Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 70.


__ADS_3

Wiyah dan Fina hanya terdiam, Karena mereka bingung kemana harum sebenarnya. Kemana gadis itu pergi sampai sampai mereka tidak menemukannya.


Di saat mereka sedang berpikir Fina mengingat sesuatu yang harus di tanyakan Ke Wiyah.


Fina melirik sahabatnya Wiyah. Fina ingin menanyakan ada hubungan apa antara Fadil dan Wiyah.


" Wiyah." Panggil Fina. Wiyah yang di panggil menoleh ke arah Fina.


" Iya Fin, Kenapa." Tanya Wiyah.


" Kamu ada hubungan apa sih sama kak Fadil. Kenapa dari tadi itu kalian membicarakan soal yang serius. Apa yang aku lewatkan dari kalian berdua." Tanya Fina sambil menatap Wajah dari sahabatnya itu. Sedangkan Wiyah yang mendengar pertanyaan dari Fina jadi bingung mau menjawab dan dari mana, Soal hubungan mereka. Yang dari sahabat akan menjadi hubungan serius.


" Aku bingung dari mana mau menjelaskan nya Fin." Ucap Wiyah sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Wiyah yang tadi memikirkan soal Harum kini harus bingung mau menjawab pertanyaan dari Fina mau menjelaskan dari mana.


Fina bingung mendengar jawaban dari Wiyah." kenapa bingung Wiyah, Kan hanya menjawab saja." Tanya Fina. Mendengar pertanyaan dari Fina membuat Wiyah berpikir bagaimana caranya dia menjelaskan Hubungannya dengan Fadil. Lama berpikir Wiyah memutuskan untuk Menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.


" Sebenarnya Fin." Wiyah mulai menceritakan apa yang terjadi semalam. Di saat Fadil yang datang kerumahnya dan melamar dirinya. sampai Fadil Menunggu jawaban darinya, dan di kafe tadi Wiyah sudah menjawab ' iya ' soal pertanyaan Dari Fadil semalam.


Fina yang mendengar Jawaban dan penjelasan dari Wiyah membulatkan matanya tidak percaya. Ternyata sahabatnya itu sedang di lamar oleh orang dan itu adalah Fadil sendiri. Teman mereka, yang selalu melirik Wiyah dengan diam. Ternyata dugaannya selama ini benar kalau Fadil menyukai sahabatnya Wiyah." Benarkah itu Wiyah." Tanya Fina dengan ekspresi bahagianya membuat Wiyah mengangguk dengan senyuman di wajahnya.


" Wah, selamat Wiyah, aku jadi ikutan senang." Ucap Fina dengan suara begitu sangat bahagia sampai sampai dia memeluk tubuh Wiyah dengan sangat erat, Memeluk tubuh Wiyah yang yang kecil tapi jauh lebih tinggi darinya.


Sedangkan Wiyah membalas Pelukan dari sahabatnya itu. Wiyah tidak menyangka bagaimana ekspresi Fina barusan yang sangat bahagia saat mendengar kalau dirinya di lamar oleh Fadil.


Fina melepaskan pelukannya." Senang banget akhirnya sahabat ku ngga jomblo lagi." Goda Fina sambil terkekeh membuat Wiyah tersenyum malu." Jadi kapan kak Fadil akan datang membawa keluarganya." Tanya Fina penasaran.


Wiyah tersenyum." Kata kak Fadil, insyaallah secepatnya." Jawab Wiyah membuat raut bahagia Fina semakin menjadi.


" Sepertinya aku harus menelfon Salsa. Kalau sahabat kita yang satu ini tidak jomblo lagi karena sudah ada yang melamarnya." Ucap Fina begitu sangat antusias nya membuat Wiyah hanya menggeleng kecil melihat tingkah sahabatnya itu, Apalagi nanti kalau Salsa mendengar kabar itu pasti jauh lebih heboh di bandingkan Fina. Walaupun dia berada di negri A.


" Semoga kalian Jodoh ya Wiyah." Ucap Fina.


membuat Wiyah tersenyum." Amin, makasih doa nya Fin." Ucap Wiyah tulus, Walaupun Ada keraguan dalam hatinya, Tapi Wiyah akan selalu berdoa yang terbaik untuknya apapun itu. Karena Jodoh hanya Allah yang atur.


🌾🌾🌾🌾🌾.


Sedangkan Fadil yang sudah beristirahat. keluar dari mobilnya melangkah kearah taman.


Walaupun Fadil merasakan sakit di kepalanya tapi Fadil berusaha untuk tetap kuat, karena Fadil tidak mau di anggap lemah di mata orang dan orang orang akan Kasian padanya. Fadil tidak suka ada orang yang kasian padanya, karena Fadil menganggap dirinya akan selalu kuat tanpa dukungan orang lain


Fadil melangkah kearah taman, menyusuri setiap taman yang terdapat beberapa orang di sana. Sampai pandangan Fadil tertuju ke dua orang gadis yang Fadil kenal siapa mereka.


