
Malam yang gelap, Hanya dihiasi beberapa bintang karena awan yang sedikit mendung membuat bintang bintang itu tertutupi.
Mungkin para bintang tidak mau mendengar sebuah kenyataan yang membuat sahabatnya menangis hanya karena sebuah kenyataan menyakitkan itu.
Selesai makan malam keluarga Haidar berkumpul di rungan keluarga. Tapi berbeda dengan malam ini, Biasanya mereka akan berkumpul dengan anak anak tapi tidak dengan malam ini mereka hanya berkumpul tanpa kehadiran anak anak karena Haidar bersama Jambri ingin membahas soal yang begitu sangat penting. Sedangkan anak anak di suruh masuk kedalam kamar agar tidak mendengar perbincangan mereka.
Sedangkan seorang gadis yang duduk di Rungan tamu yang di temani oleh kedua Kakaknya dan juga ayahnya. Gadis itu menundukkan kepalanya lalu mengangkatnya Untuk melihat ke arah ayah nya yang duduk tepat di hadapannya. Rasanya Gadis itu ingin memeluk Tubuh ayahnya yang selama ini dia rindukan tapi itu tidak mungkin karena Wiyah merasa ragu, Apakah ayah nya akan menerimanya atau tidak.
Sedangkan Haidar dan Windi bisa melihat tatapan Wiyah kearah Pamannya itu, Mereka yakin kalau Wiyah pasti sangat merindukan ayahnya dan Wiyah ingin memeluk ayahnya itu tapi Wiyah merasa ragu.
Rungan keluarga itu kembali hening karena keempatnya hanya diam sampai Wiyah membuka suara.
Sebelum Wiyah mengucapkan sesuatu Iya menarik nafasnya terlebih dahulu, Menarik nafasnya dalam dalam untuk menetralkan perasaannya, Wiyah takut kalau dia akan terbawa sampai sampai membuat dirinya menangis kembali. Wiyah menatap lekat lekat ayahnya itu." Apa yang Wiyah dengar tadi betul yah." Tanya Wiyah.
Jambri yang mendengar pertanyaan dari Putri nya itu membuat dirinya begitu sangat bimbang antara mengatakan sebenarnya atau harus berbohong kembali. Jambri melihat kearah putrinya itu yang sedang menatap dirinya dengan kerinduan." Iya, Apa yang kamu dengar tadi memang benar." Jawab Jambri." Kamu bukanlah putri ayah." Ucap Jambri membuat Wiyah ingin menangis kembali tapi berusaha untuk ditahan.
" Jika Wiyah bukanlah anak ayah, Lalu Wiyah anak siapa. Siapa ayah Wiyah dan siapa ibu kandung Wiyah." Tanya Wiyah sambil menahan tangisnya agar iya tidak menangis Wiyah hanya ingin mendengar langsung dari ayahnya siapa sebenarnya orang tuanya.
" ibu mu tetaplah ibu mu, Tapi ayah mu... Bukankah ayah melainkan selingkuhan dari ibu mu." Jawab Jambri membuka sebuah kebenaran yang membuat dirinya begitu sangat sakit untuk mengingat masalalunya itu. Rasa sakit masih terasa jika Jambri mengingat nya kembali.
Deg.
__ADS_1
Jantung Wiyah seakan berhenti mendengar jawaban dari ayahnya, Wiyah masih tidak percaya dengan kenyataan itu yang ternyata dirinya hanyalah anak selingkuhan dari ibunya yang artinya dia adalah anak haram.
" Se_Selingkuhan ibu." Tanya Wiyah tidak percaya. Wiyah mengira dirinya hanyalah anak yang di angkat yang tidak diinginkan tapi sepertinya dugaan nya Wiyah salah.
Wiyah mengira kalau dirinya hanya anak angkat yang terbuang maka dari itu ibu nya tidak menerimanya dan memilih meninggalkan dirinya dengan kakak sepupunya. Karena mereka hanya ingin melindunginya karena dia seorang gadis yang tidak memiliki orang tua. Tapi dugaan Wiyah tadi salah setelah mendengar apa yang Ayah nya katakan barusan.
Jambri hanya mengangguk sambil menutup matanya karena Jambri sedang menahan air matanya sama seperti Wiyah." Iya nak, Kamu anak dari selikuran ibu... Atau lebih tepatnya kekasih dari ibumu saat ayah menikah dengan ibumu dulu." Jawab Jambri." Maafkan ayah kalau ayah mengatakan di waktu yang tidak tepat."
Wiyah mendengar itu merasa sesak di dadanya karena menahan air matanya yang ingin keluar." Kenapa begitu yah." Tanya Wiyah yang masih tidak percaya dengan ucapan sang ayah.
