Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 6


__ADS_3

Tidak terasa jam istirahat pun tiba. Para siswa, siswi keluar dari Kelas mengarah pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah kosong.


Wiyah yang masih duduk dengan santainya di kursi sambil membaca buku. Wiyah tidak menghiraukan siswa, siswi yang dari tadi berlalu lalang melewati kelasnya. Sedangkan Wiyah seperti tidak peduli dengan keadaan di luar sana. Wiyah hanya asyik membaca bukunya dan mengabaikan para mata siswa yang melihatnya.


" Wiiyyaa." Teriak kedua gadis yang sedang berdiri di samping meja Wiyah. Wiyah yang mendengar teriakkan dari kedua gadis yang berdiri di sampingnya, langsung kaget.


" Astaghfirullahaladzim. Salsa, Fina, kalian bikin kaget aja." Tegur Wiyah tampak kesal karena kedua sahabatnya itu yang membuatnya kaget.


Fina dan Salsa adalah sahabat Wiyah dari kecil. Salsa dan Fina sudah berteman dengan Wiyah dari SD dan sampai sekarang. Wiyah juga sudah menganggap Salsa dan Fina seperti saudaranya sendiri.


Mereka berdua hanya terkekeh, melihat wajah Wiyah yang terlihat lucu saat kaget." Hehehehe, maaf maaf." Ucap keduanya sambil terkekeh. Keduanya mengambil tempat yang kosong dekat dengan Wiyah, Lalu duduk di samping Wiyah.


" Baca apa sih ko serius betul." Tanya Fina sambil melirik kearah Wiyah.


" Lagi baca buku ekonomi." Jawab Wiyah sambil menutup bukunya. Fina yang mendengar jawaban dari Wiyah hanya mengangguk mengerti.


" Wiyah, Fin, ke kantin yuk." Ajak Salsa yang berdiri dari tempat duduknya sambil melirik kedua sahabatnya.


" Iya Sal, aku juga mau ke kantin." Jawab Fina sambil berdiri dari duduknya." Wiyah kamu ikut ngga ke kantin." Tanya Fina melirik kearah Wiyah yang masih duduk di kursinya.


Wiyah melihat kearah, kedua sahabatnya.


" Kalian aja, aku nitip aja ya. Soalnya aku lagi malas keluar nih." Jawab Wiyah.


" Oke oke, kamu mau nitip apa." Tanya Fina.


" Aku nitip goreng aja, sama es jeruk." Jawab Wiyah sambil memberikan uang dua puluh ribuan ke Fina.


Fina menerima uang itu." Oke, kalau gitu kami pergi ke kantin dulu." Pamit Fina.


" Oke." Jawab Wiyah.


Salsa dan Fina melangkah keluar dari kelasnya meninggalkan Wiyah sendiri.


Sedangkan Wiyah yang melihat kepergian sahabatnya hanya diam sambil menyandarkan punggungnya di belakang kursi. Menunggu kedua Sahabatnya kembali. Sambil menunggu keduanya kembali Wiyah mengambil buku yang tadi dia membaca untuk dia baca kembali.


Tidak butuh berapa waktu lama, Salsa Fina sudah kembali sambil membawa Makanan mereka dan juga pesan dari Wiyah.


" Nih, Pesan kamu." Ucap Salsa yang duduk di kursi sambil memberikan pesanan dari Wiyah. di susul oleh Fina.

__ADS_1


" Makasih Salsa, Fina." Ucap Wiyah tulus sambil tersenyum. Wiyah mengambil Gorengan yang tadi dia pesan dari tangan Salsa.


" Iya, sama sama." Jawab Keduanya.


Ketiganya duduk sambil menikmati makanan mereka dengan diam. Tidak berselang lama mereka menyelesaikan makan siang mereka.


" Sal, Wiy. pulang sekolah kita singgah ketaman, soalnya kita udah lama ngga ke sana." Ajak Fina sambil menatap kedua sahabatnya itu.


" Maaf Fin, aku ngga bisa soalnya tadi Abang aku udah Wa kalau Abang sudah pulang jadi, Abang mau jemput aku. Jadi aku ngga bisa ikut kamu. Tapi Insyaallah lain kali kita bisa pergi. Maaf Fin " Tolak Wiyah sambil menatap kearah Fina. Merasa tidak enak karena menolak permintaan dari sahabat nya itu.


" Iya, ngga apa-apa Wiyah." Jawab Fina.


" Kalau kamu Sal bisa ngga." Tanya Fina kembali sambil melihat ke arah Salsa.


" Maaf Fin, Aku juga ngga bisa, soalnya papi mau jemput aku." Tolak Salsa sedih.


" Iya ngga apa-apa sal, Ngga usah sedih gitu." Jawab Fina tersenyum.


" Sal tadi kan aku bilang ngga apa-apa tapi kenapa muka kamu masih sedih gitu." Tanya Fina sambil menarik pelan dagu Salsa. Terlihat kalau wajah Salsa yang di tekuk.


Wiyah juga ikut melihat ke arah Salsa." Iya Sal, kata Fina ngga apa-apa, tapi kenapa muka kamu sedih gitu." Sambung Wiyah melihat ke arah Salsa.


