna ucapan dari Fadil dan juga Windi.


" Jadi dia pria yang sayang sering ceritakan itu Fadil." Tanya Haidar sambil mengingat cerita Windi membuat Windi mengangguk


" Iya mas.'' Jawab Windi. Haidar masih tidak menyangka bahwa pria yang sering di ceritakan oleh istrinya itu bos keduanya. Haidar tidak tahu kalau bosnya bisa mengenal adiknya.


Haidar melihat kearah bos keduanya itu, yang sedang tersenyum melihat ke arah mereka.


" Mas, Emangnya kenapa.'' Tanya Windi.

__ADS_1


" Sayang dia bosku." Jawab Haidar berbisik. membuat Windi terkejut.


" Benarkah itu mas." Tanya Windi berbisik dengan nada terkejutnya membuat Haidar hanya mengangguk mengiyakan.


Windi melihat kearah Fadil yang dari tadi diam sambil melihat kearah mereka.


Sedangkan Fadil hanya diam karena Fadil tahu pasti akan seperti ini. Karena mereka sama sama tidak tahu siapa dirinya.


Windi yang sangat terkejut saat tahu kalau Fadil adalah bos dari suaminya. Sedangkan Haidar sangat terkejut saat ia tahu kalau Fadil itu pria yang selalu dekat dengan adiknya sebagai kata temen.


Sedangkan Fadil akan selalu menjawab setiap pertanyaan yang keluar dari Haidar dan Windi secara bergantian yang mungkin tidak akan selesai dari pertanyaan itu akan selalu gantung seperti saat ini.


.


.


Saat pertemuan dadakan tadi dan mereka saling terkejut satu sama lainnya, Haidar, Windi, Fadil dan Wiyah duduk bersama di ruang tamu.


karena Fadil tadi meminta Wiyah untuk ikut bergabung.


Kini mereka duduk di ruang tamu dan saling berhadap hadapan satu sama lainnya.


Sedangkan Fadil yang dari tadi melirik kearah Wiyah yang hanya diam dan menundukkan kepalanya. Wiyah sekarang terlihat cantik mengunakan baju santainya, rok yang panjang dan juga jilbab yang menutupi dari atas sampai ke bawah dada. Wajahnya yang natural tampa make up membuat wajah Wiyah semakin terlihat cantik dan juga mengemaskan.


" Maaf tuan Fadil, kenapa anda ingin menemui keluarga saya dan membicarakan hal penting apa." Tanya Haidar yang mengulang pertanyaannya tadi yang belum di jawab.


" Saya kesini ingin berbicara dengan pak Fadil mengenai hal yang sangat penting." Jawab Fadil melihat kearah Haidar.


" Sesuatu yang penting seperti apa pak Fadil." Tanya Haidar yang penasaran.


" Saya ingin melamar adik anda, pak Haidar." Jawab Fadil menatap lekat-lekat mata Haidar.

__ADS_1


rasa gugupnya tadi seperti hilang saat Fadil berhasil mengucapkan perasaannya.


Haidar, Windi, termasuk Wiyah sama sama melihat kearah Fadil. Mereka tidak percaya dengan ucapan dari Fadil.


Termasuk Wiyah yang masih berusaha mencerna setiap ucapan dari Fadil barusan.


Wiyah masih bingung dengan ucapan Fadil yang mengatakan kalau dia datang ingin melamar adik dari Haidar, sedangkan adik dari Haidar hampir semua sudah menikah, lalu siapa yang Fadil ingin lamar.


" Apa maksudnya tuan." Tanya Haidar yang masih belum mengerti maksud dari perkataan Fadil.


" Saya kesini ingin melamar adik sepupu Anda pak Haidar, saya ingin melamar Wisyah Hanifah Putri.'' Jawab Fadil begitu sangat serius.


Windi, Haidar terkejut mendengar jawaban dari Fadil. Mereka berdua begitu sangat terkejut. Karena pria yang baru dua bulan Wiyah temui dan mengenalnya dengan cara tidak sengaja, datang kerumahnya untuk melamar Wiyah.


" Benarkah yang Anda ucapkan tadi tuan Fadil.'' Tanya Haidar.


" Saya mengatakan yang sesungguhnya pak Haidar. Saya kesini ingin melamar Wiyah, adik anda. Saya ingin Wiyah menjadi sahabat hidupku, bukan hanya kata sahabat saja.'' Jelas Fadil begitu sangat sungguh-sungguh mengatakan perasaannya." Saya benar-benar jatuh cinta kepada adik anda pak Haidar." Ucap Fadil kembali. Haidar yang mendengar ucapan dari Fadil terdiam, lalu melihat ke arah Wiyah yang sama sama terdiam.


Haidar yakin kalau adiknya itu jauh lebih terkejut daripada dirinya.


" Saya yakin kalian pasti kalian semu terkejut dengan ucapan saya. Karena saya yang baru dua bulan bersahabat dengan Wiyah kini datang untuk melamarnya." Ucap Fadil." Tapi pak Haidar, saya benar benar ingin melamar Wiyah dan saya datang melamar Wiyah tidak ada maksud untuk bermain-main, saya mengatakan yang sesungguhnya." Ucap Fadil kembali sambil menatap Haidar dan Windi yang berada di situ, mereka hanya diam mendengar ucapan yang keluar dari mulut Fadil.


Windi melihat kearah Wiyah yang dari tadi diam. Windi tahu Wiyah begitu sangat bingung dengan keadaan sekarang. Pria yang di anggap sebatas teman kini datang melamarnya.


Sedangkan Wiyah melirik kearah Fadil, ia bisa melihat lewat mata Fadil kalau Fadil bersungguh sungguh mengatakan itu semua. Wiyah bisa baca itu semua lewat tatapan mata Fadil, Sebelum Wiyah kembali menundukkan kepalanya.


Haidar melirik kearah Wiyah yang dari tadi diam sambil menundukkan kepalanya. Haidar tahu kalau Wiyah pasti bingung dengan keadaan ini.


pria yang hanya di anggap sebagai teman kini datang melamarnya dan membuat Wiyah bingung berada di posisi seperti ini.


" Kami menyerahkan semua keputusan di tangan WIYAH, karena kami tidak akan memaksanya untuk menerima seseorang " Jawab Haidar.

__ADS_1


bersambung.


harap bijak harap membaca karena banyak typo yang bertebaran.


__ADS_2