" Karena itu memang kebenarannya. kami menikah tanpa adanya cinta." Jawab Jambri.
Keributan saja baru malam itu yaitu tiga tahun yang lalu dan selama itu Wiyah belum pernah mendengar kalau orang tuanya pernah ribut.
Sedangkan Jambri bisa membaca raut wajah dari putri nya itu, yang sedang kebingungan mendengar jawaban darinya."Ayah akan menceritakan cerita yang sebenarnya agar kamu bisa mengerti. Ayah akan menceritakan rahasia ini selama bertahun-tahun lamanya ayah simpan. karena menurut ayah kamu sudah bisa mendengarnya. Apapun di balik cerita ayah, kamu harus bisa belajar dari kisah kami." Ucap Jambri membuat Haidar tidak bisa mendengar cerita dari pamannya itu apalagi itu terlalu menyakitkan, walaupun dulu dia masih kecil tapi dia sudah paham apa yang dirasakan oleh pamannya itu.
Haidar tidak bisa membayangkan hidup di rumah tangga yang tidak memiliki cinta apalagi salah satu dari mereka memiliki hubungan lain dengan orang lain.
" Wiyah akan siap mendengarkan apa yang akan Ayah ceritakan." Jawab Wiyah membuat Jambri tersenyum kecil.
Jambri menarik nafasnya sebelum dirinya menceritakan kejadian bertahun tahun lamanya yaitu dua puluh tiga tahun yang lalu. Jambri akan berusaha menahan rasa sakit itu, Jika Jambri kembali mengingat kisah masalalunya.
__ADS_1
" Hubungan kami dulu seperti orang asing karena kami menikah tidak saling mencintai.
Orang tua kami menjodohkan kami saat itu, Sedangkan ayah atau ibu memiliki orang yang kami cintai termasuk ibu mu. Kami menikah hanya terpaksa dan berjanji untuk bercerai setelah tiga bulan tanpa melakukan hubungan apapun, Tapi Kami akan tetap menjalani hubungan kami dengan pasangan kami masing masing sampai waktu perceraian tiba.
Tapi ayah tidak melakukan hal itu karena ayah hanya ingin mempertahankan rumah tangga ayah walaupun tidak adanya cinta di dalam rumah tangga itu karena ayah hanya ingin menikah satu kali seumur hidup walaupun bukan dengan wanita yang ayah cintai. Sampai ayah memutuskan untuk mengakhiri hubungan ayah dengan kekasih ayah. memilih memperjuangkan rumah tangga ayah walaupun tidak adanya cinta. Ayah hanya ingin memperjuangkan rumah tangga ayah apapun yang terjadi.
Tapi berbeda dengan ayah, ibu mu memilih bercerai dibandingkan menerima keadaan kalau kami sudah menikah, Ibumu tetap berhubungan dengan kekasihnya walaupun statusnya sudah bersuami.
Kami juga tetap tinggal serumah tapi seperti orang yang tidak saling mengenal dan ibumu sering jalan bersama dengan kekasihnya itu." Jambri menjada ucapan nya mencoba menetralkan perasaannya karena mengingat masalalunya yang menyakitkan itu.
" Dua bulan setelah pernikahan kami, Ayah sudah hampir kehabisan kesabaran karena ibumu tidak pernah menganggap ayah sebagai suami. ibumu tidak pernah menganggap kalau ayah adalah suaminya malahan ayah di anggap orang asing dalam kehidupan ibumu. Semua apa yang ayah lakukan demi membahagiakan Ibumu itu salah. Malahan Hati kecil itu tidak bisa mengukir nama ayah di sana walaupun sedikit yang bisa membuat hati kecil ibumu menyukai ayah walaupun sebatas sahabat.
Karena rasa cemburu ayah yang berlebihan membuat ayah terbakar oleh emosi karena rasa cemburu itu hingga membuat ayah merebut sesuatu yang begitu sangat berharga dari ibu sesuatu yang membuat kehidupan kami akan berbeda." Jambri masih mengingat di mana dia merebut sesuatu yang begitu sangat berharga dari mantan istrinya itu hanya karena rasa cemburunya di saat Jambri melihat
kalau matan istrinya itu sedang berjalan berdua dengan kekasihnya. Karena rasa cemburu itu membuat Jambri tidak bisa di kendalikan sampai sampai membuat sesuatu yang sangat bejat dan itu kepada istrinya yang selama dua bulan ia kejar cintanya dan pertahankan.
Bersambung.
banyak typo yang bertebaran.
harap bijak dalam membaca..
__ADS_1