
" Apa Abang akan mengabulkan impian ku.'' Tanya Fadil.
" Iya, Abang akan mengabulkannya tapi setelah kamu berobat. karena sekarang Abang belum memiliki pasangan untuk menikah" Jawab Fazar memberikan alasan yang tepat kalau memang dirinya belum memiliki pasangan.
" Tapi Aku maunya secepatnya dan itu sebelum aku terbang ke kota J." Jawab Fadil membuat Fazar kaget dengan permintaan adiknya itu.
" Tapi bukannya kamu tahu kalau Abang tidak memiliki pasangan yang bisa di ajak Nika dan itu juga di waktu dua hari." Tolak Fazar." Abang juga belum siap untuk menikah di waktu dekat ini. Tapi Abang berjanji setelah kamu berobat dan sembuh dari penyakit mu Abang akan mengabulkan permintaan mu yang ini. Tapi tidak sekarang karena Abang belum siap dan tidak memiliki pasangan." Ucap Fazar menjelaskan." Abang akan memenuhi janji mu kepada orang yang kamu sukai. Tapi tidak dengan menikah di waktu dekat ini karena Abang tidak memiliki pasangan yang bisa di ajak menikah." Ucap Fazar kembali. Membuat Fadil menatap Abangnya itu.
" Tapi Abang bisa mencarinya bukan." Tanya Fadil.
" Mencari seorang istri yang setia itu bukan seperti kamu mencari sebuah permen di toko permen. Melainkan mencarinya sebuah berlian di tengah air keruh yang sulit untuk di cari yang begitu sangat mahal untuk kamu dapatkan seperti kamu mendapatkan berlian itu. Maka itulah wanita yang susah kamu cari seperti berlian itu sendiri." Jawab Fazar membuat Fadil terdiam membenarkan Ucapan dari Fazar itu adalah benar." Abang tidak akan salah pilih mencari wanita seperti yang dulu." Ucap Fazar kembali.
Fazar menatap kearah Fadil. yang sedang terdiam." Abang akan menepati janji mu dengan menemui dia untukmu. Agar lamaran mu di terima setelah itu barulahlah abang memenuhi impianmu. Tapi kamu harus tetap berobat ke kota J." Ucap Fazar seperti mengalihkan perbincangan mereka dengan hal yang lain." Abang akan mendatangi dia untukmu. Tapi kenapa kamu mengatakan kalau kamu ingin melihat dia bahagia bersama dengan orang lain, orang yang bisa menjaganya jika kamu pergi nantinya." Tanya Fazar yang bingung dengan maksud dari perkataan adiknya itu.
Fadil tersenyum mendengar pertanyaan dari abangnya." Aku melamarnya untuk seseorang Bang, tapi atas namaku. Karena aku tahu aku hanya bisa mencintai tapi tidak bisa memiliki Karena penyakit yang aku derita ini yang bisa saja membawaku pergi." Jawab Fadil." Aku tahu ini salah tapi menurutku itu adalah benar. Karena aku hanya ingin melihat dia bersama dengan orang yang bisa menjaganya." Ucap Fadil kembali.
" Lalu kenapa kamu mencintainya jika kamu akan melepaskan nya untuk orang lain." Tanya Fazar yang bingung dengan pemikiran adiknya itu.
" Aku mencintainya secara tidak sengaja karena pertemuan pertama kami. Tapi aku sadar kalau aku tidak akan bisa bersamanya karena penyakit ku. Aku bisa saja pergi meninggalkan nya setiap saat. Maka dari itu aku tidak ingin memilikinya membuat aku ingin melihat dia bersama orang yang bisa menjaganya." Jawab Fadil menceritakan maksud nya." Apa Abang akan memenuhi janji ku." Tanya Fadil sambil menatap abangnya itu.
__ADS_1
Mendengar cerita dari adiknya membuat Fazar merasa iba, Ternyata kisah cinta adiknya itu begitu sangat rumit.
Fazar mengangguk menyetujui permintaan adiknya itu. Bukannya Fazar harus mencari siapa wanita yang di cintai oleh adiknya itu lalu menyatukannya dengan pria yang bisa menjaga Gadis yang di cintai oleh Fadil. Itu dalam pikiran Fazar.
" Katakanlah siapa Pria itu. abang akan mencarinya untukmu dan memenuhi janjimu untuk wanita yang kamu cintai asalkan kamu mau berobat dan sembuh." Ucap Fazar kembali.
Fadil melihat ke arah Fazar." Abang." Jawab Fadil membuat Fazar menjadi bingung dengan jawaban sang adik.
" Abang." Tanya Fazar sambil menunjuk dirinya sendiri.
Fadil mengangguk." Iya, abanglah pria yang aku maksud, Pria yang bisa menjaga wanita yang aku cintai." Mendengar jawaban sang adik membuat Fazar begitu sangat terkejut, Ternyata pria yang di maksud adiknya itu adalah dirinya sendiri.
" Tapi kenapa Harus Abang." Tanya Fazar tidak percaya.
" Aku tahu abang akan memenuhi permintaan mu, Tapi tidak seperti ini. Abang tidak bisa melakukannya karena abang belum siap untuk menikah di waktu dekat." Ucap Fazar tampak menolak permintaan dari adiknya itu." Abang tahu abang akan mengabulkan impian dan janji mu. Tapi tidak seperti ini." Ucap Fazar kembali." Abang akan memenuhi impian mu dengan menikah tapi tidak waktu dekat dan bukan menikah dengan wanita yang kamu cintai."