Fadil melangkah mendekati dua orang gadis itu yang tampak sedang bahagia dan tersenyum senang. Dari Jarak yang sedikit jauh Fadil bisa melihat senyuman itu, senyuman yang selalu terpancar di bibir gadis yang membuatnya jatuh cinta.


Rasanya Fadil ingin diam dan memandang senyuman itu agar tidak hilang saat nanti Fadil pergi untuk selamanya. Pergi meninggalkan senyum itu untuk orang lain.


" Apakah aku harus memandang dia yang bukan milikku ya Allah, Sanggupkah aku melihat dia bersama dengan orang lain." Gumam Fadil yang terus menatap ke kedua gadis itu, sebelum Fadil melangkah mendekati keduanya.


Lama memandang gadis itu yang tidak lain adalah Wiyah, Fadil melangkah mendekati kedua gadis itu.


" Ehem." Fadil berdehem membuat kedua gadis itu melihat kearah Fadil.


" Kak Fadil." Ucap keduanya yang berdiri dari duduknya.

__ADS_1


" Apakah kalian sudah menemukan harum." Tanya Fadil sambil melihat hampir ke seluruh taman tapi yang dicari tidak ada.


Keduanya menggeleng." belum kak Fadil kami sudah menyusuri keseluruhan dari tapi harum tidak ketemu sama sekali." Jawab Wiyah membuat Fadil mengangguk ngangguk.


Fadil berpikir Kemana Harum sebenarnya." kemana sebenarnya gadis kecil itu." Tanya Fadil sambil berpikir. ketiganya hanya diam sambil berpikir kemana Harum sebenarnya.


Fadil melirik kedua gadis yang sedang berpikir itu." Masalah Harum nanti biar kak Fadil yang urus, sekarang kalian berdua pulang dulu." Ucap Fadil. Membuat keduanya mengangguk.


" Tapi kak Fadil, kalau Harum ketemu jangan lupa kabarin aku kak Fadil." Ucap Wiyah. membuat Fadil mengangguk sambil tersenyum melihat kearah Wiyah.


" Tenang Wiyah, aku akan mengabari mu Wiyah kalau Harum sudah ketemu." Jawab Fadil." Kalau gitu kita pulang dulu, Setelah itu baru kita cari keberadaan Harum di mana." Ucap Fadil.


Fina, Wiyah dan Fadil meneruskan untuk pulang kerumah mereka, karena sekarang waktu hampir sore.


Di sela-sela langkahnya Wiyah sekilas bisa melihat kearah wajah Fadil yang terlihat pucat. Walaupun pertemuan mereka tadi wajah Fadil yang memang sudah pucat tapi berbeda dengan yang ini, Wajah Fadil jauh lebih pucat daripada yang tadi, wajah Fadil yang seperti mayat hidup." Apa Kak Fadil sakit ya, makanya wajahnya begitu sangat pucat berbeda dengan yang tadi." Batin Wiyah yang sekilas melihat kearah Fadil.


Ketiganya melanjutkan langkahnya, mengarah ke tempat di mana Fadil memarkirkan mobilnya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ.


Setelah mengantarkan Fina kerumanya. Kini tinggallah Wiyah dan Fadil di dalam mobil yang sama. Yang hanya di pisahkan oleh tempat duduk.


Wiyah yang duduk di kursi belakang sedangkan Fadil yang duduk di kursi depan sambil menyetir. Sesekali Fadil melirik kearah Wiyah yang sedang melihat kearah luar.


Fadil memberhentikan mobilnya di depan Indomaret. Wiyah yang menyadari kalau mobil Fadil berhenti melihat ke arah Fadil.


" Kita Sudah sampai kak." Tanya Wiyah yang melihat ke sekitar." Tapi bukan di depan gang Wiyah." Gumam Wiyah yang masih bisa di dengar oleh Fadil. Fadil yang mendengar gumaman dari Wiyah hanya bisa tersenyum.


" Aku berhenti di Indomaret Wiyah, pengen beli sesuatu." Jawab Fadil membuat Wiyah mengangguk mengerti. Ternyata Fadil berhenti di Indonesia.


Wiyah menggeleng." Wiyah di dalam mobil saja kak Fadil." Jawab Wiyah.


" Apa kamu pingin nitip sesuatu." Tanya Fadil kembali.


" Ngga ada kak Fadil." Jawab Wiyah membuat Fadil mengangguk mengerti.


" Kalau gitu akau keluar sebentar, nanti kalau ada apa-apa teriak saja." Ucap Fadil sebelum melangkah keluar lalu masuk ke dalam Indomaret.


Sekarang tinggal Wiyah sendiri di dalam mobil, sambil Melihat kearah depan." Apakah jawabanku tadi salah, saat aku menerima lamaran seseorang." Tanya Wiyah kepada dirinya sendiri." Tapi bukannya suatu hubungan yang serius itu harus di jalani dulu apalagi niat yang baik. yang di tunjukkan oleh kak Fadil." Ucap Wiyah kembali sambil berpikir apakah dengan dia menerima lamaran dari Fadil itu sudah benar atau tidak.


