Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 60


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain. yaitu tepat Fadil berada.


Fadil yang baru saja keluar dari rumah sakit dengan caranya sendiri, yaitu kabur dari rumah sakit karena Fadil tidak mau di rawat di sana terlalu lama, apalagi harus mencium bau obat obatan yang membuat kepalanya begitu sangat sakit.


Lebih baik dia beraktivitas seperti biasa dari pada harus berbaring di di ranjang rumah sakit terlalu lama yang membuat ia menjadi malas.


Walaupun dia tahu penyakitnya bukan seperti demam yang bisa di ajak kompromi kapan saja. Penyakit yang dideritanya bisa saja membunuh setiap saat. dimana dia melakukan hal ceroboh.


Tapi dengan santai Fadil tidak mengambil pusing soalnya penyakit nya itu.


dia selalu berpikir ' Walaupun dia berobat di mana manapun, tapi kalau waktu nya dia untuk pergi ya artinya dia harus pergi dan dia tidak akan merasakan sakitnya kembali yaitu rasa sakit yang ia rasakan selama empat tahun terakhir. ' itu dalam pikiran Fadil. Yang Fadil inginkan hanya satu yaitu kebahagiaan dari keluarganya saat ia akan pergi nantinya dan ia tidak tahu kapan hari itu datang.


.


.


Dengan menaiki taksi Fadil melewati jalan yang begitu sangat padat akan kendaraan mungkin karena ini waktu nya makan siang.


Fadil mengunakan taksi karena ada alasannya. yaitu takut ketahuan oleh anak buah dari abangnya, apalagi ia berhasil mengelabuhi mereka semalam dengan cara seperti biasa. Yaitu mengajak mereka berkeliling sampai sampai mereka capek sendiri dan akhirnya kehilangan jejak dari Fadil.


Bukan alasan itu saja, Fadil juga masih merasakan sakit pada kepalanya karena habis di kemoterapi tadi pagi dan masih merasakan sakit pada pergelangan tangan nya akibat infus yang masih memerah karena dia memaksa untuk mencabut infus itu.


Rasa lemas di tubuhnya juga masih sama seperti semalam, Tapi ia usahakan untuk tetap kuat dan tidak mau terlihat lemah di mata dokter Faris karena sering kabur, gara-gara tidak mau kelamaan di rawat di rumah sakit.


" Pak tolong ke kampus xxx." Perintah Fadil dengan ramah.


'' Baik tuan." Jawab supir taksi itu.


Taksi yang Fadil naikin mengarah kearah kampus, Yaitu kampus di mana Wiyah sekarang berada.


dengan menyadarkan tumbuhnya di kursi mobil sambil melihat kearah luar." Bahagia walaupun sementara " Gumam Fadil. Kemudian Fadil mengambil ponselnya. Menghubungi anak buah yang sangat dia percayai.


" Assalamualaikum tuan Fadil " ucap di seberang sana yang sudah mengangkat telfonnya.


" Waalaikumsalam, Riki. saya minta tolong hantarkan mobil saya yang semalam di kampus xxx." Perintah Fadil ".Tapi ingat Jangan sampai ketahuan oleh anak Buah dari Abang." Ucap Fadil sambil memperingati.


" Baik, laksanakan tuan Fadil " Jawab anak buah Fadil yang begitu sangat Fadil percayai.


" Kalau bisa cepat ya." Suruh Fadil kembali.


" Baik tuan, saya akan sampai di sana tiga puluh menit lagi." Jawab Riki.


Selesai menyuruh anak buahnya untuk mengantarkan mobilnya ke kampus di mana Wiyah sekarang sedang kuliah. Fadil kembali mematikan ponselnya. kemudian Fadil melihat kearah ponsel yang satunya lagi. Ponsel yang sengaja Fadil matikan agar abang nya Fazar tidak melacak keberadaannya saat Fadil menghilang semalam dan ia sengaja menghilangkan jejaknya dari anak buah dari abangnya Fazar yang sering mengikutinya dan mengawasinya secara sembunyi sembunyi. Apalagi sampai mereka tahu kalau dia sering masuk di rumah sakit dan memiliki penyakit yang sangat mematikan.


Fadil kembali mengalihkan pandangannya kearah jalan untuk menikmati setiap jalan yang padat akan kendaraan. Menikmati sisa hidupnya yang mungkin sangat singkat. tidak tahu kapan akan berakhir.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sedangkan di kampus.


jam sudah menunjukkan pukul setengah dua.


Para mahasiswa/i sudah keluar dari kelas karena mereka sudah menyelesaikan tugas dari dosen.


Wiyah yang sudah keluar dari kelas, seperti mahasiswa lainnya. Melangkah mengarah ke parkiran kampus, Karena tadi ia sudah mengabari Fina kalau ia sudah selesai mengerjakan mata kuliahnya. Walaupun ada juga tugas dari dosen.