" Iya Sal, cerita sama kami." Ucap Wiyah


Salsa melirik kedua sahabatnya itu. Salsa begitu sangat senang memiliki teman seperti mereka, Yang selalu bisa di ajak berbagi cerita sedihnya." Aku lagi bingung Wiyah, Fin." Ucap Salsa dengan suara lesunya.


" Bingung kenapa Sal." Tanya Fina


" Aku bingung, apakah aku harus Nerima kalau papi mau nikah lagi atau ngga." Ucap Salsa dengan wajah sedihnya. Wiyah dan Fina yang mendengar ucapan salsa cukup terkejut dan merasa kasian kepada Salsa. Soalnya selama perpisahan kedua orang tua Salsa. Salsa menjadi anak yang pendiam dan juga rapuh.


berbeda sebelum kedua orang tuanya berpisah dia anak yang paling ceria. Salsa terpuruk dalam kesedihannya. Wiyah dan Fina selalu mendukung Salsa agar dia bangkit dari keterpurukannya dan menjadi dirinya sendiri, mereka berdua selalu mendukung Salsa apapun yang terjadi dan selalu bersama nya.


" Jadi papi mu mau nikah lagi, Sal." Tanya Fina dengan suara terkejutnya.


" Iya Fin, papi aku mau nikah. Makanya papi mau jemput aku sebentar, Papa mau kenalin aku sama calon istri baru papi aku Fin." Jawab Salsa dengan wajah sedihnya.


Sedangkan Wiyah yang menderita cerita dari Salsa merasa kasian dengan sahabat nya itu. Salsa begitu sangat mudah menerima perpisahan kedua orang tuanya dan Pernikahan dari kedua orang tuanya.


" Jadi kamu mau ketemu sama calon mama tiri mu Sal." Tanya Fina." Apakah kamu akan menerima dia nanti." Tanya Fina kembali.

__ADS_1


" Aku bingung Fin, apakah aku bisa menerima istri baru papi atau tidak, Aku juga takut ngga bisa nerima istri baru papi." Jawab Salsa


Mendengar cerita dari Salsa membuat Fina bingung mau kasih pendapat apa." Aku juga bingung Sal, Mau kasih pendapat kaya apa. Tapi menurutku lebih baik kamu terima aja istri baru papimu, Agar papi mu senang karena kamu mau terima istri barunya. Walaupun kamu bingung mau terima atau tidak." Saran Fina." Itu aja sih saran ku, cari aman saja." Ucap Fina.


" Kalau kamu Wiy. Pendapatmu kaya apa." Tanya Fina melirik Wiyah yang dari tadi diam dan mendengarkan ucapan teman temannya.


Wiyah yang di lihat kedua sahabatnya jadi ikut Bingung mau ngomong apa.


" Wiyah koh malah diam, kasih pendapat gitu atau solusi, kamu kan pintar kasih pendapat. setiap pendapatmu semua bermanfaat untuk kami." Ucap Fina melirik kearah Wiyah yang dari tadi diam.


sedangkan Wiyah yang dilirik hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Setiap ada masalah pasti pendapat nya yang akan masuk.


" Wiyah koh malah diam, kasih pendapat dong, apa kamu ngga kasian sama aku." Tanya Salsa dengan dengan wajahnya yang sedih.


"Ya Allah aku mau kasih pendapat kaya apa, jadi bingung sendiri." Batin Wiyah menjerit. Wiyah menarik nafasnya dalam-dalam lalu iya hembuskan, agar Wiyah merasa lebih tenang untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya. Menjawab kebingungan dari mereka.


" Oke, Kalian dengarkan jangan sampai tidur. Tapi sebelum itu, antar dulu tuh piring makanan kalian." Suruh Wiyah Sambil melirik kearah piring keduanya. Fina Dan Salsa yang mendengar ucapan dari Wiyah keluar mengantar bekas piring makanan mereka dan kembali duduk untuk mendengarkan pendapat Wiyah.


" Wiyah ayo cepat dah." Ucap Fina bersemangat sampai sampai nggak sabaran.


" Iya sabar." Jawab Wiyah. Tapi sebelum Wiyah memulai pembicaraannya suara bel berbunyi, tanda kalau waktunya sudah masukkan.


Triiiiiingg( Anggap aja suara bel masuk.


Salsa dan Fina yang menderita suara bel itu, tampak kecewa." Ya ngga jadi gara-gara sudah masukkan." Ucap Fina dan Salsa bersamaan.


Wiyah tersenyum melihat waja dari kedua sahabatnya itu." Ya ngga apa-apa, nanti kalau udah keluar Baru ku kasih pendapatnya." Jawab Wiyah sambil tersenyum.


Mereka hanya mengangguk setuju


" Ya deh." ucap Salsa dan Fina dengan suara lesunya


Salsa melangkah kembali ke tempat duduknya. Sedangkan Fina yang memang sudah duduk di sebelah Wiyah melipat tangannya di atas meja sedangkan dagunya dia simpan di atas tangannya.


Tidak berselang lama guru pun masuk


dan mengajar menjelaskan beberapa materi. Sedangkan Siswa/i mendengar dengan seksama penjelasan Dr guru mereka.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2