Mendengar ucapan Dari Fazar membuat Fadil sedikit sedih. Fadil bisa melihat raut wajah Fazar yang seperti menahan amarahnya." Tapi bang itu adalah permintaan ku. Itu adalah janji dan impian ku selama ini. Karena aku tahu aku tidak akan bisa melakukan keduanya, Maka dari itu aku memilih jalan ini dengan menyuruh abang untuk menikah dengan orang yang aku cintai. Aku tahu abang bisa membahagiakan nya ketimbang aku. Maka dari itu aku menyuruh Abang untuk menikah dengannya." Jawab Fadil memberikan penjelasan agar abangnya itu mengerti maksudnya.
Mendengar penjelasan dari Fadil membuat Fazar menatap adiknya itu dengan tatapan yang sulit di artikan." Abang tahu kamu ingin melihat abang menikah, Tapi tapi tidak seperti ini Dil. Abang akan menikah ketika abang siap dan di saat itu juga kamu sudah sembuh. Bukan dengan cara seperti ini, Abang tidak siap." Ucap Fazar." Abang akan mengabulkan janji mu, Tapi tidak untuk menikahinya. Abang juga akan mengabulkan impian mu, Tapi Setelah kamu sudah sembuh dan Abang sudah memiliki pasangan untuk menikah dengan hati yang siap. Bukan cara menyuruhku seperti ini." Ucap Fazar mencoba memberikan pengertian untuk Fadil agar Fadil mengerti apa yang dia maksud.
__ADS_1
Fadil yang Mendengar ucapan dari Fazar, Membuat Fadil tampak kecewa, Tapi Fadil tidak mau memaksa karena apa yang di katakan Abangnya itu adalah benar. Tapi Fadil menginginkan itu semua dan harus terjadi sebelum Fadil pergi. Yang membuat Fadil tidak akan kehabisan akal dengan itu, Agar Fadil bisa melihat abangnya itu menikah." Baiklah, Jika itu yang abang inginkan. Lupakan janji ku." Ucap Fadil." Tapi aku meminta Abang untuk mengabulkan permintaan ku. Abang tidak perlu mengabulkan janjiku tapi Abang harus mengabulkan mimpiku untuk melihat Abang menikah. Maka dari itu menikahlah dengan orang yang aku cintai untuk mengabulkan impian ku sebelum aku terbang ke kota J." Ucap Fadil dengan penuh penekanan. Terkesan egois Tapi itulah permintaan Fadil karena sekarang menurut Fadil ini yang terbaik." Jika tidak. aku tidak akan terbang ke kota J untuk melakukan pengobatan sebelum melihat impian ku terpenuhi." Ucap Fadil kembali dengan ancamannya.
Fazar yang mendengar Ucapan dari Fadil semakin terkejut membuat Fazar begitu sangat bingung dengan ancaman Fadil yang tidak main main. Menolak tapi Fazar akan melihat Fadil tidak akan sembuh. Tapi jika Fazar menerimanya maka Fazar akan menikah dengan gadis yang dia sendiri belum tahu siapa gadis itu. Sedangkan dirinya belum siap untuk menikah karena masih terjebak dalam masalalunya.
" Abang berjanji untu mengabulkan impianku. Maka kabulkan lah dengan cara menikahi orang yang aku cintai." Ucap Fadil kembali semakin membuat Fazar terdiam." Aku hanya menginginkan itu bang, Setelah itu aku akan terbang ke kota J untuk melakukan pengobatan. Tapi sebelum itu aku harus melihat Abang untuk menikah."
Setiap ucapan yang keluar dari bibir Fadil membuat Fazar semakin bingung. Apakah harus memenuhi permintaan adiknya itu." Berikan Abang waktu, Setelah itu abang akan mengambil keputusan abang." Ucap Fazar setelah itu ia berdiri dari duduknya melangkah keluar meninggalkan Fadil tanpa mengatakan satu katapun. Karena sekarang Fazar sedang bimbang mengambil keputusan. untuk hidupnya. Permintaan Fadil membuat Fazar pikiran semakin berpikir keras untuk mengambil keputusan yang tepat.
Di sisi lain Fazar belum siap untuk menikah karena masih terjebak didalam masalalunya dan Fazar benar benar belum siap untuk menikah. Tapi di sisi lain Itu adalah permintaan sang adik dan harus di penuhi.
Pusing ya tentu, Siapa yang tidak pusing dengan permintaan sang adik yang harus menikah di jangkauan waktu yang dekat.
Fadil menatap punggung Fazar yang sudah menghilang di balik pintu ruangan nya. Dengan tatapan kesedihannya. Katanya Fadil hanya menangis secara diam setelah melihat Fazar pergi tanpa mengatakan satu katapun.
Fadil tahu abangnya itu pasti sedang bingung mengambil keputusan dengan permintaannya. Tapi Itulah permintaannya jika benar-benar dia pergi dari dunia ini. Karena Fadil tidak mau melihat Fazar yang terus terjebak di masalalunya dan akan hidup sendiri tanpa ada yang merawatnya dan mencintainya.
" Maafkan aku bang. Tapi biarkan aku egois untuk kali ini, demi kebahagiaan Abang." Batin Fadil.
Yang Fadil tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kedepannya setelah kedepannya.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like komen dan vote nya.