" Wiyah." Panggil Yaya sambil berlari kecil. Wiyah berbalik melihat kearah Yaya yang sedang berlari kecil sambil mengikuti langkah nya.


" Iya, Yaya ada apa." Tanya Wiyah saat melihat Yaya yang sudah berdiri di hadapannya.


" Wiyah pulang bareng sama aku." Ajak Yaya. Wiyah yang mendengar ajakan dari Yaya membuat Wiyah hanya tersenyum.

__ADS_1


" Maaf Yaya lain kali saja, Soalnya aku udah ada janji sama Fina. Kalau kami mau pulang bareng." Tolak Wiyah dengan lembut.


Yaya sedikit kecewa mendengar penolakan Wiyah. Tapi Yaya masih memaklumi kenapa Wiyah menolaknya, itu karena Wiyah sudah membuat janji dengan sahabatnya Fina untuk pulang bareng. Apalagi Fina dan Wiyah sudah seperti saudara bukan hanya teman saja.


" Ya sudah ngga apapa." Ucap Yaya sedikit kecewa." Tapi lain waktu kita pulang bareng sama aku sekalian bareng sama temen kamu Wiyah." Wiyah mengangguk kecil mendengar ajakan dari Yaya.


Yaya dan Wiyah melanjutkan langkah mereka ke parkiran kampus sambil berbincang bincang kecil.


Wiyah menemui Fina. Sedangkan Yaya di jemput oleh supirnya.


Sesampainya di parkiran kampus. Yaya yang sudah di jemput oleh supir berpamitan kepada Wiyah dan Fina.


Setelah itu Yaya melangkah masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan parkiran kampus.


" Cantik Wiyah teman kamu." Puji Fina yang mengingat wajah Yaya yang mengemaskan.


Sedangkan Wiyah hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi apa yang di ucapkan Fina itu benar." Siapa namanya Wiyah." Tanya Fina yang penasaran dengan Yaya.


" Yana Yakira, panggilan nya Yaya." Jawab Wiyah." Teman sebangku yang sering aku ceritakan." Cerita Wiyah.


" Jadi tadi itu teman kamu, yang sering kamu ceritakan. Yang ingin mengenal agama Islam." Tanya Fina membuat Wiyah mengangguk mengiyakan.


" Masyaallah, bukan saja cantik tapi dia juga ingin belajar tentang agama Islam walaupun keyakinannya berbeda dengan kita." Puji Fina. membuat Wiyah menangapinya dengan tersenyum. Karena ia tidak menyangka kalau ia berteman dengan Yaya yang selalu bisa mengajaknya belajar tentang agama Islam walaupun mereka perbedaan keyakinan.


Karena asyik berbincang Fina sampai lupa untuk menyalakan motor nya.


" Karena asik bercerita sampai sampai kita lupa untuk pulang." Ucap Wiyah sambil terkekeh kecil membuat Fina ikut terkekeh sama seperti Wiyah karena tingkah mereka yang aneh. Bukanya pulang mereka malah asik bercerita. Untung di parkiran sudah mulai sepi walaupun masih ada satu persatu mahasiswa/i yang lewat di parkiran kampus. Kalau tidak mungkin mereka akan menjadi bahan tatapan dari para mahasiswa yang mengenal mereka.


Setelah motor Fina menyala. Wiyah mulai mendudukkan tubuhnya di atas motor yang berada di jok belakang.


" Sudah Wiyah." Tanya Fina memastikan kalau Wiyah sudah duduk dengan aman di jok belakang.


" Iya Fina sudah." Jawab Wiyah yang memposisikan tepat duduknya di tempat yang aman agar tidak jatuh.


" Wiyah, Fina." Panggil pria itu yang tidak lain adalah Fadil.


Fina yang mendengar panggilan itu tidak jadi menjalankan motornya. Sedangkan Wiyah melihat kearah belakang yang memperlihatkan Fadil yang sedang berdiri sambil melihat kearah mereka.


" Siapa Wiyah." Tanya Fina yang tidak bisa berbalik melihat kearah belakang.


" Kak Fadil, Fin." Jawab Wiyah.


Fadil melangkah mendekati Wiyah dan Fina yang turun dari motor.


" Maaf membuat kalian kaget, yang membuat kalian menghentikan motor kalian dan membuat kalian tidak jadi untuk pulang." Ucap Fadil merasa tidak enak hati saat melihat kedua gadis yang sudah siap-siap untuk pulang kerumah mereka masing-masing.


" Tidak apa kak Fadil." Jawab keduanya. Fadil tersenyum mendengar jawaban dari keduanya.


" Kalian mau pulang." Tanya Fadil yang sedang berbasa-basi.


" Iya kak Fadil kami mau pulang." Jawab Wiyah.


" Kalau gitu sekalian saja sama aku." Tawar Fadil.


" Ngga usah kak Fadil, kami pulang berdua saja sekalian mau singgah ke taman." Tolak Wiyah lembut.


