Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 29


__ADS_3

Di dalam taksi. Fina melihat Wiyah yang duduk dekat dengan jendela mobil, Kepalanya dia sandarkan di sisi pintu mobil sedangkan wajahnya hanya diam tidak tersenyum di bibirnya.


" Wiyah." Panggil Fina, Wiyah yang di panggil membalikkan kepalanya untuk melihat ke arah Fina.


" Iya Fin." Jawab Wiyah.


" Apa yang kamu pikirkan."" Tanya Fina membuat Wiyah menggeleng.


" Tidak ada." Jawab Wiyah.


" Wiyah kamu tidak bisa bohong dengan ku, karena aku sudah lama mengenal mu." Ucap Fina.


" Sungguh Fin aku tidak bohong, Aku tidak memikirkan apa apa." Jelas Wiyah.


" Aku tahu Wiyah, kamu tidak akan menceritakan apapun tentang masalah mu sekarang." Batin Fina yang masih menatap ke arah Wiyah.


" Bagaimana dengan pekerjaan mu sekarang wiyah." Tanya Fina yang membahas hal yang lain, Karena suasana sekarang sedikit hening karena Wiyah yang kembali diam.


" Alhamdulillah semua baik Fin." Jawab Wiyah


" Apa kamu tidak berpikir mencari kerja lain." Tanya Fina membuat Wiyah menggeleng.

__ADS_1


" Seperti nya tidak." Jawab Wiyah.


" Kenapa tidak berpikiran ke situ, Bukanya kamu memiliki ijasah untuk mencari kerja yang lain lebih baik dari kamu kerja di situ." Tanya Fina membuat Wiyah tersenyum.


" Aku tahu Fin, Aku memiliki ijasah yang bisa ku pakai untuk mencari kerjaan yang layak untuk ku. Tapi Fin aku tidak bisa melakukan itu karena aku memiliki keterikatan pada pekerjaan ku."


" Walaupun pekerjaan ku memiliki gaji yang sangat sedikit, Tapi aku sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan itu, Apalagi di saat itu aku sedang dalam ke adan terpuruk karena perpisahan orang tuaku yang terbilang mendadak Tanpa tau alasan yang jelas yang membuat ku hampir depresi karena perpisahan mereka."


" Saat mereka pergi tanpa membawa ku pergi, Aku berpikir apakah aku ada, Apakah aku anak mereka atau bukan, Kenapa mereka tidak membawa ku pergi seperti saudara ku yang lain, Kenapa aku di tinggal sendiri."


" Karena pikiran itu aku mulai frustasi, Aku takut menyusahkan Kaka Idar dan Kaka Windi, Dari siitu aku mulai mencari kerja yang cocok dengan usiaku dan kegiatan sekolah ku. Aku mencari pekerjaan di mana mana tapi tidak ada yang cocok dengan ku. Sampai aku mendapatkan kerjaan ku sekarang. pekerjaan di mana Ibu Alya mau menerima aku sebagai pengasuh walaupun di saat itu aku masih sekolah dan masih berusia lima belas tahun, tapi Ibu Alya mau saja menerimaku sebagai pengasuh asal aku membagi waktu kerja dan sekolah."


" Saat itu aku tidak tahu seperti apa caranya bekerja karena itu pengalaman pertamaku bekerja di rumah orang yang membuat ku semakin gugup, Apalagi aku menghadapi anak orang yang tidak bisa ku cubit seperti adik ku sendiri yang membuat ku takut, Karena hal itu membuatku bingung apakah lanjut bekerja atau aku harus berhenti saja, tapi aku sangat membutuhkan pekerjaan ini. Walaupun Kaka Idar tidak membolehkan ku berkerja, tapi aku sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk mengalihkan pikiranku sedikit. Sampai aku memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan itu."


dengan tingkah mereka yang kadang berubah rubah yang membuat pikiranku sedikit teralihkan.


" Dari situ aku tidak mau keluar dari kerjaan ku, dan membuat aku terikat kepada pekerjaan ku sendiri. pekerjaan ku yang bagaikan obat penenang untuk ku di saat aku sedih. Anak anak yang ku yang aku jaga bagaikan obat penghilang rindu karena mereka seperti menggantikan ke empat saudaraku yang hilang entah kemana." Jelas Wiyah menceritakan kenapa Wiyah tidak ingin keluar dari pekerjaannya itu.


Sedangkan Fina dengan yang setia mendengarkan penjelasan dari Wiyah, hanya bisa mendengarkan dengan seksama. Karena Fina sendiri yang mengalihkan pembicaraan agar Wiyah tidak terlalu larut dalam kesedihan yang selalu dia pendam sendiri.


Sebenarnya Fina tahu seperti apa sahabatnya itu jika memendam sesuatu sendiri pasti tidak akan pernah bercerita kepada siapapun termasuk dirinya. Wiyah akan menyimpannya sendiri dengan rapi di hatinya. Menyembunyikan luka nya tanpa orang tahu. Wiyah menyembunyikan lukanya dibalik senyum dan tawanya. Wiyah tidak pernah bercerita tentang masalahnya kepada siapapun termasuk sahabatnya seperti Fina.

__ADS_1


Fina juga tahu kalau Wiyah tidak akan bercerita


jika tidak di pancing seperti tadi.


makanya Fina sering memancing Wiyah agar wiyah sedikit terbuka kepadanya walaupun dengan pancingan.


" Maaf Fin, aku terlalu panjang jelasinnya." Fina tersenyum mendengar ucapan dari Wiyah.


Fina tersenyum mendengar ucapan sang sahabat." Tidak apa Wiyah, Aku senang ko dengar cerita kamu." Jawab Fina sambil tersenyum membuat Wiyah juga ikut tersenyum.


Karena asyik berbincang mereka tidak menyadari kalau mereka hampir sampai di tujuan mereka tadi.


" Mbak kita sudah sampai." Ucap supir mobil itu setelah memberhentikan mobilnya di tempat tujuan Fina dan Wiyah,


" Ini pak." Fina memberikan uang kepada supir taksi itu. supir taksi itu mengambil uang nya." Makasih ya pak." Ucap keduanya setelah turun dari mobil.


" Iya sama-sama mbak." Jawab supir taksi itu. Lalu kembali pergi untuk mencari pundi pundi rupiah.


Setelah sampai di tujuan, mereka kembali berjalan kaki untuk pergi ke rumah Wiyah. melewati jalan sempit yang hanya bisa di lalui oleh motor dan orang saja


BERSAMBUNG.

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN LIKE DAN VOTE NYA AUTHOR NGGA MAKSA KO 😁


MAKASIH UDAH MAU MENDUKUNG AUTHOR


__ADS_2