Wiyah yang bingung dengan suasana hatinya hanya bisa berzikir dalam hatinya agar pikirannya tenang yang dari tadi memikirkan suatu masalah dalam hidupnya.


Tidak berselang lama Fadil keluar dari mobilnya sambil membawa dua belanjaan. Fadil melangkah masuk ke dalam Mobilnya.


Yang pertama Fadil lihat adalah Wiyah yang sedang menyandarkan tubuhnya di kursi, kedua matanya yang sedang terpejam dengan bibir nya sedang menyebutkan sesuatu yang mungkin itu adalah ayat-ayat Alquran penenang hati.


" Wiyah." Panggil Fadil membuat Wiyah membuka matanya dan hal yang pertama yang Wiyah lihat yaitu Fadil yang sudah duduk di kursi Depan.


Wiyah yang melihat itu memperbaiki duduknya." Iya kak Fadil." Jawab Wiyah." Kapan kak Fadil masuknya." Tanya Wiyah yang tidak menyadari saat Fadil masuk tadi.


" Baru saja Wiyah." Jawab Fadil.


Fadil mengambil sekantung tas belanjaannya tadi lalu memberikannya ke Wiyah." Ambillah." suruh Fadil sambil menyerahkan sekantung belanjaan.

__ADS_1


Wiyah yang melihat itu, cukup bingung. bukannya tadi dia tidak memesan apapun. Tapi kenapa Fadil memberikannya Sekantung belanjaan." Tapi kak. Aku tidak memesan apapun." Ucap Wiyah.


" Ambilah aku yang membelikan nya untukmu dan juga untuk keponakan dan Kakak mu." Jawab Fadil.


" Tapi kak ngga usah, terimakasih." Tolak Wiyah halus.


" Ambillah tidak ada penolakan." Ucap Fadil sedikit tegas membuat Wiyah mengambil belanjaan itu.


" Makasih kak Fadil." Ucap Wiyah sambil menerima belanjaan itu.


'' Iya sama sama Wiyah." Jawab Fadil sambil tersenyum.


πŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸƒπŸƒπŸƒ.


Wiyah menyusuri Lorong gang sempit itu sambil menenteng tas belanjaan yang di berikan oleh Fadil. Wiyah melewati setiap rumah yang berada di sekitaran gang itu yang kadang setiap orang Yang Wiyah kenal pasti akan menyapa Wiyah, Sedangkan Wiyah dengan senyumannya yang manis selalu membalas setiap sapaan dari orang yang mengenal Wiyah.


Wiyah yang sudah mendekati rumah Haidar harus di hentikan oleh suara yang begitu sangat Wiyah kenal. suara yang begitu sangat Wiyah rindukan." Ayah." Cicit Wiyah yang mendengar suara dari Pria itu.


Langkah Wiyah perlahan semakin mendekati pintu yang sengaja tidak di tutup.


Melangkah mendekati pintu. Wiyah bisa mendengar obrolan mereka yang membahas soal masalalu ayah Jambri.


Wiyah yang penasaran ingin mengetuk pintu rumah itu. Tapi harus di hentikan saat Wiyah mendengar ayahnya mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan.


Perkataan yang harus Wiyah pertanyakan terlebih dahulu.


" Paman Akan tetap mengatakan rahasia itu Haidar. paman akan tetap memberitahukan kepada Wiyah, Walaupun kamu mencegah paman untuk menceritakan itu ke pada Wiyah. tapi Paman akan tetap memberitahukan rahasia itu kepada Wiyah, kalau sebenarnya dia bukan anak kandung paman yang sebenarnya."


Deg.


Deg .


Deg.


Suara detak jantung Wiyah seakan sangat cepat dari Biasanya, saat Wiyah mendengar ucapan dari Jambri ayahnya bahwa dia bukan anak dari Jambri.


Perkataan itu begitu sangat jelas terngiang ngiang di kepala Wiyah yang membuat kesadaran Wiyah seakan Menghilang.


" Aku bukan anak dari Ayah." Cicit Wiyah yang masih tidak percaya dengan perkataan Jambri barusan. Tangan Wiyah seakan lemas sampai sampai Wiyah menjatuhkan barang belanjaan yang Wiyah bawah tadi.


Tak.


Suara dari belanjaan Itu membuat suara.


yang begitu sangat nyaring di telinga.


belanjaan Yang Wiyah bawah tadi berhamburan di lantai.


Tubuh Wiyah bersandar di belakang tembok dengan tubuh perlahan lahan duduk di atas lantai karena lemas, Wiyah tidak bisa menyeimbangkan Tubuhnya yang membuat Wiyah terduduk lemas di atas lantai, Karena tidak percaya dengan perkataan ayahnya barusan. Wiyah masi belum menerima itu. Wiyah mengira dirinya hanya mimpi Saja.


Bersambung.


banyak typo yang bertebaran

__ADS_1


harap bijak dalam membaca.


jangan lupa komen like dan vote nya..


__ADS_2