Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 40


__ADS_3

" Assalamualaikum." Salam Wiyah, Rafa dan Rafi sambil mengetuk pintu rumah.


" Apa mungkin bunda sama ayah belum pulang Acil Wiyah.'' Tanya Rafa saat melihat pintu yang tidak kunjung terbuka.


" Acil ngga tahu juga Rafa, mungkin memang ayah sama bunda belum ada yang pulang atau mungkin mereka sedang salat." Jawab Wiyah sambil melihat kearah pintu.


" Padahal Rafi udah ngantuk acil." Sambung Rafi yang masih terlihat mengantuk dari nada bicaranya sambil menguap karena ngantuk.


Sedangkan Wiyah hanya tersenyum melihat tingkah Rafa dan Rafi kadang berubah-rubah.


kadang dewasa kadang seperti anak kecil.


Cklek. Terdengar suara pintu yang terbuka membuat Rafa dan Rafi yang tadi bersandar didinding mengubah posisinya menghadap kearah pintu.


Terlihat pria yang masih rapi dengan baju Kokohnya yang berdiri di pintu.


Wiyah yang melihat Haidar yang masih rapi dengan setelan baju Kokohnya tidak bertanya lagi. Karena dia tahu kalau Kakaknya itu baru saja menyelesaikan salat magribnya.


" Assalamualaikum kak idar.'' Salam Wiyah sambil mencium punggung tangan Haidar lalu berlalu masuk kedalam rumah


" Waalaikumsalam." Jawab Haidar. Rafa dan Rafi melakukan hal yang sama seperti Wiyah tadi.

__ADS_1


" Ayah ayah. Apa ayah tahu." Tanya Rafi antusias saat sudah berada di dalam rumah.


" Belum, ayah belum tahu." Jawab Haidar yang baru saja selesai menutup pintu dan berdiri dekat dengan Rafi.


" Rafi Belum selesai ayah." Ucap Rafi kesal melihat kearah ayahnya yang sedang terkekeh geli.


" Iya iya, maaf." Ucap Haidar sambil tersenyum geli kearah kedua anaknya itu." Kalau gitu lanjutkan." Suruh Haidar.


" Ayah tadi itukan ada Kakak yang baik, bukan saja baik tapi juga tampan. Kakak itu membelikan kami jajan, mengajak kami bermain dan juga mengantarkan kami pulang." Cerita Rafi dengan antusiasnya. Haidar yang mendengar kata tampan mengerutkan kening nya bingung.


Haidar bingung siap yang di sebut oleh anak anaknya itu. Apakah teman Wiyah atau mungkin teman Fina. Setahu Haidar, Wiyah atau Fina tidak memiliki teman pria. Kalaupun ada pria yang Wiyah kenal pasti itu sepupu laki-lakinya atau anak keponakan kaki-lakinya selain itu tidak ada.


" Tampan Rafa.'' Tanya Haidar yang mendapatkan anggukan dari Rafa.


" Apa itu teman acil kalian." Tanya Haidar kembali yang mulai penasaran membuat keduanya kembali mengangguk.


" Iya ayah Kakak itu teman acil." Jawab Rafi.


yang mendapatkan anggukan kecil dari Haidar.


Haidar tidak akan mempermasalahkan itu kalau Wiyah akan berteman dengan lawan jenisnya.

__ADS_1


tapi harus dalam hal yang wajar tidak lebih dari itu. Asal selalu menjaga diri dan pandangannya.


Apalagi saat dia kuliah mungkin dosennya


akan memberikan tugas yang secara kelompok yang akan masuk dengan laki laki. Jadi Haidar tidak mempermasalahkan itu karena pasti nanti akan ada tugas dari dosen mereka secara berkelompok. Haidar mencoba untuk berpikir positif saja tapi harus menanyakan itu juga karena Haidar harus memastikannya langsung ke Wiyah.


" Kalau gitu Rafa Rafi masuk kedalam kamar terus mandi karena Belum ada yang mandi bukan, jangan lupa salat isya" Ucap Haidar mengingatkan yang mendapatkan anggukan dari keduanya.


" Siap bos." Jawab keduanya sambil bergaya hormat, Setelah itu berlalu masuk ke dalam kamar mereka.


Sedangkan Haidar hanya tersenyum melihat tingkah mereka." Dik.'' Panggil Haidar yang menatap Wiyah yang baru keluar dari dapur karena tadi saat masuk Wiyah langsung pergi ke dapur karena tadi merasa haus membuatnya langsung masuk ke dapur untuk mengambil air minum.


" Iya kak." Jawab Wiyah" Ada apa kak Idar." Tanya Wiyah.


Sedangkan Haidar hanya menunjuk kearah sofa. Wiyah yang tahu arah telunjuk Haidar melangkah mendekati sofa lalu duduk yang di susul oleh Haidar yang ikut duduk di sofa yang berhadapan dengan Wiyah.


Bersambung.


Jangan lupa komen like dan vote nya ya


biar author makin semangat buat up.

__ADS_1


__ADS_2