" Ngga apa-apa, Sekalian saja, aku juga mau ke taman mau menemui harum " Ucap Fadil yang masih berusaha membujuk keduanya.


Wiyah terdiam mendengar tawaran dari Fadil, karena Wiyah takut akan adanya fitnah jika Wiyah terus jalan berdua dengan fadil yang bukan mahram.


Wiyah masih mengingat pertanyaan Yaya tadi siang. soal hubungannya dengan Fadil.

__ADS_1


Sukur pertanyaan Yaya hanya sekedar penasaran bukan untuk menyingungnya atau memfitnahnya.


Tapikan Wiyah juga tidak tahu, apa saja pikiran orang yang pernah melihat Wiyah jalan bersama dengan seorang pria. Walaupun Wiyah tidak sendiri karena selalu bersama dengan sahabatnya. Selalu menjaga pandangannya atau menjaga bersentuhan walaupun hanya tangan saja.


Wiyah dan Fadil bertemu juga secara tidak sengaja. Bukan di dasari karena cinta.


Tapi pikiran orang kan berbeda beda,


Ada yang berpikiran negatif dan ada juga yang positif.


Apalagi ada orang yang akan mencari keburukan orang lain karena merasa syirik kepada orang yang jauh lebih baik dari mereka, makanya mereka akan mencari setiap celah untuk memfitnah orang yang menurut mereka bagus untuk merusak nama orang itu dengan cara memfitnahnya, yang membuat nama yang mereka benci menjadi rusak.


" Wiyah." panggil Fina karena melihat Wiyah yang hanya diam sambil melamun. Sedangkan Wiyah yang di panggil langsung tersadar dari Keterdiamnya.


" Bagaimana apa kalian mau ikut.'' Fadil masih berusaha untuk membujuk keduanya.


" Maaf kak Fadil, aku ngga bisa ikut." Jawab Wiyah yang masih sama, Yaitu menolak.


Fadil yang mendengar penolakan dari Wiyah yang tidak mau pulang bersama dengannya tidak mau kehabisan akal. Sampai ingatannya tertuju pada semalam, Yang datang kerumah Wiyah karena ingin datang melamarnya.


" Tapi Wiyah aku ingin membicarakan sesuatu yang penting Wiyah. Aku ingin mendengar soal semalam. Apa jawaban dan keputusan yang akan Wiyah berikan." Fadil mengingatkan soalnya semalam yang membuat Wiyah langsung mengingat soal semalam, Kalau hari ini ia akan menemui Fadil karena ingin memberikan jawaban soal lamarannya semalam.


Tapi karena ia lupa karena pelajaran, sampai ia kembali diingatkan oleh Fadil yang menanyakan soal jawaban semalam.


Sedangkan Fina bingung dengan arah perbincangan keduanya. Soal semalam, jawaban dan keputusan?'. Apa yang dia lewatkan sampai sampai dia tidak tahu. Ada hubungan apakah Wiyah dan Fadil


mendengar itu membuat Fina jadi bingung.


" Bagaimana Wiyah.'' Tanya Fadil kembali ingin memastikan.


" Baiklah kak Fadil aku ikut dengan kak Fadil. Aku akan memberitahukan jawaban dan keputusan. Apa yang aku ambil nanti." Jawab Wiyah. Membuat Fadil Tersenyum senang.


Walaupun nantinya jawaban dari Wiyah akan membuat Fadil sedih, Tapi Fadil akan tetap menerima jawaban itu. Karena Fadil tahu Wiyah gadis yang seperti apa.


Gadis yang belum pernah mengenal cinta dan terjebak dalam masalalu kedua orang tuanya, yang membuat dia takut untuk menjalankan suatu hubungan karena takut nantinya akan membuat mereka berpisah.


Fadil yakin Wiyah bisa menjadi obat untuk seseorang, Karena Wiyah memiliki masalalu yang sangat sakit, tapi bisa menjadikan masalalunya itu sebagai pelajaran untuknya untuk mempertahankan sebuah hubungan.


Tidak lama mobil semalam yang Fadil tinggalkan datang dan memasuki parkiran kampus. Ada tiga anak buah yang turun dari


mobil itu. Yaitu Riki dan kedua anak buah Riki yang sengaja dia bawa.


Wiyah dan Fina di persilahkan masuk di dalam mobil bagian belakang, sedangkan Fadil akan duduk di depan yaitu di samping Riki


yang sedang mengemudi.


Sedangkan kedua anak buah dari Riki akan membawa motor Fina lalu di hantarkan kerumahnya Fina. Masalah alamat. Fina sudah memberikan nya.


Setelah ketiganya masuk.


mobil Fadil kembali jalan yaitu keluar dari parkiran kampus.


Bersambung


Banyak Typo Yang Bertebaran.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya,


biar author makin semangat buat up.


Makasih teman teman udah mau mendukung author 🤗

__ADS_1


salam manis dari author 😉


__ADS_2